
Ya!
Inilah kenyataan pahit yang harus kamu ketahui Goyuan!
Sebuah kenyataan tentang mantan kekasihnya Nana yang telah memilih jalannya sendiri!
"Tidak mungkin!" mengepalkan kedua tangan lalu menitihkan air mata.
"Kita pulang sekarang!" ajak Lishian pada Goyuan usai mereka mengetahui segala hal mengenai berita yang ingin mereka dengar.
Flashback on!!
Beberapa hari lalu saat Lishian masih di rawat di rumah sakit..
Sebuah pesan masuk di ponsel Lishian, dan memberi sebuah kejutan besar untuk pria itu!
"Anak ini?!" terkejut.
Sementara gadisnya masih tertidur dalam pelukannya di atas ranjang rumah sakit yang luasnya tidak seberapa.
Mencoba menghubungi kembali!
Klik!
"Hallo?"
"Apa kamu tidak terlalu terkejut mendengar suaraku? kak?"
"Aku tahu itu bukan kamu! aku paham perawakanmu, namun aku tidak mengerti siapa yang ada di sana di hari itu!"
"Apa aku harus mengatakan semuanya padamu di sambungan semacam ini?"
"Bicaralah! yang pasti, di mana kamu sekarang berada, aku mau kamu bicara dan memberiku penjelasan!"
"Baiklah! wanita itu yang telah membuat aku mundur dari bom bunuh diri itu!"
"Siapa yang kamu maksud?"
"Nana! dia meminta aku untuk membebaskan dirinya dari sel, dan meminta izin padaku untuk membalas semua dendamnya pada ayah dan ibu!"
"Apa? lalu?" keadaan sudah setengah terkejut.
"Tentu saja pada awalnya aku menolak! aku tidak mau melibatkan seorang wanita dalam hal ini! aku akan mengirim seorang budak untuk melakukannya, dan membuat kerusuhan dalam pemakaman ayah, aku sungguh tidak memiliki alasan apapun selain membuat semua yang menindas kita menjadi jera!"
"Aku tahu! kamu tidak ada niat untuk mengacaukan acara pemakaman ayah kamu! kamu hanya ingin membuat Zhe Ruan merasa terancam lalu mengakui kekalahan saja, benar begitu kan?"
"Ya! tapi wanita itu malah menawarkan diri! merasa dirinya sudah kotor dan di penuhi dosa! dia tidak bisa menebus semua kesalahannya kecuali dengan membuat perhitungan pada mereka yang telah membuat dirinya menjadi kotor! menjadi pembunuh!"
"Um! lalu bagaimana lagi?"
"Dia pergi dari rumah ku menggunakan kemeja milikku, dan aku tidak tahu kalau kemeja itu membuat semua orang merasa kalau aku adalah pelakunya!"
"Karena itulah, kamu harus merubah identitas kamu saat tiba di kota ini lagi! polisi akan mencurigai kamu karena potongan kemeja yang di sinyalir adalah milikmu!"
"Ya! aku tahu!"
ππππππ
__ADS_1
"Jadi.. jadi begitu ceritanya..." Wajah penuh kesedihan.
Mereka berdua kini telah kembali ke dalam mobil, dan tengah melakukan perjalanan pulang.
Lishian yang beralih mengemudikan mobil, kini harus menambah profesi sebagai tempat penopang kesedihan Goyuan!
"Um! wanita itu sudah membuat keputusannya sendiri, jadi bagaimanapun juga, kamu tetap harus menerimanya." Lishian agak memaksa.
Ya! bagaimanapun juga, dia tetap seorang wanita yang telah mengecewakan hatiku!
ππππππ
Wanita itu masih saja terus melamun, dan memutar kilas balik semua kejadian yang terjadi padanya.
Otaknya bermain riang mengulas balik tentang perjalanan hidupnya yang rumit bersama sosok Lishian yang dia cintai.
Namun kedatangan dua orang dari arah luar mengharuskan Arliyana bergeming dari lamunannya.
Bagaimanapun juga, di depan Lishian dia harus tetap menjadi wanita yang tidak terkena masalah, atau pria itu akan menceramahi dirinya dengan ribuan kata.
"A? Goyuan? apa yang terjadi padamu?" dia bangun saat mendapati wajah Goyuan yang terlihat aneh.
"Aku tidak apa-apa, hanya butuh istirahat saja." Jawab Goyuan singkat.
