
' Sudah sejak pagi tuan Lishian pergi meninggalkan aku di tempat ini..'
Tap tap tap..
Berjalan menuruni tangga..
' Tapi aku bahkan belum mengetahui dimana aku berada sekarang, mungkin jalan-jalan sebentar bisa membuat pikiranku lebih tenang..'
Akhirnya langkah kaki Liyana sampai di lantai bawah...
Dia mendengar lagi ada tangisan yang meraung di sebuah kamar. Kamar yang letaknya paling ujung dan terlihat begitu terpencil. Mungkinkah ada orang yang tinggal di kamar tersebut ?? Atau suara itu, mungkin saja..
Arkh !! Kenapa takut ?? Tidak perlu takut, lagipula disini banyak pegawai dan beberapa pelayan yang bekerja, mungkin saja tangisan itu berasal dari salah satu pelayan. Hemm.. tapi penasaran juga..
Dekati saja, lah.. siapa tahu ada cerita menarik disana.. hihihi ππ
Sebenarnya yang harus di takuti Liyana di tempat ini bukanlah soal hantu ataupun hal semacamnya, hanya saja.. pria itu, terkadang memberikan rasa takut tersendiri bagi seorang gadis polos seperti Liyana.. hhh.. anggap saja ini balas Budi karena dia telah beberapa kali menolongnya.
Liyana semakin mendekat ke arah suara itu. Suara tangisan bercampur dengan sahutan para pelayan yang berusaha membujuk pada entah siapa itu..
Liyana mulai memberanikan diri untuk melongok..
" Aku tidak mau makan !!! Biar saja aku sakit, nanti tuan pasti akan datang menjenguk aku kalau aku sakit, kalian pergi saja dari sini, aku tidak mau makan apapun !!!" ( dilanjut menangisnya ).
Liyana melihat sedikit. Dia menatapi gadis yang mungkin sedang bersedih itu dari arah pintu. Dia memang hanya melihat rambut indah itu terurai saja, wajahnya.. dia sungguh tidak jelas.
Mendadak seorang pelayan wanita yang sedang membujuk gadis itu untuk makan, melihat dirinya di ambang pintu.
" Ah ?? Nona Liyana ??"
Semua yang ada di dalam kamar itu menoleh, gadis itu juga.
" Ah ?? Maaf, saya tidak bermaksud untuk menguping.. maaf ya, aku segera pergi.." ( berbalik ).
" Mau kemana kamu ??"
Mendengar si gadis memanggilnya, dia buru-buru berbalik arah..
" Tolong jangan salahkan aku, aku tidak mencoba mengintip barusan.."
__ADS_1
Lalisa bangun dari duduknya, dan menghapus air mata yang mengalir di pipi. Dia beranjak dari tempat semula dan berusaha mendekati Liyana di depan pintu.
" Nona, maaf.. aku tidak bermaksud.." ( menunduk ).
" Hehh !! Wanita mur*han !!! Jangan kira kedatangan kamu di tempat ini bisa menggantikan posisiku, aku adalah nyonya di rumah ini ??!! Kamu juga datang sebagai wanitanya tuan, dan setelah dia bosan padamu, maka dia akan membuang kamu dan kembali lagi padaku, itulah yang biasanya terjadi.."
Liyana mulai tidak suka dengan gaya bicara yang ditunjukkan Lalisa padanya. Dia mulai berpikir kalau mungkin Lalisa perlu mendapat bimbingan mengenai gaya bicara yang sopan pada sesama rekan bisnis.
" Hemm.. ada yang sangat menarik disini.." ( melipat kedua tangan di dada ).
Yang di depan mulai terlihat terheran-heran pada Liyana..
" Anda yang bilang sendiri kalau anda adalah nyonya di rumah ini, sedangkan yang anda katakan barusan, anda juga sama seperti saya, lalu apa bedanya anda dengan saya ?? Kalau begitu, kita sama-sama nyonya di rumah ini, dan juga sama-sama wanitanya tuan, mengapa mencoba membuat rusuh dengan sesama rekan kerja ??" ( tersenyum percaya diri ).
" Asal kamu tahu saja !!! Dari dulu tuan memang sering keluyuran dan membawa pulang seorang gadis, tapi pada akhirnya, dia akan kembali lagi dalam pelukanku.. dan gadis itu.. dia pasti akan membuangnya setelah bosan !!"
