Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Rahasia Zhe Ruan


__ADS_3

Hiks hiks hiks...


Cklek!!


Menoleh..


"Ayah!!!!!!"


Hap?!?


Memeluk Dong Fi!


"Ayah, ibu telah tewas...." Ucap Fi Chan sembari berderai air mata.


Sebenarnya dia pun sama seperti ayahnya, yang tidak peduli sekalipun meskipun ibunya harus tewas dengan cara apapun.


Mungkin saja dia pun tahu kalau Dong Fi yang sudah meracuni Fi Shuang lewat teh yang dia suguhkan pada Fi Shuang sebelum Dong Fi pergi menuju hotel.


"Aku tahu, kamu tidak perlu berpura-pura pada ayah.."


Fi Chan membersitkan senyuman di bibirnya dengan tipis, pertanda kalau dia begitu senang atas apa yang di lakukan Dong Fi untuk mereka berdua.


"Tidak perlu berlebihan. Aku yang sudah meracuni dan menyewa dokter gadungan itu."


"Terima kasih ayah, ayah telah melakukan semua ini di waktu yang tepat. Ibu sudah menandatangani semua dokumen ahli waris tadi sore. Dan hasilnya, kita berdua mendapat hasil yang adil."


"Hemm. Bagus! Aku tahu kamu bisa menjalankan rencana ini dengan sangat baik.."


"Ya!"


Gerald yang sudah tinggal di kediaman Dong Fi sejak beberapa hari lalu merasa kematian Nyonya Fi Shuang yang tidak lain adalah calon ibu mertuanya itu, hanya bisa mengawasi semuanya dengan diam-diam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi Harinya....


Tak!


Tuan Shi sedang asik membaca koran sambil menghadap satu cangkir teh ramuan miliknya di atas meja.


Tapi dia kemudian mendapat berita tentang kematian Fi Shuang yang terdengar sangat mengejutkan.


Dia belum curiga tentang perceraian Zhana dan Gerald, karena mantan istri Gerald itu hanya bicara kalau dia akan berlibur ke rumah orang tuanya di kampung dengan Shi Lui hari itu.


Tentu saja semua orang memang sudah sepakat untuk berbohong pada pria penyakitan ini. Mereka semua khawatir kalau-kalau penyakit jantung Tuan Shi akan bereaksi setelah mendengar pernyataan tentang perceraian anak bungsunya itu.


Tring!


'Tuan, nyonya Fi Shuang meninggal tadi malam."


Dia membaca sebuah pesan masuk di ponselnya, dan merasa agak terkejut.

__ADS_1


"Astaga.. Nyonya yang baik hati itu telah meninggal. Penyakit yang di idap selama hampir dua puluh tahun itu akhirnya berhasil menewaskan dia..."


Ellon dan Mira berjalan mendekati Tuan Shi yang masih setia duduk di sofa ruang tengah.


"Ada apa ayah?" tanya Ellon dengan cemas.


Mereka berdua terduduk dengan wajah penuh tanda tanya.


"Nyonya Fi Shuang, dia telah meninggal dunia tadi malam, ayah baru saja mendapat kabar dari orang kepercayaan ayah yang baru."


Sekarang Shi sudah tahu semua yang terjadi antara Tuan N dan Tuan Dong Fi yang telah mengkhianatinya. Tapi hanya sekedar itu, tidak lebih.


Untung saja, saat Ellon mengatakan semuanya pada Tuan Shi, dia sudah berhasil merebut kembali uang yang di gelapkan oleh Tuan N di malam itu. Karena itulah Tuan Shi tidak begitu terkejut.


"Meskipun Tuan Dong Fi sudah menipu ayah dan perusahaan kita, tapi istrinya tetaplah orang yang sangat baik, Nyonya Fi Shuang itu, adalah wanita terbaik yang pernah saya temui."


Ellon menatap wajah Shi yang terlihat berharap sesuatu padanya.


"Lalu kita harus bagaimana sekarang?" tanya Ellon langsung pada intinya.


"Ayah akan ikut melayat. Ayah akan minta asisten dan juga pengawal ayah untuk ikut serta, supaya aman." Bangun dan segera berjalan dengan pelan.


