Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Batal !!


__ADS_3

Cklek !!


Liyana menoleh usai dia di buat terkejut oleh tingkah laku Goyuan yang mendadak membuka pintu kamarnya.


" Tuan ??"


" Kenapa kamu sampai terkejut begitu melihatku ?? Apa kamu sedang memikirkan sesuatu ??"


" Tidak, aku tidak memikirkan apapun, tuan, bisakah aku minta bantuan kamu ??"


" Bantuan apa ??"


" Laptop ku rusak, aku tidak bisa mengetik selama beberapa hari, dan bagiku, itu sama saja kehilangan uang yang sangat besar.."


" Aku sudah tahu, kamu periksa saja sendiri laptop kamu.."


" Ah ??" ( bingung sendiri ).


" Saking sedihnya mengenai kerusakan benda seperti itu, kamu sampai mengigau sepanjang malam, aku jadi tidak tega, jadi berusaha memperbaikinya subuh tadi.."


" Apa ?? Jadi tuan sudah memperbaiki laptop ku ??"


" Kurang baik bagaimana aku, kamu seharusnya tahu aku tidak akan begitu tega.."


Liyana mengambil laptop di atas meja kerjanya dengan terburu-buru, lalu mencoba memeriksa.


" Benar, laptop ku sudah kembali normal.." ( ekspresi senang ), " terima kasih tuan, aku berhutang Budi pada tuan.."


" Memangnya bisa membayar hutang Budi kamu dengan apa ?? Uang ?? Aku bukan bengkel.."


" Apa ?? Siapa juga yang bermaksud begitu, tuan.. aku hanya sedang, mengkhawatirkan tuan Lishian.."


" Aku tahu, cepat sekali beralih topik, mungkin yang ada di kepala kamu memang hanya Lishian, " ( berbalik hendak keluar ), " dia sedang bertemu dengan keluarga besar Dong Fi, aku juga belum mengetahui hasilnya, jadi mohon jangan risau pada pria itu.."


Menutup pintu !!


Bam !?


" Ada apa dengan pria ini ??" ( bingung ).


' Tapi iya juga si, kenapa harus cemas, lagi pula, aku bukan siapa-siapa bagi tuan Lishian, kenapa mencemaskan hal bodoh semacam itu, mau jadi atau tidaknya pernikahan, tentu saja bukan urusan aku..'


Dia mengangkat kedua bahunya pertanda kalau dia tidak lagi mau ambil pusing. Sejenak dia berpikir akan melakukan kegiatan apa di saat seperti ini, yah.. mungkin saja menulis jadi pilihan paling bijak.


Dia mendudukkan bokongnya di atas kasur, dan mulai melincahkan jari-jari tangannya untuk mengetik. Rasanya memang agak kaku setelah beberapa hari tidak memegang benda tersebut. Mungkin perlu waktu sebentar untuk bisa membuat jarinya kembali lincah.


...****************...


" Apa ????!!!!!!" ( emosi yang berlebihan ).


Pria bertubuh tinggi besar itu bangkit dari duduknya usai merasa tidak dihormati oleh beberapa orang di sana.


" Mau membatalkan rencana pernikahan anak kita berdua ??? Kamu pikir bisa membuat keputusan ini secara sepihak ?? Hahh ???" ( menatap sangar wajah Yu Huo ).

__ADS_1


Yang ditatap hanya bergidik negeri. Kemarahan pria yang satu ini, kalau sudah terlanjur memuncak, maka akan sangat sulit di padamkan, jadi, lebih baik dia diam saja untuk sesaat.


" Yu Huo !! Orang seperti kalian bagiku bukanlah apa-apa, tapi aku sangat menghargai putriku yang mau menikah dengan putramu ini ?!!! Bagaimana bisa malah kalian sendiri yang membatalkan rencana pernikahan mereka ?? Kamu pikir kamu sudah mampu melampaui orang seperti aku ??!!!! Sombong sekali.."


Di sisi lain, putri keluarga Dong, Di Chan nampak sangat bersedih. Dia tidak menyangka kalau keluarga Yu Huo bisa selancang ini pada keluarganya.


" Tapi, tuan Dong, kami hanya ingin uang terbaik bagi kita semua, putra kami sudah terlebih dulu mencintai wanita lain, sementara putri anda berasal dari keluarga baik-baik.." ( gemetar ).


" Mencintai wanita lain katamu ??? Apa dia sudah berani menduakan putriku ???"


Yang sedang dicibir terlihat tenang dan masih bergaya bak pria baj*ngan.


" Apa kamu berani menduakan putriku tuan Lishian yang terhormat ??" ( bertambah ganas ).


" Huhuhu.. sudah ayah, jangan marahi dia.."


