
Brukk!!
Darah segar terlihat mengenai tubuh Arliyana, dan seketika, seseorang terlihat ambruk di depan gadis itu.
"Shuimo?" Semua orang terkejut.
Rupanya pria itu yang menghalangi tembakan dari pria mafia itu.
Tapi, sebenarnya, apa yang terjadi pada Shuimo? Bukankah, sebelumnya dia mengancam Lishian dan menggunakan gadis itu sebagai tawanan miliknya, tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba menyelamatkan Arliyana dari peluru?
"Goyuan!! Cepat bawa Arliyana pergi dari sini!!!"
Goyuan dengan cepat meraih tubuh Arliyana dan langsung membawa gadis itu pergi dari sarang penjahat itu.
"Tidak!!" Tapi kelihatannya, Arliyana berusaha menolak dengan keras. Gadis itu tidak mau melepas Lishian rupanya.
"Apa yang kamu lakukan? Ayo cepat kita pergi!!" Bentak Goyuan pada Arliyana.
"Pergi? Kalau terjadi sesuatu pada Lishian, bagaimana?" Dia terlihat sangat cemas.
"Dia bisa menjaga diri!! Sekarang, ikutlah denganku pergi dari sini!!" Paksa Goyuan pada gadis bandel itu.
"Tidak!!"
Goyuan tidak peduli seberapa besar penolakan Arliyana pada keputusannya. Dia mengangkat tubuh Arliyana, dan membawa gadis itu ke dalam mobil.
Grep!!
"Jalan sekarang!!" Ucap Goyuan pada sang sopir.
"Baik!!"
Sekarang, Arliyana hanya bisa menangis terisak, dan berusaha menenangkan pikirannya.
Tubuhnya menggigil hebat karena mengalami situasi rumit yang sangat menakutkan. Di tambah lagi hujan yang terus mengguyur dan membuat badannya basah kuyup saat keluar dari villa tadi.
"Kau marah?" Tanya Goyuan sesaat setelah mereka saling duduk terpisah.
Arliyana hanya terdiam saja. Dia tidak menggubris, atau sekedar menoleh menatap sang pria di sampingnya.
Dia terlihat begitu kesal.
Goyuan berinisiatif mengambil selimut tebal yang memang selalu ada di dalam mobil, lalu menyibakkannya.
"Pakai selimut ini!!"
"Tidak mau!!!" Jawab Arliyana dengan wajah ketusnya.
"Hehh!! Kalau kamu tadi bertahan di sana, mungkin kamu yang akan mati!!" Sekarang Goyuan mulai pandai menasehati. "Pakai selimut ini!!"
"Seharusnya aku saja yang mati!! Aku sudah tidak berguna lagi!! Aku bukan wanita yang berguna lagi untuk Lishian!! Setidaknya, biarkan aku membayar semua hutangku dengan nyawaku!!" Tangisannya semakin menjadi.
Goyuan urung memberikan selimut pada Arliyana.
__ADS_1
"Hhh!! Semoga saja kamu bisa pulang dengan selamat, aku tidak akan sanggup jika harus bertanggung jawab pada gadis kecilmu ini.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Blam!!!
"Sekarang, mau minta bantuan pada siapa lagi? Kamu sudah tidak punya bantuan lagi di sini!! Sekarang, katakan padaku, siapa yang sudah menyuruh kamu menculik wanitaku!!"
"Mengatakan padamu? Mimpi saja sana!!!"
"Baiklah, kalau kamu tidak mau mengaku, maka aku akan berbuat kejam padamu!!"
"Kau mau membunuh aku? Bunuh saja!! Aku sudah tidak peduli lagi!!" Jawab pria itu menantang.
"Siapa yang bilang aku akan membunuh kamu? Orang seperti kamu, tidak pantas di bunuh dengan mudah!! Kamu harus menerima akibatnya bermain-main denganku!!" Sekarang dia berani mengancam.
Lishian kini beralih pada beberapa anggota yang masih setia di belakangnya.
"Kuliti dia!! Biarkan dia merasakan betapa sakitnya di bunuh secara perlahan!!"
Pria di bawah kakinya tentu saja terkejut setengah mati.
"Di kuliti?" Tanya pria itu ketakutan setengah mati.
"Heh! Kau pikir begitu mudah melawan orang seperti aku? Asal kamu merasa benar-benar tersiksa, barulah aku akan merasa senang!!"
"Tidak!! Tidak tuan!! Tolong jangan lakukan itu padaku!!" Ucap pria itu memohon.
