
Dan akhirnya, malam itu..
"Maria, rem mobil mendadak blong, aku tidak bisa menghentikan mobilnya!!!" Teriak pria itu di dalam mobil, hingga membuat jantung kedua orang itu berdegup tak menentu.
Sementara mereka berdua masih berada di area perbukitan demi menuju bandara kota S. Perjalanan menuju bandara masih begitu lama, dan sekarang, mengapa mendadak ada masalah di dalam mobilnya?
Tentu saja ini semua ulah dari orang suruhan Dong Fi, atas permintaan dari Yu Huo secara langsung.
Sekarang mereka hanya sedang menunggu kabar selanjutnya dari Li Shanshan dan istrinya.
"Apa yang kamu maksud Li Shanshan? Apa mobil kita rusak?" Sejujurnya wajah Maria terlihat sangat cemas, hanya saja dia mencoba untuk lebih tenang, mengingat putra dalam dekapannya yang sedang tertidur dengan pulas.
"Maria, aku tidak bisa mengendalikan mobil ini.." Ucap Li Shanshan di sela-sela kecemasannya.
Pria itu berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keluarga kecilnya, tapi kondisi jalan perbukitan yang begitu curam, di tambah lagi mobil yang mengalami kerusakan oada malam itu, membuat dirinya kewalahan.
Sekarang yang ada di depan dan di samping kanan mereka adalah jurang yang sangat dalam. Dan mobilnya tidak bisa berhenti, terus saja melaju dengan kencang. Kini Li Shanshan dan Maria tahu kalau ini adalah waktu yang mereka takutkan selama ini..
Ajal sudah dekat..
Meskipun begitu, dengan keringat dingin yang terus saja bercucuran di kening dan seluruh tubuhnya, Li Shanshan masih berusaha mengendalikan mobil sebisanya.
"Li Shanshan, tidak bisa!! Kita akan celaka!!" Ucap Maria dengan khawatir.
"Maria, dekap anak kita, aku tidak bisa menyelamatkan kita berdua, tapi setidaknya, selamatkan anak laki-laki kita.."
Dan dalam keadaan yang begitu terdesak, mobil itu akhirnya memilih jalannya sendiri. Seolah tidak mau tangan Li Shanshan berada dalam kemudi setir dan mencoba mengendalikan dirinya, mobil itu akhirnya masuk ke dalam jurang.
Li Shanshan tahu kalau semua ini ada hubungannya dengan Yu Huo.
Mobil mulai menabrak pembatas jalan, dan meluncur ke dalam jurang yang sangat dalam tersebut.
Dua orang itu berteriak, namun juga saling menggenggam tangan mereka dengan erat.
Ketakutan akan ajal rupanya mereka rasakan malam ini. Mobil itu terus meluncur dengan cepat ke dalam jurang, dan akhirnya menabrak bebatuan tanpa ampun.
"Aaaaaaaaaa....."
Kedua orang itu terus berteriak, hingga akhirnya mobil mereka berdua menghantam bebatuan terjal di bawah sana.
Brak!!
Brak!!
__ADS_1
Brak!!
Bam!!!
Dan berbagai suara yang mengerikan terdengar seiring jatuhnya mobil Li Shanshan ke dalam jurang.
Mobil terguling dan jungkir balik hingga berada di dasar jurang.
Teriakan dan berbagai macam suara menyeramkan mendadak berhenti, dan seketika suasana menjadi begitu hening.
Dua orang di dalam mobil terlihat sudah berlumuran darah, dan dalam keadaan tewas.
"Mama... Huaaaa... Mama..."
Sementara, tangisan seorang bayi yang selamat dalam kecelakaan tersebut terdengar menggema sambil sesekali menepuk wajah sang ibu.
Benar-benar kecelakaan yang sangat tragis.
"Mama...."
Bayi berusia sembilan bulan, yang baru saja lulus menyebut nama mama dari mulutnya itu selamat karena dekapan dari sang ibunda.
Perlahan bayi itu meraih wajah sang ayah, yang kemudian, darah langsung menyembur dari mulut ayahnya.
"Huaaa....."
"Mama....."
