Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Membuat Tuan Cemburu


__ADS_3

Setelah sekian lama tidak bisa berbuat apapun selain marah, Liyana akhirnya sampai juga di kamar tuan Goyuan, yang jujur saja, letaknya mengapa agak sedikit terpencil. Apa dia sengaja menempati kamar seperti ini ??


Huhh..


Untuk apa di pikirkan ?? Asal sudah berhasil pergi saja dari tempat jahannam itu, maka boleh saja meski tempat ini sudah cukup jauh.


Cklek.


Bam !!!!


Sudah mulai membuat emosi. Yang di dalam terlihat terkejut.


" Hehh !! Apa kamu ingin merusak semua barang-barang di tempat ini ??" ( menoleh sesaat ).


Dia memang sedang memperbaiki laptop Liyana yang masih saja belum selesai. Huhh... gadis ini bahkan lebih menyebalkan di banding penampilan luarnya.


" Kenapa masih terdiam di depan pintu ??"


Liyana tersadar.


" Memangnya kenapa kalau aku tidak mau masuk ?? Apa kamu akan begitu kesal karena tidak bisa menyentuhku ???" ( ketus ).


" Cihh.. aku bukannya belum pernah menyentuh wanita, hanya saja, kamu terlihat begitu naif, aku tidak suka wanita seperti itu, lebih baik yang agak seksi, dan juga pandai bermain ranjang, lihatlah kamu, kamu bahkan hanya tahu makan permen lollipop saja. Hehh.."


Yang di sindir terlihat mulai berwarna merah. Bahkan sepertinya jika di lihat secara seksama, aura pembunuh perlahan muncul, terlukis dengan jelas di wajah Liyana yang begitu emosi.


" Kamu sedang membuat aku marah rupanya !!! Kemari !!!" ( mengambil laptop di atas meja ).


Pria itu hanya terdiam saja.


" Apa yang kamu lakukan ??"


" Aku sudah tahu dari awal kalau kamu dan dia tidak pernah tulus, bodohnya aku yang masih saja percaya.."


Dia berjalan menuju ranjang milik Goyuan, dan menjatuhkan diri di sana.


Brukk !!


Tengkurap !!!


Huaaaaaaaa !!!! 😭😭😭😭😭


Tangisannya pecah dengan seketika.


" A ??"


Pria itu hanya terdiam saja mendapati keanehan yang di lakukan gadis itu. Benar-benar bodoh !!


Huaaaaaaa !!!!


Menangis lagi, dan bahkan lagi..


Goyuan mulai terganggu. Dia menyumpal kedua lubang kupingnya dengan menggunakan jari tangan.


Lumayan, bisa buat kedap suara..

__ADS_1


Huaaaaaaaa !!


Tapi tangisan gadis ini semakin lama malah semakin menjadi-jadi. Goyuan yang mulanya bingung, sekarang mendadak berubah kesal.


" Hei !!!! Bisa diam tidak ?? Jangan membuat keributan di kamarku, jika ingin buat keributan, maka keluar saja sana !!"


Liyana bangun dan terduduk. Dia mengusap dengan kasar kedua pipinya yang sedari tadi terus di basahi oleh air mata yang keluar dari kedua matanya.


" Hiks hiks.. tuan, bawalah aku ke tempat yang jauh.."


" Apa ?? Apa kamu ingin kabur ??"


" Tuan, aku janji akan kembali lagi ke sini, tapi aku mohon, bawa aku ke tempat yang jauh untuk malam ini, aku ingin sedikit terbebas dari tuan Lishian.."


" Tidak !! Aku tidak mau menentang kehendak Lishian, aku tidak bisa melawannya.."


" Tapi tuan.. ini sangat tidak adil bagiku, pria itu juga harus mendapat balasan atas semuanya bukan ??" ( memohon dengan iba ).


" Hhh.." ( memikirkan jalan ), " boleh saja membalas dia, tapi bukan dengan cara kabur, melainkan..."


" A ??"


...****************...


Tap tap tap tap tap.


Lishian bergerak menuruni tangga. Dia melihat seorang wanita yang biasa dia dia tiduri saat dalam keadaan kacau beberapa bulan yang lalu. Tapi mengapa, seakan wanita itu sekarang tidak lagi menarik di matanya, selain hanya ada Liyana yang terus menari dalam otaknya. Sungguh mengejutkan.


" Lishian.." ( wajah berbinar ).


" Lishian, bagaimana penampilanku hari ini ??"


