Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Di Bawa ke Pulau


__ADS_3

" Nyonya, kami mendapat kabar kalau Yuanda menyimpan semua bukti masa lalu kita di rumah rusunnya.."


" Apa ?? Bagaimana dia bisa punya buktinya ?? Apa mungkin dia sempat menyelidiki semua ini ??" ( cemas ), " sebelum ada orang lain yang berhasil menemukan barang bukti tersebut, cari dan temukan bukti itu lebih dulu.."


" Baik nyonya.."


...****************...


" Duduklah diam-diam.." ( ucap Lishian sesaat setelah berhasil masuk ke dalam pesawat ).


" Tuan, kita ini mau kemana ?? setidaknya beritahu aku dulu kemana tujuan kita akan pergi.."


Lishian menyibakkan rambut Liyana yang terurai, dan memegangi pipi gadis mungil itu dengan lembut.


Tersenyum..


" Tenanglah, mulai hari ini, patuhlah padaku, aku tidak mau kamu berada dalam bahaya.."


" Baik, tapi untuk soal ayahku.."


" Aku akan segera menyelidikinya, tapi sebelum itu, harus ada persiapan dulu dari wanitaku, kamu akan menghadapi bahaya yang begitu besar saat memilih untuk menjadi wanitaku.."


" Bahaya ??"


" Asal kamu tahu saja, aku bukan hanya punya uang, tapi aku cukup hebat dalam memprovokasi musuh.."


' Apa pria ini begitu menakutkan ??'


" Tenanglah, asal kamu menurut, aku jamin kamu akan aman.."


" Iya.." ( menunduk ).


...****************...


" Sial !!! Ada orang yang membawa lari barang-barang pria tua itu.."


Mereka selesai menggeledah rumah beberapa saat kemudian. Tapi tidak ada yang mereka dapatkan kecuali hanya beberapa peninggalan yang tidak berharga sama sekali. Semua barang yang mereka inginkan sudah terlanjur di ketahui oleh Lishian dan Liyana..


Salah seorang pria mencoba menghubungi Zhe Ruan.


" Halo, Nyonya Zhe.."


' Bagaimana ?? sudah berhasil ditemukan ??'


" Nyonya, seseorang telah mendahului kami, mereka membawa semua berkas penting milik mendiang Yuanda, dan sudah pergi dari sini.."


' Apa ?? Bagaimana bisa ?? Bagaimana bisa ada orang lain yang mengetahui semua ini??'


" Kami juga tidak tahu, nyonya.."

__ADS_1


' Baiklah, kembali sekarang, sebelum ada yang curiga dengan kedatangan kalian..'


" Baik nyonya.."


........


" Bagaimana bisa ?? Siapa yang sudah berhasil mengambil semua barang bukti itu ?? Apa mungkin anak itu ?? Lishian ??"


Zhe Ruan terlihat begitu cemas. Pria itu memang sudah musnah, tapi mengapa harus meninggalkan barang bukti ?? Dan sekarang.. barang bukti itu menghilang, entah kemana.


Dia akhirnya berusaha menghubungi putranya, Lishian..


" Halo, Lishian.." ( wajah berubah sekian detik ).


' Halo, ibu.. ada apa ??'


" Kamu sedang berada dimana sekarang ?? Ibu sangat mencemaskan kamu.." ( pura-pura ).


' Aku sedang mengurus pekerjaan di luar kota ibu, apa ada suatu hal yang sangat penting ??'


" Aaahh.. tidak, tidak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ibu hanya mendadak cemas, rupanya benar kalau kamu sedang berada di luar kota, apa kamu tahu dimana gadis kamu itu ??"


' Dia sedang sakit, dan memilih untuk tinggal di Asrama untuk beberapa hari sebelum kita mengajaknya pergi menemui keluarga Dong Fi..'


" Ya sudah, kalau begitu, ibu tutup dulu ya.. ibu hanya memastikan apa kamu baik-baik saja atau tidak, setelah mendengar suara kamu, ibu jadi lebih tenang.."


' Baiklah, ibu sampai jumpa..'


Zhe Ruan semakin yakin kalau gadis itu yang mungkin membawa bukti atas semua kejahatan dirinya.


" Aku harus menemukan dia secepatnya, dan harus menyingkirkan dia dengan segera, sebelum dia berhasil membuka semua rahasia keluargaku pada Lishian.."


...****************...


Lishian memegangi ponselnya dan terlihat menunduk diam. Rasanya dia benar-benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi pada keluarganya. Seluruh hidupnya bahkan di selimuti oleh teka-teki yang begitu rumit.


