
"Tapi Nyonya, jaringan di sana sangat sulit untuk di retas, aku yakin kalau tempat itu adalah tempat khusus yang di miliki dan di rahasiakan oleh Tuan Lishian selama ini dari kita semua!"
"Apa peduliku!? itu tugas kamu untuk membobol keamanan di tempat itu, yang jelas, aku hanya ingin rombongan itu semuanya tewas tanpa sisa!"
"Baiklah!" menunduk dan pergi dari hadapan Zhe Ruan.
"Huhh! akhirnya aku bisa menemukan kamu!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, di kota besar tempat tinggal Tuan Dong Fi dan Fi Chan, mereka berdua sedang berfoya-foya menghabiskan uang warisan dari Nyonya Fi Shuang yang sudah berhasil mereka dapatkan.
Dengan membeli beberapa barang mewah, dan berbagai macam benda elit dan berkelas dunia, dua orang itu terlihat sangat puas menikmati uang mendiang Fi Shuang.
"Ayah, nikmat sekali saat harus menghabiskan uang mendiang ibu yang tidak pernah ada habisnya ini!" ucap Fi Chan pada sang ayah.
"Kau tahu? sejak dulu, aku tidak pernah menghabisi orang itu karena seluruh aset kita masih atas nama dia! aku jadi tidak leluasa untuk mendapatkan semua yang aku mau. Tapi berkat kamu yang membuat ibu kamu percaya untuk menandatangani semua dokumen ahli waris itu, akhirnya aku bisa lega, dan bisa mengenalkan kamu pada seseorang."
"A?" Bingung, "seseorang? siapa itu?"
"Calon ibu baru untuk kamu!"
Prang!
Gelas berisi bir di tangan Fi Chan jatuh ke lantai, dan membuat Dong Fi terkejut mendengarnya.
"Fi Chan! apa-apaan kamu ini? kenapa harus jatuh segala?!" raut wajah sangat kesal.
"Apa ayah mau menikah lagi?"
"Tentu saja! ibu kamu tidak pernah memberikan ayah kamu ini sebuah kepuasaan selama dua puluh tahun terakhir, menurut kamu, apa selama sisa hidup ayah, hanya akan berakhir tanpa kepuasan? enak saja!"
Fi Chan mengerti akan kondisi ayahnya selama dua puluh tahun terakhir ini. Dia tersenyum dan belum mengerti apa yang terjadi di belakang dirinya.
"Memangnya siapa wanita itu? mungkin aku bisa mengerti keadaan ayah!" mengembangkan sedikit senyuman di bibirnya.
"Wanita itu, Zhe Ruan!"
"Apa?!" terkejut setengah mati, "Zhe Ruan kata ayah?"
"Iya! Zhe Ruan!!"
Tapi kemudian, sebelum akhirnya Fi Chan memberikan pernyataan apakah dia setuju atau tidak, seseorang telah datang lebih dulu, dan memberikan sebuah kabar khusus untuk Tuan Dong Fi!
"Tuan! ada yang harus saya bicarakan dengan anda Tuan! ini sangat penting!"
"Apa yang benar-benar penting hingga membuat kamu harus mengganggu momen bersama putriku ini?"
"Maaf Tuan, bisakah kita bicara berdua saja?" ucap sang pria memberi petunjuk pada Dong Fi.
Pria itu sebentar menoleh ke arah Fi Chan yang juga sedang menatap dirinya lebih tanda tanya.
"Kalau begitu, bicara di ruanganku saja!"
"Baik Tuan!"
__ADS_1
Dua orang itu berjalan menuju sebuah ruangan tempat Dong Fi bekerja.
Kreb!
Klik!
Pintu di kunci dengan rapat, sehingga bisa di pastikan tidak ada satu orang pun yang bisa masuk ke dalam sana!
"Apa yang ingin kamu katakan padaku?!" terduduk dan membaca selembar berkas dengan wajah santai.
"Tuan! saya baru saja mendapat kabar kalau ternyata, Nyonya Zhe Ruan pernah membuang seorang putri hasil hubungan perselingkuhan dengan anda!"
"Apa?!" raut wajah yang terkejut.
"Tuan! di ketahui ternyata Nyonya Zhe Ruan dulu melahirkan anak saat pulang dari tugas dengan anda di Amerika, dan membuang anak itu di sebuah hutan."
