
Seperti yang nando ucapkan baby elo harus tidur dengan bibi tapi apalah daya sehabis makan malam baby elo tidak mau lepas dari aza, dia akan menangis keras apabila berjauhan dengan aza sedikit pun dan itu membuat nando frustasi.
“ayolah baby, kamu harus tidur dengan bibi gantian papa yang tidur dengan mama” ucap nando pada baby elo yang sekarang berbaring di ranjang nando
Seakan mengerti ayahnya yang tidak suka dia berada di sana baby elo membalas nando dengan mengocehnya seakan memarahi nando.
“sudahlah teddy, biar baby elo tidur di sini, biasanya juga dia tidur di sini dan teddy tidak keberatan” ucap aza
“itu dulu bunny tapi sekarang beda, baby terus memonopolimu dia tidak memberi aku kesempatan untuk berdua denganmu” ucap nando frustasi dengan sikap anaknya yang terus menempel pada aza.
“baby masih kecil jadi wajar kalau dia membutuhkanku jadi malam ini mengalah ya” ucap aza
Nando dengan terpaksa mengiyakan perkataan aza, dia berbaring di sebelah baby elo yang ada di tengah
“bunny apa kamu mau bulan madu?” tanya nando
“bulan madu?” ucap aza
“iya bulan madu, kita sudah menikah selama satu bulan, tapi karena dulu kita masih belum mengerti perasaan masing-masing jadi tidak ada bulan madu, jadi apakah kamu mau bulan madu?” ucap nando
“emmm bagaimana ya” ucap aza bingung, dia masih belum siap untuk melayani nando tapi aza juga tidak mau nando kecewa.
“jangan terlalu di paksakan, kalau kamu belum siap tidak apa-apa aku akan menunggumu” ucap nando, dia paham aza belum siap dan nando juga tidak akan memaksa aza dia ingin aza cepat menerimanya.
“makasih teddy kamu mengerti aku, memang aku belum siap dan aku janji aku akan segera siap untukmu” ucap aza berterima kasih dengan nando yang mengerti dengan keadaan aza.
“tetap di sampingku saja sudah cukup untukku, kamu tidak perlu memikirkan yang lain biar waktu yang akan menjawab” ucap nando mencium kening aza.
“baik teddy” ucap aza tersenyum
“tapi sepertinya baby sudah tidur” ucap nando yang melihat baby elo sudah tertidur
__ADS_1
“benar baby sudah tidur, dia lucu sekalli kalau seperti ini” ucap aza yang melihat baby elo tertidur
“iya lucu tapi dia mulai menyebalkan, sebenarnya sifatnya menurun dari siapa sih, dulu dia sangat penurut tapi sekarang dia sangat menyebalkan” ucap nando
“hahahha bukankah itu menrurun dari kamu teddy” ucap aza
“tidak, aku orang yang baik dan penurut aku tidak menyebalkan seperti baby elo” ucap nando membanggakan diri sendiri.
“benarkah? Kalau menurutku kamu itu sama nyebelkan dengan baby elo, bedanya baby eli masih bayi dan kamu seperti bayi besar yang setiap kali merengek pada ibunya” ucap aza
“aku tidak sama, dan aku bukan bayi besar aku fernando pemilik dari Varmond Compony perusahaan yang paling di segani di seluruh dunia” ucap nando dengan sombong
“nah itu sama, sekarang kamu menyebalkan teddy, kamu terlalu sombong” ucap aza
“aku tidak sombong tapi itu kenyataan” ucap nando
“terserah kamu teddy, aku mau tidur” ucap aza memejamkan matanya dan memeluk baby elo
“jangan tidur dulu bunny aku masih ingin mengobrol” ucap nando mencoba mencegah aza agar tidak tidur
“makanya jangan sombong, aku malas berbicara dengan orang yang sombong” ucap aza kembali membuka matanya.
