Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Gaun Pesta


__ADS_3

"Minumlah calon menantuku, teh buatan tanganku terkenal sangat enak, dan bisa membuat pikiran kamu lebih tenang.."


Tersenyum selebar mungkin.


Hemm.. bisa membuat pikiran lebih tenang?


"Benarkah?"


"Tentu saja, teh ibu ini sudah terkenal sejak dulu, cobalah kamu minum, kamu pasti akan suka..


Dan setelah kamu selesai meminumnya, kamu akan segera tewas..


"Baiklah, akan aku coba.."


Liyana mengambil cangkir di atas meja yang berisikan teh hangat dengan bau yang sangat khas.


Bau teh ini seperti...


Ah?


Buru-buru menerjang..


Prank!!!!


Dengan sangat terkejut, Lishian menjatuhkan secangkir teh di tangan Liyana, yang tentunya dengan sangat sengaja..


"Lishian? Apa yang kamu lakukan?"


Zhe Ruan terlihat sangat marah.


"Tuan? Apa yang anda lakukan?"


"Dasar ceroboh!! Bisa-bisanya kamu berbuat seperti itu di depan menantu kami.."


"Maaf, ayah, ibu, Liyana, aku tidak sengaja."


"Tidak apa-apa.." ( hanya tersenyum kecil ).


"Baiklah, Liyana.. akan ibu buatkan lagi, ya.. Kamu tunggu saja di sini.." ( hendak berbalik ).


"Ibu, tidak perlu, kami akan segera ganti baju, waktunya sudah sangat mepet."


"Tapi Lishian.."


"Sungguh tidak perlu, ibu, Liyana masih harus istirahat."


Menatap dengan tajam.


Anak itu tahu apa yang aku taruh di dalam tehnya.


Lishian menitah langkah kaki Liyana menuju kamar lama milik Lishian, sebelum akhirnya memilih untuk memiliki rumah sendiri di kota X.


"Tapi tuan.."


"Ayolah, akan ku pijat punggung kamu di kamar, aku tahu kamu sangat lelah, bukan.."


"Tapi.." ( bingung ).


"Diamlah, turuti saja apa kataku!!" ( menggertak sedikit ).


"Lho, kakak, kenapa pergi?"


Berpapasan dengan Yu Shen yang sedang membawa makanan ringan di tangan.


"Hai mempelai pria, maaf ya sudah merepotkan Anda, lebih baik simpan saja makanan ringan nya, Liyana harus istirahat karena kelelahan.."


"A? Baiklah.." ( tatapan curiga ).


Tak tak tak tak tak..


Derap langkah kaki mereka berdua terdengar menggaung di seluruh lorong rumah. Arliyana hanya bisa memaksakan diri untuk mengikuti kemana arah tuannya membawanya pergi.


"Ibu, ada apa? Gagal lagi??" Baru datang ).


"Sudah aku bilang, tidak mudah membuat anak itu tewas. Apa lagi dia berada dalam lindungan Lishian sekarang, kita tidak bisa berbuat apapun untuk saat ini, tunggu saja saat acara pertunangan di rumah Dong Fi, aku sudah mengatur semua strateginya."


"Aku bahkan tidak bisa meracuni gadis itu dengan racun yang biasa aku gunakan untuk membunuh orang."


"Lishian sudah biasa mencium gerak-gerik kita yang mencurigakan, racun seperti itu, dia bahkan sering mengetahuinya.."


"Hahh. Aku ingin segera membunuh gadis itu secepatnya.."

__ADS_1


...****************...


Bam!!!


Lishian membanting pintu kamar miliknya, dan kemudian menatapi gadis itu dengan kesal.


"Tuan, apa yang terjadi padamu? Kenapa begitu tajam menatapku?" ( merasa sangat takut ).


"Apa kamu bahkan tidak bisa mencium bau racun di dalam cangkir tehmu?"


"Apa? Racun??"


"Bodoh!!"


Memeluk!!


"Untung aku tidak terlambat mengetahuinya.."


Mengelus rambut Liyana dengan lembut, dan penuh ketakutan.


"Tuan, maafkan aku, aku tidak tahu.."


"Lain kali harus lebih berhati-hati, selain makanan yang aku ambilkan untuk kamu, jangan makanan apapun yang di berikan oleh mereka."


"Tapi perutku sangat lapar.."


Melepas pelukan.


"Kamu lapar?"


Liyana dengan imutnya menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan Lishian dengan polos.


"Baiklah, kita makan di luar, bagaimana?"


"Baiklah, sekalian ajak aku jalan-jalan, ya.."


Mendadak sangat senang..


