
' Apa Tuan Yuanda sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan ??'
Lishian melepas pelukan sang wanita, dan akhirnya mencoba meraih beberapa berkas yang di letakkan sembarang tempat.
Membaca..
Yang di samping akhirnya ikut membaca..
" Apa ayah kamu pernah bekerja sebagai seorang CEO ??"
" Katanya dulu sebelum aku lahir, dia pernah memiliki perusahaan di kota S, tapi karena rekan bisnis yang curang, dia akhirnya bangkrut habis-habisan.."
Lishian kemudian mencari lagi di dalam semua laci yang ada, mungkin bisa menemukan sebuah petunjuk. Semua barang-barang tuan Yuanda dia keluarkan, dan kemudian, dia melihat sebuah foto yang tidak sengaja jatuh..
Memungut..
Melihat secara seksama..
Pria ini, sempat berfoto dengan ayahnya, tuan Yu Huo, dan satu pria lagi yang dia tidak tahu siapa itu...
" Ada apa ??"
" Ada sesuatu yang ganjil di sini.."
Dia membuka lagi sebuah kertas yang berisi beberapa berkas penting, dan setelah di rasa dia akan membutuhkannya suatu hari nanti, dia akhirnya memasukkan beberapa berkas itu ke dalam tas milik Yuanda.
Tring !!
Sebuah pesan terdengar masuk di ponselnya.
Qian..
' Tuan, paket yang anda maksud sudah kami temukan, isinya adalah.. foto Tuan Yuanda dan tuan besar Yu Huo, dan satu pria lagi yang belum di ketahui.. mungkin dia sudah tewas, kami memeriksa data pria itu di internet, tapi datanya benar-benar kosong..'
Dia menyimpan kembali ponselnya, dan akhirnya memutuskan untuk mencari beberapa barang yang mungkin akan jadi incaran seseorang. Mungkin saja kasus ini adalah kasus pembunuhan tanpa menyentuh.
Mulai mengobrak-abrik..
" Lishian apa yang sedang kamu lakukan ??"
" Kita harus segera mengemas semua barang-barang ayah kamu, dan jangan membiarkan orang lain menemukan apapun tentang ayah kamu, aku takut kematian ayah kamu bukanlah sesuatu yang wajar.."
" Apa ?? Maksudnya ??"
" Sudahlah, jangan cerewet, kalau kamu sudah selesai mengemas barang kamu, mari kita cari sesuatu yang begitu penting dari ayah kamu.."
" Aku tahu sebuah kotak yang selalu di simpan dengan aman oleh ayahku.."
Lishian berhenti.
__ADS_1
" Dimana kotak itu ??"
Liyana membuka sebuah kotak yang diletakkan di almari milik ayahnya, dan kemudian menunjukkan beberapa file di dalamnya..
" Ayah pernah bilang, jika suatu hari terjadi sesuatu pada ayah, cobalah untuk membuka beberapa berkas ini, disini banyak bukti yang menunjukkan kecurangan rekan bisnis ayah saat dia masih berjaya dulu.."
" Kemari.." ( mengambil sebuah kotak ).
Membacanya satu per satu..
Perusahaan Donghae...
Bukti kecurangan tuan Yu Huo..
Kasus kematian Tuan Li Shanshan...
Dan hasil tes DNA antara tuan muda Lishian dan tuan Li Shanshan membuktikan kalau mereka..
Memiliki hubungan darah sebagai ayah dan anak !!
Deg !!!
' Apa ?? Apa ini semua ??! mungkinkah, aku bukan putra sulung dari tuan Yu Huo ??'
Marga Yu
Li Shanshan..
Agak membuat dia.. merasa benar, dugaan ini, mungkinkah benar ??
Lalu bagaimana bisa dia menjadi anak sulung dari tuan Yu Huo selama tiga puluh satu tahun terakhir ?? Mungkinkah.. tuan Yu Huo yang sudah menyebabkan semua keganjilan ini ??
Melihat lagi .
Ini.. bukti kecurangan tuan Yu Huo. Mungkinkah rekan bisnis yang di maksud tuan Yuanda adalah.. tuan Yu Huo ayahnya ?? Mengingat foto di tangannya memperlihatkan dengan jelas kalau mereka bertiga sempat berteman. Yuanda, Yu Huo, dan satu lagi.. mungkin dia yang bernama Li Shanshan.. ayahnya..
