
Aza dan nando dalam perjalanan menjemput baby elo yang dirumah orang tua nando, sepanjang perjalanan nando menggenggam tangan aza dengan lembut dan sesekali menciumnya.
“teddy, bisakah kamu melepaskan tanganku? Ingat kamu sedang menyetir” ucap aza agar nando melapaskan genggamannya.
“tidak apa, aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu sebelum bertemu baby elo kalau tidak aku tidak akan mendapatkan kesempantan ini lagi” ucap nando.
Aza hanya tersenyum mendengar perkataan nando, dia tahu nando dan baby elo entah mengapa mereka
seakan bersaing satu sama lain.
“ya udah yang penting hati-hati” ucap aza, “baik bunny” ucap nando terus menggenggam tangan aza dan
menciumnya.
Selama perjalanan nando berusaha sepelan mungkin menjalankan mobil bahkan dia mengambil jalan memutar agar bisa berlama-lama dengan aza tanpa gangguan baby elo.
Berbeda dengan nando yang mengulur waktu agar bisa berlama-lama dengan aza, baby elo mulai mengamuk karena tertalu lama berpisah dengan sang mama, baby elo menangis di gendongan mama rinta dengan papa jordan berusaha menghibur baby elo.
“pa, telfon nando suruh dia kemari cepat, kasihan cucu mama dia sudah lama menangis” ucap mama rinta
yang kasihan dengan baby elo
“sudah ma, tadi papa dah telfon nando tapi tidak di angkat papa juga telfon andi kata andi mereka sudah berangkat” ucap papa jordan yang masih mencoba menenangkan baby elo.
“kenapa mereka lama sekali, padahal jarak kantor dan rumah tidak terlalu jauh seharusnya mereka sudah sampai di sini” ucap mama rinta.
Jarak rumah keluarga varmond dengan kantor tidak terlalu jauh tapi mama rinta heran kenapa bisa selama ini.
“mana papa tahu ma, mungkin mobil nando mogok kali jadi mereka lama” ucap papa jordan
“tidak mungkin pa, apa papa lupa nando punya teknisi sendiri untuk mengecek semua mobilnya tidak mungkin mogok” ucap mama rinta.
“oh iya papa lupa, hehehehe” ucap papa jordan dengan cengiran konyol dia lupa anaknya punya teknisi sendiri untuk merawat mobil-mobilnya.
“huh, dasar papa tua” ucap mama rinta sebal
“kalau papa tua mama juga tua dong, kan umur kita hampir sama ma” ucap papa jordan tidak mau kalah
“umur mama emang sudah tua, tapi jiwa mama masih muda tidak seperti papa yang sudah mau kakek-kakek” ucap mama rinta yang tidak mau dikatakan tua.
“kan memang kakek-kakek, tuh yang mama gendongkan cucu papa, dan juga cucu mama juga jadi mama juga sudah jadi nenek-nenek” ucap papa jordan
“taulah terserah papa” ucap mama rinta cemberut karena kalah debat dengan papa jordan
“jangan cemberut sayang, kamu memang nenek-nenek tapi kamu nenek-nenek yang cantik dimana selalu tersimpan di hati papa” ucap papa jordan merayu dang istri.
Pipi mama rinta memerah mendengar rayuan suaminya, “ih papa bisa saja” ucap mama rinta malu-malu, sedangkan baby elo hanya diam memandang nenek dan kakeknya yang bermesraan.
***
Setalah menempuh perjalanan yang panjang nando dan aza sampai dirumah keluar varmond tepatnya rumah orang tua nando, “ayo turun, aku sudah kangen dengan baby” ucap aza antusias.
Sedangkan nando bersikap biasa saja, nando berfikir baby elo adalah saingannya, “sabar bunny aku parkirkan dulu mobil ini” ucap nando
“iya, tapi sudah kangen dengan baby” ucap aza memelas
Setelah nando memakirkan mobilnya, aza dengan cepat keluar dari mobil tanpa menunggu nando, dia ingin cepat-cepat bertemu anak sambungnya itu.
__ADS_1
Nando yang melihat antusias aza hanya bisa menggelengkan kepala, dia tahu aza sangat menyayangi anak
satu-satunya itu.