“oh ya teddy aku ingin berhenti dari pekerjaanku” ucap aza
Nando terkejut dengan perkataan aza yang ingin berhenti bekerja, “kenapa ingin berhenti bekerja, bukankah itu cita-citamu ingin menjadi wanita yang sukses” ucap nando
Kalau aza memang berhenti bekerja nando sangat senang dengan begitu tidak ada lagi yang akan mendekati aza terutama kevin maupun vinsent.
“memang itu cita-citaku tapi sekang aku memiliki cita-cita yang lain, aku ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik dimana aku dapat mengayomi kalian berdua” ucap aza
“aku tidak masalah bunny kalau kamu bekerja, toh selama kamu bekerja kamu tetap memperhatikan kami jadi tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi sosok ibu dan istri yang baik, menurutku kamu sudah menjadi sosok ibu dan istri yang baik untukku dan baby elo tanpa berhenti bekerja sekalipun” ucap nando
“tidak teddy aku tetap akan berhenti bekerja rasanya aku kehilangan momen baik perkembangan baby elo dan kalau aku bekerja terus adanya kamu terus marah karena aku berdekatan dengan karyawan lain terutama laki-laki” ucap aza
Nando hanya menunjukkan senyum konyolnya , memang benar nando akan marah dan ngambek kalau aza berdekatan dengan laki-laki lain meskipun itu hanya mendiskusikan masalah pekerjaan.
__ADS_1
“hehehehe aku sudah bilang bunny aku tidak suka kamu berdekatan dengan pria lain, terutama yang selalu memandangmu dengan tatapan memuja rasanya aku ingin mencolak mata mereka” ucap nando
“makanya dari itu aku tidak mau karyawanmu menjadi sasaran amukan kemarahanmu terutama andi, dia seriang menjadi tumbal padahal aku dan andi bekerja secara profesional” ucap aza yang kasihan dengan andi yang selalu di tindas nando.
“baiklah baiklah aku salah, jadi kamu serius ingin berhenti bekerja?” tanya nando memastikan
“iya aku serius, dan besok kamu sudah mendapatkan surat pengunduran diriku di mejamu” ucap aza
“kamu tidak perlu surat-surat itu, kamu bisa datang kapanpun ke kantor karena kamu adalah nyonya varmond istri dari pemilik varmond compony” ucap nando
“iya aku tahu, ini sudah malam besok kamu bekerja kita tidur sekarang” ucap aza mengajak nando tidur
“kita tidur sekarang” ucap nando bahagia karena besok aza sudah berhenti bekerja dan tidak aza yang akan menggoda aza lagi, hanya nando yang berhak untuk menggoda azaa.
Aza segera memejamkan matanya tidur, karena aza cukup lelah hari ini jadi aza cepat sekali tertidur lelap.
Berbeda dengan nando dia kembali membuka matanya, dia melihat aza yang sudah tertidur di sampingnya, “bunny, apa kamu sudah tidur” ucap nando yang mencoba memanggil aza pelan.
karena tidak ada respon dari aza nando menyimpulkan bahwa aza sudah tertidur lelap, dengan hati-hati nando turun dari ranjangnya, dia mengambil baby elo untuk di pindahakan ke kamar baby elo sendiri kalau tidak nando tidak akan leluasa memeluk aza.
nando membawa baby elo ke kamar bayi yang ada di sebelah, dia dengan hati-hati membaringkan baby elo di ranjang agar tidak terbangun.
“maaf baby, tapi kalau kamu tidur dengan mama terus akan mengganggu papa untuk bermesraan dengan mama jadi papa pindah ke sini, di tambah kamu juga laki-laki jadi harus mulai tidur sendiri ya” ucap nando pelan agar baby elo tidak terbangun.
Setelah memastikan baby elo aman dan tidak terbangun nando kembali ke kamarnya, sesampai di sana nando segera naik ke ranjang untuk bergabung dengan aza.
Karena baby elo sudah tidak ada di tengah mereka maka dengan leluasa nando dapat memeluk aza, dia memeluk tubuh kecil aza dan menghirup aroma tubuh aza dalam-dalam, untuk malam ini nando puas hanya dengan memeluk aza, tapi dia akan berusaha agar aza cepat menerimanya.
__ADS_1
Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote
Terimakasih