Kondisi tubuhnya yang sudah lemah memang membuat pria itu tidak bisa bergerak secara leluasa.


Sementara, yang masih duduk di kursi akhirnya mengepalkan kedua tangannya.


Kalau sampai ayah melihat Gerald di rumah Dong Fi, apa yang akan terjadi nantinya?


"Ellon? Kamu mau ikut atau tidak, terserah padamu, ayah akan pergi, kalau kamu mau ikut, ajak pula istri kamu!"


"Kenapa? Lagi pula ayah tidak akan berjalan ke rumah itu dengan kaki, jangan cemaskan ayah."


"Tidak! Ayah mau mendengar kataku atau tidak? Jangan pergi ke pemakaman! Kesehatan ayah lebih penting dari apapun!"


Mendengar anaknya benar-benar keras menasehatinya, membuat Shi akhirnya memilih untuk mengalah.


"Huhh! Baiklah, ayah akan menuruti ucapan kamu, terima kasih sudah peduli pada ayah.."


"Iya! istirahat saja di rumah! aku dan istriku, Mira, akan datang ke pemakaman Nyonya Fi Shuang nanti."


"Baiklah!"


Tunggu dulu!!


Apa barusan Ellon memanggil Mira dengan sebutan istri!?


Iya!!


Mereka sudah resmi menikah beberapa hari yang lalu, dan hanya membuat pernikahan yang sederhana saja. Bahkan semua sahabatnya tidak ada yang tahu.


Lagi pula, pernikahan ini bukan berdasar pada cinta!

__ADS_1


"Ayo! Kita segera bergegas!" Ajak Ellon pada istrinya, Mira.


Mira hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan, dan berjalan membuntuti suaminya ke dalam kamar.


Andai saja dia benar-benar menganggap aku istri yang dia cintai..


Huhh!!


Semua orang di dalam cerita ini saling menghadapi beragam masalah yang pelik!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dong Fi tidak bisa menggunakan Shuimo untuk membunuh dan membuat kehidupan Lishian hancur! Jadi, apa boleh buat, Zixin adalah yang selanjutnya!"


Menghubungi seseorang!


"Halo, segera kepung kediaman tuan muda Zixin! Buat dia menjadi pelaku pembunuhan Lishian selanjutnya! Ancam dia dengan nama perusahaan keluarganya!"


"Baik!"


Bip!


"Kalau sudah begini, mau apa lagi kamu Lishian? Menghancurkan aku? Yang benar saja! Aku sudah bersusah payah mencapai semua impianku, lalu kamu datang begitu saja ingin mengacaukan segalanya! Lihat saja siapa yang akan menang nanti!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak!


Zixin meletakkan satu gelas bir di atas meja, dan beralih pada ponsel di tangannya.


"Siapa lagi yang menghubungi aku? Pasti pria tua itu! Dia sungguh mencemaskan aku, hingga sepagi ini saja, dia sudah menghubungi aku sebanyak tiga kali. Huhh!" ucap pria itu sambil meraih ponsel di atas meja.


Bip!


"Kenapa lagi? Apa masih belum puas membuat aku harus menggunakan dua puluh personel kamu untuk berjaga di rumahku?"


"Dengarkan aku! kita semua harus segera ke pulau. Ini keadaan darurat. Ellon juga, bawa Mira ke sana juga, ternyata Zhe Ruan bekerja sama dengan Dong Fi! Dan Yu Huo, dia sudah memanipulasi semua dokumen ahli waris dari mendiang ayahku, kita harus merencanakan sesuatu untuk mencegah tindakan mereka!"


Suara Lishian terdengar begitu serius.


Sudah berulang kali Lishian mencoba menghubungi Zixin, dan memberitahu pria itu untuk pergi ke pulau dengan segera. Tapi nyatanya, Zixin tetap tidak percaya!


"Apa Zhe Ruan sudah tahu tentang bukti yang ada di tanganku sekarang?" Dia mulai merasa cemas.


"Ya! Dia sudah tahu!"


"Baiklah, aku akan berkemas, dan pergi dengan anggota kamu yang membuat aku kesal itu!"


Bip!


"Hhh! Apa ini artinya, aku sudah boleh bicara siapa anak yang di buang oleh Zhe Ruan itu?"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2