
Suasana malam semakin membuat seluruh tubuh menjadi begitu dingin. Di tambah lagi hujan yang sejak pagi tidak mereda sama sekali.
Apa lagi suara petir yang terus bergelegar mencambuk bumi, seolah-olah ada dendam pada sesuatu yang menjadi musuh bebuyutannya sejak dahulu kala.
Jlger!!!
Suara itu terus bergemuruh mengiringi kesedihan Arliyana dalam dekapan sang pria bajingan di depan matanya.
Huhhh!!! Hahh!!
Nafas pria itu semakin memburu saja. Seolah tidak sabar lagi ingin menikmati suguhan istimewa dari seorang gadis muda yang telah di cap sebagai milik paten dari seorang Lishian.
Sayang sekali, pria itu masih belum juga memulai aksi bejadnya. Dia masih setia memainkan kulit mulus Arliyana, di mulai dari kaki, lalu berjalan semakin ke atas.
Menuju...
Sesuatu yang tidak bisa di sentuh oleh siapapun, selain oleh pemilik yang sebenarnya.
Plak!!
"Sudah aku bilang, aku bukan milik anda tuan!! Anda pasti akan segera tewas di tangan tuan saya.." Teriak Arliyana dengan penuh ketakutan.
"Hehh!!" ( Tertawa ), "tuan kamu? Apa yang kamu maksud di sini adalah Lishian?" Sekarang pria itu menghentikan aktivitasnya.
Sementara, Qian masih mencoba untuk bertahan menghadapi beberapa pukulan yang di layangkan ke muka tampannya, hingga menimbulkan beberapa luka lebam, dan tentunya di penuhi dengan darah segar miliknya.
Arliyana hanya bergetar tidak karuan. Dia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Pria di depannya saja bahkan tidak mau melepaskan jeratan tangannya yang sangat kekar.
"Anda pasti akan segera tewas!! Dia tidak akan membiarkan aku dan Qian di sini!!" Hanya kalimat itu yang mampu di ucapkan oleh Arliyana untuk menakut-nakuti pria gahar di depan matanya itu.
Sekarang secara tiba-tiba, ada kekuatan yang menuntun mulut Arliyana untuk melawan. Meskipun dia tidak tahu darimana arah kekuatan itu datang.
"Baik," bangun dari posisi jongkoknya, "mari kita lihat, apa tuan kamu itu masih mengkhawatirkan wanita yang akan menjadi calon istrinya ini, atau dia bahkan sudah tidak punya rasa peduli padamu sedikit pun." Dia akhirnya membersitkan senyuman sembari memalingkan muka.
"Kita akan menunggu lima belas menit lagi, dengan kecepatan mobil sport miliknya, dia tidak akan terlambat dalam waktu sedemikian singkatnya. Tapi jika dia masih peduli padamu.."
Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Jika dia tidak datang dalam waktu lima belas menit...." Berjongkok lagi, dan menatap kedua mata Arliyana dengan tatapan pemburu, "maka kamu sepenuhnya menjadi milikku.."
Brakk!!!
Blam!!!!!
"Arkh!!!"
Pufffttt
__ADS_1
Seseorang terdengar datang dan membuat kerusuhan di tempat itu.
"A?" Arliyana membelalakkan matanya dengan begitu lebar, mencoba melihat dengan jelas siapa yang datang membuat kerusuhan baru, "Tuan Lishian?"
"Hehh!!" Mengunci tubuh pria bejad di depan Arliyana dengan satu kakinya, "kamu tidak perlu menunggu dalam waktu lima belas menit, karena sekarang, aku sudah datang di hadapanmu.." Tatapan dingin.
"Hehh.. Lalu apa yang kamu tunggu? Bunuh saja aku, yang pasti, wanitamu sekarang bukan hanya milikmu saja, tapi juga milikku!!"
Dor!!!
"Arkh!!"
Di luar sana, korban-korban mulai berjatuhan, mengotori tempat yang letaknya hampir di dekat pantai.
Tempat itu, lebih mirip dengan bangunan villa yang terbengkalai. Jika di lihat dari sudut manapun, villa ini, sepertinya sering di gunakan untuk membunuh orang.
Menyeramkan!!
"Tuan!! Kita harus mundur!!" Ucap seorang pria pada pria yang tengah di kuasai oleh Lishian itu.
