Baby CEO

Baby CEO
Episode 41


__ADS_3

“sekarang jelaskan kepadaku semuanya za” kata girlin, “jadi begini aku bekerja di varmond compony sebagai salah satu staf keungan suatu hari bla bla.....” aza menceritakan semua dari awal hingga akhir pada girlin, “ow jadi begitu, jadi sekarang kamu sudah resmi menjadi istri nando CEO dari varmond compony dan bayi lucu ini merupakan anak dari pernikahan pertamanya” kata girlin memastikan semua cerita aza itu benar, “iya sekarang aku jadi ibu sambung bagi baby elo, meskipun dia bukan darah dagingku tapi aku sangat menyayanginya jadi aku tidak masalah tentang itu” kata aza, girlin hanya mengangguk- anggukkan kepalanya dia merasa aza wanita yang hebat dan tulus, dari dulu girlin berteman dengan aza memang karena aza adalah wanita yang baik dan tidak memandang orang dari status sosialnya di tambah aza harus hidup mandiri setelah orangtuanya meninggal.


“kamu wanita yang hebat za, jarang sekarang wanita yang mau merawat anak suaminya dari pernikahan yang dulu” kata girlin, “aku hanya menjalankan takdir, jadi sekarang kamu liburan atau akan stay di sini” tanya aza mengalihkan topik pembicaraan, “aku rencana akan stay za, karena aku juga harus membantu kakak untuk menjalankan perusahaan papa, soal papa sudah tidak sanggup menjalankanya” kata girlin, memang girlin merupakan anak orang berada dimana keluarganya memiliki perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan, “terus studymu bagaimana?” tanya aza, “aku akan pindah si salah satu universitas di sini, banyak yang cukup bagus” kata girlin.


“rencana habis ini kamu akan kemana girl” tanya aza, “tentu saja menghabiskan waktu berdua denganmu za, kita lihat-lihat ada barang bagus apa enggak dan mungkin aku bisa memberikan beberapa baju untuk si ganteng ini” kata girlin sambil mencolek pipi gembul baby elo yang duduk tenang di strollernya, “seperti biasa girlin banyak menghabiskan waktu untuk berbelanja” kata aza yang sudah hafal betul dengan sifat girlin yang suka belanja, meskipun tidak setiap hari seperti wanita kelas atas lain tapi girlin tetap suka belanja.


“tentu saja, belanja adalah suatu keharusan, dan bisa melepas penat juga za” kata girlin, “terserah kamu saja girl, kita mau kemana dulu?” tanya aza, “bagaimana kalau ke toko baju khusus anak dulu aku mau memberikan beberapa baju untuk baby elo sebagai tanda perkenalan” kata girlin.


“baik kita ke toko baju khusus anak dulu, aku juga mau mencari baju yang bagus untuk baby” kata aza, setelah mereka selesai makan siang mereka melanjutkan ke toko pakaian khusus ana,  disana girlin sangat antusias sekali terutama saat girlin bingung akan milih yang mana untuk baby elo karena semuanya cocok untuk baby elo.

__ADS_1


“aku bingung za mau yang mana, semuanya kelihatan sangat lucu kalau di pakai baby elo, secara meskipun masih bayi tapi ketampanannya sudah terlihat” kata girlin bingung memilih pakaian untuk baby elo, aza hanya bisa tersenyum melihat girlin, “aku juga bingung girl semuanya bagus kalau baby elo yang pakai" kata aza


Butuh waktu hampir 1 jam lamanya untuk aza dan girlin memilih pakaian baby elo, untung saja baby elo tidak rewel jadi mereka leluasa memillih pakaian untuk baby elo. “ini sudah cukup lin, terutama kamu berapa banyak yang kamu beli untuk baby?” kata aza yang melihat girlin membawa banyak pakaian untuk baby elo, “tenang aza ini baru sepuluh pasang aku masih ingin lagi jadi tunggu saja” kata girlin menunjukkan tumpukan pakaian untuk baby elo, “baru sepuluh? Itu sudah banyak girl memang berapa banyak yang akan kamu berikan pada baby elo” tanya aza yang sudah pusing dengan kelakuan sahabatnya, aza hanya memilih satu baju untuk baby elo karena aza tahu baby elo memiliki banyak baju yang belum terpakai dan sebentar lagi pasti tidak akan muat untuk baby elo, “aku mau memberikan dua puluh pasang untuk baby jadi masih kurang sepuluh lagi”kata girlin yang masih memilih baju lagi,  aza sangat terkejut dengan girlin, “kamu gila, sudah cukup itu sudah banyak sekali sekarang kita pergi dan bayar belanjaan kita” kata aza menghentikan girlin untuk memilih lagi baju untuk baby elo, aza meninggalkan girlin menuju kasir untuk membayar semua belanjaanya, “aza tunggu, jangan tinggalkan aku” kata girlin yang melihat aza yang meninggalkan dia sendiri.


