
Author POV
Waktu cepat bergulir matahari sudah mulai terbenan di ufuk barat, waktu menandakan sore hari sebentar lagi jam pulang kantor banyak karyawan yang sudah mulai berbenah untuk meninggalkan pekerjaan mereka melanjutkannya esok hari, tapi berbeda dengan suasana di ruang CEO Varmond Company dimana hanya ada kesunyian yang ada. Dimana nando dan aza semua diam, untuk baby elo jangan di tanya sekarang masih di pelukan aza seperti bayi koala yang tak mau lepas dari sang induk. Baby elo sekarang terlelap di pelukan aza yang sekarang dia duduk di sofa agar tidak terlalu capek. Sedangkan nando sudah asik dengan berkas-berkas yang menumpuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
“dasar manusia kutub, mentang-mentang baby elo cuman mau sama aku sekarang enak-enak
lanjut kerja, emang aza yang cantik ini baby sister” gerutu aza dalam hati, aza terus memandangai nando dengan sengit dia juga kesal karena tidak bisa melanjutkan pekerjaannya karena apalah daya baby elo tidak mau lepas
dari gendongannya dan selalu ingin bermain dengan aza.
Sekarang baby elo tidur dalam gendongan aza dan terlihat lucu dengan pipi gembul dan wajah bulatnya. “pak, baby elo sudah tidur boleh saya keluar sekarang? Dan ini juga sudah waktunya untuk pulang pak” tanya aza pada nando yang masih asik dengan pekerjaannya.
Nando mendongak melihat aza yang masih menggendong baby elo, “letakkan dikamar saya” ucap nando singkat. Aza langsung pergi ke kamar nando dan meletakkan baby elo di ranjang menata beberapa bantal agar tidak terguling.
aza pun selesai meletakkan baby elo dan keluar kamar untuk menemui nando, “pak nando” ucap aza, nando hanyak melirik sebentar “kamu boleh keluar sekarang” kata nando acuh. Aza yang melihat nanda acuh, dengan
wajah kesal keluar dari ruangan nando tanpa memberi salam pada nando. Nando pun melihat aza heran “dasar wanita gila kenapa aku punya pegawai seperti dia” guman nando yang masih heran kenapa dia mempunyai pegawai seperti aza.
Aza POV
Aku keluar dari ruang manusia kutub itu sungguh menyebalkan sekali memilki bos dingan kayak kutub seperti itu, apa yang idaman wanita manusia kutub seperti itu idaman beruang kutub itu baru cocok, mendingan aku pulang deh kerjaanku juga sudah beres.
Aku kembali ke ruang kerjaku disana kak sandra dan kak eva juga sudah siap-siap pulang kerja, “dari mana kamu za, katanya balikin babynya pak nando kok lama pakai banget” kata kak sandra padaku, memang lama coba bayangkan dari habis makan sianng sampai mau pulang harus bersama manusia kutub itu, untung ada baby elo kalau gak udah beku jadi mayat.
__ADS_1
“dari ruang kerja pak nando kak, kan balikin baby elo dari mana lagi coba” kataku menimpali kak sandra
“lha iya tau, tapi kamu lama perginya, kamu gak dipecatkan” tanya kak eva sembarangan
“tentu saja tidak kak, memang aku salah apa dipecat, seharusnya pak nando terimakasih denganku menjaga dan merawat baby elo, dengan penuh kasih sayang bak malaikat seperti aza” ucapku dengan pede.
Kak eva dan kak sandra hanya bisa memutar matanya sudah terbiasa dengan tingkat kepedeanku yang tinggi. “sudahlah za, bicara denganmu malah membuatku pusing, lebih baik kami pulang” kata kak sandra padaku.
“yah kak sandra ko gitu aza kan baik hati, tidak
sombong suka menabung dan cantik” ucapku dengan wajah yang aku buat seimut
mungkin, itu senjata andalanku .
“za besok kamu ada acara apa enggak, kalau enggak ke mall yuk mumpung libur” tawar kan sandra padaku, aku sudah tahu kak sandra akan mengajakkku ke mall dan menemani dia belanja.
“ayuk kak sudah lama juga aza tidak kemall, aza juga mau beli baju baru” jawabku pada kak sandra, “ yaudah besak aku jemput pakai mobil, nanti aku chat kamu kapan aku jemput” kata kak sandra padaku, “OK kak”. kak sandra dan kak eva sudah pulang, aku juga bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
Nando POV
Wanita itu sudah pergi dari ruanganku dengan kesal aku melihat jam menunjukkan sudah waktunya pulang, aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi sekarang aku bersiap untuk membaya baby elo pulang. Aku ke kamar mengecek keadaan baby elo dia masih tertidur pulas di ranjang, aku menggendongnya secara perlahan agar tidak mambangunkan baby elo.
Aku lihat andi masuk ke ruanganku, “bapak sudah mau pulang?” tanya andi padaku soal aku bisa di bilang gila kerja aku bisa menghabiskan waktu sampai bermalam dikantor untuk mengurus semua pekerjaanku.
__ADS_1
“iya saya mau pulang, aku beritahu sopir saya untuk menyiapkan mobil” perintahku ada andi, tidak mungkin aku menyetir sendiri.
“baik pak, tapi saya mohon maaf untuk hari ini pak saya lalai karena meninggalkan baby elo sendiri” kata andi dengan raut wajah
menyesal,
“tidak apa-apa lain kali jangan di ulang lagi, kalau sampai terjadi kembali kamu tahu sendiri akibatnya” kataku memaafkan andi sekaligus memperingatkan andi, aku tahu hari dia tidak sengaja dan selama bekerja denganku semua pekerjaanya bagus.
“baik pak lain kali saya akan lebih hati-hati” ucap andi tegas, inilah yang aku suka dari andi dia memiliki sisi yang tegas dan bertanggung jawab terlebih lagi dia juga setia terhadapku.
“aku pegang kata-katamu sekarang kamu boleh pulang” kataku pada andi mempersilahkan dia untuk pulang, “baik pak saya permisi” jawab andi sambil berjalan keluar dari ruangku.
Aku langsung pergi ke basement kantorku yang dimana mobil dan sopir sudah menunggu disana, “selamat sore tuan” ucap supirku yang hanyaku tanggapi dengan anggukan, “langsung pulang” perintahku untuk segera
pulang.
Sepanjang perjalanan hanya di isi dengan keheningan, aku menatap jalanan kota yang ramai banyak kendaraan pribadi maupun umum berlalulalang, pada saat lampu merah tanpa sengaja aku melihat wanita itu kalau tidak salah namanya aza, dia sedang naik montor menunggu lampu hijau menyala. Aku tidak habis fikir dangan wanita itu selain berisik dia juga berani naik montor sendiri, dia wanitakan apa dia tidak bisa naik taksi yang lebih aman, setahuku semua gaji yang aku berikan apda karyawanku sudah cukup besar.
Entahlah dengan wanita itu selain berisik dia juga cukup gila, aku harap tidak bertemu denganya lagi, sudah cukup dua kali bertemu dengannya yang lain tidak lagi. Aku mengaihkan pandanganku dan melihat baby elo kembali, dia pertamaku harta yang paling berharga dalam hidupku. Besok adalah hari wakeend waktunya aku menghabiskan seharian penuh dengan baby elo, semoga tidak terjadi masalah besok yang membuatkku pusing kembali.
__ADS_1