Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Jawaban yang Ditunggu


__ADS_3

" Apa ??" ( agak terkejut ).


" Tapi, dari pada kita tidak bisa memaksa kehendak Lishian, dan juga, aku tidak mau hubungan persahabatan kita berdua runtuh, mungkin menikahkan nona Fi Chan dengan putra kami Yu Shen adalah pilihan yang paling tepat.."


" Enak saja !! Anak saya lebih pantas kalau bersanding dengan pria lain selain mereka berdua, aku tidak akan membiarkan putra bungsu kamu ini menikahi putri satu-satunya dari keluarga Dong Fi.."


" Tapi tuan, bagaimana dengan persahabatan kita ??"


" Aku tidak peduli !!!" ( sudah sangat muak ).


" Ayah ??" ( bangkit dan mencegat kemurkaan ayahnya ).


Semua mata tertuju pada seorang wanita yang usianya bahkan terpaut cukup jauh dengan Lishian itu. Dadanya kembang kempis tatkala mencoba menghadapi semua orang yang ada di meja makan tersebut. Iya.. seharusnya dia tahu kalau Lishian pasti akan melakukan semua ini..


" Aku bersedia menikah dengan Yu Shen.."


" Apa ??"


" Apa ?? Ka, kamu .. bersedia menikah, dengan saya ??" ( tidak menyangka ).


' Ah? Setelah penantian dia selama beberapa tahun, dan akhirnya dia menyetujui pernikahan dia dengan Yu Shen, secepat itukah ?? Apa hanya aku saja yang terlalu berpikir macam-macam??'


Rupanya pria itu belum sepenuhnya meninggalkan tempat pengusaha kaya itu. Dia sengaja menguping semua pembicaraan ayahnya dengan tuan Dong Fi sejak tadi, hanya untuk melihat apakah dugaan di hatinya benar akan terjadi. Dan sungguh, rupanya bukan hanya mendapat jawaban yang tepat, tapi dia bahkan bisa mendapat kejutan yang begitu meriah ini.


" Kamu mau menikah dengan pria ini ???"


" Sejujurnya.. aku memang hanya.. mencintai Yu Shen.." ( terpaku ).


" Apa ??"


Yang lain kembali terkejut.


' Demi menutupi aibku, aku harus berbohong tentang hal yang memalukan seperti ini, Arkh !! Sial !! Lishian sudah tidak peduli lagi padaku .'


" Apa ?? Kamu, mencintai aku ?? Apa itu benar ??"


Fi Chan mendekat ke arah Yu Shen dan merengkuhnya dengan begitu erat. Tangisannya pecah.


" Huhuhu... Yu Shen...."


Yang lain malah kebingungan sendiri..


Hahaha.. maklum saja, tingkah gadis ini benar-benar aneh..


" Nona Fi Chan ?? Kamu ini kenapa ??"

__ADS_1


" Fi Chan, kamu ini kenapa ?? Apa yang kamu lakukan ??"


" Ayah, sejak awal Lishian tidak pernah peduli denganku, dia hanya mencari wanita itu selama dua tahun terakhir, aku merasa kehilangan dia yang dulu, dan perlahan.." ( mendongak menatap Yu Shen ), " aku mulai jatuh cinta pada pria muda ini.."


Usia boleh tiga enam, tapi jangan lupakan wajah mungil bak anak remaja dua puluhan tahun itu. Memang si, terlihat menggemaskan, tapi yang author juga bingung, kenapa wanita sempurna seperti Fi Chan tidak ada yang mau ??


Humm


Entah..


" Ah ?? Kamu.. sungguh serius ??"


Di bandingkan dengan pria muda yang usianya baru menginjak angka tiga puluh tahun ini, jujur saja, rasanya agak lucu jika mereka di buat pasangan. Hihihi..


" Aku serius, kamu lebih baik dari pada pria itu, kamu sangat perhatian padaku, dan kamu tidak pernah lelah mengejar cintaku meski sudah bertahun-tahun lamanya.."


' Ah ?? Benarkah ?? Heng.. aku tahu dia punya maksud di balik semua ini, tapi baguslah, dengan begitu, aku bisa bebas dari perjodohan.'


" Hemph, baiklah, kalau putriku juga sudah setuju dengan permintaan tuan Yu Huo, maka kami hanya bisa mengikutinya saja.."


' Hhh.. dan inilah jawaban atas semua pertanyaan dalam benakku, tentu saja mereka mendukung aku, semuanya bukan demi kebahagiaan diriku, tapi tetap saja hanya untuk putra kandungnya, Yu Shen..'


