
Huhh!
Setelah beberapa hari telah berlalu, pada akhirnya, tidak ada yang membuat Goyuan memilih bertahan di tempat ayahnya tersebut.
Sementara semakin hari, cuaca menjelang akhir tahun terasa semakin buruk saja. Dia tidak bisa melakukan penerbangan, atau pun menaiki kapal untuk tiba di pulau Lishian.
Jadi, mau bagaimanapun juga, dia harus bertahan di rumah mendiang ayahnya tersebut.
Fuhh!!
Menghembuskan asap rokoknya.
Sambil terus menghadap secangkir kopi di atas meja, Goyuan juga sedang menatap layar laptop di pangkuannya.
Lishian dan Arliyana, sejak dua hari lalu, mereka tidak pernah memberi kabar apapun padaku, apa mereka baik-baik saja?
Meski dia memiliki hati yang keras dan penuh hawa ambisius, namun tidak bisa di pungkiri juga kalau dirinya teramat mengkhawatirkan saudara sepupu dan juga Arliyana.
Memutuskan untuk menghubungi saudaranya lewat video call!
Bip!
Muncullah wajah Arliyana dan Lishian yang terlihat sedang..
Membersihkan halaman rumah beserta yang lain.
"Hallo Goyuan! sedang apa kamu?"
Gadis itu memulai percakapan lebih dulu.
"Ah? aku, aku hanya sedang duduk saja, hujan di sini sangat lebat, jadi aku tidak bisa bergerak kemana pun." Jawabnya.
"Oh? begitu ya? pantas saja kamu tidak kunjung pulang."
"Arliyana, apa yang sedang kalian semua lakukan? mengapa rumah Lishian terlihat begitu?!"
"Kau tahu? kami baru saja mengubur puluhan mayat di laut, huhh! kamu tertinggal sejarah peperangan yang menakutkan dua hari yang lalu."
"Apa? perang katamu!?" terkejut.
"Iya! sekelompok pasukan bersenjata berusaha menyerang kami, untung saja kami berhasil memenangkan pertandingan!"
"Di mana Lishian? kenapa ponselnya ada di kamu?! aku butuh penjelasan mengenai sesuatu dari dia!"
"Lishian!? dia sedang asik membetulkan helikopternya yang sudah rusak akibat kejadian kemarin, kalau mau bicara padanya, nanti sore saja, ya? kami sedang sibuk sekarang!"
"Oh!? begitu ya? baiklah, kalau begitu, sampai jumpa!"
"Bye!"
Bip!
Huhh!
Sambungan sudah di matikan.
"Perang? sekelompok anggota bersenjata? Lishian pasti sengaja menyembunyikan semua ini dariku, dia tidak mau aku ikut menimbrung masalahnya, dan malah membantu aku menyelesaikan masalah di sini." Merasa begitu bersalah.
"Aku harus segera kembali!" bangkit dan mulai berjalan.
Kriett!
"Tuan!" menunduk hormat.
"Kapan cuaca akan di prediksi mulai membaik?!" tanya Goyuan langsung pada pria di depannya.
"A? entah Tuan, biar kami cari tahu dulu, lagi pula, apa Tuan akan segera kembali ke pulau!?"
"Ada hal penting yang harus aku tanyakan pada Lishian!"
"Baiklah! kami akan segera mencari tahu!"
Aku yakin, sekelompok orang yang datang bersenjata itu pasti suruhan Zhe Ruan dan Dong Fi, tapi bagaimana nasib dokumen-dokumen itu sendiri, Lishian bahkan tidak membicarakannya padaku, semoga ada orang yang bisa dia percaya selain aku!
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Menyapu halaman dan mengganti semua pot tanaman yang sudah rusak.
Semua itu Arliyana lakukan dengan bantuan dari sahabatnya tentu saja. Mengingat kehamilan dia yang masih begitu muda, hingga dia terpaksa harus membatasi pergerakannya.
"Halo sayang.." Memeluk dari belakang, lalu mengecup rambut Arliyana yang sedang menata pot di teras depan.
"Hai, sayang!? kenapa? apa kamu sudah selesai!?" tanya Arliyana dengan fokus masih di beberapa tanaman yang masih berserakan.
"Belum, tinggal sedikit lagi, tapi aku sudah tidak tahan ingin memeluk kamu, jadi maaf ya, telah mengganggu kerja baktimu."
Arliyana mengelus pipi Lishian, "tidak apa-apa, lagi pula kamu sama sekali tidak mengganggu pekerjaanku."
"Hanya saja, khawatirkan juga anak kita, jangan terlalu keras dalam bergerak, atau mengangkat sesuatu, dia bisa kelelahan."
"Iya, iya, aku tahu.." tersenyum.
Dua orang itu masih saja berpelukan dan saling tersenyum mesra, membuat semua manusia yang ada di sana semakin iri.
Termasuk juga Mira..
Matanya tidak pernah lepas dari Arliyana dan Lishian sejak mereka berpelukan, bahkan sampai mereka saling mengecup bibir dengan mesra.
"Hem?" namun suara dalam yang begitu dia kenali itu berhasil membuat dia terkejut.
"Ellon?"
Dan pria itu berusaha memeluk si gadis dengan posisi menyamakan seperti posisi Lishian pada Arliyana. Memeluk dari belakang.
