
Brukk!!
Tubuhnya terjatuh dan tersungkur ke dasar lantai usai dirinya melihat sang ayah yang terbujur kaku di kamar tidurnya!
Air matanya tidak bisa di tahan lagi. Jatuh dan kemudian berhasil membanjiri seluruh permukaan lantai tempat dirinya ambruk.
Tes!
Tes!
Tes!
Hari ini, kematian Go Shenian telah membangkitkan dendam lama lagi! setelah harus mendengar pernyataan dari sang ayah tentang kematian ibunya, kini wajah penuh dendam seakan mulai menguasai dirinya!
Zhe Ruan!
Wanita itu, demi semua yang dia inginkan, membunuh bahkan bukan hal yang sulit! dan sekarang, ayah Goyuan, Tuan Go Shenian rupanya juga menjadi korban atas ketamakan dirinya!
Zhe Ruan! Sekarang semua orang telah membenci keberadaan dirimu!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah menjelang pagi...
Arliyana masih tertidur dalam pelukan Lishian dengan penuh kehangatan. Tapi pria itu hanya terus mencoba untuk memejamkan matanya saja!
Entahlah!
Sejak tadi malam, Lishian bahkan tidak bisa tidur, apa lagi larut dalam mimpi yang indah. Kepergian Goyuan ke luar kota untuk menemui sang ayah membuat dia cemas setengah mati!
Takut saja kalau terjadi sesuatu pada ayah Goyuan di sana!
Tring!
Namun pesan masuk kembali membuat dia harus bergegas meraih ponsel di atas nakasnya.
Dia melihat sebuah pesan dari orang yang di utus untuk menemani Goyuan melihat keadaan ayahnya.
'Tuan! sesuai dugaan kita, Tuan Go Shenian telah tewas!'
Benar sekali!
Pria itu telah tewas kemarin sore, tepatnya sekitar pukul 17.08.
Kalau tidak salah!
'Selidiki apa penyebab Tuan Go Shenian meninggal! aku yakin, Zhe Ruan terlibat dalam masalah ini!'
Sent!
Dia menjadi semakin cemas, mengingat Goyuan hanya seorang diri di sana. Bagaimana kalau ternyata di tempat itu ada orang dalam?
Bagaimana kalau ternyata Zhe Ruan sudah mengirim seseorang untuk mengacaukan Goyuan juga di sana?
__ADS_1
Tring!
Pesan kedua, kembali masuk!
'Tuan Go Shenian bukan seorang pria yang penyakitan, tapi bagaimana mungkin dia di katakan tewas akibat serangan jantung? Tuan, apa yang harus saya lakukan untuk mengungkap semua ini?'
Lishian membaca pesan tersebut, dan beberapa saat kemudian berusaha untuk membalasnya!
'Cari orang-orang yang mencurigakan, katakan juga pada Goyuan kalau dia harus memeriksa keadaan terakhir sebelum Tuan Go Shenian tewas! aku curiga Zhe Ruan mengirim orang dalam untuk berbuat sesuatu pada Tuan Go Shenian!'
Sekitar lima belas detik anak di seberang tidak menjawab, lalu kemudian, akhirnya datang lagi pesan berikutnya!
'Baik Tuan! akan aku coba untuk bicara dengan Tuan Goyuan!'
Klik!
Ponsel di matikan oleh Lishian setelah mendapat persetujuan oleh anak buahnya di luar sana.
Dia menarik nafas, dan mengeluarkannya kembali, hingga membuat Arliyana merasa dingin karena serangan nafas Lishian itu berhasil menembus pori-pori kulitnya menjadi begitu menusuk.
"Ugh..." membuka mata.
Mengucek!
"Kau sudah bangun?" sapa Lishian penuh kemesraan pada gadis itu.
"Kau? kau sudah bangun lebih dulu? apa yang aku lakukan? aku bahkan bangun lebih siang darimu, maaf ya..." Merasa bersalah.
"Aku bahkan tidak menyangka akan di lamar oleh seorang pria yang memiliki banyak musuh seperti kamu!"
"Kamu bahkan belum tahu betapa bahayanya musuh yang sedang aku hadapi!"
Arliyana bangun dari tidurnya usai Lishian berkata demikian padanya.