"Mundur? Rekan anda sudah ingin menyerah, bahkan saat kamu baru saja masuk, rupanya mafia seperti kalian, bukanlah tandingan yang sepadan dengan tim ku."
"Kamu pikir setelah menghabisi aku, kamu bisa berpikir dengan lega? Ingat tuan Lishian, aku hanya kaki tangan saja, karena yang sebenarnya akan bertindak di sini adalah, dia...." Menunjuk pada seseorang.
Lishian menoleh, mencoba melihat siapa yang datang di belakang tubuhnya.
"Shuimo?" Tatapan matanya membulat sempurna.
Sementara, Shuimo yang tidak lain adalah sahabat lama dari Lishian, kini tengah tersenyum dan menampilkan wajah yang sangat berbeda dari biasanya.
"Hehh!! Apa anda terkejut melihat wajah saya di sini?" Dia terlihat setia menodongkan pist*l ke arah kepala Lishian.
Goyuan yang sadar Lishian dalam bahaya, dan mencoba menaklukkan pria bejad itu sendirian, akhirnya mencoba masuk dan melihat situasi.
"Lishian? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Goyuan dengan cemas, "a??" Tapi matanya ikut membuka sempurna tatkala melihat sahabat sejatinya ikut pula dalam adegan mencekam itu.
"Shuimo? Apa itu kau?" Dia terlihat tidak percaya sama sekali.
"Kenapa wajah kalian sebegitu terkejutnya? Apa kalian bahkan tidak bertanya bagaimana kabarku?"
"Apa yang kamu lakukan? Mengkhianati kamu semua?" Sekarang Lishian mencoba bicara dengan tenang.
Sementara, kakinya masih saja menahan pria yang sama.
"Yang aku lakukan? Bukankah kau tahu sejak awal aku hanya ingin satu hal..."
"Satu hal? Apa yang kamu maksud?" Sekarang Goyuan menjadi bingung.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menaklukkan seseorang, dan orang itu, adalah kamu!!" Menunjuk ke arah Lishian.
"Menaklukkan aku?" Kini dia tahu kalau seluruh dunia yang dia miliki, rupanya hanya sebuah tipuan semata.
"Kamu sudah terlalu tinggi untuk aku gapai, jadi tidak ada cara lain selain membuat kamu mati!! Dengan begitu, aku tidak punya saingan berat dalam berbisnis lagi.."
"Saingan? Apa kamu selama ini memang menganggap Lishian sebagai saingan bisnis? Shuimo, Lishian bahkan menganggap kamu adik yang istimewa. Dia memberikan 3% sahamnya untuk kamu, mengapa kamu sebegitu jahatnya mengkhianati Lishian?" Entah kenapa Goyuan menjadi pria yang berperasaan.
Sementara, Liyana yang masih tidak mengerti situasi apa yang dia alami sekarang, hanya bisa mencoba menyelamatkan dirinya dan menjauh dari perkelahian para pria di depannya.
Tapi kemudian.
Hap!!!
"Aahh.."
Tangan pria itu kembali meraih kaki Arliyana, dan membuat gadis itu terjatuh kembali ke lantai.
"Mau kemana kamu? Aku sudah bersusah payah untuk menangkap kamu, apa kamu masih mau kabur dariku?" Ucap pria itu.
"Apa kamu bilang? Kamu mengancam gadis kecilku ini?" Ucapnya penuh penekanan.
Kaki Lishian dengan cepat menendang bagian dada sang pria, hingga membuat pria itu harus rela menyemburkan darah segarnya.
"Goyuan, ajak Arliyana pergi dari sini, masalah pengkhianat ini, aku yang akan mengurusnya."
"Tidak ada yang bisa pergi dari sini!!" Ucap pria itu, sambil menodongkan pist*l ke arah Arliyana. Gadis itu hanya bisa memaku di dinding.
"Jangan sakiti gadisku!!!"
"Tidak bisa, aku harus menyelesaikan tugasku..."
"Tidak!! Arliyana...."
Sekarang situasi semakin mencekam. Antara hidup dan mati sudah terlihat di depan mata, tinggal menunggu waktu saja untuk mengambil kesempatan menarik pelatuknya.
Dan akhirnya...
"Selamat tinggal gadis kecil Lishian..."
Dor!!!
"Tidak!!!!!!"
😱😱😱😱😱
♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya???