Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Gerald


__ADS_3

Liyana berjalan dengan santainya di bandara yang dia sendiri tidak tahu di mana letaknya. Pulau ini entah mengapa terlihat begitu asing. Meskipun banyak manusia yang berlalu lalang di sini, tapi tetap saja, semua tempat yang ada di pulau ini tidak pernah dia lihat di pencarian google. Sepertinya alasan Lishian mendirikan tempat di pulau seperti ini adalah supaya aman dari gangguan musuh.


Tak tak tak tak..


Langkah kakinya terdengar saling bersahutan dengan beberapa pengawal yang sengaja di kerahkan Lishian untuk mengawal kepergian mereka. Sementara itu, Liyana masih saja sibuk menatapi layar ponselnya sambil terus berjalan di sisi Lishian.


"Aku ingin menjadi ponsel, yang bisa kamu pegang di setiap waktu.."


"Cihh.. gombalan macam apa itu.. kuno !!"


"Aku tidak bercanda, sejak kita pergi satu jam yang lalu, kamu tidak pernah melepaskan perhatian kamu pada layar ponsel murahan itu, bisakah kamu berhenti memandanginya??"


"Cemburu pada ponsel?? Sungguh tidak masuk akal.. aku hanya sedang mencoba menghubungi Mira. Sejak beberapa hari yang lalu, dia tidak pernah mengangkat panggilan dariku, aku merasa cemas, dia tidak pernah melakukan hal ini padaku, apa mungkin dia sedang marah? Tapi apa alasannya.."


"Mungkin saja dia sedang sibuk. Penerbangan kita sekitar satu jam lagi, mau makan sesuatu terlebih dulu ??"


" Tidak, aku masih kenyang.."


" Jangan bilang kamu kenyang karena makan bubur kemarahanmu pagi ini.."


" Tentu saja, memangnya aku masak apa selain bubur ??"


" Tapi sekarang aku memang sedang lapar, ayolah, kita makan sesuatu dulu, aku akan minta penerbangan kita di undur sampai kita berdua selesai makan, bagaimana ??"


" Itu terlalu berlebihan, makanlah dengan cepat, jangan mentang-mentang punya uang, lalu seenaknya mengatur kehidupan orang lain demi diri sendiri, hargai juga mereka, kita tidak tahu apakah mereka tidak sedang dalam keadaan terdesak bukan.."


" Humm.. baiklah, ayo cepat, aku sudah sangat lapar.."


Lishian menggandeng tangan Yuna dengan erat menuju sebuah rumah makan yang letaknya masih bersebelahan dengan bandara.


Terduduk.


" Sudah pesan ??"


" Sudah, tunggu saja dulu.."


" Tuan.. setelah ini, apa kamu tidak akan memaksa aku untuk kembali ke rumah itu lagi ??"


" Memangnya kenapa ?? Apa kamu sangat takut dengan Lalisa ??"


" Tidak, urusan Lalisa sebenarnya urusan yang sangat mudah, hanya saja, aku sering kamu tinggal di sana, lebih baik kalau aku tinggal di asrama bersama Mira, meskipun tidak ada kamu, tapi setidaknya masih ada sahabat yang menemaniku.."

__ADS_1


" Di rumah itu juga ada Goyuan yang mau menemani kamu.."


" Tapi Goyuan itu seorang laki-laki, mana bisa aku meminta pria lain untuk menemani aku tidur.."


" Pria lain ?? Jadi maksud kamu, pria kamu hanyalah aku saja begitu ?"


"Cihh.. aku tidak bilang kamu priaku.."


"Wajah kamu bicara begitu.."


"Tuan, nona.. ini makanan kalian.."


Seorang pelayan cantik membawa sebuah nampan berisi makanan pesanan Liyana dan Lishian.


"Makanlah, nanti bisa dingin.."


...****************...


"Sesuai permintaan tuan Dong Fi, kami akan datang melamar putri anda dua hari lagi, terima kasih atas semua kebaikan tuan yang telah memaafkan putraku Lishian, dan mau menerima putra keduaku Yu Shen untuk menjadi bagian dari keluarga Dong Fi.."


"Jangan sungkan begitu," ( terlihat ramah ), "aku sangat senang karena ternyata putri keluarga Dong Fi, Fi Chan malah menyukai putra kedua keluarga Yu Huo.."


"Suatu kehormatan bagi kami bisa menjadi keluarga besar dengan tuan Dong.."


