Baby CEO

Baby CEO
Part 6


__ADS_3

Author POV


“siapa yang menelantarkan bayiku” nando merasa tersinggung dengan perkataan aza langsung marah, dia tidak menelantarkan bayinya hanya lupa sebentar saat terjadi masalah tadi, dia hanya meninggalkan sebentar.


“lha tadi pak nando meninggalkan sendiri disini” kata aza sewot


“tadi ada masalah, saya tinggalkan sebentar, baby elo juga masih tidur “


“gak bisa gitu dong pak, bayi itu harus dijaga gak boleh di tinggal sendiri kata orang tua saya pamali, sepenting-penting pekerjaan lebih penting anak pak” jelas aza bijak


“kok kamu yang marah, itu anak saya bukan anak kamu kenapa kamu marah dan di sini saya bos kamu” nando tidak terima di marahi oleh aza menurutnya ini hanya kesalahan kecil, kenapa aza harus marah di tambah dia disini bosnya kenapa harus di marahi oleh aza yang notabenenya hanya seorang karyawan biasa.


“saya marah karena bapak tidak becus menjaga baby elo pak, meski sebentar kalau terjadi apa-apa sama baby elo gimana nanti bapak mau tanggung jawab, meskipun bapak bos disini tapi bapak tetap ayah yang ceroboh sama anak” aza merasa nando kuarang peduli dengan anaknya karena di tinggalkan meski sebentar.


“apa kamu bilang!!!, saya bisa pecat kamu sekarang” nando marah dengan aza yang semakin berani kepadanya


“gak bisa begitu dong pak saya tidak melakukan kesalahan apapun bapak tidak bisa langsung memecat saya dengan seenaknya itu namanya penyalagunaan kekuasaan, bapak bisa di penjara tau” ucap aza sewot karena tidak terima dengan ancaman dari nando.


Nando semakin emosi dengan aza setiap kali nando mengancamnya bukan takut malah membatah terus, rasanya aza tidak punya rasa takut dengan nando.


“Terserah kamu saja”  nando sudah lelah berdebat dengan aza sudah cukup untuk membuat darah tinggi.


Waktu cepat bergulir sekarang pukul 10 malam sekarang baby elo juga sudah tidur dalam dekapan aza, dan aza juga sudah mulai lelah.


“pak boleh saya pulang?, sudah malam pak saya harus pulang besok saya harus kerja lagi” tanya aza pada nando


“hem” nando menanggapi sekenanya, “pulang sana, kamu tidak dibutuhkan di sini”


Nando POV


“kalau berhitu saya permisi pak nando terhormat” ucap wanita itu dengan  ketus,  mungkin dia kesal denganku, dia mengambil tasnya lalu keluar dengan kaki yang dihentak-hentakan. Masih mendengar dia mengurutu tentangku, aku tidak peduli yang penting dia keluar dari ruangku sekarang.


Aku melihat jam yang melingkar di tanganku sudah pukul 10 aku bersiap untuk kembali ke rumah, aku menggendong baby elo untuk pulang kerumah aku sudah tidak peduli dengan pekerjaanku menumpuk toh bisa diselesaikan besok.


Aza POV


Aku pulang kerumah dengan persaan yang dongkol dan emosi, sungguh kesal aku dengan bosku yang menyebalku itu bukanya terimakasih telah membantunya untuk  mejaga anaknya malah aku dimarahi sama dia, dasar bos sableng moga-moga tidak bertemu lagi. Karena aku sudah lelah fisik dan mental aku langsung tertidur.

__ADS_1


Pagi menyingsing aku bangun dan bersiap untuk berangkat kerja aku mandi dan sarapan seadanya, aku


berangkat kerja dengan menggunakan montor kesayanganku untuk sampai ke kantor.


Sampai di kantor aku langsung ke mejaku untuk melanjutkan tugasku kemarin yang tinggal sedikit, aku


berusaha untuk menghilangkan kekesalanku pada pak bos sableng itu, “kamu kenapa


za kok muka di tekuk kayak gitu?” tanya kak sandra


“gak apa-apa kak cuman capek aja” elak aza pada kak sandra,


“kamu gak bisa bohong za, kakak tahu kamu lagi kesal dengan orang” kata kak sandra, memang aku tidak


bisa berbohong pada orang lain.


