Baby CEO

Baby CEO
Marah


__ADS_3

Nando keluar dari kamar langsung kembali ke meja kerjanya, “di, ke ruang saya sekarang” perintah nando pada andi, nando masih penasaran kenapa aza bisa bersama dengan baby elo, padahal nando menyuruh andi dan bodyguard untuk menjaga baby elo.


Tok Tok Tok


“masuk” jawab nando, “permisi pak” kata andi masuk ke ruang nando, “kamu jelaskan kenapa aza bisa bersama dengan baby elo, aku menyuruhmu untuk menjaga baby elo bukan aza yang menjaganya” kata nando pada andi, “maaf sebelumnya pak, setelah bapak keluar untuk rapat tiba-tiba baby elo terbangun, dan menangis dengan keras kami mencoba untuk menenangkan baby elo tapi kami tetap tidak bisa membuat baby elo berhenti menangis, jadi saya berinisiatif untuk memanggil nona aza karena sebelumnya saya melihat nona aza dan baby elo sangat akrab, di tambah saya sudah mencoba menghubungi nomor bapak tapi tidak bisa” jawab andi, nando sadar handphonenya mati karena kehabisan baterai, “lalu baby elo, berhenti menangis?” tanya nando pada andi, “iya pak


baby elo berhenti menangis dan nona aza juga memberi makan untuk baby elo dan bermain dengan baby elo” kata andi, “baik lah, ini juga kesalahan ku meninggalkan baby elo terlalu lama” kata nando pada andi, “maaf pak untuk


kesepakatan hari ini bagaimana?” tanya andi pada nando\, biasanya nando akan memberi tahu andi langsung setelah rapat dan akan melanjutkan tugasnya ke bawahannya\, “katakan pada Mr. willian kerja sama ini batal\, dia membuatku meninggalkan baby elo sendiri\, dan harus berlama-lama dengan anaknya yang j*****” kata nando dengan nada marah\, andi yang mendengar nada marah dari nando sudah tahu pasti Mr. Willian membuat kesalahan\, “baik pak saya akan memberi tahu mr. Willian\, ada lagi pak?” tanya andi pada nando. “tidak kamu boleh pergi” kata nando. Setelah andi keluar dari ruangan\, nando langsung mengerjakan pekerjaan kembali\, untuk aza dan baby elo nando membiarkan mereka berdua tidur\, pasti lelah menjaga baby elo.


***


Waktu cepat berlalu sudah jam 3 sore nando masih mengerjakan berkas-berkas penting, aza yang tertidur si samping baby elo juga mulai bangun, aza melihat baby elo yang masih tertidur di sampingnya langsung

__ADS_1


tersenyum dan mencium kening baby elo dengan sayang. Aza keluar dari kamar melihat nando masih berkutat dengan berkas-berkasnya, “kamu sudah bangun” kata nando mengagetkan aza, “iya pak” kata aza membalas ucapan nando.


Aza langsung duduk di sofa untuk berbicara dengan nando mengenai baby elo, nando yang melihat aza yang duduk di sofa juga heran biasanya aza akan langsung pergi tanpa sopan santun, “pak bisa bicara sebentar ini tentang baby elo pak” kata aza pada nando, nando yang mendengar tentang baby elo menghentikan pekerjaannya dan berjalan menuju sofa dekat aza.


“apa yang kamu bicarakan tentang baby elo?” tanya nando pada aza, aza menghembuskan nafasnya untuk memulai bicara dengan nando, aza tahu kalau aza berbicara dengan nando pasti akan sulit menahan amarahnya terutama menyangkut kelalaian dalam menjaga baby elo, “bapak tahu kesalahan hari ini pada baby elo pak?” tanya aza pada nando.


