
Author POV
Hari nando membawa baby elo ke perusahaan karena tidak ada yang menjaga baby elo, ditambah lagi baby elo juga tidak menyukai orang yang baru dia kenal, nando memasuki perusahaan pada siang hari, banyak karyawan yang sudah meninggalkan pekerjaan mereka untuk beristirahat sejenak dan untuk makan siang, nando langsung menuju ke ruangnnya yang dilantai 18, diruang tersebut didesain dengan simpel dan mewah di dalam ruang tersebut terdapat ruang khusus yang diisi dengan ranjang besar yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk beristirahat dan dapat digunakan juga pada waktu lembur.
Nando yang menggendong baby elo langsung meletakkan baby elo di box bayi yang telah disiapkan oleh asistennya, “kamu tunggu disini ya, papa kerja dulu” kata nando menasihati baby elo yang hanya tanggapi ocehan khas bayi. Baby elo seakan mengerti langsung tenang dan main sendiri dengan mainannya yang telah siapkan.
Setelah melihat baby elo tenang nando mulai kembali ke mejanya untuk memeriksa berkas yang telah menumpuk, “di, setelah makan siang temui saya di ruangan saya” perintah nando pada sang asisten melalui sambung telfon, “baik pak” jawab andi setelah mendapat panggilan dari sang bos.
Nando POV
Tok tok
“masuk” jawabku setalah mendengar suara ketukan dari pintu, aku tahu bahwa itu andi yang aku suruh datang setelah makan siang tadi
“apa jadwalku hari ini” tanyaku langsung padanya
“pukul 2 siang nanti ada rapat bulan untuk membahas
perkembangan kemajuan perusahaan dari masing-masing devisi, selebihnya ada
beberapa pengajuan kerjasama dari perusahaan lain yang bapak harus periksa”
“hanya itu?”
“iya pak”
“kamu persiapan semua berkas yang akan saya periksa, dan nanti kamu jaga baby elo sementara saya rapat, sekarang kamu bisa kembali kerja” perintaku pada asistenku soal hanya andi yang aku percaya
“baik pak, saya permisi” jawab andi sambil meninggalkan ruangku
Huhh.... aku hanya bisa menghelas nafas panjang pekerjaanku menunpuk banyak yang harus aku periksa, aku mengalihkan pandangaku ke baby elo yang ada di dalam box bayi dia masih anteng tidak rewel , dia hanya bermain dengan mainan yang diberikan padanya.
Waktu sudah menunjukkan sore waktunya untuk pulang, tapi kitanya aku akan lembur masih banyak tugas yang aku lakukan pengajuan kerjasama dari beberapa perusahaan masih harus aku periksa, kapan ini akan selesai batinku melihat tumpukan dokumen yang ada di meja.
__ADS_1
Karena merasa penat aku menghambiri baby elo yang masih di box bayi, dia tertidur pulas disana aku merasa bersalah padanya karena harus ikut bekerja.
“di, keruang saya sekarang” perintahku pada asistenku dari interkom
Tok tok
“masuk”
“ada apa pak?” tanya andi
“hari ini kamu ikut lembur dengan saya, kita akan lembur untuk menyelesaikan berkass-berkas ini”
“iya pak, tapi bagaimana baby elo apa dia akan ikut kita pak ?” tanya andi sambil memperhatikan baby elo yang masih tidur
“terpaksa, harus ikut” jawabku singkat dengan sedikit rasa penyesalan
“tapi apa tidak apa-apa pak baby elo masih kecil?” tanya andi dengan raut wajah prihatin
“keperluan baby elo sudah aku siapkan semua, sekarang kamu ambil makanan dari rumah saya untuk baby elo yang disiapkan pelayanku” perintahku pada asistenku, aku tahu dia khawatir pada baby elo, memang ini pertama kali aku membawa kerja baby elo dan ditambah harus lembur.
“baiklah, sekarang kamu perintahkan devisi keuangkan untuk membawa laporannya minggu lalu aku tunggu jam 8 malam ini”
“baik pak, ada lagi?”
“tidak kamu boleh keluar”
“baik pak saya permisi” jawab andi keluar dari
ruangku
aku kembali untuk mengerjakan semua pekerjaanku cepat selesai, agar aku bisa membawa baby elo pulang dengan cepat.