"Lalu, apa lagi yang kamu dengar setelah itu?"
"Kabarnya ada seseorang yang mengambil anak itu, tapi identitasnya belum di ketahui."
"Segera cari tahu mengenai orang tersebut, dan pastikan kamu pulang membawa anak tersebut ke hadapanku!"
"Baik Tuan!"
Pria itu kemudian segera pergi meninggalkan ruangan sang Tuan, dan akhirnya meninggalkan Dong Fi di dalam sana sendirian.
Hemp! anak? anakku dengan Zhe Ruan, ini adalah kejutan yang sangat besar.
Di kediaman Li Shanshan yang di tinggali oleh Yu Huo!
"Tidak mungkin!!!"
Pria itu sedang rusuh sendiri di dalam ruang kerjanya. Mengobrak-abrik semua yang ada di dalam ruangan tersebut, dan kemudian mengambrukkan meja di depannya dengan beringas!
"Hahhhh!!!!"
Gubrak!
Prang!
Bruk!
Bruk!
Bruk!
Semua benda di atas meja terlihat berjatuhan dan membuat seisi ruangan di penuhi oleh benda-benda berserakan.
"Bagaimana dokumen penting seperti itu bisa hilang!! apa di sini ada orang yang berkhianat padaku demi anak bajingan itu?!"
Pria itu merasa geram usai dirinya berhasil kehilangan semua berkas dan dokumen ahli waris dari mendiang Li Shanshan dan beberapa arsip penting perusahaan yang di kelola dirinya selama ini.
Dan dia mencurigai kalau seseorang telah menjadi pengkhianat di sini!
"Aku tahu di antara kalian pasti ada yang berkhianat padaku!!"
__ADS_1
Ucap pria itu pada beberapa pria di depannya.
Dia mengambil sebuah senjata kecil dari laci almari di sisinya, dan dengan perlahan mulai mendekati beberapa orang di depannya saat ini.
"A?"
Semua orang yang ada di depan matanya terlihat mundur, setelah mendapati sang Tuan akan mencoba membunuh mereka.
"Tuan! jangan bunuh kami! jangan bunuh kami semua Tuan!"
"I-iya Tuan! kami tidak tahu ada pengkhianat di sini, kami sungguh tidak tahu!"
"Mohon dengarkan penjelasan dari kami!" menunduk ketakutan.
"A? ngomong-ngomong, di mana pria itu?" mencurigai ada seseorang yang hilang.
"Pria yang mana?" tanya satu rekan lainnya.
"Tuan! aku tahu," menyadari sesuatu yang tidak beres, "pasti pria itu! pasti dia pengkhianat nya?!!"
"Siapa yang kamu maksud di sini?" menurunkan pist*l di tangannya.
"Pria yang tadi pagi aku temui di pelataran rumah Tuan, dia membawa sebuah koper dan berbicara padaku, kayanya dia akan mengirim suatu berkas ke kantor Tuan."
"Pria yang mana? aku tidak menyuruh siapapun untuk mengantar berkas ke kantor!"
"Kalau begitu, berarti orang itu.."
Bukk!! memukul salah seorang pengawal.
"Arkh!"
"Kalau begitu, tunggu apa lagi? segera temukan orang itu dan bawa dokumennya kembali padaku!"
"Ba-baik!!"
Mereka semua pergi keluar, dan mencari orang yang di maksud itu.
"Sial! bagaimana aku bisa memiliki anak buah yang sebodoh ini?"
Semua data dan surat ahli waris yang asli sudah berhasil di curi oleh seseorang, karena itulah pria bernama Yu Huo itu merasa sangat marah.
Lalu sebenarnya, siapa yang telah membawa lari surat-surat tersebut?
Jawabannya..
"Halo, iya Tuan! aku sudah berada di dalam pesawat, dan akan segera mengirim semuanya pada Tuan!" laki-laki itu masih muda, dan terlihat begitu gagah.
Dengan style bak anak muda yang kekinian, menenteng tas gendongan dan sepatu keren, dia terlihat begitu tampan, dan tidak memperlihatkan bahwa dirinya sebenarnya adalah orang suruhan dari seorang Tuan.
Wosh!
Dan pesawat itu akhirnya pergi meninggalkan kota S, menuju tempat yang akan di tuju oleh pria tersebut.
Pulau!
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️