Baby CEO

Baby CEO
Episode 52


__ADS_3

 


 


Nando senang mendapat kotak makan malam dari aza, dia mengambil ponselnya untuk menghubungi aza, “hello za, sedang apa?” tanya nando setelah tersambung dengan aza,


“menyuapi baby elo, memang kenapa?” tanya aza dari sambungan telfon, “tidak hanya ingin menelfonmu saja” ucap nando.


“bukankah kamu sibuk, kenapa menelfonku?” tanya aza, “memang tapi kalau sebentar tidak masalah” ucap


nando.


“oww” ucap aza, “terimakasih bunny untuk makan malamnya, aku akan menikmatinya” ucap nando


“iya sama-sama, jangan lupa di makan dan habiskan aku sudah capek-capek membuatnya” ucap aza.  “iya aku akan habiskan, apa bunny juga sudah makan?” tanya nando, “belum, tapi setelah menyuapi baby elo aku akan makan” ucap aza.


“kamu juga harus makan, biar baby elo bibi yang urus” kata nando yang iri dengan baby elo karena mendapat perhatian lebih dari aza, “tidak bisa, baby elo tidak mau kalau orang lain harus aku sendiri yang membujuknya” ucap aza.


“huh... kenapa baby menjadi manja, waktu dulu dia tidak manja seperti ini” kata nando dengan nada cemberut.


“dia masih bayi, jadi wajar kalau baby bersikap manja, sudahlah aku mau menyuapi baby elo lagi, aku


tutup telfonya” ucap aza menutup telfon


“tunggu za....tut tut tut” sambungan telfon terputus, “kenapa di tutup sih padahal aku masih mau berbicara dengan aza” kata nando.


Nando meletakkan kembali ponselnya dan mulai menyatap makan malamnya hingga habis, setelah selesai nando melanjutkan pekerjaanya yang tertunda sedangkan andi baru masuk dengan membawa makanan cepat saji yang baru di beli.


Rumah nando....

__ADS_1


Aza menutup telfon dari nando dia melanjutkan menyuapi baby elo, “aaaa... ayo sayang buka mulutnya kereta akan datang tut tut tut” ucap aza membujuk baby elo untuk membuka mulut mungilnya. Baby elo makan dengan lahap apa yang di berikan aza sampai habis, “pintar anak mama, habis makanya sini mama cium dulu” ucap aza mencium pip tembem baby elo.


“nyonya biar saya yang menemani tuan muda sebentar, nyonya juga harus makan malam” ucap bibi yang khawatir aza belum makan malam karena terlalu sibuk mengurus baby elo. “terimakasih bibi, saya titip baby elo sebentar” ucap aza memberikan baby elo pada bibi.


Malam semakin larut nando belum kembali ke rumah tapi sekarang jarum jam menunjuk angka 9 waktunya baby elo untuk tidur, “malam ini tidur dengan mama ya... papa belum bisa pulang masih sibuk di kantor” kata aza membawa baby elo ke kamarnya.


Aza membaringkan baby elo di ranjang tanpa lupa menata beberapa bantal agar baby elo tidak jatuh ke samping, “ayo sayang bobo...” kata aza menepuk pelan pantan baby elo. mereka berdua terlelap bersama dengan aza memeluk baby elo.


Nando pulang pukul 11 malam perkerjaanya benar-benar menumpuk, dia tidak bisa bersama istri dan anaknya. Padahal rencana dia akan mengahabiskan waktu dengan aza dan membuatnya jatuh cinta.


Dengan langkah gontai nando pergi ke kamar, dan pasti aza sudah tidur, nando memasuki kamarnya dan


benar aza sudah tidur di sampingnya juga ada baby elo, mereka berdua saling memeluk satu sama lain. Nando tersenyum melihatnya ini adalah pemandangan yang indah menurutnya kedua orang yang di sayangi tidur dengan damain.


Cukup lama nando mengamati aza dan baby elo tidur bahkan nando memotret mereka berdua dan di jadikan walpaper ponselnya. setelah puas mengamati aza dan baby elo tidur dia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Nando keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di pinggangnya dengan tubuh bagian atas yang masih terbuka, dengan cepat nando memakai celana agar dia bisa bergabung dengan aza dan baby elo. nando membaringkan tubuhnya di samping baby elo, dimana membuat posisi baby elo di tengah-tengah kedua orangtuanya.


