Baby CEO

Baby CEO
Episode 84


__ADS_3

PART 84


“ceritakan !” perintah nando


“ada beberapa karyawan wanita yang cemburu dengan nyonya aza mereka menganggap nyonya aza menggoda tuan nando dan bermaksud mengusir nyonya aza, tapi nyonya aza mengauki dirinya sebagai istri tuan,


karena karyawan wanita tersebut tidak mempercayainya mereka mengolok-olok nyonya aza sebagai gadis miskin yang bermimpi jadi seorang nyonya varmond bahkan karyawan wanita tersebut menghina orangtua nyonya aza yang sudah meninggal, mereka bersyukur atas kematian orang tua nyonya aza karena mereka menganggap ibu nyonya aza mendidik nyonya aza untuk menjadi wanita...” ucap andi berhenti dia tidak mau melanjutkan ceritanya karena menurutkan akan membuat nando murka.


“wanita apa? kenapa kamu berhenti lanjutkan!” ucap nando dengan nada perintah


“mereka menyebut sebagai wanita j*****” ucap andi dengan suara dikecilkan agar nando tidak mendengar dengan jelas.


BRAKKK.... nando memukul meja dengan keras, sekarang dia paham kenapa aza yang biasanya sabar menghadapi orang-orang seperti mereka harus kehilangan kesabarannya.


“beraninya mereka menghina istri dan almarhum mertuaku, panggil mereka sekarang juga” ucap nando marah.


“baik pak” ucap andi berlari keluar untuk memanggil anggun dan mulan.


Nando menghela nafas panjang untuk meredakan amarahnya, dia tidak habis fikir dengan wanita-wanita diluar sana yang mementingkan status sosial bahkan membandingkan dengan istrinya.


Nando kembali melihat aza yang masih tidur lelap di ranjang, dia duduk di pinggir ranjang dengan memperhatikan wajah aza.


Nando menunduk mencium kening aza dengan sayang\, “maaf sayang karena aku kamu dan almarhum ibu mertua dihina orang lain\, kamu bukan wanita j***** yang seperti mereka pikirkan kamu adalah cahaya hidupku yang menerangiku dan baby elo tanpa kamu hidupku akan suram\, aku janji akan melindungi kamu dan membalas rasa sakitmu” ucap nando lirih.


aza yang masih tidur lelap tentu tidak mendengar janji nando, aza menggeliat mencari posisi yang nyaman untuk tidur, nando yang melihat aza bergerak mencari posisi nyaman hanya bisa tersenyum kecil, dia kembali mencium kening istrinya dengan sayang sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sesuai perintah nando andi memanggil anggun dan mulan yang menjadi dalang dibalik kejadian hari ini. Andi menunggu anggun dan mulan di ruangnya untuk nanti mengantar mereka ke ruang nando.


Setelah menunggu cukup lama anggun dan mulan datang ke ruang andi dengan wajah bingung karena dipanggil bos besar mereka.


“akhirnya kalian datang, aku sudah lelah menunggu kalian” ucap andi kesal karena harus menunggu lama.


“maaf pak masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan” ucap anggun mencari alasan


“banyak pekerjaan? Apakah pekerjaan kalian lebih banyak denganku?” ucap andi menyindir mereka berdua.

__ADS_1


Anggun dan mulan hanya menunduk, pekerjaan mereka tidak ada apa-apa dibanding dengan andi yang notabenenya asisten pribadi nando.


“maaf pak” ucap mereka bersama


“sekarang kalian ikuti aku, pak nando ingin bertemu dengan kalian berdua” ucap andi


Anggu dan mulan mulai berkeringat dingin, mereka sudah mempunyai firasat yang buruk setelah nando memanggil mereka.


Andi melihat mereka berkeringat dingin hanya menyeringai, dia tahu hal buruk apa yang akan menimpa mereka setelah membuat nando marah. Dengan kepala tertunduk anggun dan mulan mengikuti andi ke ruang nando.


Sesampai di depan ruang nando andi mengetuk pintu, TOK TOK TOK


“masuk” ucap nando dari dalam


“permisi pak, nona anggun dan mulan sudah ada disini” ucap andi masuk keruang nando.


Nando yang sedang memeriksa beberapa pekerjaanya mulai mendongak, dia melihat andi dan dua orang wanita dibelakang andi dengan kepala tertunduk.


“kamu bisa pergi di” ucap nando menyuruh andi pergi, andi hanya mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua.


hehehe ” ucap andi gembira karena disuruh nando untuk keluar.


Berbeda dengan andi yang senang karena disuruh keluar oleh nando, anggun dan mulan ketakutan karena tatap nando seperti binatang buas yang mengintai mangsanya.