Lishian menatapi penampilan wanita itu dari atas sampai tiba saatnya di bagian paling membuatnya terkesan pada wanita itu, yaitu bagian paha. Lalisa memang memiliki bodi yang cukup menjadi idaman para pria. Dulunya juga Lishian membawa wanita ini karena menyukai tubuhnya, tidak terasa kalau ternyata bisa sampai sejauh ini dalam menikmati tubuh wanita itu.


Jujur saja, apakah ini sebuah penyesalan ?? Atau memang karena paksaan yang menyebabkan Lishian mempertahankan Lalisa sampai sekarang ??


Arkh !!


Jangan berpikir terlalu jauh ya.. itu urusan para pengusaha kaya saja, jadi jangan terlalu ikut campur..


Lagipula untuk apa membandingkan Lalisa dengan gadis polos itu ?! Untuk sekarang, mungkin memang ada baiknya kalau membuat dia jauh lebih dulu..


" Tuan, tuan mau minum apa ?? Biar aku ambilkan.."


" Aku akan mengambilnya sendiri, jadi tidak perlu repot, tunggulah aku sebentar, kita akan tidur di kamar bawah.."


" A ?? Kamar bawah ??" ( agak tidak menyangka ).


' Aku kira dia akan mengajak aku kembali ke kamar atas, rupanya hanya ingin berkunjung..'


" Kalau tidak mau, ya sudah, aku akan kembali ke kamar atas.."


" Ah ?? Tuan, aku bukannya tidak mau, hanya saja, apa tuan tidak kasihan padaku ?? Telah membiarkan gadis itu masuk ke dalam kamarku dan kamu, menurut aku hal itu sama sekali tidak adil buatku.."


" Ini rumahku, dan semua yang ada di sini harus mematuhi peraturanku.." ( agak keras ).

__ADS_1


" Baik tuan.. maaf, bukan maksud aku untuk menentang.." ( sesal ).


" Aku akan ambil minuman, tunggu aku di sini, aku akan segera kembali.."


" Ba-baik.."


Pria itu pergi menuju arah dapur, sementara wanita itu terlihat duduk dengan terpaksa di sofa empuknya kembali.


' Ini semua gara-gara gadis naif itu !!! Aku harus segera menyingkirkan dia dari sini !!!'


...****************...


" Eh ?? Tuan.. jangan sembarangan menyentuhku, ya... atau mau aku jitak kepalamu ??"


" Jangan begitu, kamu ini jangan marah-marah terus, nanti masakan kamu jadi tidak enak..." ( memeluk dari belakang ).


" Kamu ini !! Ini hanya akting, tidak perlu berlebihan seperti itu, kan..." ( berbisik ).


" Kita mana tahu kapan waktunya dia akan datang, jadi diam saja, dan berekspresi seolah-olah kamu sangat bahagia berada di sisiku.." ( kembali berbisik ).


" Baik, aku mengerti..." ( mengaduk masakan ).


Tap tap tap tap tap tap.


Kedua orang itu terkejut mendengar langkah kaki dari seseorang yang sangat mereka kenal. Iya, pria itu..


" Dia datang.." ( mencoba memberi kode pada Liyana ).


" Sayang, mau cicipi dulu ?? Ini sangat enak, kamu pasti akan suka.." ( menggoda ).


Yang baru saja datang terlihat terpaku. Dia membisu dengan wajah kaget yang luar biasa, tatkala mendapati dua orang ini tengah bermesraan di dapurnya.


' Apa yang sedang mereka lakukan ??'


Terdiam.


" Bagaimana ?? Enak tidak ??"


Tanya Liyana sesaat setelah menyuapi Goyuan dengan satu sendok makanan.


" Emm.. enak sekali, tapi sepertinya, tidak ada yang lebih enak selain rasamu..."


" Kamu ini.. jangan terus menggodaku, aku jadi.. ingin lagi, oh iya.. malam ini, aku akan memakai baju yang sudah kamu siapkan, meskipun tadi kita sudah melakukannya, tetap saja, malam hari juga harus berolahraga bukan ??" ( tersenyum dalam pelukan Goyuan ).


' Apa ?? Olahraga malam ?? Apa mereka.. sungguh tidak tahu sopan santun, aku baru menyerahkan gadis itu sekitar dua jam yang lalu, dan bahkan sekarang, mereka tidak menunggu sampai malam untuk melakukannya ?? Apa mereka sungguh saling menyukai ??'


Tatapan tidak suka dan kecewa yang sangat dalam.


" Hmm.. wangi sekali tubuh kamu, kamu ingin mandi lagi ?? Sepertinya caraku membersihkan kamu sungguh sangat baik, sampai-sampai kamu menjadi sewangi ini.."


" Iya tuan, kamu sungguh membuat aku lebih segar.."


Benar-benar menyebalkan !!!


Brakk !!!

__ADS_1


__ADS_2