Baby CEO

Baby CEO
Pergi Dengan Vinsent


__ADS_3

 


 


Salah satu hari yang cerah di varmond compony sekarang sudah jam makan siang banyak karyawan yang makan siang di kantin, begitupun dengan aza yang sekarang sudah menata makan siang di salah satu meja di ruang nando, aza menata kotak- kotak makan yang telah aza siapkan, nando yang baru datang setelah rapat bergabung dengan aza dengan duduk di sofa untuk bersiap menyantap makan siangnya, “pak nando, saya mau ijin untuk hari minggu saya tidak bisa menjaga baby elo karena saya punya janji dengan teman” kata aza bahwa minggu ini aza tidak bisa menjaga baby elo, “tidak kamu harus menjaga baby elo, kita sudah sepakat bahkan pada waktu libur” kata nando pada aza bahwa nando tidak mengijinkan aza untuk libur sebentar, “tapi pak, saya sudah janji dan saya harus menepatinya jadi minggu ini saya tetap tidak bisa menjaga baby elo, perjanjian kita waktu jam kantor saja pak untuk selebihnya memang saya datang kerumah waktu sabtu dan minggu karena saya tidak punya acara atau janji dengan orang lain” kata aza pada nando.


“memang kamu mau kemana, apa temanmu itu lebih penting dari pada baby elo”


“teman saya juga penting pak, saya hanya libur sehari pak jadi tidak masalah juga itu hari minggu”


Heh... nando hanya menghela nafas tapi nando tahu aza selalu ada untuk baby elo selama ini bahkan waktu sabtu dan minggu di mana semua karyawan nando libur dari rutinitas kerja selama satu pekan. aza tetap pergi kerumahnya untuk menjaga baby elo

__ADS_1


“baik kamu boleh pergi lagi pula kau juga sedang libur jadi aku bisa menemani baby elo” kata nando mengijinkan aza untuk pergi. “bener pak, terima kasih pak” kata aza pada nando.


***


Hari ini adalah hari minggu dimana aza akan menemami vinsent untuk pergi ke pernikahan temannya, aza sudah siap dengan memakai baju yang di berikan bunda awan kemarin, sekarang aza menunggu vinsent untuk menjemputnya dia juga sudah mengirim alamat via chat. Suara klakson mobil memanggil aza, dia keluar dan melihat vinsent telah rapi dengan setelan jas formalnya, “wow kamu cantik sekali za” puji vinsent pada aza yang kelihatan sangat cantik dengan menggunakan dress tertutup tapi sangat feminim dan elegan, “kamu terlalu memuji vin, mending kita berangkat sekarang nanti telat” kata aza malu karena di puji cantik oleh vinsent. “baiklah tapi kamu benar-benar cantik, silahkan tuan putri” kata vinsent membukakan pintu mobil untuk aza, aza hanya tersenyum kecil dengan ulah vinsent. Aza masuk ke mobil dan vinsent segera naik ke mobil segera pergi ke pernikahan temannya.


Sesampai di tempat resepsi pernikahan teman vinsent yang di gelar di sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah, vinsent menggenggam tangan aza dengan lembut dengan alasan bahwa takut kehilangan aza karena ramai dan aza tidak kenal dengan orang lain selain vinsent.


“za kita temui pengantinya dulu baru nanti aku kenalkan dengan teman-temanku yang lain” kata vinsent mengajak aza untuk pergi menemui pasangan pengantin hari ini, “hai bro, selamat atas pernikahanmu semoga nanti malam lancar hahhaha” kata visnent pada sang teman, “bisa aja kamu vin, tentu sajalah pengantinku sudah siap untuk tempur malam ini hahaha” kata teman vinsent tapi di balas dengan cubitan di pinggangnya, “selamat ya, akhirnya kalian menikah” kata vinsent pada pengantin wanita, "sama-sama vin, kamu ke sini tidak sendiri kan” tanya pengantin wanita, "tidak lah aku ke sini dengan temanku, za kenalkan mereka temanku waktu kuliah” kata vinsent memperkanalkan pasangan pengantin tersebut, aza memperkanalkan diri sebagai teman visnent pada pasangan tersebut, “ya udah bro banyak yang antri kami cari makan dulu, sekali lagi selamat ya” kata vinsent pada pengantin


