
" Katakan padaku, bagaimana wajah mereka ??"
Terlihat penasaran.
' A.. wajahnya seperti, pokoknya mereka terlihat begitu menyeramkan. Sepertinya mereka berdua bekerja untuk seseorang..'
Zhe Ruan..
" Baik, tetap katakan seperti yang kamu katakan barusan kalau ada orang yang bertanya hal itu lagi padamu, dan jangan cemas, Liyana aman bersamaku, dia akan kembali beberapa hari lagi.."
' Baik, tuan.. aku mengerti..'
Klik !!
" Wanita itu sudah bertindak ??"
" Iya, lebih cepat dari yang aku kira.."
" Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan ?"
Mendengar pertanyaan polos dari Liyana, membuat Lishian tidak tahan sama sekali. Dia mendekap tubuh kecil Liyana dengan kedua tangan, lalu setelah itu berusaha membelai rambutnya dengan satu tangan..
Tersenyum manis..
" Duduklah dengan manis di sini, Goyuan akan menjaga kamu selama situasi tidak aman, aku akan mencoba mengalihkan perhatian mereka pada seseorang selain kamu.."
" Ba-baik, baiklah.."
" Apa kamu canggung ??" ( semakin mendekap erat ).
Yang di bawah sudah terasa bergerak sedikit, membuat Liyana merasa.. ada yang mengganggu posisi duduknya.
" Tidak, aku tidak canggung.."
" Kalau begitu, bagaimana kalau memuaskan aku disini.."
" Apa ?? Disini ?" ( wajah seketika merah ).
" Ehemm... jangan lupakan ada orang yang sedang duduk disini.." ( hawa mendadak panas ).
" Tuan Goyuan benar, masih ada orang di sekitar sini," ( semakin malu ).
" Kalau begitu, mari lakukan di dalam kamar.."
Liyana tidak menjawab. Menurutnya situasi ini lebih baik dari pada harus terus menentang tuan muda keras kepala ini.."
Tak tak tak tak..
Langkah Lishian yang berjalan menaiki tangga sembari menggendong tubuh Liyana.
" Ck. Aku mau lihat, seberapa lama pria ini akan bertahan dengan gadis kecil itu.. nanti kalau sudah bosan, paling di lempar padaku.."
Pria itu menyulut batang rokoknya..
" Nona Lalisa, anda makanlah sesuatu.. jangan buat kami semua di marahi tuan besar.."
Suara itu mendadak terdengar di telinga Goyuan, membuat dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada wanitanya Lishian yang satu itu..
" Aku tidak mau !!!!"
Prang !!!
Sebuah benda terdengar di jatuhkan ke lantai..
" Aaa.. nona, jangan begini.."
" Kenapa memangnya kalau aku begini ??? aku hanya mau Lishian yang menyuapi aku makan, bukan kalian !!!"
" Tapi Lishian sedang asik menikmati gadis polos itu.." ( mendadak sudah bersandar di pintu kamar Lalisa ).
" A ?? Goyuan ?? Kamu ??" ( menangis ).
Mengejar..
Peluk..
Huhuhu...
" Goyuan, Lishian sudah mulai menyingkirkan aku, dia mulai berpaling dariku, bagaimana ini ??"
" Lepaskan aku !!"
__ADS_1
Melepas !!
" Dari awal kamu ini hanya wanita yang di beli Lishian, dan kamu harusnya tahu kalau wanita yang akan menikah dengan Lishian hanya Fi Chan, kamu hanya sebagai pelampiasan hasrat saja.."
" Apa ?? Tapi.. dia malah membawa gadis lain ke dalam rumah ini, lalu bagaimana denganku.."
" Dia akan tetap menghidupi kamu, jadi tidak perlu cemas.."
Fushhh !!
Pria itu mengembuskan asap rokoknya, dan pergi meninggalkan Lalisa di kamar itu.
" Goyuan, bisakah membantu aku, untuk menyingkirkan gadis polos itu, supaya aku menjadi wanita satu-satunya yang berada di sini ??"
" Satu atau dua menurut aku tidak ada bedanya, yang pasti pekerjaanku sekarang, bukanlah menjaga dan bertanggung jawab padamu lagi.." ( pergi ).
" Hhh.. apa semudah itu Lishian mencampakkan aku ??"
' Kalau begitu, aku akan melakukannya sendiri..'
...****************...
" Ugh.." ( bangun usai pergulatan ).
Yang pria terlihat sedang sibuk memakai kemeja.
" Tuan.."
" Jika masih lelah, istirahat saja, jangan banyak bergerak, aku melihat luka yang kemarin belum terlalu sembuh.."
" Luka ?? Apa kamu memang sudah melukai aku ? Pantas saja rasanya begitu sakit.."
Lishian mendekat !!
" Hehe.. maaf sekali, aku akan berhati-hati lain kali.."