Pria itu akhirnya memutuskan untuk pergi usai berhasil mendapat jawaban atas semua teka-tekinya selama ini, dan untuk keputusan Yu Huo yang memilih mempermalukan dirinya di depan orang penting, mungkin dia akan mempertimbangkan lagi, bersamaan dengan urusan ahli waris.


...****************...


Dia merentangkan kedua tangannya mencoba membuat kaku-kaku dalam persendiannya kembali rileks. Arkh.. senangnya, bisa kembali mencari uang..


" Oh iya, apa dia belum juga menghubungi ?? Apa dia tidak khawatir denganku ??" ( cemas lagi ).


Dia berinisiatif untuk mengambil ponsel dan melihat semua pesan di dalamnya, eh, siapa tahu ada yang nyempil.


Tapi keadaan ponselnya masih begitu sepi, layaknya kuburan, Mira juga.. gadis ini, bahkan tidak menghubungi dia lagi sejak kemarin. Apa semua orang begitu sibuk ??


" Hahhh.. bosan juga di rumah terus, aku ingin keluar, tapi pasti akan di marahi tuan Goyuan.."


Liyana memandangi sekeliling, namun belum sampai dia mendapat suatu hal yang menarik, mendadak ponselnya berdering begitu nyaring. Dia langsung menyambar benda itu dan melihat siapa yang berusaha menghubungi dia.


" Tuan ??" ( wajah mulai merah ).


Suasana hatinya mendadak begitu bersemangat. Mungkin kalau ada perlombaan melompati tebing, dia yang akan jadi juaranya.. hehe 😁 bercanda.. mana bisa menang, Yang ada patah tulang dah tuh..


Dengan gemetar namun juga sangat senang, dia akhirnya berusaha menggesek layar ponselnya, dan kemudian mengangkat panggilan dari Lishian.


" Ehemm, halo tuan ???"

__ADS_1


' Merindukan aku ??'


" Ah ??" ( salah tingkah sendiri ), " tidak !! Siapa juga yang rindu, bukankah tuan yang tidak bisa tidur tanpa aku.." ( menggoda ).


" Sudah pandai menggoda, awas saja kalau aku pulang.."


" Aku akan sangat senang," ( menggigit bibir bawah ), " oh iya, apa urusan kamu dengan keluarga tuan Dong Fi sudah beres ??"


" Hem, menurut kamu apa jawabannya ??"


" Ya.. aku tidak tahu.."


" Aku akan bicara lagi nanti, ingat untuk jangan kabur, kamu harus mendapat pelajaran dariku, setelah aku kembali.."


" Kamu akan menghukum aku ??"


" Salah siapa menggodaku saat dalam keadaan jauh begini.."


" Tapi tuan, Lalisa terus saja menggangguku, aku tidak nyaman berada di rumah ini bersamanya.."


Di seberang malah terdiam.


?????


" Tuan ?? Tuan Lishian ?? Apa kamu malah pergi ?? Bagaimana bisa membuat aku bicara banyak-banyak dan kamu malah tidak mendengarnya ???!!!!!!" ( amarah yang bergejolak ).


" Aku dengar."


" A ??" ( tertegun ).


" Jangan pedulikan soal dia, aku tidak mau kamu punya musuh seperti dia, jadi lain kali, mengalah saja,.."


" Aku tidak mengerti, kenapa aku yang harus mengalah ?? Bukankah dia yang seharusnya tidak mengganggu aku ??"


" Percayalah padaku Liyana, jangan dekati wanita itu.."


" Dia yang cari masalah duluan !!! Tuan, apa aku tidak punya hak yang jauh lebih tinggi dari pada wanita itu ??" ( entah apa yang baru saja dia katakan ).


" Tunggu aku pulang, aku akan segera memisahkan kalian berdua.."


" Baik.." ( sedih ).


Tapi memangnya kenapa kalau tidak bisa ?? Apa dalam hati kecil kamu menginginkan sebuah posisi yang lebih istimewa selain menjadi wanitanya Lishian ?? Apa kamu mulai merasa takut kehilangan seseorang yang sangat kamu benci ini ?? Jujur saja Liyana, masihkah ada sedikit rasa bersalah dalam hati kamu karena meninggalkan dirinya waktu itu ?? Sadarlah Liyana.. apa kamu pantas memimpikan pria itu menjadi kekasih kamu ??


" Arkh benar juga, aku yang sudah terlalu bodoh, dan juga terlalu polos, pria itu hanya menganggap aku sama hal nya seperti wanita bernama Lalisa itu, mana mungkin pria seperti itu bisa peduli denganku.."

__ADS_1


Bodoh !!


__ADS_2