Ouwe ouwe ouwe
__ADS_1
Tangis baby elo mengalihkanku dari pekerjaanku, “anak papa sudah bangun” ucapku sambil menggendong baby elo yang menangis karena bangun “anak papa lapar sayang, bentar ya papa bikin susu dulu”, baby elo mulai berhenti menangis dan mendengarku untuk tenang agar aku bisa membuat susu untuknya. Aku bersyukur memiliki baby elo yang tenang memudahkanku untuk menjaganya.
Setelah istriku meninggal aku tidak ingin memcari ibu baru untuk baby elo, aku tahu banyak wanita yang ingin menjadi istriku tapi mereka semua tidak tulus menyayangi baby elo mereka hanya ingin hartaku. Meskipun ibuku dan ibuku mertuaku mendesak untuk menikah agar baby elo bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, aku tidak peduli tentang itu yang terpenting sekarang aku bisa membesarkan anakku sengan baik.
Baby elo sekarang sudah tenang dengan susu dot masih menempel pada mulut kecilnya, sekarang sudah sore aku perlu memandikan baby elo, jangan salah disini tersedia juga ada semua perlengkapan baby elo agar biar dia nyaman, diruang istirahatku juga ada kamar mandi cukup besar.
Waktu menunjukkan jam 6 sore pasti banyak karyawan yang sudah pulang, aku juga sudah selesaikan memberi makan baby elo dan memandikanya sekarang dia sedang bermain di karpet bulu yang sengaja aku sediakan untuk baby elo.
aku terus melanjutkan pekerjaanku sambil menjaga baby elo, sekarang dia tertidur aku menggendongnya untuk aku letakkan di ranjang. Setelah meletakkan di ranjangku dan memberi batasan disamping kana kirinya aku keluar untuk melanjutkan pekerjaanku.
Tok tok
“permisi pak, ada keadaan darurat” kata andi masuk ke ruangaku dengan wajah lelahnya
“ada apa?” tanyaku penasaran
“sistem keamanan cyber kantor ada kerusakan, tim teknik mengalami kesulitan pak” jelas andi dengan takut,
“apa!!!!!” aku kaget soal kalau sampai keamanan cyberku di tembus banyak data perusahaan bocor dan aku akan mengalami kerugian.
“baik aku kesana” aku langung ke bagian teknis untuk mengatasi serangan cyberku.
Jam menunjukkan pukul 8 malam, aku baru selesai mengatasi permasalahan yang ada untungnya masih belum terlambat data-data penting perusahaan masih aman dari serangan cyber. Tapi aku rasa aku melupakan sesuatu tapi apa? Aku ingat-ingat lagi, ....
Ya tuhan baby elo, aku tinggal sendiri di kamar biasanya baby elo jam-jam sekarang terbangun pasti dia menangis. Aku buru-buru kembali keruangku aku takut terjadi sesuatu pada baby elo.
sampai di depan kantorku pintu terbuka pasti ada oarang yang masuk ke dalam, “sial siapa yang berani masuk ke ruanganku tapi seizinku”, aku paling benci dengan orang-orang yang sembarang masuk tanpa seizinku, aku langsung masuk menuju ke kamarku.
Tapi yang kulihat pemandangan yang sangat jarang terjadi baby elo, sekarang sedang asyik bermain dengan seorang wanita yang tidak aku kenal, dan lebih herannya lagi baby elo nyaman-nyaman saja berada di dekapan wanita tersebut,biasanya dia akan langsung menangis apabila bertemu dengan orang baru. Cukup lama aku melihat interaksi mereka berdua sekarang baby elo mulai mengantuk dan tidur, wanita tersebut menurunkan baby elo ke ranjang dengan hati-hati agar tidak terbangun dan dia meletakkan batal di samping kanan-kiri pada baby elo. Sekarang dia memandangi baby elo yang tertidur, aku sudah cukup melihat dia. Dengan suara tegas aku memanggil dia “Apa yang kamu lakukan disini?” di kaget dan berbalik ....
Bersambung
mohon dukungannya like, comen dan vote. Untuk comen mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan.
__ADS_1
** Terimakasih **