Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Calon Suami Mira


__ADS_3

"Anak itu?? Apa kabarnya?? Tidak pernah terdengar, sekarang kamu datang membawakan berita darinya?? Aku jadi penasaran."


"Tentu harus. Aku tidak mau menanggung rahasia ini sendirian, bisa-bisanya kepalaku meledak akibat rahasia yang dia bongkar di depanku."


"Sepertinya sungguh menarik."


"Tentu saja."


Gluk.


Tak!?


Zixin meletakkan gelas kosong di atas meja. Di kafe saja sudah menghabiskan dua gelas anggur. Bagaimana kalau mereka memilih bar untuk bertemu??


"Gerald, anak itu bicara padaku kalau dia sudah berselingkuh."


"Hanya itu??" ( tatapan meledek ), "Cihh!! Kalau hanya masalah seperti itu, tidak perlu mengundangku untuk membicarakannya. Aku tidak punya banyak waktu."


Gluk!


Tak!?


"Masalahnya bukan itu, kalau hanya berkhianat, aku mungkin tidak akan sampai sebodoh ini memikirkannya."


"Lalu?? Bukankah semua pria juga berharap bisa seperti Zixin, yang bisa punya dua wanita dalam usia muda??"


"Tapi masalahnya, wanita yang dia maksud itu Fi Chan, mantan tunangan kamu yang katanya akan segera menikah dengan adik kamu itu."


"Oh?? Aku masih tidak peduli juga.."


"Dan dia sudah hamil anaknya Gerald."


Uhuk Uhukk uhukk!!


Tersedak.


"Tidak usah terkejut, kamu bilang tidak peduli."


"Apa?? Dia hamil anaknya Gerald?? Memangnya sejak kapan mereka berhubungan??"


"Sekarang ingin tahu.." ( sinis ).


"Bukan begitu, hanya saja, adik tiriku itu...."


"Apa?? Adik tiri????" ( lebih terkejut ).


"Tidak perlu seperti itu, kan, sungguh sangat berlebihan."


"Bukan, Lishian, maksud aku, bagaimana bisa kalian secara mendadak jadi saudara tiri?? Katakan padaku apa yang sebenarnya telah terjadi."


"Untuk apa aku membuka semuanya di depan kamu, tidak ada gunanya juga bagiku. Asal kamu tahu saja, aku bahkan menanggung beban yang lebih berat darimu, jadi jangan temui aku saat ada masalah seperti ini."


"Aku tidak menyangka telah meluapkan isi hatiku pada orang yang salah.."


"Aku sudah tidak peduli lagi pada Fi Chan, ataupun Yu Shen, bagiku, mereka berdua hanya benalu dalam hidupku saja.."


"Jadi kamu juga tidak peduli kalau Yu Shen akan menikahi wanita yang sedang hamil anak orang lain, begitulah??"

__ADS_1


"Tentu saja!! Apa peduliku.."


Gluk!


Tak!?


"Apa kalian punya hubungan yang sangat rumit??"


"Mungkin lebih tepatnya, sangat gila!!"


"Benarkah?? Bisakah kau bercerita padaku??"


"Aku tidak mau, sejauh ini partner terbaikku hanyalah, Goyuan dan Ellon saja.."


"Jadi maksud kamu aku bukanlah teman yang baik begitu??" ( ada hawa panas ).


"Kamu punya peran lain dalam hidupku, sebagai penghibur dan teman bercanda yang asik, tapi kalau Goyuan dan dan Ellon, mereka bisa aku ajak serius dalam bicara."


"Lalu menurut kamu, bagaimana kalau Ellon sampai tahu masalah adiknya ini??"


"Memangnya dia sekarang ada di mana??"


"Dia pulang ke sini beberapa hari yang lalu, bersama teman wanita yang katanya putri tunggal keluarga tuan N.."


"Untuk apa membawa wanita pulang ke rumah? Apa dia akan menikah??"


"Aku dengar begitu, ayahnya sakit keras, dan dia sudah sejak kecil di jodohkan dengan anak tuan N itu, sekarang kabarnya, pertunangan mereka akan segera di gelar."


"Mendadak sekali, biasanya dia akan berpikir dua atau bahkan lima kali untuk menurut, kenapa sekarang mendadak secepat itu menerima seorang wanita??"


Brukk!


Tertunduk di atas meja.


"Cihh!! Ini hanya rahasia kecil, kamu sudah ribut duluan, akan aku beritahu rahasia yang lebih besar nanti."