Bayi itu kembali menangis karena ketakutan. Dalam gelapnya malam, usai mengalami kecelakaan tragis itu, mengapa masih juga di suguhkan dengan pemandangan dari sang ayah dan juga ibunya yang begitu menyeramkan?
Tangisan sang pria kecil Lishian terdengar begitu menyayat, pun penuh dengan sakit dan kesedihan. Bayi sekecil itu harus merasakan betapa brutalnya semua yang dilakukan oleh Dong Fi dan Yu Huo, hingga harus merasakan kehilangan orang tua sejak kecil.
Dan mulai saat itu, Lishian berhasil menyandang status sebagai yatim piatu.
Dan di balik kecelakaan itu, beberapa orang sedang bersulang merayakan kemenangan mereka.
Kejam!!
Esok harinya..
Berita kecelakaan yang dialami Li Shanshan dan juga istrinya Maria mulai terdengar dan memenuhi beranda berita terkini di berbagai media.
Semua orang berpendapat bahwa kecelakaan itu murni karena kerusakan mobil yang di alami oleh tuan Li Shanshan. Hanya saja, mereka semua terlalu buta!!
__ADS_1
Sementara Yu Huo dengan kesalnya, mendengar satu berita mengecewakan. Dia tahu kalau putra semata wayang Li Shanshan rupanya selamat dalam kecelakaan itu.
Awalnya memang Yuanda yang ingin mengadopsi Lishian untuknya sebagai bentuk kepeduliannya pada persahabatan mereka bertiga. Namun entah jurus apa yang bisa meyakinkan jaksa hingga akhirnya anak laki-laki itu bisa jatuh ke tangan Yu Huo.
Apa pria itu benar-benar rela untuk mengadopsi anak musuhnya sendiri?
Tentu saja tidak!!
Dia melihat berbagai surat dan file penting yang di sembunyikan Li Shanshan di bagasi mobilnya.
Awalnya dia mengira kalau harta warisan mendiang Li masih atas nama Li Shanshan, tapi rupanya, saat dia membuka surat wasiatnya, semua aset yang di miliki oleh Li Shanshan sudah atas nama Lishian, hanya tinggal menunggu anak ini dewasa, dan menandatangani semuanya saja.
Padahal, kalau saja semuanya belum di rubah oleh Li Shanshan, dia bisa mencari alasan untuk menguasai seluruh harta warisan dari mendiang sahabatnya itu.
Tapi ternyata pria itu lebih cerdik dari yang dia kira. Karena itulah dia mau mengadopsi Lishian untuk menjadi anak angkatnya, dan berencana ingin merebut semua aset milik Li Shanshan suatu hari nanti kalau Lishian telah beranjak dewasa.
Itulah rencana awal mereka semua!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Qian, kemasi barang-barang, kita akan segera pergi melalui jalan laut!!" Ucap Lishian dengan mantap pada sang asisten setianya.
"Tapi tuan, cuaca di luar sangat buruk, bagaimana kalau terjadi gelombang besar di lautan?" Sekarang Qian mencoba untuk peduli.
"Di sini lebih tidak aman, setidaknya, kita bisa mati karena gelombang, bukan karena di bunuh orang." Menyulut rokoknya.
Liyana masih stay di kamar mandi, dan sudah menghabiskan waktu sekitar lima belas menit di dalam sana.
"Saya tidak mau menyerang maut tuan. Saya akan mencari tempat penginapan yang bagus dan tidak ada yang tahu tempatnya di mana." Qian memberi ide yang lebih cemerlang.
Terkadang otak sang asisten bahkan jauh lebih baik dari tuannya.
"Sepertinya ide kamu tidak terlalu buruk, ajak Goyuan juga untuk ikut!! Kita sedang dalam bahaya sekarang. Aku akan menipu Yu Huo dan Zhe Ruan dengan mengatakan kita akan pulang ke kota X melalui jalan laut."
"Baik!!"
Setelah mendapat perintah dan persetujuan dari sang tuan, Qian akhirnya memilih untuk beranjak dari tempat tuannya.
Bam!!
Pintu di tutup dengan sempurna.
Lishian terduduk dan menghisap batang rokoknya kembali.
__ADS_1
Tenang saja, aku akan membawa kamu ke pulau dua hari lagi. Aku akan menjamin keselamatan kamu, Liyana..
♥️♥️♥️♥️♥️