Baby CEO

Baby CEO
Mertua Nando


__ADS_3

 


 


Di depan pintu ruang kerja nando berdiri seorang wanita paruh baya yang tak lain ibu mertua nando, meskipun sang istri sudah meninggal tapi nando dan keluarga dari sang istri tetap menjalain komunikasi dengan baik, seperti sekarang ini ibu mertua nando datang ke kantor nando untuk membawakan makan siang pada nando dan untuk menjenguk cucu tercintanya baby elo. Tapi yang di dapatkan sebuah pemandangan yang tidak terduga yaitu nando menindih aza, tentu saja menimbulkan salah paham.


“bunda, kenapa kesini?” tanya nando sambil berdiri, nando sangat malu dengan kejadian ini dimana nando menindih aza meskipun tidak sengaja tapi tetap menimbulkan salah sapam, sedangkan aza hanya diam menunduk malu di samping nando.


Ibu mertua nando atau biasa di panggil bunda awan melihat aza dengan seksama, dari yang dilihat bunda awan bahwa aza wanita yang baik, dari penampilannya yang menggunakan pakaian yang sopan dan sifat pemalu membuat kesimpulan bahwa aza memang wanita yang baik tidak seperti wanita yang biasa bunda awan temui, dengan memakai baju yang sexy dan tanpa ada rasa malu pada orang lain.


“bunda ke sini untuk memberikan makan siang dan melihat cucu bunda” jelas bunda awan pada nando. “oh gitu ya bun, silahkan duduk dulu bun” kata nando mempersilahkan bunda awan untuk duduk, “kamu ke sini ikut duduk dengan kami” kata bunda awan menyuruh aza duduk. Aza tidak tahu harus apa hanya ikut perintah saja untuk duduk tanpa lupa membawa baby elo karena dari tadi baby elo terus memegang kaki aza.


Aza duduk di depan bunda awan dengan baby elo di pangkuannya, bunda awan dapat melihat bagaimana aza merawat cucunya. Sebenarnya bunda awan tidak keberatan kalau nando menikah lagi bahkan bunda awan dan mama nando mendukung nando untuk menikah lagi tapi dengan wanita yang sesuai, bukan karena harta dan status sosil tapi wanita yang tulus menyayangi baby elo dan nando, dan tentu itu menjadi hal yang sulit dilakukan karena kebanyakan wanita yang dekat nando hanya menginginkan hartanya. Tapi setelah melihat aza bunda awan yakin bahwa aza akan menjadi ibu dan istri yang baik.


“kamu siapanya nando?” tanya bunda awan pada aza, “saya sekretaris pak nando nyonya” kata aza menjelaskan posisinya pada bunda awan, aza tidak tahu siapa bunda awan tapi kelihatan nando bersikap sopan pasti bunda awan salah satu kerabat nando, “saya ibu mertua nando, nenek dari baby elo dari ibunya”jelas bunda awan pada aza.


Aza hanya mengangguk dan tersenyum kecil, “bunda ke sini dengan siapa?” tanya nando pada bunda awan, “bunda di antar sopir, kata mamamu bibi ijin pulang kampung dan baby elo kamu bawa ke kantor jadi bunda ingin melihatmu” kata bunda awan. “iya bun, nando tidak bisa percaya pada orang lain untuk persoalan baby elo, bunda tahu sendirikan” kata nando, bunda awan paham bahwa nando sulit percaya dengan orang lain.


“bisa kemarikan baby elo” kata bunda awan pada aza, aza berdiri langsung memberikan baby elo pada bunda awan, tapi baby elo tidak mau turun dari gendongan aza dengan kecewa bunda awan tidak memaksa baby elo. “sepertinya kamu dekat dengan baby elo” tanya bunda awan pada aza, “iya nyonya memang baby elo dekat dengan saya” kata aza pada bunda  awan


“sudah berapa lama kamu berhubungan dengan nando?” tanya bunda awan pada aza

__ADS_1


“maaf nyonya mungkin ini salah paham, saya hanya sekretaris pak nando dan untuk baby elo saya hanya membantu pak nando untuk merawatnya tidak lebih” jelas aza pada bunda awan yang sepertinya salah paham dengan kejadian tadi, “iya bun, tadi hanya kecelakaan jadi bunda tidak perlu memikirkan macem-macem” tambah nando memberi penjelasan pada bunda awan.


Bunda awan meresa kecewa bahwa nando dan aza tidak memiliki hubungan apapun padahal bunda awan berharap aza adalah kekasih nando dengan begitu bunda awan akan memaksa nando menikahi aza, meskipun baru bertemu tapi bunda awan yakin bahwa aza adalah wanita yang baik. “ow, bunda pikir kalian berdua ada hubungan dan baby elo dapat bunda baru” kata bunda awan kecewa.


