Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Kasus Yang Sama


__ADS_3

" Aku tidak bermaksud menyalahkan kamu, tapi aku rasa kamu punya hubungan yang sebenarnya terasa rumit dengan ayahku, bicaralah, kamu tidak bisa menyembunyikan sesuatu padaku, bicaralah Ellon.."


Ellon hanya duduk manis menghadap ke depan. Kali ini dia tidak memakai sopir untuk mengantar Mira ke kampus. Dia memakai kedua tangannya sendiri demi mengantar gadis cerewet ini. Tapi apa yang dia dapat ?? Bahkan selama di perjalanan, gadis kecil itu hanya terus mengoceh dan tidak berhenti menginterogasi.


" Katakan sesuatu padaku, apa kamu akan terus menyandera ku sampai aku bersedia menikahi kamu ?? Bisakah memikirkan perasaan dan juga hak orang lain, selain memikirkan diri sendiri ??"


Suasana mulai memanas.


" Tuan, apa artinya umur kamu tiga puluh tahun kalau pikiran kamu juga sama seperti anak kecil, bisakah lebih dewasa sedikit dalam mengambil tindakan ?? Aku tidak mau menikah dengan orang tua macam kamu !!! Aku tidak mau !!!"


Ciiitttt..


Rem di pijak dengan mendadak membuat Mira tidak sengaja terbentur.


" Aduh !!!!" ( reflect ).


Yang di samping mulai terlihat begitu kesal.


Ya Tuhan...


Bocah kecil ingusan ini benar-benar membuat Ellon lelah..


" Tuan !!! Apa kamu tidak bisa membawa mobil dengan cara yang lebih baik ??"


" Kamu yang tidak bisa diam !!!! Aku sedang menyetir, kamu bahkan terus saja mengomel. Kalau tidak mau menikah denganku, ya suruh saja ayah kamu mengembalikan uang yang dia ambil dari perusahaan !!!" ( buka mulut ).


" Apa ??"


" Huhh !!" ( membuang nafas kasar ).


" Jelaskan padaku apa maksud ucapan tuan barusan.."


" Kasusku juga sama dengan Lishian, hanya saja dia juga mungkin punya masa lalu yang harus dia cari tahu dengan mendiang ayah Liyana.."


" Maksud kamu ??"


" Ayah kamu membawa uang perusahaan sebesar tiga milyar, dan ayahku meminta aku untuk segera menikah, hanya saja.. aku tidak punya wanita yang masih mempercayai aku.."


" Jadi kamu memanfaatkan situasi ini untuk dirimu sendiri ??"


" Ini juga demi ayah kamu, kalau kamu tidak mau menikah denganku, maka aku akan membuka semua kelakuan ayah kamu terhadap perusahaan.."


" Tapi.. apa untungnya kamu menikah denganku ?? Yang aku dengar ayahku membawa uang perusahaan, dan seharusnya kamu merasa muak melihat keluargaku, bukan malah melindungi kami dengan syarat harus menikah denganku.. aku tidak mengerti..."

__ADS_1


" Karena kamu wanita yang masih suci.."


" Apa ??"


" Itu poin pertama, dan yang kedua, kamu gadis kecil yang polos, dan mau menerima aku apapun kekuranganku.."


" Siapa bilang ?? Apa kamu tidak selaku itu sampai bersikeras ingin menikah dengan putri seorang pengkhianat ??"


" Kamu tidak seperti wanita di luar sana, yang mengejarku karena uang..."


" Penjelasan kamu masih tidak masuk akal bagiku, jujurlah padaku, kalau kamu berusaha untuk jujur, mungkin aku akan bisa menerima.."


" Huhhh..." ( menghembuskan nafas lagi ), " ayahku punya penyakit jantung.."


" Apa ?? Tuan Shi punya penyakit jantung ??"


" Dan Tuan N adalah orang kepercayaan dia, tapi tidak menyangka kalau Tuan N berani berkhianat seperti itu..."


' Ayah.. sungguh kejam !!'


" Sejak kita berdua masih kecil, mereka sudah menjodohkan kita, dan kemarin, saat aku menemukan bukti kecurangan Tuan N pada perusahaan, dia mendadak mengatakan kalau kita berdua harus segera menikah, aku tidak sanggup mengatakan hal yang sebenarnya.."


Pak !!!


Yang di sebelah terlihat diam dengan rasa bersalah yang terus bertumpuk.


Menunduk !!!


