Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Jatuh dari Balkon


__ADS_3

Lishian mengajak Ellon untuk berjalan mengikutinya, hingga akhirnya tibalah mereka di tempat yang sepi, tanpa ada orang sedikitpun.


Mereka sudah tiba di halaman belakang rumah Dong Fi yang luasnya bahkan mungkin sama dengan luas lapangan golf. Huhh!! Itu hanya kehaluan author saja, ya..


"Apa yang kamu tahu di belakangku, Lishian?" Ellon memulai pembicaraan.


"Adik kamu telah menghamili Fi Chan."


"Apa? Apa kamu sedang bercanda?"


"Aku sedang serius, adik kamu yang telah menghamili Fi Chan, dan adikku yang jadi korbannya."


"Aku tidak percaya, hubungannya dengan Zhana sangat baik selama menjadi suami istri, mana mungkin dia mengkhianati istri sendiri begitu.."


"Kalau kamu tidak percaya, tanya saja pada Zixin, aku tahu semuanya dari dia."


"Lalu kenapa kamu peduli?"


"Karena aku tahu kamu juga membenci adikmu itu.."


"Lishian, apa yang sedang kamu bicarakan di sini?"


"Aku ingin mengajak kamu bekerja sama, aku tahu kalau kamu tidak bisa menikah dengan putri tuan N, tapi kamu juga tidak bisa menolak permintaan ayah kamu.."


"Apa maksud kamu?"


"Malam ini, Arliyana berada dalam ancaman, ayah tiriku, Yu Huo, ingin menghabisinya, di acara pesta pertunangan Yu Shen dan Fi Chan ini.. Aku butuh bantuan kamu.. Untuk....."


...****************...


"Sekarang, katakan padaku apa yang selama ini kamu sembunyikan dariku, Mira."


Liyana memulai percakapan setelah mereka sampai di balkon lantai dua yang suasananya, lumayan sepi.


"Liyana, aku di paksa untuk menikah dengan tuan Ellon."


"Apa? Pria itu berani memaksa kamu untuk menikah? Apa pria kaya begitu tertarik dengan gadis miskin seperti kita ini.."


"Bukan begitu, Li.. Aku ini.. Aku putri dari tuan N, rekan bisnis dan juga wakil CEO perusahaan ayah Ellon, dan kedua orang tua kami menjodohkan kami sejak kecil, aku, aku tidak bisa menolak.. Hiks hiks..." ( Menangis tersedu ).


Arliyana yang semakin bingung kini hanya terdiam berusaha untuk memaku di tempat.


Jadi Mira anak orang kaya? Kenapa selama ini aku bahkan tidak tahu?


Begitulah yang selalu terjadi di otaknya. Kata-kata dan beragam pertanyaan yang selalu terlintas dalam kepalanya tentang Mira dan semua yang tidak pernah dia duga.


"Maafkan aku Liyana, aku tidak pernah bercerita soal keluargaku padamu, tapi kali ini, aku benar-benar bingung, ayahku yang memaksaku untuk menikahi tuan Ellon karena harta warisan keluarga Ellon. Sedangkan tuan Shi sudah sakit-sakitan begitu, Tuan Ellon tidak bisa menolakku, atau ayahnya sendiri yang akan tewas."

__ADS_1


Tangisan Mira semakin keras, bahkan sekarang dia malah ambruk di atas lantai. Liyana yang merasa iba hanya bisa menitah gadis itu untuk bangun dan menghentikan tangisannya.


"Sudahlah, Mir, kamu tidak perlu risau, tuan Ellon pasti akan menemukan caranya untuk keluar dari masalah ini."


"Tapi dia sendiri yang bilang, kalau untuk soal nyawa ayahnya, dia tidak bisa menolak. Dia akan melakukan berbagai macam cara asal nyawa ayahnya selamat."


Liyana hanya bisa memeluk sang sahabat dengan penuh rasa prihatin. Ia sungguh tahu betul bagaimana rasanya berada di posisi seperti itu.


"Kalau begitu, menangislah, jangan pendam masalah kamu dengan cara diam, saat kamu harus mengeluarkan air mata kamu, maka keluarkan saja, aku tahu kamu sedang menjalani masa-masa yang sulit."


Saat suasana sedang penuh kesedihan, tanpa sadar ternyata ada dua orang yang sedang berdiri di belakang mereka.


