Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Di Tengah Serangan


__ADS_3

Dor!


Dor!


Dor!


Blam!!!


Suara khas tembakan bersahutan dengan ledakan beberapa bom terus menghujani tempat pribadi milik Lishian.


Sementara, para pria itu rupanya tidak terlalu kewalahan menghadapi berbagai macam serangan yang dilakukan oleh para anggota tim khusus dari Dong Fi itu.


Meskipun Dong Fi terkenal memiliki tim khusus terbaik, dan sudah pasti terkuat, namun rupanya mereka tidaklah begitu berarti saat masuk ke dalam pulau pria berusia tiga puluh satu tahun itu.


Dor!!


Dor!!


Dor!!


Mereka saling bahu membahu menyerang tuan rumah dan berusaha terus membobol benteng pertahanan. Meski telah banyak anggota dari mereka yang tewas secara tidak adil di tempat tersebut, namun rupanya keberanian para anggota ini tidak dapat di remehkan pula!


"Ellon! aku curiga akan ada yang masuk dan menyelinap secara diam-diam!" ucap Lishian pada sang sahabat!


"Aku tahu! mereka hanya mengincar dokumen penting milik kamu! di mana kamu menyembunyikan semuanya Lishian?" tanya Ellon pada Lishian, berniat untuk segera memindahkan dokumen penting yang di maksud.


"Dokumen itu, belum tiba di pulau! segera kirimkan orang khusus untuk menjaga anak itu tidak tiba di pulau!"


"Oke! akan aku coba!"


Pria bernama lengkap Shi Xuellon itu terlihat bergerak dari balik benteng pertahanan dan mulai berlari menuju ke dalam rumah!


Di dalam rumah, dia tidak melihat siapapun. Iya! Shuimo telah membawa Arliyana dan Mira ke tempat yang lebih aman dari pada di rumah itu.


Tak tak tak tak tak tak!


Jari-jarinya telah bergerak menekan beberapa tombol di ponselnya, berniat untuk menghubungi seseorang. Tapi niat Ellon kembali di urungkan setelah dia mengingat suatu hal!


Tidak! mereka mungkin saja berhasil meretas jaringan di tempat ini! mungkin saja kalau aku menghubungi seseorang, mereka akan menangkap sinyalku! tidak! ini tidak boleh!


Pria itu berpikir sejenak, sambil terus memegang senjata milik Lishian dalam tangannya.

__ADS_1


Otaknya berputar keras dan bingung apa yang harus dia perbuat, sedangkan anak itu mungkin saja akan segera tiba di pulau dalam waktu kurang dari satu jam!


Arkh!


Tidak ada cara lain!


Dia membuang ponselnya, dan berlari kembali ke arah Lishian yang tengah bersatu dengan Zixin melawan beberapa petinggi tim khusus Tuan Dong Fi itu!


"Lishian, bagaimana kita bisa menghubungi anak muda itu? sedangkan, jaringan di tempat ini berhasil mereka retas!" ucap sang Ellon pada Lishian.


Lishian terlihat sedang berpikir sembari terus menarik pelatuk di tangan kanannya, berusaha untuk melumpuhkan musuh dan mencari jalan lain untuk menghubungi pemuda itu dalam waktu bersamaan.


"Kalau begitu, biarkan saja! percuma kalau pergi ke tempat itu! mereka telah mengepung sekeliling pulau, tidak ada cara lain selain membiarkan anak itu masuk!" ucap Lishian terlihat mencoba mengambil keputusan.


"Tidak Lishian! aku tahu yang mereka incar adalah dokumen ayah kamu itu! mana bisa membiarkan mereka mendapatkan semuanya dengan mudah! pemuda itu akan datang, dan mereka pasti akan langsung menahan dia dan dokumen di tangannya!" ucap Zixin mencoba memberi saran.


"Kau punya heli di sekitar sini??" sekarang Ellon ingin mengajukan rencananya.


"Dua heli! tapi aku yakin, mereka memiliki persenjataan lengkap! tidak akan bisa keluar dari sini, meski dengan heli sekalipun! tidak apa Ellon! aku tidak lagi mempermasalahkan dokumen itu! aku terlanjur membahayakan nyawa kalian semua demi duniaku! sekarang, biarkan aku yang menjaga kalian semua!"