Vinsent dan aza sekarang menikmati makanan yang telah di sajikan, “vinsent?” seorang laki-laki yang bergabung dengan vinsent, “hai ren kapan sampai” kata vinsent pada temanya yang bernama rendy, “baru sampai, dan ini siapa vin kekasihmu?” tanya rendy, “tidak kami hanya teman, za kenalkan ini sahabatku rendy kami dulu teman kuliah” kata vinsent memperkanalkan rendy dengan aza, “aza” kata aza menjabat tangan rendy, “rendy”. “kamu ke sini sendiri dimana istrimu” tanya vinsent pada rendy, “istri sedang hamil besar jadi tidak ikut kasihan bawa perut besar kemanaa-mana, kamu kapan nyusul vin di antara kami bertiga kamu yang belum menikah” tanya rendy pada vinsent, “kapan- kapan belum ada yang cocok” kata vinsent, “hahahahah lha yang di sampingmu itu kamu anggurun?” tanya rendy pada vinsent “kami hanya teman tidak lebih ya kan za” kata vinsent meminta persetujuan dengan aza, “iya kak kami hany berteman ti...” sebelum aza menyelesaikan kalimatnya ada telfon yang masuk dan itu nomor nando, “hallo, ada apa nan?” tanya aza menjawab telfon dari nando, “kamu di mana za,  baby elo sekarang rewel tidak mau sama aku sekarang dia menangis keras saya sudah mencoba segala cara untuk menenangkanya tapi tetap za di memanggilmu terus” kata nando dalam telfon, aza juga mendengar suara tangis baby elo, “baik aku akan kerumah coba kamu tenangkan baby elo” kata aza pada nando lalu menutup telfonya. “vin baby elo rewel kita pulang sekarang” kata aza pada vinsent, “baik ayo pergi, bro aku pergi dulu keponakanku rewel” kata vinsent meninggalkan rendy. Aza dan vinsent segera pergi berpamitan pada tuan rumah mereka langsung pulang ke rumah nando.

__ADS_1


Sesampai di rumah nando aza langsung turun dari mobil, aza bisa mendengar suara tangisan baby elo, “baby mama datang sayanng” kata aza pada baby elo, nando dan baby elo yang mendengar suara aza langsung menoleh di lihat aza sangat cantik hari ini, aza langsung menghampiri nando yang menggendong baby elo, aza langsung mengambil alih baby elo dan mencoba menenangkannya. Setelah baby elo berada dalam gendongan aza langsung tenang dan tidak menangis lagi, nando yang melihat baby elo yang sudah tidak menangis lagi menghela nafas lega, tapi nando mulai ada yang ganjil kenapa aza memakai pakaian yang rapi dan penampilan yang cantik seperti habis dari pesta.


Nando yang penasaran ingin bertanya pada aza tapi sebelum bisa bertanya vinsent datang dengan pakaian yang sama rapinya dengan aza, nando mulai marah hari ini aza ijin untuk pergi dengan temanya tapi yang nando lihat sekarang adalah vinsent. “bagaimana dengan baby elo?” tanya vinsent, “dia sudah tenang, kan sudah aku bilang za baby elo tidak mau dengan lain bahkan akupun kwalahan “ kata nando dengan ketus, “iya nan maaf, saya tidak tahu kalau jadi seperti ini, maaf ya sayang mama meninggalkan kamu sendiri” kata aza meminta maaf, “jangan salahkan aza kak, kakak ipar kan ayahnya jadi seharusnya kakak ipar yang mengurusnya bukan aza”


bela vinsent pada aza, “tapi aza sudah menyanggupi untuk merawat baby elo jadi dia juga yang harus merawatnya dan kamu jangan ikut campur dengan urusan kami, mending kamu pergi sekarang” kata nando mengusir vinsent. “kakak tidak bisa mengusirku aku akan tetap disini aku akan menemani aza” kata vinsent menentang nando, “vin mendingan kamu pulang dulu nanti aku hubungi kamu lagi” kata aza pada vinsent, aza tidak mau vinsent mendapat marah dari nando. “baiklah aku pergi, tapi nanti hubungi aku lagi za” kata vinsent pada aza sebelum pergi. Sedangkan nando jangan di tanya sekarang nando memasang mode  raja setan yang marah.


 


 


mohon dukung author dengan cara like, comen dan vote,

__ADS_1


setiap dukungan dari reader akan membuat author tambah semangat untuk menulis


Terima Kasih


__ADS_2