“kalian tahu kenapa kalian berdua saya panggil kesini?” tanya nando dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri.


“maaf pak kami ti..dak tahu, kenapa bapak memanggil kami” ucap anggun ketakutan, sedangkan mulan hanya diam tertunduk.


“lalu apa yang kalian lakukan pada wanita yang bernama aza, mantan sekretarisku sekaligus istri sahku tadi?” tanya nando


“kami tidak melakukan apapun pada aza... kami hanya menya..” “ BRAKKKKKK


Sebelum mulan menyelesakain perkatannya nando lebih dulu menggebrak meja dengan keras membuat anggun dan mulan kaget sekaligus takut.


“panggil dia nyonya aza, dia istriku jadi mulai sekarang kalian tidak boleh menghina dia atau menyakiti dia baik fisik maupun batin, aku memanggil kalian berdua kesini karena kalian berdua  saya dipecat” ucap nando tegas

__ADS_1


“pak nando mohon kasih kami kesempatan lagi pak, kalau kami dipecat dari perusahaan bapak kami tidak akan diterima diperusahaan lain” ucap anggun memohon pada nando agar tidak memecat mereka.


“iya pak, tolong jangan pecat kami, kami akan melakukan apapun agar bapak memaafkan kami, dan untuk az... maksud saya nyonya aza kami akan meminta maaf dan tidak akan mengulai perbuatan kami bahkan kalau bapak mau kami berlutut di depan nyonya aza kami bersedia pak” ucap mulan memohon pada nando agar tidak dipecat karena dipecat dari varmond company sama dengan jatuh ke lubang nereka karena perusahaan lain tidak akan menerima mereka.


“inilah hukuman untuk orang-orang yang menghina istriku” ucap nando acuh tidak mendengarkan permohonan mereka.


“kami mohon pak jangan pecat kami, saya masih memiliki keluarga yang harus saya hidupi pak, saya mohon” ucap anggun memohon pada nando sambil menangis bahkan anggun juga bersujud agar kesalahan kali ini dimaafkan nando.


Nando tidak menghiraukan permohonan mereka, dia tidak peduli dengan keluarga atau nasib mereka karena dia hanya peduli bagaimana melindungi istrinya.


“teddy?” ucap aza yang terbangun karena mendengar suara wanita menangis.


“bunny kenapa kamu bangun? Lanjutkan saja tidurmu disini biar aku yang mengurus” ucap nando yang melihat aza memakali kemeja cadangannya.


Anggun dan mulan yang melihat aza keluar dari kamar segera menghampiri aza dan bersimpuh didepan aza untuk meminta maaf.


“nyonya aza, mohon maaf kami karena kami tidak sopan pada nyonya tapi saya mohon jangan pecat kami nyonya” ucap anggun yang bersujud didepan aza.


Aza terkejut karena anggun dan mulan bersimpuh didepannya, “kenapa kalian bersujud seperti ini” ucap aza mencoba menarik anggun dan mulan agar mereka berdua berdiri.


“kami mohon maaf nyonya karena kami telah menghina nyonya dan almarhum ibu nyonya, kami memang salah dan nyonya dapat menghukum kami apa saja tapi saya mohon jangan pecat saya” ucap mulan memohon ampun atas sikapnya pada aza.


Sekarang aza paham apa permasalahannya dia tahu mereka akan dipecat suaminya karena menghina dia, “heh, aku memaafkan kalian tapi kalian harus berdiri terlebih dahulu” ucap aza menyuruh mereka berdiri.


Anggun dan mulan segera berdiri setelah mendengar perkataan aza, meski air mata mereka masih keluar tapi mereka sedikit lebih lega karena aza mau memaafkan mereka berdua.


“terimakasih nyonya sudah mau memaafkan kami, tapi kami mohon jangan pecat kami” ucap anggun memohon.


“aku tidak akan memecat kalian, tapi kalian harus janji jangan ulangi lagi perbutan kalian kepada siapapun kalian harus menghormati sesama tidak membedakan mereka dari status sosial mereka” ucap aza menasihati mereka berdua.


“baik nyonya kami akan bersikap lebih sopan dengan anda dan orang lain, tapi...” ucap anggun berhenti tidak berani melanjutkan sambil melihat ke arah nando.


Aza paham apa yang dimaksud anggun, “teddy?” panggil aza pada nando  yang pura-pura sibuk dengan berkas-berkasnya.


“teddy? Sekali lagi aku memanggilmu dan tidak menoleh maka malam ini tidur diluar” ancam aza karena mengabaikan panggilannya

__ADS_1


“iya sayang ada apa?” ucap nando setelah mendengar ancaman aza.


__ADS_2