Baby CEO

Baby CEO
Pengasuh Baby Eli (2)


__ADS_3

 


 


Aza sekarang di rumah nando, aza membawa pulang baby elo agar baby elo bisa istirahat dan lebih leluasa bermain tanpa di batasi oleh ruangan di tambah dokter vera juga menyarankan baby elo untuk di bawa bermain di luar seperti taman untuk menumbuhkan daya kembang baby elo.


Setelah mengganti baju baby elo rencanya aza akan mengajak baby elo ke taman rumah tapi aza tidak tahu


letaknya, “mbak di rumah ini ada tamanya apa enggak? Kalau ada di mana ya mbak?” tanya aza pada salah satu pelayan yang ada di sana, “ada nyonya, mari saya tunjukkan” kata pelayan tersebut, “makasih, tapi jangan panggil nyonya panggil aja aza, mbak juga lebih tua dari saya” kata aza karena risih dengan panggilan nyonya, aza tidak terbiasa dengan panggilan tersebut, “tapi nyonya kan tamu di rumah ini nanti tidak sopan nyonya” kata pelayan tersebut baru kali ini melihat wanita yang di sekitar nando yang tidak mau di panggil nyonya kebanyakan mereka dengan sombongnya akan menjadi nyonya rumah ini dan menyuruh pelayan dengan seenaknya, tidak seperti aza berbicara dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan sifat ramah yang selalu di tunggukkan kepada semua pelayan di sini. “pokoknya jangan panggil saya nyonya panggil aza, saya bukan tamu tapi saya pengasuh baby elo mulai sekarang jadi jangan panggil nyonya lagi ya mbak saya mohon” kata aza memohon agar tidak di panggil nyonya lagi. Pelayan tersebut yang melihat sikap aza yang memelas agar tidak di panggil nyonya akhirnya menyerah pelayan tersebut akhirnya memanggil aza dengan nama saja tanpa embel-embel nyonya. “baik nyo... maksud saya aza” kata pelayan tersebut, “maksih mbak, ngomong-ngomong nama mbak siapa? Maaf saya lupa tanya tadi hehhehe” kata aza menannyakan nama pelayan tersebut, “nama saya dewi, pelayan di rumah ini sudah 5 tahun kerja” kata dewi, “berarti mbak dewi tahu dengan ibu baby elo?” tanya aza pada dewi mengenai ibu baby elo, “tahu aza, ibu tuan muda sangatlah baik, meskipun mereka di jodohkan tapi tuan nando dan istrinya saling menghormati satu sama lain, dan juga istri tuan nando wanita yang ramah dan lemah lembut” jelas dewi pada aza mengenai istri nando, aza yang mendengar penjelasan dewi mengenai istri nando hanya mengangguk-anggukan kepalanya, aza tak habis fikir kenapa nando bisa beruntung mendapat wanita baik seperti ibu baby elo. “kita sudah sampai aza ” kata dewi menunjukkan taman yang luas dengan rumput hijau, pohon rindang dan ada bangku untuk bersantai.


“wah indah sekali mbak, semua tertata rapi dan bunganya juga indah” kata aza mengagumi taman rumah


nando, dewi yang melihat aza mengagumi taman rumah hanya tersenyum kecil. “iya, memang taman ini juga merupakan taman favorit istri tuan nando, waktu mengandung tuan muda istri tuan nando sering membaca dan minum teh di sini katanya di sini tempat yang menenangkan” jelas dewi. Aza yang mendengar bahwa

__ADS_1


ini tempat favorit ibu baby elo bisa mengerti, tempat ini tenang dan udaranya juga bersih sangat nyaman untuk sendiri, “mbak bisa tolong bawakan tikar ke sini kita akan piknik di sini, iyakan baby elo” perintah aza pada dewi, rencana awal aza hanya akan melihat-lihat dan mengajak baby elo berjalan-jalan di taman tapi setelah melihat taman nando, aza tergiur untuk piknik sekalian mengenalkan baby elo pada alam.


Tikar telah di bentangkan di taman nando tidak lupa dengan makanan ringan yang di berikan dewi, aza sekarang menurunkan baby elo pada tikar agar baby elo bisa merangkak dengan bebas. Baby elo sangat senang sekali bahkan saat kaki dan tangan mungilnya menyentuh rerumputan baby elo kan tertawa geli.


***


Cukup lama aza dan baby elo piknik di taman rumah nando sekarang matahari mulai terbenam dan hari mulai


sore saatnya baby elo untuk mandi, “mbak tolong bantu saya menyiapkan air mandi buat baby elo” kata aza pada dewi yang dari siang ikut aza untuk piknik. “ baik aza” kata dewi berlalu meninggalkan baby elo dan aza untuk mempersiapkan keperluan mandi baby elo.