“tidak nyonya saya hanya karyawan pak nando saja tidak lebih” kata aza pada bunda awan , “ow ya kita saya belum tahu nama kamu, siapa nama kamu” tanya bunda awan, “nama saya atalia azahara nyonya biasa di panggil aza” jawab aza memperkenalkan diri, “nama yang bagus, kamu sudah mempunyai pasangan? Suami atau pacar” tanya bunda awan pada aza tentang status asmara aza,


“belum nyonya saya sedang fokus kerja di tambah saya juga masih muda”


“memang umur kamu berapa? Kelihatannya kamu sudah cukup matang untuk mempunyai pasangan” tanya bunda awan tentang umur aza, bunda awan melihat aza masih sangat muda tapi bunda awan tidak melihat penampilan dari luarnya saja karena banyak hal yang bisa di tutupi terutama zaman sekarang yang serba canggih.


“umur saya 23 tahun nyonya”


“kamu sangat muda sekali, tapi kamu sudah sangat mandiri” kata bunda awan pada aza.


“iya nyonya” kata aza mengangguk malu dengan pujian dari bunda awan, “jangan  panggil nyonya panggil bunda saja sama seperti nando”  kata bunda awan, “baik nyo... maksud saya bunda” kat aza mulai memanggil bunda awan dengan sebutan bunda.


“bun, bisa nando tinggal dulu ada rapat yang harus nando hadiri” kata nando meminta ijin karena setelah makan siang nando harus segera memimpin rapat lagi dengan kepala devisi. “kamu sudah makan do?” tanya bunda awan karena semenjak bunda awan datang dia belum melihat nando makan apapun, “sudah bun, nando sudah makan, bunda saja yang makan siang juga sekalian dengan aza” kata nando pada bunda awan.


“memang aza belum makan?” tanya bunda awan, “belum bun, soal bekal saya di makan sama pak nando” adu aza, bunda awan melihat kotak bekal yang sudah kosong dan tidak mungkin nando membawa bekal pasti aza yang membawanya tapi nando yang menghabiskannya. “kamu bisa masak za?”  tanya bunda awan, “iya bun, hanya makanan sederhana” kata aza.


Sekali lagi bunda awan di buat kagum dengan aza sudah muda, cantik, baik dan pintar masak benar-benar menantu idaman, bunda awan harus membuat nando dan aza menikah bunda awan ingin cucunya memilki sosok ibu seperti aza, kitanya bunda awan akan meminta bantuan dari mama nando untuk menyatukan mereka berdua.

__ADS_1


“ya udah bun, nando pamit dulu sudag di tunggu dengan yang lain, aza kamu jaga baby elo dan temani bunda”  kata nando pada bunda awan dan meminta aza menemani bunda awan. Aza hanya mengangguk mengiyakan perintah nando, aza tidak keberatan sama sekali.


***


Nando sudah pergi rapat, sekarang aza bersama bunda awan mereka berdua mengobrol dengan akrab di selingi dengan ocehan baby elo, bunda awan sangat senang bisa bertemu dengan aza dan bunda awan akan melaksanakan rencananya dengan segera menuggu teman sekaligus mama nando untuk membantunya,


“za kamu sangat mandiri dan sangat sayang baby elo di lihat dari kamu merawatnya kamu sangat tulus pada baby elo beda dengan wanita lain kebanyakan mereka hanya berpura-pura baik di depan kami tapi sebenarnya mereka hanya ingin harta nando tanpa memperdulikan baby elo” kata bunda awan pada aza.


“tidak bun, saya masih banyak kekurang, saya memang menyayangi baby elo saya menganggap baby elo seperti anak saya sendiri” jawab aza


“ow... baguslah ada yang menyayangi baby elo dengan tulus, pasti putriku juga akan tenang di surga karena ada yang menggantikan dia untuk mengisi kekosongan sosok ibu untuk baby elo”


“putri bunda tetap akan menjadi ibu baby elo sampai kapanpun, saya hanya membantu merawatnya saja tidak lebih” kata aza dengan tulus pada bunda awan


“za bagaimana kita jalan-jalan keluar rencanya saya kesini untuk mengajak baby elo jalan-jalan di


luar kasihan harus terkurung di sini” kata bunda awan


“bisa bu, pasti baby elo sangat senang tapi kita harus ijin pak nando dulu”


“untuk ijin serahkan pada bunda, kalau nando tidak memberi ijin akan bunda hukum nanti” kata bunda awan.  Akhirnya bunda awan mengajak aza dan baby elo untuk pergi ke pusat perbelanjaan untuk jalan-jalan.

__ADS_1


__ADS_2