
Pria yang berpenampilan agak sedikit urak-urakan itu terlihat berjongkok mendekati Arliyana.
Gadis itu semakin mundur, dan merapatkan dirinya di muka tembok. Dingin sekali!! Arliyana merapatkan kedua lututnya, dan berusaha meringkuk ketakutan.
Pria itu kembali mendekat, dan kali ini, sudah berani menyentuh leher jenjang Arliyana.
"Ugh... Tidak aku sangka, kalau rupanya, kamu punya keistimewaan.." Tangannya membelai rambut Arliyana yang memang tergerai begitu indah.
Hahh!!
Pria itu semakin tidak bisa menahan gejolak nafsu saat mulai menggerayangi tubuh Arliyana.
Sekarang, Arliyana bisa mencium bau alkohol yang begitu menyengat dari mulut sang mafia itu. Sementara, di sisi lain, Qian masih setia mendapat pukulan dan hantaman dari beberapa orang.
"Kau masih begitu kecil... Ternyata Lishian menyukai daun muda seperti kamu..."
Liyana memalingkan muka, dan menutup kedua matanya rapat-rapat.
"Jangan mendekat, aku mohon...." Ucap Arliyana dengan ketakutan.
Seluruh tubuh gadis itu gemetar hebat, dan semuanya berbuah menjadi sedingin es.
Dia mencoba melawan, dan menepis tangan kotor yang hendak menjamah bagian dadanya yang memang begitu mempesona.
Plak!!
"Jangan sentuh aku!!!" Teriak Arliyana mencoba menguatkan benteng pertahanan.
Laki-laki bejad di depannya tersungkur terkena tangannya, dan membuat pria itu merasa kesal.
"A?" Arliyana menatap pria di depannya itu.
Nafas laki-laki itu memburu. Hawa dingin menusuk yang bercampur dengan derasnya hujan di malam itu, membuat suasana di hati Arliyana semakin tidak menentu.
Bam!!!
Pufftt!!!!
Darah menyembur dari mulut Qian, membuat Arliyana ketakutan setengah mati.
"Qian?!!!!!!!!" Teriaknya penuh ketakutan.
Grep!!!
"Arkh!!!" Pekik Arliyana.
Sekarang tangan pria di depannya berhasil meraih dan menjambak rambut indah milik Arliyana, dan menimbulkan rasa sakit di seluruh rongga kepalanya!!
"Lepaskan aku!! Aku mohon...." Sekarang dia tidak bisa menahan air matanya.
"Kau mau aku melepaskan kamu?" Menatap dengan tajam.
Huhh!!
Mulutnya bau sekali!! Sangat menusuk!! Apa dia begitu banyak minum sebelum menangkap mereka berdua?
Sekarang Arliyana merasa pusing dengan bau alkohol yang tercium dari mulut pria itu.
"Sayang sekali nona!!! Anda sudah jadi milik saya!!!"
Brakk!!
Pria itu melempar tubuh Arliyana kembali ke lantai.
__ADS_1
"Aaahhh!!!" Gadis itu semakin ketakutan saja..
"Qian, bangunlah......."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rombongan Lishian dan Goyuan sekarang telah tiba di gedung tempat lokasi terakhir ponsel Qian terlacak.
Tapi keadaan masih sama.
Mereka masih belum menemukan apapun di lokasi tersebut.
"Sial!!!" Umpat Lishian penuh kekesalan.
Goyuan hanya berdiri di sisi mobil, dan menatapi wajah Lishian yang terlihat tidak karuan.
Sebenarnya, siapa yang telah melakukan ini semua?
Sekarang bukan hanya Lishian yang di buat pusing, tapi Goyuan nampaknya bahkan jauh lebih tidak tenang.
"Tuan, kami menemukan ponsel Qian di semak-semak. Tapi kita tidak menemukan ponsel nona di manapun.."
Tidak menemukan ponsel Nona Arliyana?
Apa mungkin, gadis itu masih membawa ponselnya saat ini?
"Cobalah lacak di mana sinyal terakhir ponsel Arliyana.."
"Baik!!"
Pria itu kembali lagi melacak di mobilnya. Dia memang ahli dalam pekerjaan ini. Jadi tidak perlu di ragukan lagi.
Dari kejauhan, Goyuan masih setia menatapi wajah Lishian yang begitu memusingkan. Iya... Bagaimana tidak, pria di depannya itu bahkan hanya menganggap Arliyana sebagai wanita bayaran, tapi, mengapa sikap Lishian kali ini begitu berbeda?
Huhh!!! Kalau sudah jatuh cinta, kenapa tidak jujur saja si? Cinta memang aneh!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ponsel Zhe Ruan berbunyi. Kali ini giliran Dong Fi yang menghubunginya.