"Kamu sedih, karena suami kamu ini bukan pria yang romantis seperti Lishian?"
"Ya! aku memang merasa begitu.." ucap Mira dengan nada setengah meledek.
"Kamu bahkan tidak tahu, kalau aku yang telah mengajari Lishian bagaimana caranya merayu seorang gadis!"
"Cihh! kamu saja tidak pandai merayu, mana mungkin mengajari Lishian caranya.."
"Apa kamu tidak percaya pada kemampuan suami kamu ini?!" berbalik, dan membuat posisi mereka saling berhadapan.
"Kenapa malu? kita kan suami istri, apa yang harus di buat malu?"
"Tidak, hanya saja.."
Mendadak tangan Ellon membuka tangan Mira yang di gunakan untuk menutup wajah gadis tersebut, lalu memeluk Mira dengan cepat.
Dan..
Cup!!
Ciuman itu sangat lama, bahkan sampai membuat seluruh tubuh keduanya berdesir hebat. Seolah ingin sekali melepas hasrat keduanya di tempat itu.
Namun sayang, ini bukan tempat yang bagus untuk melakukan pergulatan panas bukan?
Sang ayah, Tuan Shi Jun yang masih setia duduk di kursi roda terlihat terus tersenyum menatapi anaknya yang telah berubah menjadi sosok pria penyayang dan penjaga yang baik untuk istrinya.
Aku bangga telah memiliki kamu, Ellon!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Laki-laki itu berjalan sambil terus menggendong tas ranselnya.
Dia berjalan menuju sebuah komplek perumahan sederhana, tidak elit, juga tidak terlalu kumuh.
Perkampungan itu adalah tempat istrinya Zhana memilih untuk tinggal saat Gerald memilih untuk bersama wanita j*lang di hari itu.
Ck! ck! ck!
Suara kakinya yang berhasil melalui jalanan tersebut. Dan pada beberapa saat kemudian, akhirnya laki-laki itu berhasil sampai di depan rumah mertuanya.
Brukk!
Dia menjatuhkan tas ranselnya di atas teras, dan mulai menata perasaanya yang gugup.
__ADS_1
Sesaat dia mendengar, suara tawa riang dari anak kandungnya, Shi Lui yang terdengar begitu senang.
Dia membersitkan senyumannya, dan berusaha untuk mengetuk pintu pada beberapa detik kemudian..
Tok tok tok!!
"Tunggu sebentar!!!"
Suara itu!!
Teriakan Zhana dari dalam.
Dia semakin senang tatkala mendengar suara itu.
Terlebih lagi ketika..
Cklek!
"Iya, cari siapa ya?!" tanya Zhana sebelum menyadari bahwa yang datang adalah suaminya..
"Gerald!?" terkejut pun tidak bisa percaya, "apa yang kamu lakukan di sini?!"
🍂🍂🍂🍂
Tak!!
Gerald meletakkan satu cangkir di atas meja, dan kemudian mulai mendengarkan berbagai macam perkataan yang keluar dari kedua orang tua Zhana.
"Ibu sudah dengar semuanya dari Zhana, jujur saja, ibu sangat kecewa dengan apa yang kamu lakukan pada anak ibu!"
Ibu Zhana terduduk di hadapan Gerald, tepatnya di sebelah kiri ayah Zhana. Mereka hanya di beri meja saja sebagai pembatas.
"Ayah juga tidak menyangka kalau kamu begitu tega menyakiti hati anak ayah!" masih menahan emosi.
"Maafkan saya, ayah, ibu mertua, saya tidak ada maksud untuk mengkhianati Zhana, saya hanya di jebak supaya bisa menikahi wanita itu."
"Apa? maksud kamu!?" Zhana menoleh dan bertanya maksud dari perkataan Gerald barusan.
"Zhana, setelah aku tes DNA di rumah sakit secara diam-diam, Fi Chan tidak mengandung anakku, dia mengandung anak dari pria lain!"
"Apa!? sebenarnya, apa yang terjadi pada wanita itu!?" sekarang Zhana semakin penasaran.
"Jangan mengarang cerita kamu! kamu bisa saja sedang membohongi kami semua!" tegas ayah Zhana.
"Ayah sudah, jangan emosi begitu, kita dengarkan penjelasan Gerald baik-baik," ibu Zhana mencoba menenangkan suasana hati suaminya..
"Zhana, Fi Chan di ketahui sering tidur bersama banyak pria, yang salah satunya adalah Tuan Yu Huo!"
"A?" terkejut setengah mati, "apa yang kamu katakan itu benar?"
Jawaban dari Gerald hanya sebuah anggukan saja.
...****************...
Drrrt Drrtttt
Ponsel Lishian yang masih berada di tangan Liyana mendadak bergetar, membuat pelukan dan kecupan mesra mereka terpaksa harus berhenti sejenak.
"Lishian, ponsel kamu bergetar," mengambil ponsel di dalam saku, dan memberikannya pada Lishian.
Menerima..
Melihat...
"Staf Yu Huo? ada apa ini? apa yang terjadi di sana?!"
Memutuskan untuk mengangkat panggilan..
Bip!
"Hallo?"
"Hallo! Tuan, tolonglah, Tuan Yu Huo tewas!"
__ADS_1
"Apa!?"
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