Mereka berdua sedang asik menikmati jamuan kopi khas keluarga Dong Fi, yang memang lezatnya membuat siapapun menikmati.


"Tidak apa-apa meskipun harus menikahi Yu Shen, yang penting, aku bisa menyelamatkan harga diriku.."


Wanita itu berbicara sendiri di balik tembok, sambil sesekali mengawasi obrolan ayah dan tuan Yu Huo di ruang tengah.


"Nona Fi Chan ??"


"Ah ?? Membuatku terkejut saja, ada apa ?? Apa ada yang salah ??"


"Tidak nona, ada seseorang yang ingin menemui anda, dia.." ( berbisik ).


"Apa ??" ( wajah berubah dalam beberapa detik ), "dia datang kesini ?? Apa dia akan bertanggung jawab terhadap bayiku ??"


"Entahlah.. dia sedang menunggu nona di kamar nona.."


"Baik, aku segera datang.."

__ADS_1


Fi Chan mengembangkan senyumannya dan berjalan menuju arah kamarnya. Pria yang menjadi ayah dari bayinya sudah menunggunya di dalam kamar, mungkinkah dia akan mengakui semuanya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Fi Chan ??


Cklek.


Setelah membuka pintu kamarnya, matanya langsung berbinar menatapi sesosok pria yang begitu muda sedang berdiri di sisi ranjangnya..


"Gerald ?? Kamu datang!?? Apa kamu datang untukku?? Aku sangat merindukan kamu..."


Grep!?


Wanita itu memeluk tubuh Gerald yang sangat proporsional itu dengan kedua tangan.


"Aku sangat merindukan kamu, apa kamu mau bertanggung jawab atas anak dalam kandungan ini Gerald ?? Aku hamil anak kamu, dan aku terpaksa menikah dengan orang lain untuk menutupi semua ini, aku tahu kalau kamu pasti akan datang membawaku pergi, bukan."


"Kenapa aku harus membawa kamu pergi?? Bukankah lebih baik kalau kamu bisa menikah dengan pria lain!? Jadi hubungan kita tetap aman, istriku tidak akan mencurigai hubungan kita berdua.."


"Apa maksud kamu?? Aku tidak mengerti, apa kamu memang tidak mencintai aku??"


'Cihh.. wanita tua seperti ini masih berharap mendapat cinta dari pria muda seperti aku?? Apa dia sudah sebegitu layunya..'


"Gerald, aku mohon.. ceraikan istri kamu, dan menikahlah denganku, aku mohon.."


'Sebenarnya, boleh juga kalau aku menikahi wanita ini, tentu saja hidupku akan serba berkecukupan, daripada dengan Zhana, wanita yang tidak bisa memberikan aku kehidupan yang tidak ada sebandingnya dengan wanita ini, tapi bagaimana aku bisa menikahi Fi Chan tanpa sepengetahuan Zhana ??'


"Gerald, anak ini butuh sosok seorang ayah.."


Wanita itu memeluk pinggang Gerald dengan sangat erat.


"Aku akan memikirkannya, tapi sebelum itu, aku harus membereskan keluargaku dulu, jika tidak penyakit jantung ayah pasti akan kambuh.."


"Bukankah kamu akan senang kalau tuan Shi mati, kamu bisa mendapat seluruh harta warisannya, bukan??"


"Harta warisan sudah di bagi dengan rata, aku tidak bisa mengelak, karena ayah membagi semua itu saat dia sendiri masih lemah, aku bingung harus bagaimana.."


"Misi kita sejak awal adalah, menikah dan menguasai harta orang tua kita bagaimanpun caranya, supaya kita bisa hidup tenang berdua bukan??"


'Rupanya sejak awal Fi Chan memang tidak pernah mencintai Lishian..'


"Tapi kau juga tahu jalannya tidak akan semudah itu, bagaimana kalau nanti Ellon mengetahui hal buruk yang sedang aku pikirkan?? Dia bisa saja membunuhku tanpa ampun.."


"Baiklah, aku akan menunggu kamu sampai siap, tapi bagaimana dengan pertunangan ku?? Mereka sudah setuju kalau acara pertunangan akan di laksanakan dua hari lagi, aku bisa apa??"

__ADS_1


"Turuti saja kemauan ayah dan keluarga calon priamu, selama kita berdua aman, dan bayi kita ini juga aman, maka kita masih bisa mencoba bertindak."


__ADS_2