'Hehe.. Ajal kamu sudah tiba Liyana.. Menghilangkan nyawa kamu, sama artinya dengan menghilangkan semua bukti yang Yuanda tahu tentang aku dan suamiku..'


Dan orang itu adalah Zhe Ruan.


Dua pria bertubuh kekar di belakang terlihat maju ke depan, menambah personel menjadi empat orang termasuk Zhe Ruan.


"Kalian, habisi Liyana, gadis bergaun biru itu, yang satunya, jadikan dia tersangkanya, kalian tahu bagaimana caranya bukan.."


"Baik nyonya.."


Dua orang maju ke depan, dan menyenggol tubuh Mira, hingga yang terjadi adalah..


"Eh..."


Mira terhuyung, hingga menyebabkan Arliyana terjungkal dan hampir jatuh dari balkon lantai dua..


"Liyana!!!!!!!!"


Liyana terdorong dan terjungkal dari tempat berdirinya, melewati pegangan di balkon.


Tapi untung saja, nasib baik masih berpihak padanya.


Hap!!


Dia memegang pegangan dari kayu itu dengan cengkeraman yang sangat kuat.


"Liyana???!?!!!!!"


Sementara, beberapa orang di belakang, terlihat berdiri dengan tegak dan kemudian saling menyirat senyuman tipis di bibir mereka masing-masing.


Sayang sekali saat itu, Mira terlalu sibuk melakukan penyelamatan pada Arliyana, hingga tidak melihat siapa yang ada di belakang.


"Ayo kita kembali.."


Ucap Zhe Ruan, yang beberapa detik kemudian, disetujui oleh para pengawalnya.

__ADS_1


Mereka berempat kemudian kembali ke acara pesta pertunangan yang sudah hampir di mulai.


"Liyana!!!!!! Liyana!!!! Tolong kami!!!!!!! Apa ada seseorang??? Kami butuh bantuan!!!!!"


Teriak Mira sekencang mungkin dengan perasaan cemasnya, karena melihat Liyana yang sudah tidak bisa menahan genggaman tangannya itu.


"Mira, tolong aku!! Aku akan jatuh dari sini!!!"


"Tunggu sebentar, Liyana, tahanlah, aku akan berusaha menggapai kamu.."


Sejuta tenaga Mira mencoba menarik tangan Liyana agar bisa kembali ke atas. Tapi sayang sekali, tenaga yang dia punya nampaknya tidak cukup untuk menarik tubuh Liyana.


Arkh!!!


Hingga berulang kali dia mencoba, tapi tetap saja gagal!!


"Tolong!!!!!!!!!!!!!"


Teriak Mira yang begitu keras dan berkali-kali di lakukan, akhirnya bisa terdengar di telinga Lishian yang sedang asik menyusun rencana di halaman belakang.


"A? Apa itu suara Mira?" ( Tanya Ellon cemas ).


"Ayo kita lihat!!!"


Dengan bergegas Lishian dan Ellon mendekat ke arah suara, yang entah kenapa, bisa menjadi sangat sepi begini, bahkan para penjaga tuan Dong Fi pun tidak hadir di sana. Apa ini sudah di rencanakan dengan tuan Dong Fi juga untuk membunuh Liyana?


Lishian mendongak ke atas, dan mendapati tubuh Liyana yang bergelantungan di atas, dan sedikit lagi terjatuh dari sana.


"Akh?? Liyana!!!!!"


"Tuan, tolong aku...." Liyana sudah tidak kuat bertahan.


"Tuan Lishian, tolong kami.." Sementara Mira tidak bisa melakukan apapun.


Lishian mengambil jalan pintas untuk sampai di balkon lebih cepat. Dan akhirnya, kedua orang itu tiba di tempat dua gadis itu berada.


Dengan cepat, Lishian menarik tangan Liyana dan menarik tubuhnya untuk sampai ke atas. Tentunya dengan bantuan Ellon juga di sana.


Dan... Hap!!!


Tubuh Liyana berhasil di raih oleh Lishian.


"Apa kamu baik-baik saja? Hah??"


Lishian melihat kondisi Liyana dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk memastikan apakah gadis ini baik-baik saja atau tidak.


"Tuan, aku sangat takut.." Menangis tersedu.

__ADS_1


Lishian langsung memeluk Liyana dengan begitu eratnya dan mencoba untuk menenangkan gadisnya itu dengan sentuhan lembut miliknya.


Sementara, Ellon dan Mira hanya terpaku di tempat masing-masing dan menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti.


__ADS_2