Setelah itu, tanpa permisi, atau kata pamit, pemuda itu langsung saja meninggalkan Arliyana dan Lishian di ruang tengah.
Tak tak tak tak tak tak
Langkah kaki Goyuan terdengar menaiki tangga dan menuju kamar di kediaman Lishian.
"Ada apa dengan anak itu?"
"Arliyana!!!!!!!" Mira datang.
Segera melepas pelukan!
"Hai Mira!!" mengapa dengan ramah.
"Halo sayangku, aku ingin menunjukkan padamu beberapa contoh gaun pernikahan yang mewah dan cantik! mau lihat tidak?"
"Oh? benarkah? tapi tanggal pernikahannya belum di tentukan.." Jawab Arliyana.
"Siapa bilang?" kembali memeluk, "pernikahan kita tinggal dua Minggu lagi!"
"Apa?" terkejut.
"Mana mungkin aku akan membiarkan pengantinku bersanding di pelaminan dengan perut membuncit? baiklah! pilih gaun mana saja yang kamu suka, aku harus menyiapkan segalanya!"
"Mendadak? apa bisa di lakukan dengan cepat?" tanya Arliyana agak resah.
"Tentu saja! aku pasti akan membereskan semuanya!" pergi dari hadapan Arliyana.
Menghubungi seseorang!
"Hallo? bagaimana rencananya? lancar kan?"
"Iya! katering dan beberapa contoh minuman yang kamu suka, akan aku bawa ke hadapan kamu, pilih saja apa yang kamu suka!"
__ADS_1
"Bagaimana dengan dekorasinya?"
"Zixin yang mengurus, aku tidak pandai dalam mengurus dekorasi, aku lebih cocok berada dalam kelompok makanan dan minuman!"
"Dasar Shuimo!"
Bip!
"A?" kebingungan.
"Arliyana? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Mira membuyarkan pendengaran Arliyana.
"A? iya? bagaimana?" gelagapan.
"Kamu harus memilih gaun mana yang kamu suka! aku akan segera membawa contoh dan ukurannya pada seseorang!"
"Baiklah! aku bahkan tidak menyangka kalau pernikahan ini akan terjadi begitu cepat!"
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Nana! bagaimana bisa!? bagaimana kamu bisa mengambil keputusan semacam ini?
Tes!
Air mata luruh di pipinya, dan jatuh menggenang di permukaan selembar foto sebuah pasangan yang tengah berciuman mesra di bawah terbenamnya matahari.
"Nana..."
Hiks hiks...
Tangisan itu memang terasa sangat menyayat.
Seolah seluruh dunia milik Goyuan runtuh, bersamaan dengan air matanya yang juga mengalir dengan deras membasahi pipi.
Dia begitu mencintai Nana, berharap wanita itu akan kembali menjadi miliknya suatu hari nanti.
Penjara itu, hanya sebagian kecil dari usahanya untuk menyadarkan betapa besar kesalahan yang Nana lakukan pada keluarganya.
Namun Goyuan tidak dapat menampik, kalau dirinya akan menerima kembali Nana suatu hari nanti saat wanita itu kembali bebas dari penjara.
Tidak menyangka juga kalau ternyata wanita itu malah menghubungi Yu Shen untuk memberinya kesempatan menebus semua kesalahannya pada Goyuan.
Dunia memang begitu kejam!
Dunia memang tidak adil, bagi seorang pria yang tulus membantu sang saudara sepupu demi mendapat apa yang memang harus menjadi haknya, lalu akhirnya beberapa nyawa harus Goyuan korbankan demi perjalanan Lishian.
Apapun yang terjadi pada Lishian, aku tidak mengizinkan kamu untuk pergi meninggalkan anak itu!
Hanya saja, pesan dari mendiang Go Shenian yang selalu tersirat dalam otaknya, selalu membuat Goyuan harus mengerti, sebuah keadaan yang memang mengharuskan dirinya untuk tetap berdiri di sisi saudara sepupunya.
"Ya!"
Memang jalan hidupnya untuk selalu setia pada baris pertahanan Lishian.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
"Wahh!! Arliyana, kamu sungguh sangat cantik!" puji Mira saat menatap sang sahabat yang kini tengah tersenyum di antara gaun putih indah yang di kenakan olehnya.
__ADS_1
"Hari pernikahan kalian telah tiba, lupakan semua kesedihanmu, Arliyana, dan mulailah hidup baru dengan Lishian!"
πππππππ