
Lishian bangkit dari duduknya, dan menghampiri tubuh mungil yang terluka itu dengan penuh penyesalan..
Memeluk...
Si gadis dengan bodohnya membiarkan pelukan itu..
" Aku hanya ingin bilang, kalau aku butuh kamu, untuk menemani aku menyelesaikan masalah ini.."
Liyana terdiam membisu, dan masih setia memaku diri di tempat semula.
" Aku juga merasa aneh, dengan perkataan yang di ucapkan oleh Zhe Ruan dan juga Yu Huo, menurutku, tidak masuk akal.."
" Sudah tahu begitu, masih saja menuduh ayahku, sebagai penipu.. apa kamu ini orang yang waras ??"
" Asal kamu tahu saja, kamu juga sudah menipuku.."
" Menipu kamu ?? Bagian mananya ??"
" Kamu bilang sudah begituan dengan Goyuan, tapi aku tahu kalau kamu tidak akan pernah bisa melakukannya meskipun dengan Goyuan sekalipun.."
" Apa kamu sadar di mana letak kebodohan kamu ??"
" Di mana ??"
" Sudah tahu aku dan Goyuan tidak melakukan apapun, mengapa masih bisa memukul dia, dan juga memukul aku ?? Apa kamu tidak sadar kalau pukulan kamu itu bisa membuat nyawaku melayang ??"
" Aku minta maaf.." ( mengelus wajah Liyana ).
Sekali lagi dia melihat wajah yang memar dan berwarna merah kebiruan itu. Sesak sekali rasanya. Maafkan pria kejam ini Liyana, dia tidak akan berbuat seperti itu lagi padamu..
" Kalau tahu akan jadi begini, mana mungkin aku akan melempar tubuh ini pada adik sepupuku ?? Aku sungguh menyesal.."
Liyana menghentikan tangan Lishian saat menyadari akan suatu hal. Mereka hanya terikat hubungan tanpa status.
" Kenapa ??"
" Apa kamu tidak ingin memperjelas...." ( dia berhenti ).
Setelah di pikir-pikir lagi, mungkin tidak bisa juga bertanya hal itu padanya sekarang.. Huhh.. gadis bayaran bisa apa..
__ADS_1
Arkh !! Dia tidak pernah mengingat hal itu bukan.. pernikahan kontrak itu, mana mungkin dia akan ingat.. Lagipula, meskipun dia akan menikahi kamu, mungkinkah karena dia memang jatuh cinta padamu, atau hanya kamu saja yang terlalu berharap cinta itu nyata.
" Kenapa berhenti ??"
" Tidak, aku hanya.. tidak mampu bicara.."
" Katakan melalui ini..."
Meraih wajah mungil Liyana, dan mengecupnya dengan segera.
' Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan, maaf Liyana, aku masih saja curiga padamu dan ayah kamu, juga.. aku ingin kamu mengerti kalau menjadi istriku, juga harus punya nyali...'
Liyana terdiam menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh kedua tangan nakal Lishian. Sentuhan yang sudah berhasil membuat sengatan tersendiri di tubuhnya yang haus akan kehangatan. Dia memejamkan mata, dan mencoba menikmati tiap kenakalan yang di lakukan oleh Lishian, pria yang sejujurnya sangat dia benci, namun juga dia cintai..
' Aku tahu kamu tidak pernah mencintai aku, lalu apa salahnya menikmati sentuhan dari pria yang aku cintai ??'
Lishian menyentuh Liyana semakin dalam, dengan perasaan yang semakin bergejolak dalam darah dan membuat dirinya merasa hawa panas di sekujur tubuhnya meningkat.
Dia bermain di mulut Liyana sampai nafas Liyana sesekali terengah menghadapi ganasnya sentuhan yang di berikan bibir Lishian padanya.
Liyana berhenti. Dia tatapi pria itu dengan mata yang sayu, namun juga di penuhi gejolak kerinduan dan rasa cinta yang terus membara, sampai-sampai dia sendiri tidak bisa mengetahui berapa besar gejolak dalam dirinya meluap.
Lishian merengkuh tubuh itu semakin dalam. Dia pun sama, terjebak antara asmara dan juga perasaan curiga yang tiada habis. Tapi dia tidak menolak hasratnya. Bahkan saat dia tahu dia tidak bisa membuat dirinya percaya semudah itu pada Liyana, seluruh organnya mendadak memanas akibat sentuhan nakal kedua tangan Liyana di area sensitif miliknya itu..