"Maksud kamu?" tanya Arliyana penuh tanda tanya.
Huhh!
Lishian menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu mulai bercerita tentang apa yang terjadi pada Goyuan.
"Ayah Goyuan, Tuan Go Shenian telah tewas petang kemarin!"
"Apa?" terkejut tanpa obat!
"Tuan Go Shenian yang katanya tinggal di luar kota itu? ayah Goyuan itu tewas?" mungkin perkataan Lishian kurang jelas di telinga Arliyana.
"Hhh! iya! dia tewas kemarin, dan dia di kabarkan terkena serangan jantung! padahal, setahu aku, Tuan Go Shenian adalah seorang pria yang sangat menjaga kesehatan tubuhnya! lagipula, tidak ada yang tahu pasti kapan beliau tewas!"
"Lishian, apa mungkin.. kematian Tuan Go Shenian ada hubungannya dengan Zhe Ruan?"
Arliyana malah berpikir untuk segera mengatakan tentang apa yang pernah dia lihat di pesta pertunangan Yu Shen dan Fi Chan yang gagal saat itu!
"Mungkin saja, aku belum bisa memastikan apa semua ini ada hubungannya dengan wanita itu atau tidak!"
__ADS_1
"Lishian, ada yang ingin aku bicarakan padamu.."
"Bicaralah! jangan sembunyikan apapun dariku.."
"Malam itu, saat pesta pertunangan Yu Shen dan Fi Chan, aku dan Mira pergi ke balkon untuk bicara tentang pernikahan Mira dan Tuan Ellon yang terpaksa itu.."
Lishian memasang wajah serius, tentunya dengan tatapan matanya yang begitu tajam.
"Lalu apa yang kamu lihat?"
"Entahlah! aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat bersama Mira malam itu.."
"Katakan saja padaku.."
Cup!
Meyakinkan Arliyana untuk mengatakan semua yang pernah dia lihat di dalam rumah Dong Fi di malam itu.
"Aku lihat, Tuan Dong Fi dan Nyonya Zhe Ruan keluar dari kamar, setelah mereka berdua..."
"Apa?" Lishian terkejut.
Tapi yang membuat pria itu terkejut bukanlah soal perselingkuhan Zhe Ruan dan Dong Fi. Yang membuat Lishian terkejut adalah, rupanya Arliyana sudah tahu hal tersebut sejak awal. Tapi wanita ini malah berusaha diam!
"Kamu, jadi kamu sudah tahu?" tanya Lishian pada gadis itu.
"A? Apa maksud kamu aku sudah tahu? apa kamu juga sudah tahu soal ini?"
Huhh!
Sekarang otak Lishian benar-benar merasa bingung. Dia mengemban sebuah rahasia besar soal mereka berdua dari gadis ini. Tapi apakah mungkin...
"Arliyana, kita harus bicara dengan Zixin, aku tahu dia bisa membicarakan tentang semua ini dengan baik."
"Zixin? kenapa harus dia?"
Lishian bangun dan kemudian menuntun Arliyana untuk bangun pula.
"Awalnya aku mengira kalau anak itu punya perjanjian dengan Zhe Ruan. Tapi setelah aku selidiki, rupanya Zixin juga mendapat ancaman dari Nyonya Zhe Ruan dan Dong Fi itu! Arkh! lebih jelasnya, kita bicara saja dengan anak itu di bawah."
"Baiklah! ayo kita ke bawah!"
Dua orang itu akhirnya melangkah keluar dari kamar, dan berjalan menuju lantai bawah.
Kamar di atas memang hanya di khususkan untuk kamar utama milik Lishian, dan kamar kedua milik Goyuan, lalu dua ruangan lainnya sebagai ruang kerja Lishian dan Goyuan!
Di saat yang bersamaan, Ellon dan Mira juga terlihat sedang duduk di ruang tengah yang luasnya cukup lumayan juga.
"Eh? kau sudah bangun Arliyana? tadi malam kamu sungguh makan kepiting banyak sekali, aku jadi takut perut kamu akan sakit, tapi untunglah tidak apa-apa.." ucap Mira begitu cemas.
"Mira," memeluk dari belakang, "kau bahkan tidak pernah secemas itu padaku.."
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1