
Pagi hari jalan kota telah ramai dengan berbagai kendaraan pribadi maupun umum yang digunakan masyarakat untuk memulai pagi mereka.
Sama halnya dengan wanita cantik yang mengendarai sepeda montor untuk membelah jalan kota yang macet menuju ke tempat kerjanya.
“kenapa macet segala, untung ini masih pagi jadi aku tidak terlalu terburu-buru” ucap wanita yang mengendari sepeda montor untuk berangkat kerja.
setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya wanita tersebut sampai di salah satu gedung tinggi yang bertulis VARMOND COMPANY.
Varmond Company adalah perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang yang sudah diakui diseleruh dunia, menjadi perusahaan nomor satu di negara Y dimana hampir menguasai ekonomi negara Y.
Wanita tersebut masuk ke gedung perusahaan varmond company sebagai salah satu karyawan yang berkerja dalam bidang keuangan, dia menjadi staf devisi keuangan yang baru dimana dia baru bekerja selama 3 bulan di perusahan tersebut.
Wanita itu memasuki lift menekan tombol anggak 5 untuk menuju tempat kerjanya, gedung varmond company memiliki 25 lantai dimana setiap lantai di isi dengan devisi yang berbeda-beda.
Untuk devisi keuangan sendiri berada di lantai 5, jadi dia menaiki lift ke lantai 5 untuk menuju tempat dia bekerja.
Sesampai di lantai 5 wanita tersebut melihat banyak temanya yang sudah sampai lebih dulu dari pada dia.
“pagi za, kenapa dateng-dateng mukanya sudah kusut seperti itu?” tanya salah satu teman kerja wanita tersebut.
“bagaimana gak kusut kak, pagi-pagi sudah terjebak macet untung aku pakai montor kalau tidak mungkin masih dijalan kak” ucap wanita tersebut.
“hahaha kamu tahu sendirikan kalau pagi pasti macet” ucap teman wanita tersebut
“tapi hari ini macet parah kak, tidak seperti biasanya” ucap wanita tersebut dengan kesal
“oh kasihan cini-cini kak punya perman mau?” ucap teman wanita tersebut
“kak, aku bukan anak kecil yang bisa dibujuk dengan menggunakan permen” ucap wanita tersebut kesal.
“hahahaha, iya deh atalia azahra sudah besar, maaf ya” ucap teman wanita tersebut yang bernama lengkap ATALIA AZAHRA.
Atalia Azahra atau akrab di panggil aza berusia 23 tahun yang sudah bekerja 3 bulan di varmod company. Aza merupakan salah satu lulusan terbaik di universitas A yang membuatnya di rekrut menjadi karyawan varmod company 3 bulan yang lalu.
__ADS_1
Aza sangat beruntung karena setelah lulus langsung mendapatkan pekerjaa, meski dia sudah bekerja di caffe dekat kampusnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Aza sudah tidak memiliki orang tua, mereka meninggal saat aza berusia 18 tahun dan orangtua aza tidak memiliki sanak saudara yang dapat membantu aza, dengan terpaksa aza harus memenuhi kebutuhannya sendiri.
Dulu waktu kuliah aza sering tidak makan agar dia bisa menghemat pengeluaran dan bisa menabung. Untung saja orangtua aza masih mewariskan rumah yang dulu mereka tempati jadi aza tidak perlu khawatir tentang tempat tinggal.
Setelah bertegur sapa dengan teman-teman kantornya aza kembali mengerjakan pekerjaanya yang menumpuk, “huh” aza menghela nafas berat melihat pekerjaannya yang menggunung, “mungkin aku akan lembur lagi hari ini” ucap aza lesu.
“kenapa za? Pagi-pagi mukanya di tekuk seperti itu?” ucap salah satu teman kerja aza yang bernama Voleva Anjani atau biasa dipangging kak eva.
Kak eva teman pertama aza saat baru masuk kerja, dia juga yang membantu aza saat massa trening jadi aza menjadi akrab dengan kak eva.
“lihat ni kak, aku baru bekerja disini 3 bulan tapi pekerjaanku sama seperti senior lain, ujung-ujungnya nanti lembur buat mengerjakan mereka semua” ucap aza sedikit mengeluh, jujur aza senang mendapat kepercayaan dari atasan dia karena mendapat pekerjaan sama seperti senior lainya tapi dia juga sedih karena pekerjaan yang dia miliki sangat banyak.
“itu berarti pak hendra percaya sama kamu dan mampu mengerjakan mereka semua jadi kamu tidak dianggap remeh oleh mereka meski kamu masih baru” ucap kak eva lembut, dia sudah menganggap aza seperti adiknya sendiri.