" Aku tidak peduli !!! Dia sudah berani menyakiti hati putri keluarga Dong Fi, maka sudah sepatutnya mendapat teriakan keras dariku !!"


" Jika tuan tidak percaya, kami sudah membawakan buktinya.."


' Ah ?? Bukti ?? Apa yang di bawa pria ini ??'


Jujur saja kalau Lishian begitu terkejut mendengar pernyataan ayahnya itu. Dia tidak tahu kalau Yu Huo sebenarnya punya rencana yang, agak menjengkelkan.


" Bukti apa ??"


" Bukti ini.." ( gemetar ), " akan membuat anda percaya kalau putra kami bukanlah pria baik-baik.."


" Yu Huo ?? Apa yang kamu katakan ??" ( Zhe Ruan pun ikut bingung ).


" Apa yang kamu bawa ?? Cepat tunjukkan padaku Yu Huo ??" ( nada memaksa ).


" Silahkan dilihat tuan Dong Fi.."


Yu Huo menunjukkan beberapa foto yang disinyalir adalah foto Lishian dengan beberapa orang wanita. Entah dari mana pria ini bisa mendapat foto-foto seperti itu, semuanya tidak ada yang tahu..


" Yu Huo ??" ( Zhe Ruan menatap dengan aneh ).


" Ayah ?? Apa yang anda lakukan padaku ??"


' Apa pria ini sedang berusaha menjatuhkan aku ??'


" Apa-apaan ini !!????"


Prak !!!??


Dong Fi membanting semua bukti foto yang begitu memalukan itu di atas meja. Sontak saja semua orang terkejut.


" Lishian ???"


" Dasar munafik !! Masih ingin mengelak apa lagi ??? Hahh ?? Pria baj*Ngan macam kamu bermimpi menikahi putri kami ?? Jangan harap !!"


" Ayah, aku tahu ini semua tidak benar, iya kan Lishian.." ( menangis tersedu ).

__ADS_1


' Ayah sedang memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkan aku, apa ini sifat seorang ayah kandung ??'


" Maaf, tapi semua itu memang benar, aku memang orang yang seperti itu.."


" Apa ???"


Yu Huo menatap dengan senang wajah putra kandungnya yang tertindas habis-habisan olehnya.


' Hehe.. hanya dengan satu kali tamparan, dan kamu bahkan sudah jatuh begitu saja, tidak ada hal menantang darimu rupanya..'


" Baj*Ngan !!!!!!"


Cuih !!


" Dong Fi!!! Tidak pantas berbuat seperti itu di hadapan tamu !!" ( istrinya mendadak ikut bangun ).


" Mau membela mereka ?? Keluar saja dari rumah ini..."


" Tapi.."


" Sudah nyonya, tidak perlu membela kami sampai seperti itu, kami tahu anak kami memang kurang didikan.."


Semuanya terdiam menghening, seakan sedang menunggu penjelasan apa yang akan terlontar dari mulut pria yang kini sedang berada dalam jeratan memalukan.


" Karena semua sudah tahu, seharusnya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi.."


Bangun dan pergi dengan segera.


" Tapi Lishian ?? Lishian ?? Jangan pergi... huhuhu..." ( menangis ).


" Nona, tidak perlu sesedih itu, kami tahu lebih baik di katakan sekarang, aku juga tidak bisa terus menerus menyembunyikan hal ini pada nona, sebelum terlambat ada baiknya aku bicara dulu.." ( jelas Yu Huo ).


' Mumpung anak itu sudah pergi, aku bisa melancarkan aksiku .'


" Aku punya hal menarik lainnya yang perlu dibicarakan.."


" Tenanglah Dong Fi, kita dengarkan dulu perkataan tuan Yu Huo, ya.." ( menenangkan ).


Dong Fi akhirnya mulai luluh. Dia mengatur nafasnya yang begitu berat dan setelah itu mulai kembali bicara..


" Katakan, jangan membuat aku marah lagi.."


Dia dan yang lainnya akhirnya kembali duduk.


" Begini tuan Dong Fi, bagaimana kalau kita menjodohkan nona Fi Chan dengan putra saya yang kedua, Yu Shen ?? Dia tidak seperti Lishian yang suka bermain dengan wanita, dia lebih.. lebih menghargai seorang wanita dibandingkan Lishian.."


" Apa ???" ( Fi Chan terkejut ).


Tentu saja dia terkejut. Yang menjadi idaman dia kan Lishian, bukan Yu Shen.


" Bagaimana ??"


' Tapi.. kalau aku tidak mau, bagaimana dengan bayi di dalam kandungan ini ??'

__ADS_1


__ADS_2