" Lishian, kenapa aku mengira kalau kamu lebih mirip orang ini di banding ayah kamu ???"
" Karena.. mungkin saja.. aku bukan anak kandung tuan Yu Huo, tapi pria ini.. adalah ayah kandungku.."
" Apa ??"
" Disini ada hasil tes DNA yang menunjukan kalau tuan Li Shanshan adalah ayah kandungku, dan ayah kamu yang sudah menyimpannya, dia tahu segalanya tentang aku dan keluarga Yu Huo.. dan mungkin saja, kematian ayah kamu, ada hubungannya dengan tuan Yu Huo.."
" Apa ????" ( terkejut bukan main ).
" Tapi sebelum kita mencurigainya, lebih baik kita cari dulu apa penyebab semua ini yang sebenarnya, tidak bisa juga membuka masalah yang hanya berbekal bukti ini, kita harus mencari tahu apa yang terjadi pada masa lalu kita berdua, aku yakin, kamu dan aku bukanlah orang yang tertimpa masalah biasa, tapi agak sedikit.. rumit..."
' Dugaanku benar, tuan Yuanda mengetahui sesuatu tentang aku..'
__ADS_1
...****************...
" Tuan muda Shi ? Apa anda serius ingin aku bermalam di rumahmu ??"
" Kenapa harus ragu ?? Aku ini calon suami kamu, jadi tidak perlu merasa begitu.."
" Bukan begitu tuan, tapi bagaimana dengan kuliahku ?? Aku juga harus mengejar S2 ku bukan ??"
" Apa jarak dari rumahku dan kampus begitu jauh, sampai kamu benar-benar takut akan ketinggalan pelajaran.."
" Ya jauh lah.. lagipula kalau naik taksi, bisa memakan waktu sampai satu jam lebih, sedangkan kalau dari rumahku aku hanya akan memakan waktu lima belas menit kalau jalan kaki.."
" Alasan !! Aku akan minta seseorang untuk mengirim kendaraan roda dua milikku, dan jangan cemas, kamu hanya akan menyita waktu lima belas menit untuk perjalanan, sekarang, nikmati waktu kamu disini, itu kamar kamu.."
" Bagaimana kamu bisa sekejam ini padaku, apa aku punya sebuah kesalahan ??"
" Kesalahan kamu hanya satu, menolak perjodohan antara kita berdua, aku jadi penasaran dengan kamu, gadis seperti apa yang berani menolak tuan muda tampan seperti aku.."
" Hhh.. Tinggi sekali percaya dirimu, sungguh malu melihat pria seperti kamu harus jadi suami aku kelak, hhh.. apa tuhan tidak salah mengirimkan aku jodoh ?? Kenapa bisa orang seperti ini ??" ( menggerutu ).
Sambil berjalan menuju ke dalam kamar..
Ellon menatapi gadis itu dengan seksama . Hhhh.... ayah kamu punya hutang padaku, jadi jangan berpikir bisa membawa kamu keluar dari tempatku dengan mudah..
...****************...
Tap tap tap tap tap tap.
Langkah kaki dua orang beserta beberapa pengawal terdengar begitu gusar. Mereka memilih untuk pergi ke sebuah tempat yang sudah pasti aman untuk Liyana. Sebelum Lishian berhasil memecah teka-teki ini, kalau bisa Liyana harus berada dalam genggaman orang yang bisa dia percaya.
" Halo, Goyuan.. datang ke pulau, aku punya masalah serius.."
Bicara melalui ponsel.
" Tuan, kita mau kemana ?? Aku masih ada kelas besok pagi, apa kita akan pergi begitu lama ??"
" Minta sahabat kamu untuk mengajukan izin untuk kamu, bilang untuk beberapa hari ke depan, kamu tidak bisa masuk karena sakit.."
" Apa ?? Tapi.."
" Turuti saja apa kataku, aku tidak bisa membiarkan kamu berada dalam bahaya.."
" Tapi tuan.."
" Bisa mendengar kataku tidak ?? Kalau tidak bisa, ya sudah.. tinggallah disini, dan aku tidak akan menjamin kamu bisa selamat atau tidak.."
" Baik.." ( lirih ).
Pria ini terkadang begitu menghangatkan, namun terkadang juga membuat dia merasa begitu tidak dihargai.. Dan juga dingin.. Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan Lishian mengenai dirinya..
__ADS_1