“benar juga kak tapi lihat ini seperti gunung, kapan akan selesainya coba? Pak hendra sungguh kejam” ucap aza membuat muka memelas, sedangkan kak eva hanya menanggapi dengan senyum.
“jadi saya kejam begitu za” terdengar suara laki-laki dari belakang mereka, otomatis aza dan kak eva menoleh ke belakang.
“eh pak hendra, apa kabar pak? Bagaimana pagi bapak apakah lancar?” ucap aza dengan senyum canggung, begitupun dengan kak eva yang memamerkan senyum manisnya agar atasan mereka pak hendra tidak marah karena ketahuan sedang membicaraka dia.
“jadi apa maksudnya saya kejam tadi? Bisa kalian jelaskan?” tanya pak hendra pada aza dan kak eva, pak hendra atau Herdrawan Haryono kepala devisi keuangan yang memiliki sikap yang tegas dan proveksionis dimana dia sangat mengutamakan proses dan hasil kerja dari para karyawannya.
Pak hendra termasuk atasan yang baik, dimana banyak atasan yang menggunakan kedudukan mereka untuk memerintah dan menindas bawahan mereka tapi pak hendra sangat menghormati dan menghargai karyawan yang memiliki kinerja yang baik tanpa pandang bulu.
Bahkan pak hendra juga menghormati setiap karyawan perempuan mereka dengan memberikan fasilitas yang membuat karyawan wanitanya nyaman.
“tentu tidak pak, siapa bilang pak hendra itu kejam sebaliknya pak hendra itu sangat baik dan perhatian dengan karyawan lain terutama karyawan baru seperti saya jadi mana mungkin bapak kejam” ucap aza mencoba membohongi pak hendra, mana mungkin aza membenarkan peketaannya tadi bisa-bisa pekerjaanya akan ditambah lagi.
“benarkan?” ucap pak hendra tidak percaya
“tentu benar pak, tanyakan saja dengan kak eva” ucap aza
__ADS_1
“benar eva apa yang dikatakan aza” tanya pak hendra pada eva
“tentu saja pak, mana mungkin bapak kejam mungkin bapak salah dengar tadi” ucap kak eva membantu aza.
“baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian jangan ngobrol terus, kalau mau ngobrol nanti waktu istirahat saja” ucap pak hendra
“iya pak” ucap aza dan kak eva berbarengan.
Setelah mendapat jawaban dari aza dan kak eva pak hendra kembali berkeliling untuk melihat karyawan yang lain.
Aza dan kak eva yang melihat pak hendra telah pergi menghembuskan nafas lega, “untung gak ketahuan za, kalau tidak bisa-bisa kamu akan mendapat tugas yang lebih banyak” ucap kak eva.
“iya kak, untung kita bisa mengelak kalau tidak habiskan aku” ucap aza menghela nafas lega.
“memang apa yang terjadi” ucap suara dari belakang aza yang membuat mereka berdua kaget.
“astaga kak sandra, kenapa tiba-tiba dibelakang aza, kalau aza jantungan bagaimana?” ucap aza mengelus dadanya.
“hehehehe maaf soal kalian serius sekali jadi waktu aku sampai kalian masih tidak sadar kalau aku disamping kalian” ucap wanita tersebut yang dipanggil kak sandra oleh aza.
“huh” aza mendengus sebal karena masih marah pada kak sandra, atau Sandra Pratiwi merupakan teman kerja aza yang akrab dengan aza selain kak eva.
“idih masih marah juga, kan udah minta maaf za, dosa lho kalau tidak dimaafkan apa lagi dengan orang yang lebih tua” ucap kak sandra pada aza.
Aza yang mendengar perkataan dari sandra hanya bisa menghela nafas panjang, memang aza tidak bisa marah dengan kak sandra maupun kak eva karena menurut aza mereka berdua sosok kakak yang baik bagi aza.
“iya iya aza maafkan tapi dengan satu syarat” ucap aza
“pakai syarat-syarat segala, kalau begitu apa syaratnya agar adik manisku ini bisa memaafkan kakak yang cantik ini” ucap kak sandra pada aza
“syaratnya kak sandra harus traktir aza makan es krim sepuasnya tidak boleh tidak” ucap aza dengan
nada antusias.
__ADS_1
“dasar bocah udah besar juga masih suka makan es krim, baiklah nanti pas hari minggu kita ke mall bareng untuk belanja sekalian refresing” ucap kak sandra.
Setelah mereka berbincang sebentar mereka bertiga kembali ke tempat masing-masing untuk mengerjakatan tugas yang harus mereka selesaikan.