Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Pukulan Mematikan


__ADS_3

' Apa ?? Apa yang tuan lakukan padaku ?? Dia menciumku di depan Liyana ? Apakah.. ini hanya pelampiasan atas kecemburuannya pada tuan Goyuan ?? Arkh !! Untuk apa di pikirkan ?? Lebih baik untuk menikmati sejenak ciuman yang lezat ini..'


Terpejam menikmati sentuhan Lishian.


' Kenapa bahkan saat mencium Lalisa dengan sepenuh jiwa, rasanya tidak ada yang istimewa sama sekali.. Arkh !! Liyana.. kamu terlalu kejam padaku, kenapa aku harus gila memikirkan wajahmu yang begitu membuatku candu, dan sentuhan Lalisa, bahkan tidak ada sebandingnya dengan dirimu.. Kamu.. harus bertanggung jawab.. telah menduakan aku dengan Goyuan..'


Liyana dan Goyuan hanya menatap dua orang yang tengah asik memag*t itu dan menyipitkan matanya dengan benci.


Iya..


Aku cemburu tuan... Apa menurut kamu itu salah ?? Jelaskan padaku apa yang sedang kamu pikirkan tentang aku sekarang ?? Mengkhianati kamu ?? Berpaling darimu ?? Sejujurnya, yang aku mau hanyalah.. kembali dan menjadi satu-satunya dalam hidupmu..


Liyana tidak sengaja menitihkan air matanya. Tapi dia dengan cepat memalingkan muka, dan membenamkan kesedihannya dalam pelukan Goyuan yang terasa hangat. Benarkah ?? Iya.. bahkan sentuhan Goyuan jauh lebih hangat dari pada pria tua itu. Huhh..


Goyuan mengetahui kesedihan yang timbul di hati Liyana. Dia mengusap dengan lembut rambut indah yang tergerai sempurna itu, lalu dengan caranya sendiri, mencoba menenangkan Liyana.


" Maaf, ini adalah misi balas dendam kita.." ( berbicara lirih ).


Dan .


Cup !?


" Ugh..."


Liyana tak bisa menolak. Dengan sentuhan yang dia tahu hanya pura-pura saja, sungguh, ingin sekali menikmati Lishian dalam sifat yang seperti Goyuan. Lembut dan penuh kasih sayang. Tapi mungkinkah ??


Apa ini hanya sekedar mimpi belaka ??


Mengingat pria itu bukan hanya dingin, tapi dia sangat arogan, dan sikap buruk yang terlalu banyak melekat dalam tubuhnya. Iya, itulah ciri khasnya.


Sejenak Lishian membuka mata dan melihat Lalisa yang masih asik terpejam menikmati sentuhannya. Sementara, entah setan dari mana yang mendorong matanya untuk kemudian melirik dua orang yang juga masih sama, bercumbu dengan mesra di depan dia, di depan matanya.


Dia sungguh berani. Berani menentang dan membuat masalah dengan dia.


Dadanya bergemuruh, dan mendadak hawa panas kembali menyelimuti tubuhnya. Jantungnya berdegup dengan kencang, dan rasanya seluruh tubuhnya gemetar tidak bisa menahan emosi.


' Sial !!! Kamu harus mendapat balasan dariku Goyuan !!!'


Dengan secepat kilat, Lishian melepas kecupannya dan menghempaskan tubuh Lalisa sejauh mungkin.


" Minggir kamu !!!"


" Arkh !!" ( tersungkur ).

__ADS_1


Lishian bangkit dari duduknya, dan berlari ke arah Goyuan.


" Dasar br*ngs*k !!!!"


Melarak kerah kemeja Goyuan, dan menonjok bagian wajahnya..


Bukk !!!


Pufftt..


Darah segar menyembur dari mulutnya.


" Aaa.. tuan Goyuan ??" ( cemas ).


' Bahkan yang dia sebut pertama kali adalah nama Goyuan. Apa dia benar-benar sudah tidak peduli padaku lagi ??'


Lishian semakin geram. Dia bertubi-tubi mendaratkan pukulan yang begitu mematikan ke arah tubuh Goyuan, dan yang terakhir.. dengan tiba-tiba..


" Rasakan pukulan dariku ini !!! Sudah berani mengkhianati aku, kamu pikir bisa kabur ?? Hahh ???"


Lishian mengambil ancang-ancang untuk memukul, sementara Goyuan hanya bisa pasrah saat laki-laki di depannya berniat membunuhnya. Dia memang sudah berjanji, seumur hidup hanya akan memihak kakak sepupunya itu. Hidup dan matinya dia serahkan sepenuhnya pada Lishian.


" Tuan !! Jangan pukul tuan Goyuan!!!"


