Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Aku Memang Wanita Bayaran


__ADS_3

"Sudah sampai.."


Ucap pertama Lishian usai mereka berdua tiba di depan gedung asrama perempuan yang letaknya memang masih di area kampus. Tentu saja supaya memudahkan para mahasiswa.


"Aku akan mencari tempat tinggal yang lebih dekat dengan asrama ini."


"Untuk apa?? Tuan kan sudah punya rumah di sekitar sini, untuk apa mencari lagi??"


"Aku tidak membeli rumah itu, aku hanya menyewanya saja, lagi pula letaknya agak jauh dari asrama kamu." ( memegang kepala Liyana ).


"Oh, terserah kamu saja kalau begitu, aku keluar sekarang, boleh??"


"Itu bukan gayaku berpamitan."


"Iya, aku tahu.."


Mendekat..


Dan..


Cup!?


"Sudah kan??"


"Liyana, apa kamu masih marah denganku untuk soal kemarin??"


"Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku tidak marah padamu?? Aku tahu kamu banyak tekanan, juga pasti mudah menerima omongan-omongan orang yang belum jelas juga kebenarannya."


Cup!


Mengecup punggung tangan Liyana.


"Satu hal yang aku minta, tolong jangan sepelekan masalah ini, cari tahu bagaimana kebenarannya, karena ini semua juga menyangkut tentang kehidupan ayahku, dan juga aku, jadi aku tidak mau kamu menyepelekannya."


"Baiklah, aku tahu. Aku akan mencari tahu faktanya."


"Ya sudah, aku sudah berpamitan, jadi tolong turunkan aku sekarang, aku harus segera bertemu Mira. Aku ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi padanya sampai tidak menghubungi aku selama beberapa hari."


"Iya, turunlah, aku akan menjemput kamu nanti setelah berhasil membeli rumah di sekitar sini."


"Iya."


Pintu dibuka, dan Liyana segera keluar dari mobil Lishian.


Terlihat beberapa orang memperhatikan Liyana sejak turun dari mobil, dan bertanya-tanya siapa yang telah mengantar Liyana itu. Iya, memang semuanya jelas bertanya-tanya, mengingat mobil yang di buat pria itu untuk mengantar Liyana pulang termasuk mobil yang paling mahal di dunia.


"Wow!! Liyana berhasil menggandeng pria dari keluarga mana itu?? Mobilnya sangat mahal, pasti bayarannya pun mahal."


Tapi Liyana hanya terdiam sambil mengambil koper di bagian belakang. Dia berusaha acuh tak acuh, bahkan saat mendengar perkataan barusan. Huhh!! Mengapa harus pedih?? Kan memang pada kenyataannya kamu hanyalah wanita bayaran.

__ADS_1


Dia mencoba untuk menjadi tangguh.


Vrooommmmm..


Mobil Lishian pergi meninggalkan Liyana dengan begitu cepat, disertai langkah Liyana yang juga semakin cepat masuk ke dalam asrama.


Tapi beberapa orang wanita terlihat menghentikan langkahnya.


"Hehh!!! Gadis bayaran!! Apa kamu tidak malu, sudah satu pekan meninggalkan asrama, dan saat kamu pulang, ternyata kamu malah di antar oleh seorang pria!! Kamu ini sudah tidak punya harga diri lagi ya??"


"Mana ada harga diri kalau sudah di matanya hanya ada uang? Dia pasti menerima bayaran yang sangat fantastis hingga harga diri pun rela di ganti dengan uang!!"


"Terserah apa kata kalian!! Aku hanya ingin sampai di kamarku, dan beristirahat sejenak untuk melupakan semua masalahku gara-gara kalian ini."


"Mau melawan kami ya??"


"Orang hina tidak boleh masuk!!!"


Liyana tersentak mendengar perkataan yang begitu memojokkan dirinya tersebut. Dengan diiringi sahutan-sahutan yang mendukung tiga orang di depannya, tentu saja membuat dia sangat tertekan saat itu. Tapi dia mencoba untuk terlihat tenang.


"Mau melawan aku?? Melawan wanita bayaran yang sudah di lindungi oleh tuan kaya dan banyak perketatan?? Aku tidak bisa menjamin apakah kalian akan selamat nantinya atau tidak!!" ( menjawab ala kadarnya ).