" Ayah kamu juga mengancamku, dia mengatakan kalau aku tidak menerima perjodohan itu, seharusnya aku tahu apa yang akan terjadi.. ayah.. dalam bahaya.."


" Tapi awal kita bertemu, bukankah kamu yang menghubungi ayahku untuk...."


" Itu hanya pura-pura, seakan aku yang berkuasa terhadap ayah kamu, tapi yang sebenarnya, aku yang dia kendalikan.."


" Jadi, kalian, sebenarnya.. mengalami masalah seberat ini ???"


" Pulanglah ke kota S, lanjutkan kuliah kamu di sana, bantulah aku untuk menyelamatkan ayahku, dan juga menyadarkan ayah kamu, aku tidak bisa berbuat apapun untuk saat ini, selain menjaga ayah tetap baik-baik saja.." ( memohon ).


Mira terdiam. Entah apa yang harus dia katakan saat ini. Bahkan keraguan ini, mungkinkah pria di depan dia saat ini memang sedang bersedih, atau semua ini hanyalah..


... Tipuan....


...****************...

__ADS_1


" Yuhuuuu !!!!!"


Gadis itu berteriak dengan keras di atas kapal yang dia naiki. Sementara di belakang, Goyuan hanya asik mengawasi gadis itu dan mencoba menjaga dia tetap aman. Sejujurnya kalau di tempat ini dia tidak begitu risau, tempat ini adalah persembunyian paling aman jika sedang merasa dalam pengawasan oleh musuh. Lishian sebisa mungkin membuat tempat ini menjadi seperti sebuah tempat yang tidak terlihat namun di dalamnya terdapat kehidupan juga. Jadi tidak akan membuat dia terasa cemas.


" Tuan Goyuan ??? Apa kamu tidak mau menikmati perjalanan asik ini ??" ( menghirup angin ).


" Pakailah jaket ini, kamu akan kedinginan nanti.." ( melempar jaket ).


Hap !!


Menangkap !!


" Ngomong-ngomong, apa yang harus di urus Tuan Lishian di Kota S ?? Apa dia hendak menemui ayah dan ibunya juga Fi Chan ??"


" Aku tidak tahu, tanya saja sendiri, kamu kan punya nomor ponsel pria itu.." ( jutek ).


Liyana bergerak mendekati tuan muda yang tengah duduk santai itu, lalu menyusul duduk juga.


" Kamu terlihat begitu dingin terhadapku, sejak awal aku datang, dan sampai sekarang, mungkin kalau tuan Lishian tidak memintamu untuk menjagaku, kamu masih tetap dingin dan acuh sampai sekarang, memangnya kenapa kamu selalu bersikap begitu ??"


" Dulu, sewaktu aku bertemu dengan kamu dua tahun lalu, aku baru saja kembali dari luar negeri, dan di sana, aku memang tidak punya banyak teman, karena itulah aku jadi terbiasa bersikap dingin pada orang lain.."


" Jadi begitu, ya.. lalu soal pulau itu, ada apa di sana ??"


" Itu tempat rahasia Lishian, di sana adalah tempat dia mengawasi banyak musuh dan bisa memperkuat pertahanan kita, Lishian bukan hanya punya uang banyak, tapi dia juga punya musuh yang banyak, terkadang para pengusaha rela mengorbankan nyawa seseorang untuk kepentingan sendiri, dan Lishian juga mengalami hal yang sama sejak beberapa tahun lalu..."


Wosh !!!!


Angin menerpa, meniup rambut Liyana yang panjang secara lembut.


" Lalu setelah itu ??"


" Banyak yang ingin membunuh dia karena dia punya kuasa yang cukup tinggi dalam dunia bisnis, jadi dia berpikir ingin membangun tempat itu, anggap saja, markas besar.."


" Ouh, jadi begitu.." ( mengangguk ), " memangnya orang-orang pengusaha berani melakukan hal sekejam itu ??"


" Sebagian dari mereka ada yang bekerja dengan cara licik, seperti menggunakan kaki tangan untuk menyingkirkan musuh.."


" Lalu apa hubungannya denganku ?? Kenapa aku juga harus ke sana ??"


" Tanya sendiri saja pada orangnya, aku tidak suka memberi penjelasan begitu banyak.." ( kembali dingin ).


" Hhh.. kamu ini !! Kenapa kembali ke watak asli kamu ?? Bukankah banyak bicara lebih baik, jadi kamu bisa punya banyak teman.." ( menggoda ).

__ADS_1


Hhh.. Bocah ingusan ini !!


__ADS_2