Aza sampai di kasir untuk membayar semua barang perbelanjaanya, “kamu tega za, kenapa kamu tinggalin aku” kata girlin dengan cemberuut, “kamu lama dan jangan terlalu banyak memberlikan baju baby elo, nanti tidak sempat di pakai semua sudah kesempitan, soal pertumbuhan bayi di bilang sangat cepat” kata aza, pertumbuhan baby elo bisa di bilangan sangat cepat sekarang dia sudah bisa berdiri dan sebentar lagi akan mulai berjalan dan pasti baju baby elo banyak yang tidak muat.


“iya iya aku tahu” kata girlin dengan memberikan barang belanjaanya pada petugas kasir, “ini semua nona” kata petugas toko tersebut, “iya” kata girlin, petugas toko hanya hanya tersenyum kecil baru pertama kali melihat ada pelanggan dengan gila memborong banyak baju padahal baju yang mereka jual cukup mahal, “berapa semuanya?” tanya aza pada petugas kasir yang menghitung barang belanjaannya, “semua jadi lima ratus dollar nyonya, mau di bayar cast atau pakai kartu” tanya pertugas kasir tersebut, “pakai ini” kata aza memberikan kartu black card yang di berikan nando tadi, kasir menerimanya dengan terkejut meski banyak pelanggan mereka dari kalangan atas tapi baru kali ini melihat black card secara langsung, “tunggu sebentar nyonya” kata pertugas kasir tersebut. Aza hanya memberikan senyuman kecil untuk sang pertugas, “nando memberikan itu untuk kamu” tanya girlin setelah melihat aza memberikan balck card untuk membayar, meski girlin juga dari kalangan atas tapi dia juga baru pertama kali melihat black card secara langsung, bahkan orang tuanya tidak bisa mendapat kartu tersebut karena memang jumlahnya sangat terbatas dan harus memiliki syarat tertentu untuk mendapatanya, dan wajar nando memiliki kartu tersebut secara perusahaan nando sekarang berada dalam puncak kerjayaan karena bisa mengusai pangsa pasar.


Setelah mereka menyelesaikan pembayaran, mereka berlanjut untuk kembali mencari barang yang mereka inginkan, untuk barang belanjaan mereka sendiri di bawakan oleh supir aza untuk di letakkan pada bagasi mobil karena tidak mungkin membawa semua karena bisa di katakan cukup banyak.

__ADS_1


Aza dan girlin sekarang berada dalam salah satu butik yang cukup terkenal yang dulu aza pernah ke sini dengan bunda awan , girlin mengajak aza untuk membantunya memilih pakaian untuknya, “za ini bagus apa tidak” tanya girlin menunjukkan sebuah gaun berwarna ungu, “bagus juga, tapi bukanya itu untuk acara khusus seperti pesta” tanya aza yang melihat gaun yang di pilih girlin biasanya di gunakan untuk acara-acara khusus. “oh aku lupa... ini undangan untukmu satu minggu lagi orang tuaku mengadakan anniversary  pernikahan mereka, jadi aku mengundangmu untuk datang ke acara tersebut” kata girlin memberikan undangan berwarna emas, aza menerima


undangan tersebut dan melihat tanggal dan waktu acara tersebut, “aku akan datang” kata aza.


“tentu kamu harus datang secara orang tuaku juga sudah mengenalmu dan mereka juga merindukanmu setelah kita lulus kamu jarang berkunjung ke rumah” kata girlin, “memang aku jarang ke rumahmu karena kamu tidak ada di tambah aku juga sudah mendapatkan pekerjaan jadi waktuku sangat terbatas” kata aza.


“iya aku tahu, tapi kamu harus ajak nando untuk datang, secara kalian suami istri jadi kalian berdua harus datang bersama dan juga baby elo harus ikut” kata girlin sambil mencubit pipi baby elo yang sekarang dia tertidur di stroller, “jangan di cubit nanti bangun” kata aza melarang girlin untuk mencubiti baby elo, “hehehehe soal gemes banget aza” kata girlin, aza hanya bisa menggeleng atas kelakuan girlin. “tapi girl untuk masalah nando  aku tidak tahu dia mau ikut atau tidak, jadi aku tidak bisa memastikan dia ikut” kata aza, “pasti dia akan ikut, kamu percaya sama aku saja” kata girlin dengan percaya diri meyakinkan aza bahwa nando akan ikut dan rencananya girlin akan memilihkan gaun untuk aza dan membuat aza menjadi cantik dan sulit di tolak oleh pria manapun termasuk nando.


Mohon dukungan untuk author dengan like, comen, rate dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2