Baby CEO

Baby CEO
Episode 71


__ADS_3

 


 


nando duduk di ranjang sambil memegang ponselnya menunggu aza selesai mandi, jas hitam yang melekat pada nando, tinggal kemaja dengan langan yang di gulung dan kancing kemeja yang di buka membuat kesan seksi pada nando.


Setalah cukup lama nando menunggu aza, pintu kamar mandi terbuka dan nando melihat aza yang keluar dengan menggunakan jubah mandi dengan handuk di kepala, sepertinya aza membasuh rambutnya.


“sudah selesai bunny” ucap nando membuat aza terkejut


Aza terkejut dengan adanya nando di kamar dia tidak tahu sudah masuk ke kamar dia mengira nando masih di bersama baby elo


“kapan teddy masuk” ucap aza


“sewaktu kamu mandi, memangnya kenapa ini juga kamarku dan kamu istriku jadi itu tidak menjadi masalah” ucap nando memojokkan aza ke dinding dia ingin menggoda aza sebentar


“tentu tidak ma..sa..lah” ucap aza memalingkan wajahnya karena nando sangat dekat bahkan tidak aza jarak sama sekali di antara mereka berdua


“kenapa wajahmu memerah sayang, tenang saja aku tidak akan melakukan apa-apa” ucap nando menggoda aza, dia bahkan mencium pipi aza.


Tapi seperti bumerang bagi nando yang awalnya hanya ingin menggoda aza tapi nando terpancing nafsu, terutama setelah mencium pipi aza dan menghirup wangi dari tubuh aza membuat nando kehilangan kendali atas dirinya.


Dengan cepat nando mencium aza tepat di b****\, nando memeluk aza dengan erat bahkan membimbing aza ke


ranjang mereka tanpa melepaskan tautan mereka.


Aza hanya diam mendapat serangan dari nando, meskipun terkejut dan ingin berontak tapi aza urungkan dia ingat status yang sudah menjadi istri nando, jadi nando berhak untuk melakukan apapun pada aza dan aza sebagai istri  harus memenuhi kewajibannya.


Nando mendorong aza berbaring di ranjang\, nando terus menjelajahi b**** aza bahkan mengabsen gigi aza dengan l****. Tangan nando juga tidak tinggal diam dia menjelajahi tubuh aza tanpa cela sedikitpun.


Aza hanya bisa pasrah dan mengalungkan tanganya di leher nando, dia tidak ingin berontak dan dia siap memberikan hak nando sebagai suami aza.


Ciuman nando turun ke leher aza dan meninggalkan jejek kemerahan di leher putih milik istrinya, aza hanya bisa melengkuh atas perlakuan nando baru pertama dia meresakan.


Nando menghentikan aksinya setelah mendegar lengkuhan aza, dia melihat aza yang terengah-tengah atas aksinya, nando kembali mencium aza dengan lembut, “kita hentikan sekarang kalau tidak aku akan benar-benar memakanmu” ucap nando memberikan kecupan di kening aza.


Aza terengah-engah dengan aksi nando dan dia malu karena setengah dari tubuhnya telah terekspos karena nando, dengan malu aza membenamkan kepalanya di dada nando


“kenapa, malu?” ucap nando melihat aza


Aza hanya mengangguk, “tidak perlu malu bunny, ingat aku suamimu pasti aku akan melihatnya cepat atau lambat dan juga aku sudah menyentuh semuanya dan rasanya pas di tanganku” ucap nando berbisik di telinga aza.

__ADS_1


Wajah aza semakin memerah dengan kesal di memukul bahu nando, “dasar mesum” ucap aza


“hahahahaha bukan mesum bunny tapi kenyataan” ucap nando


“sekarang kamu bisa turun aku ingin ganti baju dan memasak untukmu dan juga kamu harus mandi” ucap


aza


“tidak mau ini posisi yang sangat nyaman dan bagaimana kalau kita teruskan yang tadi aku juga mulai lapar” ucap nando


“tidak, turun sekarang nando mesum aku ingin ganti baju” ucap aza marah


Nando hanya tertawa melihat istrinya marah, dia turun dari tubuh aza dan pergi ke kamar mandi dengan tertawa.


Aza bangkit dari ranjang pergi untuk ruang ganti untuk mengganti bajunya, aza dapat melihat bekas merah keunguan yang di tinggalkan nando, jantung aza berdetak kencang mengingat apa yang terjadi barusan.


