Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Memergoki Pasangan Selingkuh


__ADS_3

"Lihatlah, ada pasangan yang baru saja datang, mereka terlihat sangat romantis.."


Semua orang berdiri untuk melihat sepasang kekasih mana yang sedang di bicarakan oleh semua orang, termasuk Fi Chan.


Fi Chan menatapi sepasang kekasih yang baru saja memasuki rumahnya.


Pasangan yang sangat tidak asing baginya, bahkan selalu membuatnya merasa... benci!!


Mereka datang.. Di mana ayah?


Benak Fi Chan.


"Siapa yang datang?"


"Entahlah.."


Shi Xuellon dan Mira hanya mencoba untuk melihat dari kejauhan. Dan mereka begitu terkejut tatkala melihat yang datang adalah Lishian dan Liyana.


"A? Liyana?"


"Lishian? Bukankah, Lishian akan bertunangan hari ini." Tanya Ellon keheranan.


Shi Xuellon memutuskan untuk berdiri dan mendekati posisi Lishian dan juga Liyana.


Tapi berbeda dengan Mira. Nampaknya dia harus memilih untuk tetap diam di tempat itu sampai waktu yang tidak di tentukan.


"Tuan Lishian.." Menyambut dengan wajah yang kesal.


"Selamat atas pertunangan kamu dan Yu Shen." Lishian tersenyum begitu ramah.


Sementara Liyana hanya bisa bersembunyi di belakang Lishian saja.


"Perkenalkan, ini calon tunanganku, Arliyana.."


"A? Apa?" Liyana terlihat begitu terkejut.


'Calon tunangan? Apa dia sedang bercanda?'


Dengan perlahan, Lishian menunjukkan wajah Arliyana yang sangat merah kala itu.


"Jadi kamu memilih pergi meninggalkan aku karena gadis ini?" Bicara yang sangat tidak sopan.


"Dia bahkan lebih muda darimu lima belas tahun, kamu pikir siapa yang tidak tertarik padanya.."


"Heng!! Apa kamu pikir selama ini aku juga tertarik padamu, tuan Lishian?"


"Anggap saja kamu bersama adikku karena menutupi aib kehamilan kamu.." ( Berbisik pada Fi Chan ).


Deg!!


Jantung Fi Chan berdebar begitu cepat untuk beberapa saat. Dia tidak tahu bagaimana bisa aibnya terbongkar sampai ke telinga Lishian yang begitu licik ini.


"Kenapa? Kamu terkejut mendengar perkataanku? Nona Fi Chan yang terhormat, silahkan sakiti adikku jika kamu mau, dan anggap saja pernikahan kalian adalah arena pertempuran yang mengasikkan. Dan aku akan melihat siapa yang akan menang di antara kalian nantinya."


Lishian yang berwajah datar segera pergi meninggalkan Fi Chan dengan menggandeng tangan Arliyana penuh kemesraan.


'Lishian, apa kamu juga tahu siapa ayah dari anak yang aku kandung ini?'


"Lishian?" Ellon datang entah dari mana.


"Tuan muda Shi?" Mendadak menyapa.


Liyana menyadari kalau pria ini beberapa hari lalu sempat mengangkat panggilan di ponsel Mira. Mungkin dia tahu sesuatu tentang Mira.


"Tuan muda Shi, ada yang ingin aku tanyakan." ( Langsung menubruk Ellon dengan perkataan ).


"Kau tidak punya sopan santun? Diamlah di sana, aku harus bertanya pada bocah tengil ini dulu." Ucap Ellon agak keras.

__ADS_1


Liyana yang merasa tidak di hargai di sana, akhirnya mundur ke belakang Lishian dan bersembunyi dari hadapan Ellon.


"Lishian apa yang terjadi? Aku pikir kamu yang akan menikahi Fi Chan."


"Kau membuat gadis kecilku takut, tuan muda Shi." Jawab Lishian dengan wajah datar.


"Apa?" Merasa tidak nyambung.


"Jika kamu mau aku menghormati kamu, maka hormati dulu Arliyana. Atau kau tidak akan punya tempat lagi di sisiku." Ucapan yang sangat tajam.


Hanya demi Liyana!!


Liyana membelalakkan kedua matanya, mendengar penuturan Lishian pada sahabatnya itu.


Dia mulai merasa, sangat di hargai oleh pria tua di depannya itu.


Perlahan menarik Jaz berwarna royal blue yang di kenakan oleh Lishian, berharap Lishian mengerti kode yang dia berikan.


"Baiklah, aku minta maaf." Ellon memilih untuk mengalah.


Dia mencari wajah Arliyana, dan kemudian melayangkan kata maaf pula untuk gadis itu.


"Arliyana, aku minta maaf, tolong maafkan perkataanku yang kasar barusan."