Cup !?
" Tuan mau kemana ??"
" Aku harus terbang ke kota S, dan mungkin selama beberapa hari belum bisa kembali.."
" Lalu ?? Aku ??" ( menunjuk diri sendiri ).
" Tapi katamu aku juga akan ikut.."
" Masih terlalu berbahaya kalau kamu juga muncul di saat-saat seperti ini, lebih baik jangan dulu munculkan wajah kamu di depan tuan Dong selama kamu masih belum aman.."
" Baik, tapi dengan siapa aku disini ???"
" Goyuan, dia orangnya bisa di percaya, jangan cemas ."
" Goyuan itu ya ??"
" Iya, aku percaya padanya, jadi tidak akan mungkin kalian akan macam-macam.."
" Memangnya kenapa kalau aku dan dia macam-macam??"
Lishian tersentak. Dia kembali menoleh usai berhasil memakai jas hitamnya, dan kemudian berusaha mendekat lagi.
" Maka aku akan membuat luka itu semakin terasa sakit.."
" Ah ?? Tidak, tidak !! Aku tidak berani lagi.. maaf tuan, aku tidak bermaksud apapun.."
" Bagus, menurutlah selama aku pergi.."
" Baik.."
Mendadak Lishian pergi..
" Ah ?? Tuan ???" ( menghentikan langkah Lishian ).
Menoleh.
" Ya ?? Kenapa ??"
" Katamu.." ( ragu ), " katamu kamu punya cara khusus untuk berterima kasih atau pamitan.." ( malu yang tidak bisa di sembunyikan ).
Hehh..
Tersenyum miring. Rupanya gadis ini malah mengingat hal seperti itu..
__ADS_1
" Maaf, aku melupakannya.."
Mendekat !!
Cup !?
Mengecup dengan singkat..
" Bagaimana ?? Kamu puas ??"
Liyana mengangguk. Sungguh tidak tahu malu !!
" Kalau begitu, apakah aku sudah boleh pergi ??"
" Pergilah, oh iya.. jangan terlalu lama, ya.. aku takut sendirian disini.."
" Baik, aku akan segera kembali saat urusanku sudah selesai.."
Bam !?
Hhh.
Mendadak sedih yang bercampur dengan kecemasan.
" Hhh.. kenapa harus sedih ?? Bukankah lebih baik jika dia keluar kota begitu lama ?? Dengan waktu selama itu, aku mungkin bisa menyembuhkan lukaku ini.."
Ssshhhh..
Terasa pedih..
Mencoba bangun..
Kratak..
Hhhh... mengapa mendadak tulangnya menjadi seperti osteoporosis?? Pria itu sudah merenggut kekuatan tubuhnya !!
" Sakit sekali..."
Berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi.
Syuurrr !!
" Hahh.. segarnya.. ngomong-ngomong aku ini ada dimana ya ??"
Menggosokkan sabun ke seluruh tubuh.
" Rasanya tempat ini agak panas, dan cuacanya juga lumayan menenangkan.. seperti di pantai.."
...****************...
" Kemana si dia ?? Ini sudah hampir satu jam aku menunggu di luar, apa dia belum bangun juga ??"
Ellon sedang berkelana kesana kemari hanya untuk menunggu gadis itu keluar dari kamar.
" Hhh.. baik aku ketuk saja pintunya !! Gadis itu memang kalau tidak di buat keras, pasti akan menyita waktu lama !!"
Mendekat ke arah pintu.
Hendak mengetuk pintu..
Tapi.. Mira sudah lebih dulu keluar..
Keduanya terkejut..
" Eh ?? Kamu ??"
" A.. kamu sudah keluar..."
" Kenapa menungguku di depan pintu ??"
" Kamu ini seperti siput ?? Yang selalu lambat dalam melakukan apapun, aku bisa terlambat karena terus menunggu kamu di sini, bukankah hari ini kamu ada kelas pagi??"
" Iya, aku tahu.. siapa suruh menungguku ?? Kenapa tidak pergi sendiri saja ??"
" Kamu mau terlambat masuk kelas ?? Kalau mau ya silahkan cari taksi sendiri, tapi kalau tidak mau, aku memberi kamu tumpangan secara gratis untuk antar jemput.."
" Jadi sekarang pekerjaan kamu beralih ke sopir ??" ( nada meledek ).
" Aku ini sedang berbaik hati padamu, bisa tidak jangan membuat aku marah setiap hari ?? Aku hanya ingin menikmati usia tiga puluh tahunku dengan hal-hal positif.."
" Aku berharap kamu sepenuhnya sadar.." ( berjalan melewati ).
__ADS_1
Berjalan seperti gadis kecil yang sombong.
" Hhh.. entah apa yang harus aku lakukan ?? Apa aku akan tetap menikahi gadis ingusan ini atau bagaimana ??"