Nando yang di tanya aza tentang kesalahan pada baby elo, tentu nando tahu nando meninggalkan baby elo dengan asistennya dalam waktu lama untuk bertemu klien tapi ini bukan murni kesalahannya jadi nando tidak mau mengakui kesalahann pada aza, “saya tidak pernah melakukan kesalahan pada baby elo, hari ini juga tidak” kata nando pada aza, aza yang mendengar itu terpancing amarah tapi aza mencoba menahannya, “tentu hari ini bapak salah, meningglkan baby elo sendiri dengan asisten bapak dalam waktu yang lama, bapak tahukan baby elo tidak suka berdekatan dengan orang lain selain bapak sama saya, tadi baby elo menangis cukup lama hingga membuat wajah baby elo memerah, bapak tahu bayi yang menangis cukup lama bisa sesak nafas dan itu membahayakan untuk baby elo” jelas aza pada nando, “bukanya ada asisten dan bodyguard saya, saya memperkerjakan mereka untuk menjaga baby elo itu sudah cukup” kata nando pada aza, tapi dalam hati nando juga marah pada dirinya sendiri nando tahu baby elo tidak suka lama-lama dengan orang lain,baby elo sangat dekat dengan nando, orangtua nando dan bibi di rumah selebihnya untuk orang-orang lain yang berada didekat baby elo akan bertahan sebentar sebelum menangis mencari nando atau orang yang sudah baby elo kenal lama, andi salah satu orang yang tidak dekat dengan baby elo, meskipun sering bemain dengan baby elo.


“tahu apa kamu tentang kelurga saya, saya tidak butuh saran dari kamu, kamu hanya karyawan saya yang dekat dengan baby elo tidak lebih” jawab nando pada aza


“saya memang tidak tahu tentang keluarga bapak, tapi saya sangat sayang pada baby elo, saya peduli dengan baby elo maka dari itu pak saya mohon sama bapak tolong jangan meninggalkan baby elo sendiri, kalau bapak mau pergi saya bersedia merawat baby elo selama bapak pergi saya ikhlas pak” kata aza pada nando mengajukan diri untuk merawat baby elo, aza merasa kasihan pada baby elo, meskipun baru bertemu tapi aza sangat menyayanginya, aza tidak mau baby elo bersedih atau terluka rasanya aza akan sakit melihat baby elo terluka.


Nando yang mendengar aza dengan suka rela untuk membantu merawat baby elo tentu merasa tidak terima, nando tidak butuh aza untuk merawat baby elo cukup nando sendiri, “tidak, saya tidak mengijinkan kamu berdekatan dengan baby elo, kamu bisa meracuni pikiran baby elo, saya tidak mau anak saya kan bertingkah seperti kamu yang gila” kata nando menyebut aza sebagai wanita gila.

__ADS_1


“yang gila bukan saya pak, tapi bapak sendiri yang gila karena tidak becus mengurus baby elo” kata aza membalas ucapan nando, aza tidak terima aza di sebut gila.


“saya tidak gila kamu yang gila” kata nando membalas perkataan aza yang menyebut nando gila.


“memang bapak bukan gila, tapi manusia kutub dan raja setan, kalau tidak percaya bapak cari cermin lihat wajah bapak persis raja setan” kata aza yang sudah tidak tahan dengan perkataan nando yang tidak mau mengakui kesalahannya.


“apa kamu bilang” kata nando dengan suara yang cukup keras dan menyeramkan membuat aza merinding di tambah nando berjalan ke arah aza, “dengar wanita gila sekali lagi kamu mengatai saya, kamu benar-benar akan saya pecat karena kamu sudah tidak sopan dengan atasanmu sendiri” kata nando dengan tegas di depan aza.


“bapak tidak bisa memecat saya, karena saya tidak pernah melakukan kesalahan atau merugikan perusahaan, kalau masalah saya tidak sopan dengan bapak itu masalah lain, kalau bapak sopan dengan saya, saya akan sopan dengan bapak tapi bapak tidak sopan dengan saya jadi buat apa saya sopan dengan bapak” jawab aza atas ancaman nando, “saya bos di sini jadi semua karyawaan harus sopan dan tunduk pada saya” ucap nando tegas, “memang seluruh pegawai di Varmond Compony menghormati bapak sebagai atasan termasuk saya juga menghormati bapak sebagai atasan saya, tapi saya tidak menghormati bapak sebagai individu karena bapak tidak pantas di hormati dan tidak pantas di sebut


orang tua yang baik” kata aza pada nando


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2