Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Bangun


__ADS_3

' Aku sudah membayar kamu satu milyar..'


' Dia menjual aku.. di bar.. dia sudah menjual aku kepada mereka..'


' Kamu tidak bisa lari lagi, malam ini, kamu akan menjadi milikku..'


' Lishian tolong aku..'


' Dor !!!?'


" Arkh !?"


Mendadak dia terbangun dari tidurnya setelah sekian lama. Wajahnya ketakutan dan tiba-tiba keringatnya bercucuran dengan deras membasahi seluruh tubuhnya.


" Lishian !!!? Tolong aku !!!"


" Ah !?"


Lishian menutup bukunya. Dia beralih menatap si gadis yang akhirnya terbangun juga.


" Kamu.. sudah bangun !?"


Lishian mendekatkan tubuhnya ke arah gadis itu dan memeluknya..


" Tuan.. Huhuhu.. aku takut.." ( memeluk erat ).


" Jangan takut, aku disini.. bersamamu.."


" Dia.. dia sudah menjualku pada mereka semua.. dia sudah menjual aku.."


" Sudah, tenanglah.. aku tahu, tenangkan dirimu.."


Liyana menurut saja. Dia menghapus air matanya dan kemudian melepas pelukan Lishian..


" Maafkan aku tuan, aku minta maaf.."


" Untuk apa minta maaf ?? Apa kah ada sebuah kesalahan yang mengharuskan kamu untuk minta maaf !?"


" Permisi tuan.."


" Kenapa !?"


" Emm.. uang satu milyar sudah dibayarkan kembali pada mereka, ditambah lagi, pria itu sudah berhasil ditangkap.."


" Perlukah membicarakan hal seperti itu di depan seorang gadis !?"


Yang sedang berdiri di muka pintu terlihat diam tanpa suara. Sepertinya dia mengaku salah.


" Tuan, jangan seperti itu.."


" Pergilah, katakan hal itu nanti, sekarang, jangan ganggu waktu istirahat wanitaku.."


" Baik.." ( keluar dengan perasaan tidak dapat dimengerti ).


" Tuan.."


" Terkadang memanggil aku tuan, lalu kamu, lalu langsung pada namaku, Lishian, sebenarnya aku tidak tahu mana panggilan yang kamu suka, tapi bisakah memanggilku dengan satu nama saja.." ( menyeka ).


" Ah !?"


Lishian duduk di sebelah Liyana, dan mengelus rambutnya..


" Gadis yang sangat bodoh ! Bisa-bisanya membayar biaya rumah sakit dengan uang hasil berhutang, lebih parahnya lagi, kamu bahkan tidak tahu siapa pria yang memberi kamu uang secara percuma itu.."


" Maaf tuan, aku tidak akan mengulanginya lagi.." ( sesal ).


" Aku tidak mengatakan kamu tidak boleh mengulanginya lagi, jika kamu mau melakukan pekerjaan itu, tidak masalah, asal kamu bisa merasa tercukupi, kenapa tidak.."


" Kau sedang berusaha menyindir !?" ( mendadak marah ), " kalau saja aku tahu kenapa dia bisa semudah itu memberiku uang dengan balasan menjadi wanita malam, aku juga tidak akan mau, aku hanya ingin melunasi seluruh hutang padamu saja, tidak ada pemikiran sampai seperti itu.."


" Kenapa mendadak peduli !? Bukankah selama ini kamu tidak mau aku tahu apapun mengenai kehidupan kamu, ha ..."

__ADS_1


" Ah !?" ( sadar ).


' Iya juga si..'


" Tuan.. aku.. minta maaf, dan.. berterima kasih padamu.."


Memeluk dari samping..


" Jelaskan satu persatu.."


" Ah !? Maksud aku.. tuan jangan seperti ini, biasakan berperilaku sopan sedikit di depan orang lain.." ( mendorong ).


" Orang lain siapa !? Aku rasa sebentar lagi aku bisa mendapat restu dari ayah kamu untuk bisa menjadi menantu pertamanya.."


" Apa ?! Maksud tuan !? Apakah ayah saya baru saja ada disini !?"


" Dia hanya diam saja, tidak seperti dulu, yang langsung mengusirku selagi punya kesempatan kamu pergi, sekarang, bahkan dia membiarkan aku berada di sisimu.."


" Lalu kemana dia sekarang !?"


' Jika aku tidak memberinya penjelasan sekarang, maka dia akan salah paham terhadapku..'


Cup !?


Mengecup kening.


" Dia sudah pergi, katanya ada urusan sebentar, jadi tidak bisa menunggu kamu bangun.."


Cklek.


Lishian menoleh, juga Liyana..


" Ah !? Pemandangan seperti apa ini !? Aku tidak tahu.. maaf ya, telah menerobos masuk.."


" Mira, tidak apa-apa.. kamu tahu aku disini !?"


" Tentu saja aku tahu, bahkan kak Chen sendiri yang menghubungi aku, dia mengatakan kalau kau berusaha menjual diri di bar.. kamu sudah gila !?" ( duduk ).


" Tidak, kamu jangan salah paham.. dia yang sudah menjual aku pada beberapa pria disana, dan aku, untunglah tuan Lishian datang tepat waktu, jika tidak.. aku tidak bisa menjamin apakah aku bisa selamat atau tidak.."


" Jangan takut, ada aku disini.." ( memeluk lagi ).