“kenapa baru datang, ayo cepat baby ngamuk karena lama menunggu kalian” ucap papa jordan yang menyambut aza dan nando.
“jalanan macet pa, jadi gak lama” ucap nando cuek
“alasan saja kamu, macet-macet tidak selama ini” ucap papa jordan ketus, sedangkan nando hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal, memang dia sengaja mencari jalan yang memutar dan dia berkendara sangat pelan agar bisa lama-lama dengan aza.
“baby mana pa, kok tidak kelihatan” ucap aza menyela pembicaraan ayah dan anak itu
“baby sama mama, sekarang dia ada dikamar kamu cepat kesana za, dari tadi dia mencarimu terus” ucap papa jordan
“baik pa, aza permisi dulu” ucap aza pergi meninggalkan papa jordan dan nando, dia tahu baby elo ada di kamar yang dibuat khusus oleh papa jordan untuk cucu pertamanya.
“kamu mau kemana?” ucap papa jordan melihat nando mencoba mengikuti aza
“mau ke kamar baby pa, ikut aza” ucap nando
“tidak, kamu bantu papa untuk memeriksa berkas papa yang tertunda gara-gara baby nangis terus” ucap papa jordan
“tapi pa, nando baru pulang kantor dan nando juga capek butuh istirahat” ucap nando keberatan dengan ajakan sang papa
“halah, dulu lembur sampai pagi saja tidak masalah sekarang pakai lelah segala, sudah kamu jangan banyak alasan, ayo pergi keruang papa” ucap papa jordan menyeret nando keruangannya, sedangkan nando dengan pasrah diseret papanya.
Lain dengan aza yang sampai di kamar baby elo, “baby” ucap aza memanggil baby elo yang ada di gendongan mama rinta.
“akhirnya kamu datang juga za, dari mana saja kenapa lama sekali? Padahal jarak kantor nando dan rumah mama tidak terlalu jauh?” tanya mama rinta
“maaf ma tadi ke jebak macet” ucap aza bohong dia tidak mungkin mengucapkan sesungguhnya bahwa nando
sengaja mengambil jalan memutar untuk mengulur waktu, bisa-bisa nando di amuk mama rinta.
Baby elo dengan mata penuh air mata dan muka memerah karena terlalu lama menangis dengan senang hati berpindah ke gendongan sang mama.
“aduh sayang maafkan mama ya, mama telat menjemput baby jadi merah begini mukanya” ucap aza yang merasa bersalah melihat wajah baby elo yang memerah.
Baby elo yang tidak tahu apa-apa hanya mendekap aza dengan erat, seakan kalau baby melapaskanya maka mamanya akan kembali pergi lagi.
“ya sudah za, mama serahin baby ke kamu ya, mama mau ke dapur dulu, kamu dan nando nanti makan malam disini kan?” ucap mama rinta
“tadi rencana mau pulang setelah mengambil baby elo tapi melihat keadaan baby elo aza akan tetap tinggal sebentar ma, kasihan kalau pulang sekarang nanti takut baby sakit” ucap aza
“baiklah untuk malam ini kalian menginap disini mama juga tidak mau cucu kesayangan mama jatuh sakit” ucap mama rinta
“tapi ma, bagaimana dengan nando kalau aza setuju saja tapi nando..” ucap aza
“untuk masalah nando kamu tenang saja, mama akan bicara dengan nando” ucap mama rinta meyakinkan aza
“baik ma, makasih” ucap aza
“iya, mending kamu mandikan baby eli dia belum mandi dan untuk baju ganti kamu nanti pakai baju mama saja” ucap mama rinta
“iya ma, terimakasih” ucap aza menampilkan senyum cantik
Mama rinta yang melihat senyum dari menantu kesayangannya merasa senang, “mama pergi dulu ya” ucap mama rinta pergi meninggalkan aza dan baby elo berdua.
***
Salah satu ruangan di rumah keluar varmond terlihat dua laki-laki beda usia sedang serius mengerjakan dokumen-dokumen penting.
__ADS_1
“kenapa menumpuk sebanyak ini pa, memang papa kemana saja selama ini” ucap salah satu laki-laki yang lebih muda.