Bip!?
"Hallo.." Dia memainkan kuku-kuku di tangan cantiknya dengan mahir.
Lokasi dia sekarang masih setia di dalam kafe. Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu bahagianya dengan rasa suntuk di dalam rumah Yu Huo. Pria itu bahkan tidak pernah berusaha memuaskan hasratnya.
Menjengkelkan!!
"Bagaimana? Sudah ada kabar dari anak buah saya?"
"Sudah, baru saja aku mendapat kabar gembira dari mereka, terima kasih atas bantuan tuan..."
"Jangan sungkan begitu, lagi pula, aku tidak memberikan semuanya secara percuma."
"A?" Wajah sedikit terkejut.
Zhe Ruan terlihat menyandarkan tubuhnya, dan kembali menenangkan otaknya.
"Apa yang tuan inginkan? Mungkin saya bisa mewujudkannya.."
"Tentu saja kamu sudah tahu apa mauku, selain rencana bagi warisan milik mendiang Li Shanshan, kamu juga.. Selamanya milikku.."
Zhe Ruan tersenyum penuh arti, "saya akan temui tuan malam ini, di hotel bintang lima!!"
__ADS_1
"Kau memang paling tahu apa yang saya butuhkan, saya akan menunggu kedatangan kamu, jangan membuat aku kecewa malam ini.."
"Baik!!"
Bip!!
Zhe Ruan kembali mematikan sambungannya, dan beralih menghubungi supir setianya.
"Chand, kita akan menuju ke hotel malam ini!!"
"Baik, nyonya.."
Bip!!
Sekarang senyumannya tertarik begitu lebar. Rencananya sedikit lagi akan berhasil. Tinggal beberapa nyawa lagi yang harus dia singkirkan demi mendapat harta warisan mendiang Li Shanshan.
"Gunakan dulu alat perantara, setelah aku berhasil menyingkirkan semuanya, mungkin kamu lah korban selanjutnya... Dong Fi!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Di mana lokasinya? Sudah ketemu belum?" Tanya Lishian tidak sabar.
"Tuan, ponsel Nona Arliyana mengarah pada pantai di sisi barat kota!! Letaknya tidak jauh dari sini!!" Jelas pria di mobil.
"Aku tahu mereka memang sedang mengelabui kita semua!!" Bertambah geram, "lihat saja!! Setelah aku menemukan kalian, aku akan memastikan kalian semua akan mati!!" Dia mengepalkan kedua tangannya.
"Kau mau terus menunggu di sini, atau segera bergegas pergi mencari Arliyana?" Goyuan menyadarkan dirinya dari kekesalan.
"Kita harus bunuh pelakunya!!"
Mereka semua memasuki lima mobil yang masing-masing, isinya terdiri dari sepuluh orang.
Dengan jumlah yang sedemikian banyaknya, sudah bisa di pastikan kalau rombongan Lishian akan berhasil memenangkan pertarungan nanti. Tapi tentu saja kalau mereka semua tidak terlambat.
Mobil kembali di lakukan, dan bergerak meninggalkan gedung terbengkalai di sana.
Kali ini, para mafia itu tidak boleh lepas!! Berani mengusik ketenangan hidup sang Lishian, maka bersiaplah untuk tewas secara tragis!!
...****************...
Arliyana semakin tidak berdaya.
Qian yang menjadi tumpuannya, kini, pria itu pun sudah tergeletak tidak berdaya. Hanya saja, Qian belum mati!! Dia hanya sudah tidak bisa melakukan apapun selain menerima pukulan dari puluhan orang itu.
Arliyana menangis, tatkala merasakan tangan kotor pria itu mulai menyingkap bagian dadanya, dan mencoba meraih kenikmatan di sana.
Tapi ini tidak boleh terjadi!!
Plak!!!!
"Aku sudah bilang jangan sentuh aku!!!" Sekarang Arliyana terlihat semakin ganas.
"A?" Pria itu tersenyum menyeringai, " kau sudah menunjukkan keganasan kamu yang sesungguhnya, aku suka gadis yang seperti ini."
Tapi pria itu, bukannya beralih mundur, malah semakin mendekat, dan mencoba mengunci tubuh Arliyana rapat-rapat.
Hap!!
Tubuh Arliyana tertangkap secepat kilat oleh pria itu.
"Lepaskan aku!!" Mencoba melawan.
Tapi setelah itu, tidak ada suara apapun lagi, selain pekikan Arliyana dan nafas pria berbau alkohol itu yang terdengar memburu.
__ADS_1
Jlger!!!!!
♥️♥️♥️♥️♥️