
"Selamat datang tuan muda Shi.."
Menyambut ke empat orang dengan ramah.
"Terima kasih, selamat atas pertunangan kamu dengan putra tuan Yu Huo.." ( ucap Ellon memberi selamat ).
"Terima kasih tuan muda Ellon, saya sangat senang anda bisa menyempatkan hadir untuk acara pertunangan saya.." ( Fi Chan tersenyum dengan sangat ramah ).
Sementara yang di samping hanya terlihat melirik saja sesekali, mencoba acuh pada si wanita itu. Iya, tentu saja si Gerald bocah itu!!
"Kalau begitu, silahkan nikmati pestanya.." Fi Chan tersenyum pada keempat orang tersebut.
Ellon beralih menggandeng Mira bersamanya, sementara, Gerald hanya berjalan sendirian, tanpa memikirkan istrinya yang juga ingin merasakan bagaimana di gandeng saat menghadiri pesta.
Apa dia tidak mengingat aku? Begitu teganya dia meninggalkan aku di tempat yang sama sekali tidak aku ketahui..
Dalam hati, Zhana menangis, mencoba mengerti sikap suaminya yang memang seperti itu. Tapi jujur saja, rasa lelah itu semakin memenuhi dirinya. Entah sampai kapan suaminya akan terus memperlakukan dia seperti ini.
Semoga semuanya cepat berakhir!!
"Tuan, aku ingin mencari tempat duduk.."
"Baiklah, ayo.."
Ellon dengan mesranya menggandeng tangan Mira yang halus itu.
"Tuan, apa kamu pernah melihat bagaimana rupa Nyonya Fi? Rasanya dia jarang sekali memperlihatkan wajahnya di depan umum, karena itulah dia tidak terkenal seperti istri pengusaha lainnya.."
"Dia punya penyakit serius, yang dokter saja tidak tahu apa yang ada di tubuh nyonya Fi Shuang sampai sekarang."
"Jadi begitu, ya.."
Gluk!!
Ellon menenggak segelas minuman.
"Oh iya, jangan panggil aku tuan nanti, ayah kamu tuan N juga akan datang, dia pasti tidak akan suka kalau mendengar kamu memanggilku tuan.."
"Baiklah, tuan, uhm, maksud aku Ellon, apa kamu sudah menemukan bagaimana cara menghentikan ayahku?"
"Menghentikan ayah kamu, tentu saja dia harus mati."
"Apa? Mati?" ( Mira nampak terkejut ).
"Aku juga tidak bisa melakukan apapun. Ayah kamu punya kekuasaan sendiri di sisi ayahku, meskipun ayah kamu adalah bawahan dari ayahku, tapi dia berperan besar di mata ayahku, aku hanya harus mengalah untuk menikahi kamu dan memberikan seluruh harta warisan ayahku padamu.."
Gluk!! Ellon menenggak bir lagi.
"Apa?" ( Lagi-lagi Mira sangat terkejut ). "Tuan, kamu tidak mengatakan apapun padaku soal itu, apa yang kamu maksud?"
"Dia mendukung pernikahan kita berdua, hanya untuk mengambil seluruh harta warisan dari ayahku untuk kamu, dia gila harta!!"
__ADS_1
Mira mengeratkan genggaman tangannya pada gelas di tangan.
Kenapa ayah bisa seburuk itu?
"Apa kamu tidak punya cara lain?" Pertanyaan itu di lontarkan oleh Mira yang merasa resah.
"Sayangnya tidak.."
Gluk!!
Satu gelas lagi di tenggak oleh Ellon.
Mira memalingkan muka, pertanda kalau dia benar-benar tidak bisa menatap wajah pria ini. Rasanya, kenapa bisa begini?
Entahlah, dia sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi pada keluarga Ellon sekarang.
"Maafkan aku tuan.. Ayahku adalah orang yang sangat serakah, maafkan aku yang tidak bisa membujuknya untuk berhenti."
"Kamu gadis yang sangat polos, dan ayahku juga menyukai kamu, sayang sekali kamu putri tuan N yang telah berkhianat pada ayahku."
"Tolong tuan, beri aku waktu untuk mengatakan semuanya pada ayahku, bagaimanapun, aku harus membawanya keluar dari semua ini."
"Terserah apa yang ingin kamu lakukan, aku tidak peduli, yang jelas, aku melakukan semua ini karena nyawa ayahku.."
Tak!!!