" Tuan ??" ( menepuk pundak ).


Gadis itu berhasil membuat Lishian membuka mata karena terkejut.


" Ya ? Ada apa ??"


" Apa barusan yang menghubungi tuan adalah nyonya Zhe ??"


" Iya, benar.."


" Apa yang dia katakan ??"


" Dia mencari kamu, dan mungkin dia sudah tahu kalau berkas penting ayah kamu sudah berada di tangan kita.."

__ADS_1


" Kenapa nyonya Zhe terasa begitu khawatir ?? Apa mungkin semua yang terjadi dalam kehidupanku juga karena dia ??"


" Aku belum yakin, bagaimanapun, aku harus menyelidiki semuanya dulu sebelum mengambil langkah, untuk sementara, diamlah dan jangan membuka apapun tentang dokumen ayah kamu pada siapapun, karena tidak semua orang bisa kita percaya, mengerti ??"


" Iya tuan, aku mengerti.."


Sepanjang perjalanan di udara, Liyana hanya bisa tertunduk bingung saja. Dia tidak memikirkan apapun selain bagaimana bisa dia begitu saja masuk dalam masalah yang begitu rumit seperti ini ?? Apa benar semua masalah yang di lalui keluarganya selama ini memang sudah di atur oleh seseorang ??


" Kalau kamu lelah, tidur dulu, aku akan membangunkan kamu saat sudah sampai.."


" Iya, tuan.. bisakah meminjam bahu kamu sebagai sandaran ??"


Apa ?? Liyana ?? Apa kali ini kamu serius mengatakan hal itu pada tuan kamu ini ?? Benarkah ?? Apa kamu sudah mulai memikirkan hal-hal lain ?? Seperti... jatuh cinta....


Lishian hanya memiringkan senyuman. Untuk pertama kalinya dia mendengar wanita ini memohon padanya, dan entah kenapa.. hatinya juga begitu senang.. Arkh !! Lishian, kamu ini.. kamu hanya menjaga gadis ini karena dia terikat hutang dengan kamu, tapi entahlah, mengapa bisa mereka mendadak seperti punya permasalahan yang sama, bahkan tampaknya berada dalam satu arus yang sama pula..


" Bersandarlah.. jangan merasa takut, ada aku disini.."


Setelah mendapat izin dari sang tuan, tidak perlu menunggu waktu yang lama, Liyana tanpa berbasa-basi langsung menyandarkan kepalanya di bahu pria berusia tiga puluh satu tahun itu. Dan rasanya memang sangat nyaman..


' Liyana.. kita akan mencari jawaban atas semua teka-teki ini bersama-sama...'


Tangannya mengelus rambut sang Liyana, sementara yang berada di bahunya asik tertidur lelap. Sudah beberapa hari Liyana kurang tidur dan juga kurang makan. Kali ini, Lishian harus memastikan kalau wanitanya akan tidur dengan begitu nyenyak..


Beberapa saat kemudian..


Liyana perlahan membuka matanya. Dengan kedua tangan yang langsung beralih mengucek kedua mata, dia akhirnya mendapati dirinya di dalam sebuah tempat.


" Ugh.. dimana aku ?? Apa ini masih di dalam pesawat ??" ( bangun dan melihat sekeliling ).


Tapi dia tidak melihat adanya ciri-ciri pesawat yang dia tumpangi beberapa saat yang lalu. Yang dia jumpai adalah.. kamar seseorang..


" A ?? Dimana aku ?? Apa aku berada di kamar seseorang ?? Dimana ini ??"


Liyana melihat sekujur tubuhnya. Lengkap.


Fiuhh..


Itu artinya mungkin saja tidak terjadi apa-apa dengan dirinya..


Dia mencoba bangun dan melihat keadaan di luar.


Kreaaatt..


Pintu di buka secara perlahan, dan langsung saja menampakkan wujud dua pemuda tampan yang begitu familiar di otaknya..


" Lishian ?? Dan pemuda itu ?? Dia Goyuan bukan ?? Kenapa mendadak ada disini ??"


Liyana mencoba keluar dan mendengar pembicaraan mereka dari atas. Maklum saja, Lishian dan Goyuan sedang berada di lantai bawah, dan Liyana saat ini sedang berada di lantai atas.

__ADS_1


" Apa kamu sudah menyelidikinya ??"


" Banyak sekali bukti yang aku temukan di dalam kotak rahasia milik tuan Yuanda, dan semuanya menurut aku terasa begitu mungkin.."


__ADS_2