“diam dan kerjakan saja jangan banyak tanya” ucap laki-laki setengah baya.
“seharusnya aku sekarang bersama anak dan istriku bukan mengerjakan tugas papa” ucap laki-laki yang lebih muda dengan sebal.
“halah dulu lembur sampai pagi tidak masalah kenapa sekarang menjadi lembek seperti ini” ucap laki-laki setengah baya tersebut
“bukan lembek pa, tapi sekarang beda aku punya anak dan istri yang butuh perhatianku jadi aku tidak boleh bekerja terus-terusan” ucap laki-laki muda tersebut.
“banyak alasan, cepat selesakan kita setelah itu kita akan malam malam bersama” ucap laki-laki setengah baya tersebut.
“tapi pa nando capek” ucap nando merengek, “cih alasan” balas sang pap.
Ya kedua laki-laki berbeda usia itu adalah nando dan papa jordan yang sekarang mereka mengerjakan berkas-berkas papa jordan.
Nando dengan wajah kusut mengerjakan tugas-tugas papa jordan, sedangkan papa jordan menyungging senyum puas melihat muka kusut nando.
Tok tok tok
Ketukan pintu menyita perhatian papa jordan dan nando yang telah serius mengerjakan pekerjaan mereka.
“masuk” ucap papa jordan
Terlihat mama rinta masuk ke dari pintu tersebut, “ada apa ma, tumben mama ketuk pintu biasanya langsung nyolong masuk” ucap papa jorda melihat istrinya masuk.
“mama takut ganggu kalian, mama pikir ada pekerjaan penting karena menyuruh nando ke ruang kerja papa jadi mama ketuk pintu dulu” ucap mama rinta
“tidak ma, papa hanya menyuruh nando untuk membantu papa soal gara-gara dia papa tidak bisa mengerjakan
tugas papa karena dia terlambat kemari yang membuat baby elo menangis”ucap papa jordan sedikit kesal.
Sedangkan nando pupra-pura tidak mendengarkan, dia hanya fokus ke pekerjaanya.
“oh, jadi gara-gara anak ini terlambat membawa istrinya jadi cucu mama harus nangis kejer kayak tadi” ucap mama rinta sambil mendekati nando.
Nando yang sadar sang mama mendekatinya mencoba tersenyum semanis mungkin agar sang mama tidak menghukumnya.
“eh mama, kapan mama masuk? Maaf ma nando terlalu fokus dengan pekerjaan nando” ucap nando memamerkan senyumnya.
Mama rinta juga tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menarik telinga nando, “awawawawaw,
sakit ma nanti telinga nando bisa lepas” ucap nando menahan rasa sakit pada
telinganya yang di tarik mama rinta.
“dasar anak kurung ajar, mama suruh cepat-cepat kemari malah telat dan membuat baby elo menangis” ucap mama rinta marah dan terus menarik telinga nando dengan keras.
“ampumm ma sakit, nando janji tidak akan mengulangi lagi, ampun ma lepaskan sakit” ucap nando memohon agar mama rinta melepas tarikanya.
Dengan menghembuskan nafas kesal mama rinta melepas telingan nando, sedangkan nando langsung memegangi telinganya yang memerah.
Papa jordan yang menonton sang istri yang menghukum anaknya hanya bisa tersenyum, dia tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka berdua.
Mohon maaf kan author baru up sekarang tapi apalah daya, author juga punya kehidupan di dunia nyata, punya pekerjaan yang harus author selesaikan jadi waktu author kesita dengan pekerjaan author yang kayak gunung yang gak ada habisnya, bulan ini adalah bulan tersibuk untuk author karena dimana author dikejar oleh waktu untuk menyelesaikan pekerjaan author. jadi Sekali lagi author mohon maaf yang sebesar-besarnya.
__ADS_1
Dan juga author berterima kasih dengan para reader yang masih setia menunggu kelanjutkan cerita ini, author janji akan meluwangkan waktu untuk menulis cerita ini kembali dan akan up sesering mungkin jadi mohon bersabar.
Terimakasih dan Mohon Maaf