Kali ini dia meletakkan gelas di atas meja kaca dengan keras, bahkan mungkin bisa lebih keras di bandingkan percakapan dan keramaian para tamu undangan di tempat itu.
Fi Chan menyambut seseorang yang dia panggil dengan nama tuan N. Apa mungkin itu ayahnya Mira?
Mira mendongak, melihat siapa yang sebenarnya datang saat itu.
"Ayah? Itu ayah.. aku harus mengajaknya bicara.."
Mira hendak bangun dan meletakkan gelas.
Tapi tiga detik kemudian..
Grepp!!!
Ada tangan yang mencegahnya untuk pergi. Dan tangan itu adalah.. tangan Ellon.
"A? Tuan? Apa yang anda lakukan? Aku harus menemui ayahku dan bicara padanya.."
"Aku bukannya peduli padamu, aku hanya tidak mau meributkan hal seperti itu di dalam pesta orang lain." ( Ucap Ellon menjelaskan ).
Mira yang mendengar perkataan Ellon, akhirnya memilih untuk duduk dan diam di sisi Ellon.
Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk bicara pada ayah.. Lihat saja!!!
...****************...
__ADS_1
"Tuan, bantu aku turun, gaun ini agak terlalu panjang, aku tidak bisa turun dari mobil sendirian."
Liyana yang terlihat merengek di jok mobil terlihat kebingungan untuk turun.
"Aku tahu, tunggu saja di sini, aku akan membantu kamu turun." Ucap Lishian yakin.
"Baiklah."
Lishian membuka mobil mewahnya dengan perlahan, sementara itu, sang sopir masih setia di jok kemudi.
Lishian beralih ke sisi sebelah kanan, dan kemudian membukakan pintu untuk Liyana..
Dan akhirnya turun..
Seorang gadis bak princess, bergaun panjang berwarna royal blue, dengan ikatan rambut yang di sanggul kecil, jangan lupakan hiasan dari mutiara aslinya terlihat turun dari mobil hitam mengkilat milik Lishian yang masih termasuk mobil antik dunia.
Semua orang terkejut melihatnya. Pasangan yang sangat serasi, dengan warna baju yang sama, dan menampilkan kemesraan mereka tanpa canggung di depan umum.
"Wahhh.. Sebenarnya mereka ini siapa?"
"Pasangan yang sangat serasi. Aku jadi iri.."
Dan masih banyak lagi pujian yang di lontarkan oleh beberapa tamu undangan di tempat itu.
"Lihatlah gadisnya, dia bahkan masih sangat muda, dan juga, sangat anggun. Cocok sekali bersanding dengan pria itu.."
"Eh? Bukankah itu mantan tunangan nona Fi Chan dulu, ya? Ternyata dia meninggalkan wanita itu demi gadis cantik ini, hhh.. aku lebih suka melihatnya dengan gadis itu, dia lebih cantik dari nona Fi Chan.."
"Iya, dan tentunya, lebih muda.."
Beragam omongan-omongan yang masuk ke telinga Liyana dan Lishian membuat mereka nampak tambah percaya diri untuk masuk.
Iya!!
Walaupun yang sebenarnya terjadi adalah, mereka bukanlah pasangan seperti yang di maksud orang-orang..
Liyana tertunduk menyadari posisinya saat itu.
Sadar diri Liyana, siapa kamu di tempat ini.. Kamu hanya wanita bayaran saja, mengapa kamu begitu percaya diri..
"Ada apa denganmu? Apa kamu baik-baik saja?" Lishian menyadari kalau wanita pasangannya malam ini begitu aneh setelah turun dari mobil.
"Tidak apa-apa, aku baik." Jawab Liyana dengan sedih.
Baik? Kamu terlalu bohong Liyana, karena sejujurnya, kondisi kamu sangat tidak baik saat menyadari kalau kamu hanya sebatas wanita bayaran. Jangan berharap lebih pada tuan Lishian di sisimu ini..
"Tegakkan kepala kamu, dan jangan malu, kamu berjalan satu garis denganku, jangan pikir semua orang harus melihat kamu menunduk."
"Baik." ( Jawab Liyana sesingkat mungkin ).
Kesedihan kamu, aku akan segera membayar semuanya.. Liyana, tunggu waktu yang tepat untukku mengakui kamu di depan semua orang, dan di saat hari itu tiba, hanya kamu wanita satu-satunya milikku.. Aku janji!!
__ADS_1