Tersenyum.


"Baik."


...****************...


"Apa kota ini sangat berbahaya untuk orang seperti aku?"


"Anggap saja seperti itu.."


Hap!?


Memakan satu suapan.


Tring!!


Lishian mengambil ponselnya, dan melihat siapa yang mengirimnya pesan.


Qian. Ini sudah pasti berita penting.


Membuka.


'Tuan, ada kabar yang sangat mengejutkan..'


Itu adalah pesan pertama yang di tinggalkan oleh Qian.


'Rupanya mendiang tuan Yuanda dan istrinya, Selena, tidak pernah bisa punya anak.'


Apa?


Deg!!!


'Saya mendapat kabar ini dari salah satu rumah sakit yang diriwayatkan pernah di kunjungi oleh mereka berdua puluhan tahun yang lalu, dan hasil pemeriksaan yang ada di catatan rumah sakit, nyonya Selena ternyata, beliau tidak bisa hamil karena mandul.'


Lagi-lagi hatinya di buat terkejut oleh pernyataan Qian padanya.


Kalau nyonya Selena mandul dan tidak bisa punya anak, lalu bagaimana Arliyana lahir?


"Tuan? Tuan??"


Panggilan Liyana memecah acara lamunannya yang memusingkan.


"A? Ya? Ada apa?"

__ADS_1


"Kenapa tuan melamun? Apa yang sedang taun pikirkan?"


"Tidak ada, hanya memikirkan Goyuan yang entah kapan akan mengambil kamu untuk di latih.."


"Dilatih? Untuk apa?"


"Kau akan tahu nanti, turuti saja apa kataku.. Sekarang, makanlah.."


"Aku memang sedang makan.." ( kembali makan ).


Hap!?


Siapa orang tua kandung Liyana?


Setelah bergelut dengan pikirannya yang sangat kacau, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi adik sepupunya, Goyuan..


'Dua hari lagi, jemput Liyana untuk melakukan pelatihan..'


Sent!!


"Apa kamu masih tidak mau makan juga?"


"Baiklah, aku akan segera makan.."


Meletakkan ponsel di atas meja, dan akhirnya makan dengan pikiran kacau.


...****************...


Malam harinya..


"Apa semuanya sudah siap? Kita harus segera berangkat ke rumah Dong Fi, ini sudah hampir jam delapan.."


Semuanya sedang bersiap menuju lokasi rumah Dong Fi, yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Yu Huo.


Arliyana, gadis itu masih setia di dalam kamarnya, mencoba berhias diri secantik mungkin untuk menghadiri acara pertunangan adik Lishian, Yu Shen.


Kreaaatt..


"Apa sudah selesai?"


Arliyana berbalik dan menatap Lishian yang sedang berdiri di muka pintu.


Tring.....


Wajah cantik itu bak bidadari yang sangat mengagumkan, dengan cahaya Kilauan yang menyorot dari gaun yang di kenakan. Riasan di wajahnya, terlihat sederhana, namun berhasil membuat dia terlihat sempurna di mata orang lain.


Liyana memoles bibirnya dengan warna peach dan memasang blush on warna natural di pipi manisnya, menambah kesan manis namun elegan yang sangat mempesona.


Bahkan Lishian hanya memaku di tempat yang sama, saat gadis itu tersenyum, menampilkan giginya yang gingsul dan mata yang sedikit sipit.


Manis sekali..


Dug dug dug dug..


Jantung Lishian bahkan tidak bisa berbohong. Memuji keanggunan wanita yang saat ini tengah berdiri menatapinya dengan senyuman.


"Bagaimana tuan? Apa aku terlihat cantik memakai gaun ini?"


Mendekat..


Memeluk..


Hendak mencium..


"Eeeehhhh..."


Mendorong!!


"Kenapa?"


"Aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk memoles wajahku, dan kamu akan merusaknya sebelum orang lain memuji penampilanku?"


"Liyana, kalau saja ini bukan waktunya untuk pesta, mungkin aku akan melucuti gaun kamu, dan melahap kamu hingga habis..."


"Aku tahu, tahanlah, ini hanya sebentar, setelah kita pulang nanti, kamu boleh melakukannya.."


"Kamu sudah berjanji padaku, sekarang, keluar dari kamar, dan masuklah ke dalam mobil, semua orang sudah berangkat.."


"Baiklah.."


Lishian menggandeng tangan Liyana untuk keluar dari rumah, menuju mobilnya yang terparkir di halaman.

__ADS_1


Mereka akhirnya dengan segera melajukan mobilnya menuju tempat acara di langsungkan.


Vrooommmmm...


__ADS_2