Iya. Toh semuanya sudah melihat dirinya yang memang pergi dengan pria selama satu pekan. Untuk apa mencoba diam??


"Ternyata benar, kalau kamu simpanan om om, dasar tidak tahu malu!!"


Wanita di depan Liyana mengangkat tangan hendak melayangkan pukulan.


Ciatt!!


Grep!!


Berhasil menangkap tangan wanita itu. Semua orang melongo saja.


"Lepaskan aku!!"


"Kalau begitu, lepaskan aku juga dari semua omong kosong kalian ini!! Jika tidak mau aku memelintir pergelangan tangan kamu, maka katakan maaf padaku di depan semua orang!!"


"Mana bisa?? Kamu yang salah, masa aku yang harus minta maaf."


"Aku yang salah?? Apa urusan kamu kalau memang aku wanita bayaran?? Apa kamu punya hak untuk mengatur hidup aku??"


"Aku punya hak atas diriku!!"


"Cihh!! Jawaban orang bodoh!!" ( menatap dengan tajam ), "kalau kamu punya hak atas diriku, kamu boleh menghinaku di depan umum, tapi saat kamu sendiri tidak bisa membela hak kamu di depan umum, maka jangan sesekali menghinaku di depan mereka semua."


Yang di tahan terlihat tidak berdaya, juga tidak mampu menjawab. Dia hanya meronta kesakitan atas jeratan tangan Liyana di pergelangan tangan kanannya.


"Mau aku jadi simpanan om om atau tidak, atau mau aku jadi wanita bayaran yang bagaimana, asrama ini bukanlah tempat pribadi yang bisa anda atur untuk menahan saya tidak masuk ke dalamnya!! Saya juga punya hak di sini!!"

__ADS_1


Melepas dengan kasar.


Wanita itu terdiam penuh kebisuan, sambil sesekali melihat kepergian Liyana yang tampak tidak bermasalah sedikitpun. Mengapa sudah di injak sebegitu sakitnya tapi dia masih juga tetap tersenyum??


Bikin kesal saja!!


"Semua orang bubar!!"


Bentak gadis di sebelah rekannya pada semua orang yang ada di sana. Semua wanita yang ada di depan asrama akhirnya menghentikan aksi mereka pada Liyana.


"Huhh!! Baru sampai sudah di sambut acara seperti ini." ( berjalan ke dalam kamar ).


Dia melongo, mendapati kamar yang baunya sudah seperti jamur yang tumbuh secara bebas di kamarnya dan Mira.


"Astaga!! Kenapa kamarku jadi begini?? Apa dia tidak membersihkan kamar??"


Liyana celingukan, mencoba mencari tahu di mana keberadaan Mira, gadis yang usianya masih dua tahun jauh lebih muda darinya itu.


"Dimana dia??"


Tapi pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulutnya manakala dia tidak menjumpai wajah Mira di tempat itu.


"Apa dia juga pergi dari asrama?? Sebenarnya ada apa dengan gadis itu??"


Liyana terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil terus membersihkan kamar mereka berdua. Dan akhirnya, setelah berjam-jam, fiuhhh, selesai juga.


Terakhir, dia menyemprot pengharum ruangan yang menenangkan supaya bisa lebih nyaman tinggal di kamar ini.


Brukk!


Terduduk di kursi.


"Hahh.. penat sekali!! Aku ingin istirahat saja.."


Liyana menjatuhkan dirinya kembali di kasur dan tertidur dengan pulasnya.


...****************...


"Minum dulu.."


"Kenapa mengajak aku untuk bertemu?? Apa kamu punya hal yang sangat penting untuk di bicarakan??"


Mereka berdua sudah bertemu di sebuah kafe pada sore harinya. Waktu menunjukkan sudah pukul lima sore, dan bahkan Zixin benar-benar menginginkan Lishian untuk terbang ke kota S sebelum matahari terbenam. Iya, sungguh melelahkan.


"Ada kabar yang.. menurut aku si, besar, tapi kalau untuk kamu, seharusnya tidak sebesar yang aku bayangkan."


"Bertele-tele. Cepat katakan!!"


"Ini tentang adiknya Ellon, Gerald."

__ADS_1


"Um??"


__ADS_2