Arliyana hanya menunduk saja sembari menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Terima kasih Liyana," senang, Ellon akhirnya memilih untuk beralih pada Lishian, "Lishian, aku pikir kamu yang akan bertunangan dengan Fi Chan malam ini, tapi kamu malah datang dengan gadis lain, sebenarnya, siapa yang akan menikahi Fi Chan?"


"Seharusnya kamu baca kata sambutan di depan rumah tuan Dong Fi, di sana terlihat jelas kalau, yang akan menjadi mempelai pria adalah adik tiriku Yu Shen." Jelas Lishian gamblang.


"Apa? Adik tiri?" Ellon sungguh terkejut.


"Ada yang belum kamu mengerti, aku akan jelaskan padamu, sekarang, aku butuh bantuan kamu untuk melakukan sesuatu malam ini."


Liyana mendongak, dan melihat wajah Mira yang tengah menatapinya dari kejauhan. Gadis itu tersenyum, dan melambaikan tangannya.


"Hati-hati, ingat kata-kataku.."


"Baik, akan aku ingat."


Liyana berjalan menjauh dari dua orang itu dan bergerak menuju Mira.


"Mira? Kamu apa kabar? Kenapa tidak lagi kembali?"


"Aku harus mengatakan sesuatu padamu, aku akan mengatakan semuanya padamu.."


"Baiklah, katakan.."


"Jangan di sini.."


Mira mengajak Liyana untuk naik ke lantai dua, dan menuju balkon. Tapi mendadak, mereka mendengar suara yang.. Huhh!! Menakutkan..


"Liyana? Apa kamu dengar?"


"Apa acara pesta orang kaya memang selalu identik dengan bermain di atas ranjang dengan pasangan?"


Keduanya terkekeh dan tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tertawanya.


Dan mendadak..


Huhhh!!!


Suara itu terdengar sangat keras.


Liyana tersentak.


Suara itu... Aku mengenalnya!!

__ADS_1


"Dong Fi!!! Kamu... nakal!! Huhhh!!"


Itu.. suara Nyonya Zhe Ruan, dan tuan Dong Fi.


Apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam kamar?


Kenapa suaranya seperti...


Itu.....


"Li? Apa kamu dengar wanita itu memanggil nama tuan Dong Fi?"


"Shuttt!! Diamlah, kita sembunyi dulu di sini, dan lihat siapa yang keluar dari kamar itu sebenarnya." Liyana mengajak sang sahabat untuk bersembunyi.


"Baiklah."


Mereka berdiri di sisi tembok, dan mencoba menunggu siapa yang akan keluar dari ruangan itu.


Iya!!


Liyana curiga kalau ibunya Lishian telah bermain ranjang dengan tuan Dong Fi.


'Arkh!! Semoga saja apa yang dia kira tidak sepenuhnya benar.'


Tapi beberapa saat kemudian..


Cklek!!


"Mereka keluar!!" Bisik Mira perlahan.


"Shutt!! Diamlah!! Kita bisa ketahuan.."


Dan betapa mereka terkejut tatkala mendapati seorang pria yang terkenal dengan kesuksesannya, dan tuan rumah di pesta ini mendadak keluar dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Zhe Ruan.


"Apa?"


Hati Liyana bertambah terkejut saat melihat wanita yang keluar dari ruangan itu adalah ibunya Lishian, nyonya Zhe Ruan.


Apa mereka berselingkuh?


Begitulah pertanyaan yang melintas beberapa kali di otaknya.


Mereka terlihat mengawasi keadaan dan..


Cup!?


"Aku merindukan kamu, Zhe Ruan.."


"Aku pula.."


Berpelukan.


Kedua anak polos di sisi tembok hanya bisa berdiri mematung menatapi kemesraan pasangan selingkuh itu dengan hawa jijik.


"Aku janji, aku akan lebih sering mengajak kamu keluar.." Dong Fi yang menjijikan.


"Berjanjilah, aku sangat suntuk saat beberapa tahun terakhir tidak pernah di gunakan oleh Yu Huo. Kamu kan tahu dia beda jauh denganmu."


"Bisa saja kamu!!"


"Ya sudah, aku akan turun lebih dulu, terima kasih untuk barusan.."


Dong Fi tersenyum dan mengecup kembali kening Zhe Ruan dengan begitu mesranya, bahkan dia mungkin menganggap wanita ini bak istri sahnya.


Dua orang itu berjalan bergantian untuk keluar dari lantai dua menuju ke acara pesta. Mungkin supaya tidak ketahuan kali. Yang namanya selingkuh kan emang harus diem-diem.


"Astaga.. Apa aku baru melihat ibunya Lishian berselingkuh dengan ayah nona Fi Chan?"

__ADS_1


"Apa? Apa wanita tadi.. Ibunya Lishian??" Mira begitu terkejut.


__ADS_2