" Kamu sedang menasehati aku ?? Sayang sekali, yang kamu nasehati bahkan jauh lebih cerdik dari kamu, lihat saja, aku baru datang, dan mendadak, tuan langsung memindahkan kamu ke kamar seperti ini, menurut kamu, siapa yang akan menang nanti ??"
Menggunakan keunggulan sendiri untuk pamer sementara waktu, menurutku tidak apa-apa lah.. hitung-hitung mencicipi manisnya bonus di sayang tuan kaya..
" Hhh." ( geram ), " kita lihat saja nanti !! Siapa yang akan menang melawanku !! Aku sudah sering di buat seperti ini oleh tuan !! Tapi para wanita itu hanya akan bertahan satu Minggu di sini, dan setelah itu, mereka akan di usir keluar !!!"
Hahahaa... senang sekali bisa memanfaatkan posisi ini untuk mencela musuh..
' Hhhhhh'
Mengepalkan kedua tangan !!
' Aku akan membalas kamu bocah tengil !!!!'
Awalnya memang seperti itu, tidak ada wanita yang bisa mengalahkan posisi Lalisa di tempat itu. Tapi entahlah, jika biasanya tuan Lishian akan membiarkan Lalisa menempati kamar atas meskipun ada wanita lain, tapi kali ini bahkan berbanding terbalik. Pria itu bahkan dengan mudahnya meminta Lalisa untuk pindah ke kamar bawah, dan mengganti seluruh barang-barang di kamar atas dengan yang baru untuk di tempati Liyana. Mungkin saja dia akan segera dilengserkan dari tempat itu..
Liyana berjalan keluar dan melihat suasana alam yang begitu menenangkan..
Tapi tetap saja yang ada dalam otaknya hanyalah Lishian..
' Mengapa harus ada wanita lain selain aku ?? Sudah berapa banyak wanita yang kamu nikmati sebelum akhirnya bertemu denganku Lishian..'
Fiuhhhh....
__ADS_1
" Kamu ?? Kenapa keluar ??"
Entah dari mana pria ini datang.. Mendadak saja muncul di depan Liyana, membuat kaget saja.
" Goyuan ?? dari mana saja kamu ??"
" Apa urusan kamu ?? Kamu yang harusnya menjawab pertanyaan aku, kamu ini mau kemana ?? Mau kabur ??"
" Kabur ?? Aku tidak punya pemikiran seperti itu, lagipula aku juga tidak tahu tempat ini.."
" Mau berkeliling ?? Aku bisa mengenalkan tempat pribadi milik Lishian yang jarang di kunjungi orang.."
" Jarang dikunjungi orang ?? Kata Lalisa tuan Lishian bahkan sering membawa keluar masuk wanita di rumah ini, masih mau bilang kalau tempat ini tempat pribadi tuan ??"
" Tempat ini bukan tempat pribadi Lishian, tapi pulau yang di seberang sana, hanya aku dan dia saja yang bisa masuk.."
" Memangnya tempat apa itu ??"
" Kamu juga akan di kirim ke sana setelah beberapa hari menginap di sini.."
" Untuk apa ??"
" Kamu ini terlalu lemah untuk jadi wanita yang Lishian jaga. Dia tidak mau kamu merepotkan dia seperti Lalisa, gadis itu berhasil membuat Lishian bingung.."
" Kenapa ??"
" Kalau di lepas, maka mulutnya akan membuka semua yang dia tahu tentang tempat ini dan pulau itu, dan kalau terus di pelihara, hanya merepotkan saja !! Dia tidak mau berlatih bela diri dan hanya mau di manja bak putri dongeng, hhh.. sungguh merepotkan saja.."
' Hemm... jadi posisi wanita itu di rumah ini tidak lain hanya sebagai beban tuan saja, kalau begitu, dia tidak akan bisa semena-mena lagi denganku..'
" Hehh ?!!"
" Ya ??" ( agak terkejut ).
" Apa yang kamu pikirkan ??"
" Tidak, tidak ada.. hanya mendadak memikirkan sombongnya Lalisa terhadapku saja.."
" Dia memang begitu, jangan terlalu di ambil pusing, mau bermain sebentar tidak ??"
__ADS_1
" Baiklah, aku ikut.."