Baby CEO

Baby CEO
Cerita Nando


__ADS_3

 


 


Seperti kata nando tadi, sekarang nando dan aza pulang ke rumah nando bersama dimana nando menyetir sendiri, sesampai di rumah aza langsung pergi ke kamar baby elo untuk mengganti baju baby elo, sedangkan nando langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti baju formalnya dengan baju santai biasa.


Seperti biasa aza mengajak baby elo ke taman di rumah nando untuk piknik dan mengenalkan baby elo pada alam, para maid yang  sudah hafal dengan kegiatan setiap siang langsung menggelar tikar di taman dan menyiapkan makanan dan minuman kecil untuk di santap di taman. Nando yang sudah mengganti bajunya langsung turun untuk melihat baby elo tapi nando tidak menemukan baby elo maupun aza di kamar baby elo dan ruang santai, “baby dan aza kemana?” tanya nando pada salah satu maid disana, “nona aza dan tuan muda sekarang di taman tuan” jawab maid tersebut, “di taman?” tanya nando karena nando jarang ke taman, “iya tuan, semenjak nona aza mengasuh tuan muda nona aza selalu membawa tuan muda ke taman tuan dan tuan muda juga sangat senang dengan itu” jelas maid tersebut, nando yang mengerti langsung pergi ketaman.


Sesampai di taman nando dapat melihat aza sedang duduk di bawah pohon yang rindang nando aza sedang duduk di tikar dan baby elo sedang merangkak dengan lincah bahkan sesekali baby elo kadang mencoba untuk berdiri tapi karena belum tertalu lancar langsung terjatuh, nando yang melihat itu hatinya langsung menghangat nando melihat baby elo tertawa dengan gembira dan aza dengan semangat menyemangati baby elo yang mencoba berdiri.


Nando langsung menghampiri mereka dan bergabung dengan mereka, “boleh bergabung dengan piknik kalian” tanya nando pada aza meminta ijin bergabung dengan piknik yang aza adakan, “boleh silahkan tidak ada yang melarang toh ini juga rumah kamu nan” kata aza tanpa menoleh pada nando, kiranya aza masih marah pada nando soal kejadian tadi malam, “kamu masih marah dengan saya” kata nando pada aza, “huh” aza menghembuskan nafas lelah, “tidak nan” kata aza, “lalu kenapa kamu tidak mau menatapku” tanya nando pada aza yang masih membelakanginya, “memang kamu tidak lihat sekarang aku mengawasi baby elo” kata aza ketus, nando yang mendengar kata ketus aza hanya mengangkat bahu acuk, nando mendudukkan dirinya di tikar dekat aza nando juga memperhatikan baby elo yang sedang merangkak di tikar dan tangan kecilnya mencoba mengambil rumput di ujung, setelah mendapat rumput tersebut baby elo mencoba memasukkan ke dalam mulut tapi aza dengan sigap melarang baby elo, “jangan sayang ini kotor baby boleh memegang tapi jangan di masukan dalam mulut” kata aza menasehati baby elo yang tentu baby elo belum paham dengan perkataan aza baby elo hanya tertawa menampilkan gigi kecil yang tumbuh di mulut kecil baby elo.

__ADS_1


“apa setiap kalian pulang ke rumah kamu membawa baby elo ke taman?” tanya nando pada aza, “iya nan, kamu tahu meskipun di anggap sepele tapi ini sangat penting untuk baby elo nan, baby elo bisa bergerak dengan bebas, udara taman yang bersih dan baby elo juga bisa belajar” kata aza pada nando tentang alasan aza membawa baby elo ke taman, nando jadi paham kenapa aza selalu menyebutnya orang tua yang bodoh sudah banyak hal yang di lewatkan nando yang seharusnya dilakukan nando untuk tumbuh kembang baby elo tapi nando malah mengurung baby elo di dalam rumah. “huh, aku sibuk tidak bisa mengajak ke baby elo ketaman paling hanya menemani bermain di dalam kamar selebihnya tidak, kamu benar aza aku orang tua yang buruk ” kata nando menyalahkan dirinya sendiri. “tidak seburuk itu juga nan, meski kamu jarang berinteraksi dengan baby elo setidaknya kamu masih menyayanginya” kata aza pada nando,