Aza seperti biasa bangun pagi untuk menyiapkan keperluan anak dan suaminya, aza melihat nando dan baby elo yang masih tidur, uniknya posisi tidur mereka berdua sama yaitu dengan terlentang dan kedua tangan di atas.


aza beranjak dari ranjang untuk membasuh muka dan mulai menyiapkan sarapan untuk baby elo dan nando, tidak lupa sebelum aza keluar dia memberikan kecupan ringan pada baby elo.


di dapur sudah ada maid yang melakukan tugas mereka masing-masing, “selamat pagi nyonya” kata para maid yang melihat aza memasuki dapur, “selamat pagi untuk kalian” jawab aza.


“nyonya akan memasak sarapan pagi untuk tuan dan tuan muda?” tanya salah satu maid, mereka semua sudah tahu bahwa nyonya mereka sering memasak makanan sendiri untuk tuan dan tuan muda.


“iya,  aku akan membuat sarapan untuk mereka jadi kalian juga membantuku” ucap aza, “kami siap mambantu anda nyonya” ucap para maid serempak, dalam hati mereka sangat berterima kasih karena mendapat majikan seperti aza.


“bagus, ayo kita memasak” ucap aza di ikuti para maid yang sudah siap membantu aza kapanpun.

__ADS_1


Nando masih tidur dengan baby elo disamping yang mulai membuka mata kecilnya, baby elo tidak menangis meski tidak ada aza di sampingnya tapi dia melihat sang ayah yang masih pulas tidur.


Dengan cepat baby elo berguling dan merangkak ke arah nando, baby elo yang sudah di dekat nando dengan berani naik ke tubuh nando dan mulai memukul nando pelan untuk membangunkanya.


“papa papa papapapa” ucap baby elo terus memukul nando dengan tangan mungilnya, nando yang merasakan pukulan kecil di tubuhnya segera terbangun, dia melihat bayi mungilnya yang mencoba membangunkanya.


Dengan lembut nando menarik baby elo dan mendudukkan di atas dada bidangnya, “masih pagi baby, tidur lagi sama papa ya” kata nando, seakan mengerti baby elo kembali tertidur di atas dada nando.


Aza sudah menyelesaikan semua masakannya sekarang tinggal membangunkan nando dan baby elo, “nyonya bangunkan saja tuan dan tuan muda , biar di sini kami yang selesaikan” ucap salah satu maid, “baiklah selsaikan semua saya ke atas dulu” ucap aza pergi ke atas.


Aza tersenyum kecil setelah masuk ke kamarnya dia melihat nando dan baby elo masih tidur, tapi sekarang baby elo sedang tidur di dada nando.


Dengan ponselnya aza mengambil foto mereka berdua, “teddy, waktunya bangun” ucap aza berusaha membangunkan nando, bukanya bangun nando malah menarik aza agar berbaring di sampingnya, “kita tidur lagi aku masih capek” ucap nando yang satu tangan meranggkul aza dan satunya untuk memegang baby elo agar tidak jatuh.


“tapi teddy ini sudah pagi kamu harus ke kantor” ucap aza berusaha melepaskan rengkulan nando, “libur


saja aku capek pulang jam 11 malam” ucap nando.


“tidak bisa libur hari ini ada rapat dengan para dewan kamu harus datang” ucap aza, “huh.. baiklah tapi aku ingin tidur sebentar lagi” ucap nando mengeratkan pelukannya.


“baiklah, tapi hanya sebentar kita akan berangkat pukul 9, teddy bisa lanjut tidur dan lepaskan aku” kata aza, “nanti saja, aku masih ngantuk baby juga tidur kamu juga ikut tidur juga” kata nando.


“huh..” aza hanya bisa menghelas nafas panjang percuma berdebat dengan nando, pasti dia akan kalah dengan terpaksa aza menuruti perintah nando. jadilah mereka bertiga kembali tidur dengan berpelukan.


 


 


Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2