"Tidak bisa! ini adalah hal yang ingin kamu ketahui selama puluhan tahun! apa kamu mau melepas semua yang sudah kamu dapatkan!" Ucap Ellon mencoba membujuk Lishian.


Dor!!


Lishian tertunduk dan mencoba memikirkan dengan pasti langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya.


"Pikirkan baik-baik!" sekarang Zixin yang memberi dia sebuah saran.


"Oke! aku akan pergi ke rumah itu, dan mencegat pemuda itu masuk ke pulau ini! semua yang ada di sini, aku serahkan pada kalian! termasuk bayi dan calon ibu untuk anakku!" nadanya terlihat sendu.


"Ya!" Zixin mengangguk.


"Pergilah dan bawa semua yang kamu inginkan dengan selamat! anak dan kekasihmu, akan aman bersama kami!" ucap Ellon meyakinkan!


Lishian mulai beranjak dari tempat persembunyian, dan berlari menuju arah helikopter miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, di sebuah bunker, tempat tersembunyi di bawah rumah pribadi Lishian, empat orang itu tengah berdiam dan hanya mencoba mendengarkan apa yang terjadi di luar sana!


Termasuk Shuimo yang belum pulih benar dari luka tembaknya, dan Tuan besar Shi Jun juga.

__ADS_1


Mereka hanya bisa memasang wajah cemas dan saling diam! tidak ada pergerakan apapun di antara mereka, hanya saling terduduk dan mengkhawatirkan nasib beberapa orang di atas sana!


Tidak pernah terbayang bagaimana nasib di luar sana saat ini. Entah siapa saja yang telah tumbang, dan entah bagaimana keadaan pulau pribadi Lishian nan indah itu.


Semoga saja, semua yang ada di sana selamat!


Melihat sang sahabat yang cemas dan terdiam risau, Mira berinisiatif untuk membuat Arliyana lebih tenang. Bukan karena apa, dia punya nyawa lain yang harus di lindungi. Mana bisa terus merasa cemas begitu.


Beranjak dan mendekati Arliyana!


Terduduk di sisi Arliyana!


"Hei!" menepuk pundak.


Arliyana menoleh, dan melihat sang sahabat yang tersenyum ceria di sampingnya.


"Kenapa diam? kamu lapar ya? aku dengar wanita hamil lebih sering merasa lapar di banding wanita yang tidak sedang hamil."


"Tidak!" menggeleng saja, "aku hanya mencemaskan Lishian! bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" raut mukanya terlihat begitu khawatir.


"Kau kan tahu calon suami kamu itu, adalah orang yang hebat, pun pandai dalam hal seperti ini, mana mungkin dia akan tewas?" ucap Mira mencoba menenangkan Arliyana.


"Tapi Mir.."


"Shuimo, apa di bunker ini ada tempat penyimpanan makanan?" beralih pada Shuimo.


"A? Ya! setahu aku, setiap bunker punya tempat persediaan makanan, kenapa tidak kamu cari saja?" pria bertubuh agak gemuk itu memberi saran pada Mira.


Sementara, Tuan Shi Jun masih terlihat diam dan tidak berkutik dari kursi rodanya.


"Ayah mertua," rupanya wajah Mira sudah berada di depan Tuan Shi Jun.


"A? Ya? ada apa?"


"Kau juga pasti sangat lapar bukan? bagaimana kalau aku ambilkan beberapa makanan? mungkin di tempat ini ada banyak persediaan?" wajah Mira sangat ceria, seolah ingin semua orang yang ada di tempat itu merasa lebih tenang.


"Ya! ambilkan aku beberapa potong roti!" tersenyum.


"He'em, baiklah! akan aku cari di mana tempat persediaan makanan, dan akan aku bawakan roti juga untuk ayah mertua!" tersenyum dan mulai bergerak mencari.


Aku tidak mau membiarkan kalian cemas! kalian adalah tanggung jawabku!

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


__ADS_2