“memang baby elo adalah harta dan hidupku akan aku lakukan apapun untuk membahagiakan dia”


“ow ya, yang aku tahu dari maid bahwa ini tempat kesukaan istrimu ibu baby elo” kata aza pada nando,


“memang ini tempat kesukaan istriku setiap kali aku libur pasti dia sini membaca buku atau hanya sekedar minum teh, katanya tempat ini sangat tenang dan bisa menjernihkan pikiran” kata nando mengenang istrinya


“kalau boleh aku tahu, istri pak nando orangnya seperti apa? kitanya dia wanita yang sangat baik” tanya aza pada nando mengenai istrinya


“kalau boleh tahu apa yang bapak sesali sampai sekarang” tanya aza lagi pada nando

__ADS_1


“aku menyesal tidak bisa menjaganya dengan benar, aku menyesal tidak selalu di sampingnya waktu dia hamil baby elo, dulu waktu dia menjadi istriku aku masih gila kerja sampai malam hari tapi dia sama sekali tidak mengeluh bahkan dia selalu menyiapkan semua kebutuhanku dan melayaniku dengan baik, tapi aku selalu meninggalkanya


sendiri terkurung di rumah besar ini”


“istri kamu memang wanita yang sangat baik mampu menahan semua sendiri, kalau aku menjadi istri kamu nan sudah minta cerai saya tidak tahan dengan sifat egoismu” kata aza memuji istri nando, menurut aza dia wanita yang sangat baik dan kuat mampu hidup dengan nando yang seperti manusia kutub itu.


“memang dia wanita yang baik\, dan aku b******* yang beruntung mendapatkanya\, kalau  waktu bisa di putar aku akan kembali dan menjaganya dengan benar dan selalu di sisinya saat sulit ” katan nando penuh penyesalan


“menyesal sekarang tidak ada juganya, kamu juga punya baby elo jadi kamu harus fokus dengan baby elo jangan hanya fokus pada perusahaanmu saja” kata aza menasehati nando.


“memang benar menyesal sekarang tidak ada gunakanya, sekarang aku hanya bisa memenuhi janjiku pada dia untuk mengasuh dan menyayangi baby elo itu sekarang prioritasku” kata nando pada aza

__ADS_1


“baguslah kamu sadar, baby elo memang prioritas utamamu jadi sekarang kamu harus bersungguh-sungguh untuk merawat baby elo, aku akan membantumu untuk merawat baby” kata aza dengan tulus, nando dapat melihat kesungguhan aza dan niat tulus dari aza, “terima kasih” kata nando pada aza, “sama-sama” kata aza menampilka senyum manisnya, nando yang melihat senyum manis aza merasa tersipu, terutama saat bibir aza melengkung membentuk sebuah senyum, entah kenapa nando langsung menangkup dagu aza dan langsung mencium aza, tidak aza sekedar kecupan riang tapi nando juga cukup lama menempelkan bibirnya pada bibir aza. Sedangkan aza yang terkejut dengan serangan nando hanya bisa membulatkan matanya lebar dan memutang di tempat. Cukup lama nando mencium aza sampai aza membutuhkan nafas nando baru melapaskannya. aza dan nando saling memandang dengan kening mereka yang masih bersatu mereka sama- sama mengambil nafas dengan rakus.


Aza masih terkejut dengan kejadian barusan hanya diam mematung sedangkan nando juga terkejut dengan kalakuan tadi, “sudah selesai, kalau sudah kita ke KUA sekarang” sebuah suara mengejutkan mereka berdua dan dilihat ada dua wanita paruh baya yang satu membawa hendphone yang kitanya sedang merekan aza dan nando dimana aza kenal dengan wanita tersebut dan yang satunya lagi yang sekarang sedang menampilkan wajah marah pada nando dan aza, tapi langsung aza tahu wanita tersebut siapa, “MAMA” kata nando memanggil wanita tersebut.


__ADS_2