
^^WARNING^^
bagi yang masih jomblo jangan baper, mengandung unsur romantis membuat jomblo merasa iri,author juga masih jomblo jadi jangan khawatir ada temannya...
nando sampai di ruang kerja dengan aza yang masih dalam gendongan, “kita sudah sampai, dan berhenti bersembuyi” kata nando pada aza yang masih menyembunyikan wajahnya, aza yang mendengar bahwa mereka telah sampai di ruang kerja nando segera aza mendongak untuk melihatnya dan benar mereka sudah sampai di ruang kerja nando, “turunkan aku” kata aza menahan marah karena kelakuan nando yang membuat mereka menjadi tontonan, nando yang mendengar permintaan aza bukan menurunkanya malah semakin menjadi dengan mambawa aza ke kamar yang ada di kantor, aza bingung dengan nando di tambah sekarang mereka masuk ke kamar yang biasa nando gunakan untuk nando tidur dan baby elo tidur, “mau bawa aku kemana lagi, turunkan aku sekarang nando” kata aza yang mencoba memberontak agar nando menurunkanya.
Sampai dalam kamar nando langsung meletakkan aza di atas ranjang, “nan, kamu mau apa? jangan macam-macam nan” kata aza yang melihat nando membuka jas hitamnya, aza tidak tahu nando akan melakukan apa yang jelas sekarang aza takut dengan nando, aza yang berada di ranjang hanya bisa duduk dengan gelisah, “nan ini tidak lucu, katakan kamu mau apa?” kata aza pada nando yang semakin menjadi karena nando melepaskan dasi dan membuka dua kancing atas kemejanya.
__ADS_1
Nando yang telah selesai melepaskan jas dan dasinya langsung naik ke atas ranjang dan menindih aza dengan cepat, “nando apa yang kamu lakukan” kata aza yang terkejut dengan tindihan nando, “tenang sayang, diam dan nikmati saja” kata nando dengan suara sensual. Aza semakin ketakutan dia melau cemas kalau nando melakukan hal-hal yang aneh, “nando aku mohon jangan sakiti aku” kata aza lirih memohon pada nando untuk tidak menyakitinya.
Nando melihat wajah aza dengan seksama, dapat di lihat raut wajah ketakutan dari aza, “hahahahahahaha” nando tertawa keras setelah melihat aza ketakutan dan mulai melepaskan aza, “lihat wajah kamu benar-benar lucu” kata nando tertawa terpingkal-tingkal, ya nando tidak akan mencelakai aza dia hanya mengerjai aza untuk melihat raut wajah ketakutan dari aza dan mengetes sampai mana aza akan bertahan,”hahahahhaahah” nando masih tertawa lepas.
Aza yang melihat nando tertawa dan mulai menyadari bahwa nando sengaja mengerjainya, “kamu mengerjaiku” tanya aza dengan wajah kesal, “iya, aku hanya mengerjaimu mana mungkin aku menyakitimu dan lihat itu berhasil wajah kamu benar-benar lucu,hahahaha” kata nandi yang masih menertawakan aza.
Aza yang merasa di permainkan sangat marah dengan nando, “kurang ajar kamu nando, kesini kau aku akan kasih kamu pelajaran” kata aza menghampiri nando sambil membawa guling sebagai senjata, nando yang melihat aza membawa guling untuk memukulnya dia berlari menghindar dari amukan aza, “jangan lari kamu nando, aku akan menghabisimu” kata aza mengejar nando aza benar-benar marah , nando hanya tertawa sambil menghindari aza, “tangkap aku kalau bisa” tantang nando untuk pada aza.
“maaf za, tapi aku benar-benar tidak tahan untuk mengerjaimu” kata nando lembut meminta maaf pada aza, “kamu membuat aku jengkel, itu tidak lucu sama sekali” kata aza dengan nada marah. nando melepaskan pelukanya sekarang dia melihat dengan jelas wajah kesal aza, “iya aku tahu, aku benar-benar minta maaf” kata nando dengan penuh penyesalan, “tidak aku tidak akan memaafkanmu” kata aza yang masih merajuk, nando tahu aza akan marah dengan lembut nando manarik aza untuk duduk di tepi ranjang, “maaf za, aku janji akan lakukan apapun untuk mendapat maaf dari kamu” kata nando sambil berjongkok di depan aza, “janji kamu akan lakukan apapun?” tanya aza, “iya aku janji” kata nando berjanji.
“aku pikirkan dulu, tapi aku ingin bertanya padamu nan, apa maksud semua ini kenapa kamu menggendongku tadi” tanya aza, nando hanya tersenyum kecil dia mulai bangkit dan duduk di samping aza, “karena aku ingin semua tahu kalau kamu adalah milikku dan tidak akan ada orang lain yang berani mengambil kamu dariku” kata nando, aza kaget dengan pengakuan nando, “maksud kamu nan” tanya aza, nando kembali berjongkok di depan aza, “za meskipun pernikahan kita karena paksaan dari mama yang berawal dari kesalah pahamam tapi aku ingin membangun sebuah keluarga yang bahagia, bukan hanya didepan orang tauku tapi untuk selamanya, aku ingin kamu tetap menjadi istriku melupakan perjanjian konyol kita dan hidup mendampingiku menjadi mama baby elo sampai kita menua bersama dan maut memisahkan kita” kata nando dengan wajah yang serius, dia serius dengan ucapannya dimana dia minta aza untuk tetap menjadi istri nando dan melupakan perjanjian mereka.
__ADS_1
“maksud kamu apa nan, jangan bercanda lagi itu tidak lucu” tanya aza, dia masih tidak percaya yang nando katakan, “dengar za ini bukan lelucon, aku ingin kita melupakan perjanjian kita dan terus mempertahankan rumah tangga kita” kata nando, “tapi aku tidak mencintaimu dan kamu juga tidak mencintaiku” kata aza lirih, nando tidak memiliki perasaan dengan aza dan sama dengan aza yang tidak memiliki perasaan pada nando. “aku tahu za kita tidak saling mencintai tapi aku takut aku kehilanganmu, terutama baby elo aku takut dia akan bersedih bila tidak ada kamu, za mari kita belajar bersama untuk saling mencintai, kita mulai dari awal hubungan kita dan membuat sebuah keluarga yang bahagia, apa kamu mau za?” kata nando.
“aku bingun harus apa nan, ini terlalu mendadak dan aku belum siap untuk semua ini” kata aza, nando tahu ini terlalu mendadak untuk aza, tapi nando sudah memikirkan beberapa hari yang lalu dia akan memulai dari awal dengan aza membuat sebuah keluarga yang bahagia.
“kamu bisa memikirkan dulu, aku akan selalu menunggumu tapi tetaplah disisiku dan baby elo, kami membutuhkanmu” kata nando menatap aza dengan tulus, aza mengangguk dia akan tetap disisi nando dan baby elo. nando tersenyum dengan respon aza, “terimakasih za” kata nando sambil mencium kening aza dan memeluknya, aza hanya bisa diam menikmati pelukan nando yang hangat.
“aku akan memikirkannya nan demi kamu dan baby elo, tapi apakah kamu sanggup menungguku?” kata aza dalam pelukan nando, “aku akan selalu menunggumu, meski aku belum mencintaimu tapi aku akan belajar mencintaimu, apakah kamu memberiku kesempatan itu za?” tanya nando, aza hanya mengangguk dia kehabisan kata-kata untuk menjawab nando, aza hanya menikmati kehangatan pelukan nando.
mohon dukung author dengan rate, like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih