
Aza pergi untuk membuatkan minuman untuk mereka sedangkan nando dan kevin saling menatap dengan tatapan membunuh satu sama lain.
“nando kamu pasti sangat beruntung memiliki sekretaris seperti aza yang cekatan dalam segala hal” ucap kevin
“tentu kevin, aku memiliki ISTRI seperti aza” ucap nando dengan menekankan kata istri.
“sayang sekali aku sedikit terlambat merekrut aza menjadi salah satu karyawan dari perusahaan wijaya, padahal dulu aza pernah berkata akan menjadi asisten pribadiku setelah lulus” ucap kevin
“memang sayang sekali kevin, tapi aku juga beruntung karena keterlambatanmu aku bisa berjumpa dengan aza dan mempersuntingnya” ucap nando
“benar nand, padahal dulu kami selalu bersama bahkan kami dulu sering bermain yah seperti nonto dan hal lainya, bahkan teman-teman aza berfikir bahwa kami pacaran dan mendo’akan kami akan menikah” ucap kevin dengan senyum kecil
Nando mengepalkan tanganya dia tidak tahu kedekatan aza dan kevin seperti itu, “itu masa lalu kevin, memang orang berfikir apa tapi takdir yang menentukan sekarang aza menjadi istri dan anak-anak kami kelak” ucap nando
“benar itu semua masa lalu, tapi itu kenangan yang indah bahkan tadi aku berbicara dengan aza dia masih mengingatnya” ucap kevin
“benarkah?” ucap nando dengan tangan terkepal
“iya, selama kami menuju ke ruang anda, tapi mengobrol bersama aza mengingat semua kenangan kebersamaan kamu dulu, yah mau bagaimana lagi itu semua momen yang sangat membagaiakan jadi akan terus diingat selamanya” ucap kevin, dia tahu nando mulai terpancing emosi tapi dia tidak peduli.
“kenangan hanya bisa diingat kevin hanya akan menjadi kenangan saja” ucap nando, “memang benar itu hanya kenangan hanya bisa di ingat” ucap kevin.
Tok tok tok
“masuk” ucap nando
“permisi pak” ucap andi masuk ke ruang nando tapi andi merasakan hal yang aneh, dia merasakan bahwa temperatur di sini sangat dingin tapi AC di sini suhunya seperti biasa.
“ada apa di?” ucap nando, “oh ini pak semua berkas rencana perjanjian dengan perusahaan wijaya” ucap andi memberikan berkas tersebut pada nando
“kamu boleh keluar” ucap nando dengan nada dingin
“baik pak saya permisi” ucap andi pergi dari ruang tersebut, “huh apa yang terjadi di dalam seperti di kutub utara” ucap andi mengelus dada lega karena sudah keluar dari ruang nando.
“ada di, kenapa kamu pucat sekali” tanya aza membawa nampan yang berisi kopi untuk kevin dan nando
“tidak ada nyonya, hanya ruang pak nando seperti daerah kutub sangat dingin” ucap andi
“benarkah? Apa temperatur aza terlalu rendah” ucap aza bingung tadi aza menyalakan AC pada temperatue seperti biasa.
__ADS_1
“tidak nyonya, tapi kitanya pak nando sedang marah jadi ruang pak nando terasa dingin” ucap andi yang sempat melihat nando mengepalkan tanganya pertanda dia sedang manahan amarah.
“kenapa bisa marah? Apa kevin melakukan kesalahan” ucap aza,
“sepertinya tidak nyonya saya lihat tuan kevin biasa-biasa saja dan mereka juga tidak bertengkar” ucap andi
“apa yang mebuat nando marah?” ucap aza.
“saya juga tidak tahu nyonya tapi mending nyonya berhati-hati kalau tuan nando marah dia seperti raja iblis yang siap membunuh musuhnya” ucap andi takur membayangkan nando benar-benar marah dan pasti dia yang akan menjadi pelampiasan.
“hahahaha memang itulah bosmu di jadi kamu juga berhati-hati” ucap aza tertawa melihat andi yang ketakutan karena aza tahu kalau nando marah pasti adni yang kena getahnya.
“iya nyonya, tapi kalau bisa nyonya coba tenang pak nando kalau tidak saya pasti yang menderita” ucap andi memelas pada aza
“iya aku akan berusaha menenangkan manusia kutub itu, ya sudah aku masuk dulu keburu dingin nanti” ucap aza masuk ke dalam ruang nando
Tok tok tok
“permisi pak” ucap aza masuk ke dalam ruang nando, “ini pak kopinya” ucap aza memberikan kopi tersebut pada nando dan aza.
“makasih za” ucap kevin menerima kopi dari aza, “terimakasih bunny” ucap nando memberikan senyum pada aza.
“sama-sama saya pergi dulu pak” ucap aza meninggalkan mereka, “tunggu bunny kamu di sini saja, aku butuh kamu untuk membantuku” ucap nando menahan aza agar tidak keluar dari ruang tersebut
Karena aza tidak mau membuat nando marah maka aza segera duduk di samping nando.
“kevin bisa jelaskan perjanjian yang kalian ajukan” ucap nando
“baik nando, jadi dalam kerja sama ini meliputi......” ucap kevin menjelaskan isi dari perjanjian yang akan di ajukan oleh perusahaan wijaya
Aza sebagai sekretaris nando aza bekerja profesional dia mencatat semau hal yang penting yang menjadi poin dari isi perjanjian.
Nando pun sama dia mendengarkan dengan seksama, “bagaimana tuan nando?” ucap kevin setelah selesai mempresetasikan isi perjanjian tersebut.
“semua sudah bagus, mungkin ada beberapa yang harus sedikit di revisi tuan kevin” ucap nando memberikan masukan.
“terimakasih nando, kalau itu bisa nanti kita diskusikan lebih lanjat bisa....” ucap kevin kembali menjelaskan beberap nando tidak setujui, nando sendiripun juga memberikan beberapa masukan dan revisi.
Dua jam sudah mereka berdiskusi, “terimakasih nando, kami berjanji kerja sama ini akan menguntungkan bagi kedua perusahaan” ucap kevin menjabat tangan nando.
“sama-sama kevin saya harap kerja sama ini lancar bisa membuat kita sukses” ucap nando menjabat tangan kevin.
“sekali lagi terimakasih” ucap kevin sambil tersenyum
__ADS_1
“tapi nando bisa aku minta sesuatu padamu?” ucap kevin dengan serius, “permintaan apa kevin?” tanya nando penasaran.
“oh hanya permintaan kecil, saya ingin mengajak aza untuk makan siang bersama, karena sudah lama saya tidak bertemu aza” ucap kevin
Senyum di wajah nando langsung menghilang tapi sebelum dia bicara aza lebih dulu menjawab kevin, “tentu bisa kak, kan aza tadi sudah janji kalau nanti makan siang bersama” ucap aza.
“benarkah, kalau begitu ayo ini juga sudah makan siang” ucap kevin mengajak aza,
“pak nando saya makan siang dengan kak kevin dulu, nanti saya langsung pulang ke rumah” ucap aza
“kamu pulang ke rumah? Bukankah masih jam makan siang” tanya kevin
“iya kak, aza cuman kerja sampai jam makan siang saja, habis itu aza akan pulang untuk merawat baby elo” jawab aza
“benarkah? Kalau begitu biar kakak nanti antarkan kamu pulang bagaimana?” jawab aza
“bagus kalau begitu kak jadi nanti aza tidak perlu cari taksi bisa hemat ongkos taksi hehehehe” ucap aza sambil tersenyum
“hahahaha kamu masih seperti dulu za” ucap kevin tertawa,
Nando melihat interaksi aza dan kevin menjadi geram di tambah rencana kevin ingin mengajak aza makan siang bersama.
“tidak bisa aza tidak ada waktu untuk menerima undangan anda kevin, dia sudah janji makan siang dengan saya” ucap nando
“benarkah? Saya tidak janji pak dan hari ini bapak ada janji makan siang dengan investor dari dubai” ucap aza
Nando langsung terdiam memang hari ini dia ada janji makan siang dengan investor dari dubai jadi nando tidak bisa mengantarkan aza lebih lagi janji makan siang itu tidak bisa di batalkan.
“kamu juga ikut” ucap nando singkat, “bukanya andi yang ikut pak, dia sudah membuat reservasi dan sudah berkomunikasi dengan para investor tersebut” ucap aza
Nando tidak bisa membantah lagi memang andi yang menyiapkan semua yang di perlukan.
“ayo za kita makan siang sekarang kakak sudah lapar” ucap kevin mengajak aza.
“baik kak” ucap aza, “pak nando saya makan siang dulu, dan nanti saya akan di antar kak kevin pulang jadi pak nando tidak perlu khawatir” ucap aza
“ayo kak kita pergi” ucap aza pergi meninggalkan nando yang masih diam menahan amarah.
Mohon dukung author dengan rate, like comen dan vote
__ADS_1
Terimakasih