Lishian tidak menggubris. Amarah yang berkecamuk di dalam dadanya nyatanya membuat dia semakin tidak bisa mengendalikan diri sendiri.


Bam !!!!


Semua orang terkejut. Saat yang tumbang bukanlah Goyuan, melainkan Liyana..


Brukk !!


Pukulan maut yang menimpa tepat di wajah Liyana membuat dia ambruk ke pelukan Lishian, dan akhirnya tidak sadarkan diri.


" Liyana ???" ( cemas ).


' Aku.. memukul.. gadis ini...'


Kedua tangannya gemetar hebat. Pukulan itu sudah sering kali berhasil membunuh orang, dan tadi dia melakukannya juga dengan tenaga yang tidak main-main. Tapi kenapa mendadak malah wanita ini yang menghadang pukulan itu. Dasar bodoh !!


" Lishian.. dia.. dalam bahaya.." ( dengan lemah ).


Lishian melepaskan kekangan tangannya di kerah kemeja Goyuan, dan kemudian mencoba menyadarkan Liyana.

__ADS_1


" Liyana ?? Li ?? Liyana ?? Liyana sadarlah.."


Tapi berulang kali dia memanggil Liyana, gadis itu sama sekali tidak bergeming. Dia masih terus terdiam dan memejamkan mata. Pukulan itu membuat area pipinya lebam berat.


" Cepat panggilkan dokter !!!" ( merengkuh tubuh Arliyana ).


Seorang pria ber jas hitam yang tampak gagah, si Qian, sang pengawal setia Lishian terlihat menghubungi seorang dokter dengan bergegas. Dia tahu pukulan tuan Lishian bisa membuat nyawa Liyana meregang.


Lishian membawa tubuh mungil itu ke atas dan membaringkannya di kasur mereka berdua. Dia memandangi wajah mungil itu dengan penuh penyesalan. Apalagi saat melihat luka yang lebam dan begitu membiru di pipi Liyana. Arkh !! Kamu memang tidak bisa menahan amarah kamu Lishian !! Begitu mudahnya memukul seseorang tanpa menyadari bahwa kamu sendiri yang mulai membuat masalah ini menjadi rumit.


Dia mengelus wajah itu. Dan sesekali mencoba menyeka air matanya, juga mengendalikan emosinya. Ini semua kesalahannya, dan juga anak itu. Adik sepupu itu. Bagaimana kabar dia ?? Apa dia baik-baik saja ??


...****************...


Ssshhh..


Goyuan mengusap darah di bibirnya yang kemudian karena sentuhan tangannya itulah dia menjadi kesakitan. Dia terduduk lemah di atas ranjang kamarnya. Tidak menyangka juga kalau Lishian akan semarah itu pada dirinya hanya karena seorang gadis. Padahal saat dia menggoda wanita Lishian yang lain, pria itu pasti akan dengan murah hati memberikannya. Tapi saat gadis itu adalah Liyana, mengapa sama sekali tidak ada yang bisa menyentuh Liyana selain dia ??


Apa dia mulai jatuh cinta ??


" Tuan, kami akan membersihkan luka tuan, jadi tolong menurut, ya.."


Mendadak ada seorang suster cantik yang masuk ke dalam kamarnya. Mungkinkah sang dokter akhirnya sudah tiba di rumah ini ??


Lebih cepat lebih baik. Gadis itu harus segera mendapatkan penanganan serius karena pukulan Lishian itu. Hhh.. kalau saja pukulan itu mengenai perut Goyuan, mungkin saja dia akan mati di tempat. Tapi berkat gadis itu, berkat dia yang mencoba menghalangi pukulan Lishian, akhirnya dia yang harus berada dalam bahaya sekarang.


Liyana, aku berhutang Budi padamu..


" Bagiamana keadaan nona Liyana ??"


Tanya Goyuan sesaat setelah dia terdiam di depan sang suster.


" Dokter sedang berusaha menangani nona, jadi jangan mencemaskan dia, tuan pikirkan dulu luka di tubuh tuan, ini juga termasuk fatal. Bagaimana bisa mendapat pukulan semacam ini ?? Apa tuan menentang tuan Lishian ??"


Perawat ini memang sering datang ke rumah ini. Tentu saja dia akhirnya memahami siapa tuan rumah ini dan mereka mulai menjadi lebih akrab.


" Aku membawa wanitanya Lishian.."


" Apa ??" ( membersihkan luka ).


Ssshhh...


Berhenti.

__ADS_1


" Apa sangat sakit ??"


" Kamu sendiri yang bilang kalau luka ini parah, kenapa masih tanya sakit atau tidak.."


__ADS_2