" Ah !? Jadi tuan Lishian yang sudah menyelamatkan kamu !? Maaf sekali, aku hampir saja memarahi tuan, karena aku pikir Liyana berani melakukan semua itu karena terjerat hutang pada tuan.."


" Berapa telinga lagi yang mendengar tentang uang satu milyar itu !?"


" Ah.. Tidak, hanya tiga orang ini saja.. selain mereka, tidak ada.."


" Maaf tuan Lishian, aku yang sudah memaksa Liyana menceritakan semuanya hari itu, aku melihat dia begitu tertekan saat menghadapi uang yang dikirim kak Chen untuk melunasi hutangnya padamu.." ( sesal ).


" Aku tidak peduli.." ( memalingkan muka ).


Cklek..


" Wah, kita datang disaat yang tidak tepat ternyata. Aku kira dia benar-benar akan mati, rupanya dia malah sedang asik mengencani dua gadis.."


Baru datang langsung membuat masalah..


" Kalian cepat sekali datang.."


" Kenapa ?! Berharap datang nanti, lebih terlambat !?" ( Zixin masuk terlebih dulu ).


" Wajahmu lebih bugar setelah mendapat bencana, Bahakan lebih baik daripada saat di kota S. Apa mungkin disini banyak gadis yang bisa menyebabkan hatimu senang !?" ( ledek Shuimo ).


" Baru datang sudah membuat aku dan gadisku tertekan, nanti pulanglah lebih cepat dari jadwal, sebelum membuat kami harus tidur lebih lama lagi di tempat ini.." ( bangun dan beralih ranjang sendiri ).


" Hahahaha...." ( Shuimo terlihat begitu senang ).


" Aku senang, karena akhirnya kamu kembali menemukan gadis itu.."


" Ah !?" ( terkejut ).

__ADS_1


' Apa selama ini dia memang berusaha keras untuk bisa menemukan aku ?'


" Li !?" ( berbisik ), " Apa mereka semua kenal padamu ?? Kenapa mereka terlihat begitu akrab melihatmu !??"


" Aku bahkan hanya bertemu mereka satu kali saja.."


" Dimana Go Yuan ?? Dia sedang sibuk, atau sedang asik berlatih ??"


" Kamu sendiri tahu bagaimana hatinya begitu tertekan saat lagi-lagi mendengar kamu berulang kali membunuh orang hanya karena gadis itu.." ( agak keras ).


' Jadi, dia juga beberapa kali membunuh orang hanya untuk aku !? Apa maksudnya !?'


" Diamlah Shuimo !? Mulutmu memang pantas dijahit.." ( Ellon mencoba menutupi ).


" Bukankah dia harus tahu kalau selama kepergian dia, Lishian seperti orang gila, yang kehilangan harta paling berharga dalam hidupnya, dia juga harus membalas kehancuran hati pria ini saat harus mencarinya ke seluruh kota, benar bukan.."


" Emm.. Lishian, sepertinya adik bungsu kita sedang merasa lapar," ( bangun ), " aku akan segera menyumpal mulutnya dengan spageti, dia pasti akan suka.."


" Apa !? Aku tidak lapar.. lagipula kita kan baru saja makan," ( tidak tahu kode ).


" Ayo, bangunlah.. aku tahu kamu anak yang rakus.." ( Zixin emosi ).


" Tapi.. aku tidak.."


Zixin menarik dengan paksa tangan Shuimo keluar.


Ellon menatapi Lishian, sang sahabat yang juga masih saudara sepupu dengan dirinya..


" Ehmm.. Kapan kamu bisa pulang !?"


" Lukaku kembali membuka saat memukul pria baj*ngan itu, jadi mungkin butuh waktu lebih lama lagi untuk memulihkannya.."


" Bukankah cedera parah ada di kepalamu, kenapa mengkhawatirkan luka di tangan !?"


" Aku hanya akan siap keluar kalau luka di tangan sudah sembuh, yang paling penting, aku masih bisa memukul para pemberontak itu, soal kepalaku, perlahan juga pasti akan sembuh.."


" Keras kepala .."


" Aku akan keluar sebentar, rasanya tidak betah berlama-lama menunggu orang sakit, aku akan mencari kopi untuk membuat mataku lebih jelas.." ( bangun ).


Melirik ke arah Mira..


" Hai gadis.."


Mira tertegun.


" Maukah menemani aku minum kopi ?? Aku yang traktir.."


" Tidak !?" ( menghalangi ).


' Cukup aku saja yang terjebak dalam permainan salah satu di antara mereka, tapi kalau untuk Mira.. jangan harap bisa menyentuh sahabatku..'


" Jangan ganggu dia !! Jika mau minum kopi, maka minum saja sendirian, Mira tidak pernah minum kopi sebelumnya.." ( tatapan sinis ).


' Hahh.. sepertinya dia berangan kalau aku sama kejamnya dengan Lishian.."


" Aku tidak memaksa, hanya saja, bertahan dalam ruangan sepasang kekasih akan terasa aneh.."


' Ah ?! Benar juga... aku pasti akan mengganggu mereka berdua..'


" Baiklah, aku ikut kamu minum kopi.."


" Tapi Mira.."


" Aku tidak mau jadi nyamuk disini.." ( tersenyum ).


Beberapa saat kemudian, akhirnya dua orang itu berhasil keluar dari ruangan.


" Apa pria itu tidak akan macam-macam dengan Mira ??"


" Lebih baik pedulikan lukamu dan lukaku saja, jangan pikirkan orang lain.."

__ADS_1


Akhirnya terdiam..


__ADS_2