" Aku... hanya spontan saja.. maaf.." ( menarik tangganya kembali ).
Tapi Lishian menyeka. Tangan yang mulanya ingin mundur itu mendadak terhenti kala merasakan genggaman tangan Lishian yang meminta lebih.
" Kenapa harus berhenti kalau kamu mau..." ( wajah semakin memerah ), " Arkh..."
Lishian terjatuh di atas kasur, sambil menikmati sentuhan demi sentuhan yang di lakukan Liyana padanya. Dia hampir tidak bisa bernafas.
" Bisakah jangan terlalu lama ?? Apa kamu hanya akan mempermainkan aku saja... hahh.." ( tidak tahan lagi ).
Liyana yang sudah dalam posisi terduduk hanya bisa pasrah saat pria itu memegang dagunya dengan lembut, lalu mengecupnya lagi, membawanya menuju ke atas ring permainan..
" Tuan.. jangan terlalu keras, aku masih merasa sedikit sakit, di pipiku.."
Lishian yang sudah mengambil ancang-ancang di atas, hanya bisa mengangguk sembari mengulur senyuman tipis.
__ADS_1
" Aku tahu.. lagipula hanya pipi kamu yang sakit, selebihnya tidak..."
Cup !?
" Ugh...."
...****************...
Gadis itu sedang terdiam dengan resah di atas pesawat yang dia tumpangi bersama calon suaminya, tuan muda dari keluarga Shi, yaitu Shi Xuellon, atau yang kerap di panggil dengan nama Ellon. Dia tidak pernah menyangka kalau pria tua yang ada di sampingnya ini akan menjadi rekan hidupnya selama beberapa bulan ke depan. Apa ini yang Liyana rasakan dulu saat dia harus menerima seorang pria yang sama sekali tidak dia cintai ??
Tatapannya tidak pernah lepas dari pria berambut hitam bercampur sedikit warna oranye itu. Pria itu sedang asik mendengar lagu, dan tentunya tatapannya tidak akan diketahui oleh pria ini. Sebenarnya, kalau di lihat-lihat, wajah tuan ini bahkan jauh lebih tampan dan lebih menawan. Bahkan saat kejadian hari itu..
Arkh !! Kenapa jadi ingat lagi ??
Tapi memang si, saat dia berkeringat, dan tidak bisa menahan diri di saat ujung waktunya, dia terlihat sangat menggoda.
Tuh kan.. di ingat lagi kejadian mengerikan malam itu..
Sudahlah, sekarang pembahasannya bukan tentang itu, tapi tentang bagaimana bisa secepat itu dia akhirnya memilih membantu pria ini. Apa karena rasa bersalah yang berkecamuk akibat ulah ayahnya yang berbuat curang. Tuan N !! Kamu sudah berhasil menghancurkan hidup anak gadismu ini...
" Kenapa terus menatapku ?? Kamu mulai tergoda oleh parasku yang mempesona ??"
Mendengar perkataan Ellon, sontak saja Mira buru-buru mengalihkan tatapannya menjadi tak tentu arah. Grogi tau gak !!
" Ah ?? Tidak !! Aku tidak menatap kamu, siapa juga yang seperti itu.." Membuka buku, " aku bisa lihat kalau kamu sedang mengawasi aku.. tidak menyangka kalau akan menikahi pria setampan aku ??" ( bangga diri )
" Cihh.. tidak menyangka ?? Iya memang, tidak menyangka kalau aku akan menikah dengan pria mesum seperti kamu.."
" Aku janji hanya akan mesum dengan kamu saja, tapi hanya setelah menikah.."
" Huaa.. bukannya kamu sudah pernah menyentuh aku sebelumnya, hh.. aku jadi malas bicara denganmu.."
" Kalau begitu, tidurlah.. aku tidak mau di tatap terus menerus oleh gadis naif seperti kamu.."
Mira tersentak. Dia baru menyadari suatu hal.
" Tunggu !!"
Mira mulai menarik dengan paksa headset yang pria itu kenakan di telinganya, dan mulai mendengar.
__ADS_1
" Tidak ada suara apapun, dari tadi kamu sedang mencoba membohongi aku ya ??"
' Hallo, tuan Ellon, siapa yang bicara di sana ??'