Kini dia hampir mengeluarkan semua keringat dinginnya dan membuat seluruh tubuhnya hampir membeku.
"Aku hanya ingin mati saja, tidak perlu di siksa oleh anda tuan." Sekarang dia benar-benar ketakutan.
"Kalau kamu tidak mau mengatakan apa yang aku tanyakan, maka kamu akan mendapat apapun yang aku mau, termasuk melumpuhkan seluruh indera yang kamu miliki!! Cepat katakan siapa yang telah menyuruh kamu!!" Ucapnya kali ini begitu menyeramkan.
"Ba-baik!! Aku.. Aku akan bicara... Yang meminta aku untuk menculik gadis itu, adalah.. Zhe Ruan.." Ucapnya dengan bergetar.
"Sudah aku duga!! Kenapa dia menginginkan Arliyana dan aku?"
"Karena dia menganggap tuan sebagai penghalang untuk mendapat harta warisan mendiang Li Shanshan!!"
"Bagaimana kamu bisa tahu semuanya?"
"Dia hanya bercerita satu hal itu padaku, dan dia meminta aku untuk membunuh gadis itu, untuk membuat kamu jatuh dalam kehancuran!!"
"Hemm... Aku rasa, kamu bukan orang yang di dalam kendali wanita itu, sebenarnya, siapa yang telah mengendalikan kamu?!"
"Ti-tidak ada yang lain.. Hanya Zhe Ruan.."
"Kamu bahkan tidak memanggil wanita itu dengan sebutan nyonya!!"
"A?" Sekarang keringat dingin telah berubah menjadi panas dan terasa menyengat seluruh organ tubuhnya.
Ketakutan itu telah menjalar dan menguasai tubuh sang pria, yang sekarang tengah di paksa untuk mengakui siapa tuan yang mengendalikan dia sebenarnya.
__ADS_1
Sebut siapa saja, asal jangan Dong Fi!!
Dan lebih baik jika dia mati, dari pada harus mengkhianati tuannya itu.
"Bicara sekarang!!"
"Ba-baik..."
Hidup pria itu benar-benar dalam penekanan serius.
"Sebenarnya, orang itu... Yu Huo!!" Ucap pria itu ngasal saja.
"Yu Huo?"
Jawabannya lumayan masuk akal!!
"Bunuh dia!! Kuliti dan bakar dia di atas api unggun. Buat pesta malam ini lebih meriah!!"
Sekarang Lishian akhirnya beranjak pergi dari tempat itu dan meninggalkan pria itu dalam ketakutan.
"Apa? Kamu bilang tidak akan menyiksaku!! Tolong jangan kuliti aku!! Jangan lakukan itu padaku!!!"
Jlger!!!
Suara petir masih saja bergemuruh.
Malah hujan terlihat bertambah deras. Dia berdiri di sisi mobil, dan terlihat menghembuskan nafasnya secara kasar. Apa ini semua masih saja belum berakhir?
Tidak!!! Semua ini harus segera berakhir!!
"Tuan!! Kita akan kemana sekarang?" Ucap sopir yang menggantikan Qian sementara.
"Pulang dulu ke rumah yang telah di siapkan Qian sebelum ini, aku harus menemui Arliyana.."
"Baik!!"
Vroooooommmmmm
Kenapa aku merasa, ada pelaku lain di belakang semua ini? Seakan-akan, ada tangan besar yang mengendalikan kami semua..
...****************...
"Hhh!! Aku tidak menyangka, tuan menyuruh kita untuk membuat api unggun saat cuaca sedang begitu buruk!!" Ucap satu orang anggota.
"Yang pasti, dia masih sama, begitu perhatian pada kita, lihat saja, dia bahkan menyuguhkan sebuah daging yang sangat besar untuk menjadi santapan malam ini!!"
"Kau yang akan menyantap daging pria bajingan ini bukan? Kalau aku, lebih baik aku bawa pulang untuk makan anjing-anjing milik tetangga, mungkin mereka lebih suka rasa dari mafia kelas kakap yang berhasil terbunuh."
"Baik, aku akan ikut memberi mereka makan!!"
"Aku pikir, kamu sama seperti anjing-anjing itu?"
Semua orang tertawa di dalam villa sambil menghadap api unggun besar dengan daging yang tergantung di atasnya.
__ADS_1
Apakah ini cerita dari seorang Psychopath?
♥️♥️😱😱♥️♥️