Yang di depan kembali terbangun.


"Benarkah?? Rahasia apa lagi?? Apa kamu menyimpan begitu banyak rahasia dari kami??"


"Aku tidak bisa bicara sekarang, aku harus pergi."


Beranjak pergi.


"Hei!! Mau kemana kamu??"


"Wanitaku sedang menunggu di asrama, aku harus menjemput dia untuk pulang, urusan membayar, bukankah kamu punya uang saku??"


Cihh!! Tampang konglomerat, tapi urusan duit, kerenya minta ampun.


"Ellon akan segera menikah, Gerald malah sudah berani berselingkuh, Lishian, sudah punya wanita, lalu kapan aku bisa berkencan??" ( sedih yang berkepanjangan ), "sial sekali nasib hidupku..."


...****************...


Beberapa saat kemudian, Liyana akhirnya terjaga dari tidurnya. Dia terkejut dan beberapa saat kemudian mencoba untuk melihat situasi sekeliling. Tapi kamar ini benar-benar kosong. Mira, sebenarnya dia kemana?? Masa iya pergi keluar sudah setengah hari masih belum juga pulang.


Liyana beranjak dari kasurnya, dan memilih untuk menghubungi gadis itu lagi. Entahlah, entah kenapa ada rasa cemas yang berlebihan pada gadis itu, karena tidak biasanya dia akan pergi tanpa mengabari Liyana dulu.

__ADS_1


Mengambil ponsel..


Mengetik..


'Mir, kamu di mana?? Aku sudah pulang ke asrama, tapi kamu sama sekali tidak ada di sini.'


Sent!


Sambil menunggu dengan cemas, dia membuka kembali laptop di atas meja, lalu mengetik beberapa kata untuk novel yang kesekian kalinya.


Tak lama kemudian..


Tring!!


Sebuah pesan masuk terdengar begitu nyaring, membuat Liyana akhirnya tergugah untuk menyentuh kembali ponselnya.


Melihat


Membaca..


"Ini dari Mira."


'Liyana, maaf ya, pergi tidak sempat bilang, aku sudah pulang ke tempat ayahku, dan mungkin saja, aku tidak akan kembali ke asrama itu lagi, aku.. aku akan kuliah di sini.."


"Apa?? Yang benar saja, bisa-bisanya hal seperti itu dia tidak bicara padaku lebih dulu, apa maksudnya tidak akan tinggal di sini lagi?? Huhh!! Menyebalkan!!"


Dengan geramnya, Liyana menggesek layar ponselnya, dan memilih untuk menghubungi Mira lewat seluler.


Pokoknya nanti kalau sudah di angkat, dia akan bicara sampai mulutnya berbusa.


Bip!?


"Hallo, Mira, apa yang kamu lakukan ??! Apa maksud kamu tidak akan kembali lagi ke tempat ini?? Apa kamu kau meninggalkan aku di sini?? Hah?? Jawab pertanyaan aku Mir, jangan diam terus, aku jadi bingung ada apa dengan dirimu, apa kamu sedang marah padaku?? Bisakah ceritakan saja kalau kamu sedang marah, kita bisa bicarakan ini baik-baik, ya??"


"Hallo.."


Tapi mendadak suara yang dia tangkap dari sebelah, mengapa terdengar begitu berat?? Apa ini suara laki-laki?


"Ah?? Siapa ini?? Apa Mira sedang ada bersama denganmu?? Berikan ponsel ini padanya, aku ingin bicara panjang lebar."


"Dia tidak boleh di ganggu, jangan kacaukan kami berdua.."


Tunggu!! Suara ini, mengapa terdengar tidak begitu asing?


"Hehh, tuan?? Aku mau tanya satu hal padamu.." ( tatapan curiga ).


"Tanyakan saja.."


"Apa kamu kekasih Mira?? kenapa kamu membawanya pergi dari asrama?? Hah?? Bicaralah, aku tidak suka menunggu.. katakan dengan jelas, jangan di kurangi ataupun di tambahi."


"Aku calon suaminya Mira.."


"Apa????????? Ba-bagaimana bisa????"


Liyana terpaku di atas tempat tidur, dan memasang kupingnya dengan jeli. Dia barulah menyadari suatu hal.


"Tunggu!! Apa ini suara Tuan Ellon?" ( bertanya dengan ragu ).

__ADS_1


__ADS_2