“huh... aku lagi kesal dengan orang kak, soal orangnya songong banget, wajah kayak lurus kayak triplek terus tambah kalau ngomong beh ketusnya minta ampun” jelasku pada kak sandra yang hanya tersenyum dengan penjelasanku.


“hehhehehe... ngomong-ngomong laki-laki atau perempuan”


“hahahahahah..... awas lho kamu bisa jatuh cinta sama dia benci dan cinta beda tipis, siapa tahu itu jodoh kamu za” kata kak sandra sambil menertawakanku.


“idih amit-amit, dia jodohku kak, mending saya jomblo seumur hidup dari pada sama dia” kataku sewot,


jodohku pak nando bukan berkah malah mati beku lama-lama sama pak nando, kan dia manusia kutub.


“memang dia siapa sih?, gak bisanya kamu benci sama orang” tanya kak sandra penasaran


“dia hanya orang gak penting kak, sudahlah aku mau menghapusnya dari pikiranku” kataku pada kak sandra, aku sengaja tidak menyebutkan kalau itu pak bos, bisa pingsan nanti, soal orang yang dari tadi aku jelek-jelekkan adalah bos kami sendiri


“sudahlah za kalau kamu tidak mau memberitaku tidak apa-apa, sekarang kamu lanjut pekerjaanmu” jawab kak aza sambil pergi meninggalkanku, aku melanjutkan tugasku agar cepat selesai, dan mnyerahkan pada pak hendra.


Hampir jam istirahat semua tugasku sudah selesai tinggal menyerahkan kepada pak hendra,


Tok tok


“masuk” suara pak hendra dari ruang kerjanya

__ADS_1


“permisi pak, saya menyerahkan laporan saya” ucapku sambil menyerahkan laporan yang aku kerjakan pada pak hendra.


“ya...” pak hendra menerinya, “dokumen yang aku titipkan sudah kamu berikan pada pak nando” tanya


pak hendra soal dokumen yang dititipkan kemarin malam.


“sudah pak, saya sudah berikan pada pak nando”,


“bagus, kamu boleh pergi saya akan memeriksanya nanti” kata pak hendra mempersilahkanku pergi, “baik pak, saya permisi” ucapku pada pak hendra dan keluar dari ruangan pak hendra.


Pekerjaanku sudah selesai dan juga sudah jam makan siang aku pergi ke kak sandra untuk mengajaknya makan siang, “kak makan siang yuk” ajakku pada kak sandra


“yuk sudah laper juga aku, cacing dah pada demo hehehehe” jawab kak sandra sambil mengelus perutnya.


“ayuk, kak eva makan siang bareng kak?” tanyakku pada kak eva, “makan siang dimana?” tanyanya sambil


kami berjalan keluar dari ruangan kami.


“dikantin saja kak, hemat waktu, soal tugasku masih banyak” kata kak sandra, aku melihat meja kak sandra


ternyata masih banyak dokumen yang harus di cek


“kamu za?” tanyanya padaku  “ aku ikut aja kak yang penting makan, soal udah laper” kataku pada kak eva dan sandra, aku tidak peduli makan dimana yang peting kenyang hehhehe.


“ya udah ke kantin aja, ayo soal nanti pasti rame” ajak eva pada kami berdua


Kami langsung ke kantin yang ada di lantai 2 di gedung ini, kantin kantor kami sangat lengkap dan enak.


kami menaiki lift agar lebih cepat turun ke kantin.


Pada saat di lift aku mendengar ocehan bayi, “bubu bubuu bubu”, “kayaknya aku kenal dengan suara itu, tapi siapa ya? “za, kak eva apa dengar suara bayi” tanya kak sandra soal pas masuk ke lif tadi sepi gak ada orang.


Pada saat aku mau menjawab aku merasakan ada tangan kecil yang mencolek kakiku, otomatis aku


menunduk untuk melihatnya betapa kagetnya aku, ternyata ada bayi dan bayi itu tidak asing lagi untukku ternyata


“lho...baby elo”

__ADS_1


__ADS_2