Setelah selesai memakaikan baby elo sekarang aza ingin masak bubur untuk baby elo, “mbak dewi di mana dapurnya, saya mau masak bubur untuk baby elo” tanya aza pada dewi. “tidak usah za, kami disini ada juru masak khusus untuk baby elo, kamu tidak perlu repot-repot memasak, cukup temani baby elo bermain saja, itu sudah


membantu kami” kata dewi pada aza, aza yang mendengarkan itu hanya mengangguk paham aza tidak ingin berdebat mereka punya pekerjaan masing-masing jadi aza hanya akan menemani baby elo bermain.

__ADS_1


Pada sore hari menjelang malam akhirnya nando pulang, langsung menuju kamar baby elo, dari luar terdengar tawa baby elo dan aza bersama, mereka berdua tampak senang, karena penasaran nando membuka setengah pintu dan melihat aza dan baby elo yang bermain bersama dimana aza memulai mengajarkan kata-kata yang mudah untuk baby elo hafalkan, tidak hanya itu aza juga sesekali akan mencium baby elo apabila baby elo bisa melafalkan kata tersebut dengan benar.


Nando melihat itu hatinya langsung menghangat dan timbul rasa bersalah karena selama ini meski nando bersama dengan baby elo tapi nando banyak mengacuhkan baby elo, karena sikap dingin dan kaku nando yang tidak seluwes aza dalam mengasuh baby elo, memang benar apa yang dikatakan andi bahwa keputusan yang nando buat untuk mempercayakan baby elo pada aza sangatlah tepat.


Aza yang merasakan aza orang yang menatap aza dan baby elo langsung berbalik dan melihat ada nando


yang berdiri di depan pintu, “pak nando sudah pulang?” tanya aza pada nando, “hem” jawab nando dengan singkat, “kenapa bapak langsung kesini”  kata aza pada nando karena melihat nando yang masih menggunakan stelan jas kantor lengkap, “ini rumah saya jadi saya bebas kemanapun yang saya mau, apa hakmu melarang saya” jawab nando pada aza, “bukan begitu maksud saya pak, bapak baru pulang dari kantor langsung menuju ke kamar


baby elo, seharusnya bapak pergi mandi dulu baru bertemu dengan baby elo, kan bapak baru dari luar pasti bawa kuman dan itu tidak baik untuk baby elo, kalau nanti baby elo sakit bagaimana nanti bapak sendiri yang repot” jelas aza pada nando.


Nando langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri, memang perkataan aza ada benarnya nando baru


pulang dari luar pasti banyak kuman yang menempel pada tubuhnya. Setelah selesai mandi nando langsung menuju kamar baby elo disana aza masih menemani baby elo bermain, nando duduk di sambing aza yang memperhatikan baby elo bermain, “bagaimana imunisasi hari ini?” tanya nando pada aza, “hasilnya bagus pak baby elo anteng tidak rewel dan juga baby elo juga sehat berat badannya bertambah” kata aza menjelaskan hasil imunisasi tadi, “bagus” kata nando singkat, “pak nando boleh saya beri saran untuk pak nando ini tentang baby elo pak” kata aza, nando hanya mengangguk “begini pak baby elo sudah mulai berbicara dan mulai belajar

__ADS_1


berdiri, saya harap bapak menyempatkan waktu untuk baby elo, mulai mengajak baby elo berbicara atau bahkan bapak bisa mengajarinnya dan juga pak seringlah mengajak baby elo ke taman itu juga demi kebaikkan baby elo” kata aza meminta nando untuk lebih memperhatikan baby elo, nando yang mendengar permintaan aza jujur saja nando kecewa dengan dirinya sendiri sebagai orangtua bahkan tidak tahu apa yang baik untuk anaknya.


Setelah aza mengutarakan sarannya nando menjadi diam begitupun dengan aza, baby elo yang jengah dengan keterdiaman papa dan mama nya mulai protes dengan memcoba menarik perhatiaan dengan meranggkak ke arah aza, dan duduk di pangkuan aza, “ada apa baby? Kamu sudah lapar ya” tanya aza pada baby elo yang hanya di tanggapi dengan senyum kecilnya, “pak baby elo sudah lapar dan ini juga waktunya makan malam” kata aza pada nando, “turun dan makan kamu juga ikut” kata nando singkat meninggalkan aza dan baby elo.


__ADS_2