“tidak aza, tadi itu sudah benar dia suamimu dan kamu istrinya sudah menjadi kewajiban seorang istri melayani suaminya” ucap aza membenerkan apa yang terjadi barusan aza cepat mengganti baju.


Aza keluar dari ruang ganti dia tidak melihat nando, pasti nando masih mandi dia menggunakan kesempatan ini untuk turun dan memasak untuk makan malam nanti.


“selamat sore nyonya, anda ingin memasak untuk makan malam” ucap salah satu maid yang ada di dapur


“iya, apa kalian sudah menyiapkan bahan-bahannya?” tanya aza


“bagus kalian bisa pergi istirahat” ucap aza mulai melihat bahan-bahan yang ada dan memikirkan menu yang akan dia masak nanti.


“apa nyonya tidak perlu bantuan kami” tanya salah satu maid di sana, karena setelah aza mengambil alih memasak pekerjaan para maid lebih ringan dari sebelumnya.


“tidak, kalian istirahat saja pasti kalian capek membersihkan rumah ini” ucap aza


“baik nyonya, tapi kalau nyonya butuh sesuatu bisa panggil kamu nyonya” ucap salah satu maid


“pasti” ucap aza sambil tersenyum


“kami permisi dulu nyonya” ucap para maid meninggalkan aza yang mulai sibuk di dapur.


“aku beruntung memiliki majikan seperti nyonya aza, dia baik dan tidak suka menyuruh-nyuruh kita” ucap salah satu maid


“iya aku juga beruntung, tuan nando memberikan gaji besar di tambah pekerjaan kami sedikit ringan karena nyonya aza sering melakukan sendiri” ucap salah satu maid


“iya benar” ucap semua maid menyetujui perkataan temannya

__ADS_1


“sudah-sudah mending kita istirahat sebantar dan selalu bersiap-siap kalau nyonya aza memanggil” ucap salah satu maid


Sedangkan para maid beristirahat dan membahas nyonya mereka, aza tengah sibuk mempersiapkan makan malam rencana aza akan memasak iga bakar, cumi goreng dan capcay dengan cekatan aza mengolah makanan dengan cepat dan tepat.


Nando telah selesai membersihkan diri dia sekarang mencari aza dan dia tahu aza ada dimana dengan cepat nando pergi untuk menemui istrinya.


Sesampai di dapur nando melihat aza tengah sibuk memasak tanpa bantuan dari para maid, awalnya nando kesal karena para maid tidak membantu aza untuk memasak tapi aza sendiri mengatakan bahwa dia ingin memasak sendiri dan tidak perlu bantuan dari para maid, mereka bisa mengerjakan tugas lain.


Tentu saja nando keberatan tapi aza mengatakan bahwa memasak sudah menjadi kewajiban aza sebagai istrinya dan tentu aza tidak mau memberikan tugas itu pada orang lain.


Nando yang mendengar penjelasan aza menjadi senang, meski hubungan mereka bisa di bilang singkat tapi aza tetap memperlakukan nando semestinya menurut nando melihat aza yang sedang memasak adalah suatu pemandangan yang indah.


Seperti sekarang ini nando sedang memperhatikan aza yang tengah sibuk memasak, dengan pelan nando berjalan menghampiri aza.


“sibuk bunny” ucap nando memeluk aza dari belakang


“ah... kamu membuatku kaget saja” ucap aza pada nando yang tengah memeluknya


“maaf sayang, tapi aku


sudah tidak tahan lagi untuk tidak memelukmu” ucap nando menenggelamkan


kepalanya di leher aza


“yayayaya, tapi bisakah


kamu melepaskanku akan tidak bisa bergerak” ucap aza yang melihat nando yang


menempel padanya.


“tidak, aku ingin kamu memasak dengan aku memelukmu” ucap nando manja


“itu akan memakan waktu lama dan aku tidak akan leluasa bergerak, mending kamu bermain dengan baby elo menunggu masakanku matang” ucap aza


“tidak bunny, aku ingin di sini” ucap nando masih menggunakan nada manja


“tidak teddy sekarang pergi ke atas menjaga baby sekarang” ucap aza melepaskan pelukan nando.


“huh, baiklah” ucap nando dengan wajah cemberut dan kaki terhentak-hentak dia sebal karena aza menyuruhnya pergi.


Aza hanya menggelangkan kepalanya melihat tingkah suaminya, tanpa memperdulikan nando aza kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.

__ADS_1


Mohon dukung author denga rate, like, comen dan like


Terimakasih


__ADS_2