Baby CEO

Baby CEO
Mama Aza


__ADS_3

 


 


Sekarang aza, eva, sandra dan baby elo sedang menikmati makan siang mereka, baby elo dengan lahap memakan bubur bayi yang aza supkan pada baby elo, sesekali aza juga menyuapkan makan siangnya, eva dan sandra melihat itu seperti melihat seoranng ibu yang kerepotan mengurus bayi sambil makan.


“za sekarang coba jelaskan kenapa bisa anak pak nando ada di kamu lagi?” tanya eva pada aza yang sekarang membersihkan mulut baby elo yang belopotan sisa makan siang tadi, “biasa pak nando manusia kutub itu, meninggalkan anaknya sembarang, awas saja nanti aku bawa baby elo kabur baru tahu rasa” jawab aza dengan nada kesal, “eh tidak bisa seperti itu za, itu anaknya pak nando yang lebih berhak, nanti kamu di tuduh penculikan lagi” kata eva yang menasihati aza soal rencana gila aza untuk membawa baby elo pergi, “biar tahu rasa kak, ini udah yang kedua kali baby elo di tinggal di kantor sedirian” kata aza pada eva, “tapi tidak kamu bawa kabur juga za, bicara baik-baik sama pak nando, meskipun begitu pak nando juga atasan kita” kata eva menimpali perkataan aza, “ bener kata kak eva za, kamu terlalu berani denga pak nando, kami takut pak nando pecat kamu” kata sandra pada aza, sandra sudah melihat sendiri bagaimana aza dengan berani melawan nando.


“kak eva dan kak sandra tenang saja, aza tidak akan di pecat pak nando yang ada aza akan keluar dari perusahaan ini kalau pak nando benar-benar sudah kelewat batas” kata aza menenangkan kekhawatiran eva dan sandra, mereka berdua yang mendengar itu hanya bisa pasrah aza termasuk orang yang keras kepala, kalau dia sudah memutuskan sesuatu pasti sulit untuk di tentang. “terus sekarang bagaimana za? Baby elo akan ikut kamu?” tanya eva pada aza, eva menanyakan keadaan sekarang yang baby elo tidak mau bersama orang lain dan pak nando juga tidak di kantor, “terpaksa kak, aza temenin baby elo, soal takut nanti nangis lagi kasihan” kata aza yang merasa kasihan terhadap baby elo.

__ADS_1


“memang ibunya ke mana za?” tanya sandra pada aza, “iya ibunya kemana kenapa harus di bawa ke kantor pak nando,  dan kita juga tidak pernah mendengar pak nando menikah” kata eva, “ibu baby elo sudah meninggal kak, tadi aza sempat tanya andi kemana ibu baby elo ternyata sudah meninggal waktu melahirkan baby


elo, dan untuk pernikahan pak nando memang sengaja di rahasiakan dan rencananya akan di umumkan pada waktu baby elo lahir, tapi keadaan ya seperti ini deh” jelas aza pada eva dan sandra, memang aza sempat menanyakan ibu baby elo kepada andi, aza tidak berani langsung bertanya pada nando takut nando


tersinggung, dan andi yang notabenenya asisten pribadi nando tahu permasalahan tersebut. Sungguh kasihan baby elo di tinggal ibu yang baik, tapi mempunyai ayah seperti manusia kutub.


Eva dan sandra terkejut setelah mendengar itu mereka merasa kasihan pada bayi lucu yang biasa di panggil baby elo, masih kecil tapi sudah kehilangan ibu tercinta. “kasihan sekali, masih kecil tapi sudah tidak punya ibu” kata eva melihat baby elo, di balik wajah lucu dan senyum polos itu dari lahir tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, mungkin ini menjadi alasanya dia sangat akrab dengan aza, “kak bisa minta tolong lagi gak, ijinin sama pak heru setelah makan siang aza tidak bisa melanjutkan pekerjaan, nanti kalau pak nando sudah datang aza lanjut lagi, kasihan kak baby elo sendiri, dan juga baby elo tidak mau sama andi dan bodyguard pak nando baby elo maunya sama aza kak” jelas aza pada eva dan sandra, tentu saja eva dan sandra membantu aza untuk meminta ijin dari pak heru yang sudah pasti akan di ijin kan karena ini anak yang di jaga aza adalah anak pak nando.


Sesampai aza pada ruang nando, aza langsung menurunkan baby elo ke karpet bulu yang ada di ruang nando dan menenami bermain bersama, “baby sayang, kesayangan kak aza sehat selalu ya sayang, tumbuh menjadi anak yang baik dan berbakti sama orang tua, kak aza sayang banget sama baby” ucap aza pada baby elo yang di tanggapi celotehan bahasa planet tentu aza tidak tahu artinya, “bu bubu mama mama” ucap baby elo yang membuat aza kaget, kata sederhana yang membuat hati aza bergetar sekaligus senang, kata itu seperti panggilan MAMA. Kata sederhana penuh dengan makna yang berarti, “tadi baby panggil kakak apa coba lagi sayang” kata aza pada baby elo, “mama mama” kata baby elo menyebut mama kembali, “kamu sebut kak aza mama sayang”, kata aza pada baby elo, “mama” sekali lagi baby elo mengulang kata mama.

__ADS_1


“salah sayang panggil kakak bukan mama” ucap aza pada baby elo, meskipun aza senang panggilan mama, tapi aza bukan ibu baby elo, “mama mama” ulang baby elo kembali, “bukan mama sayang tapi kakak,  panggil Ka-kak” kata aza membenarkan ucapan baby elo, tapi baby elo tetap tidak mau memanggil kakak tapi selalu memanggil mama, seakan mengerti aza tidak mau di panggil mama, mata baby elo berkaca-kaca siap untuk menangis.


Aza yang melihat mata baby elo yang berkaca-kaca benar tidak tega, dengan pasrah aza meneriman panggilan mama, “cup cup sayang jangan nangis baik-baik baby bisa panggil mama, sekarang baby elo bisa panggil mama aza  dan baby elo anak mama aza” kata aza menggendong baby elo, kesebersamaan aza dan baby elo berlanjut sampai mereka berdua mengantuk. Aza membawa baby elo ke kamar nando, membaringkanya di ranjang nando, aza yang menidurkan baby elo, aza juga berbaring di samping baby elo, entah karena aza juga lelah menemani baby elo aza juga terlelap bersama baby elo, aza memeluk baby elo menyalurkan kasih sayang seorang ibu untuk baby elo yang belum pernah mendaptkanya selama 8 bulan hidupnya.


***


Nando baru tiba di kantor, dia sungguh kesal karena pertemuan dengan klien siang ini, gara-gara klien tersebut nando terlambat ke kantor siang ini, karena sang klien membawa putri dan istrinya dan mengajak makan siang, nando sudah tahu akan bulus mereka, pasti mereka sengaja memperkenalkan anak mereka agar bisa dekat dengan nando untuk memuluskan kerja sama kali ini dan untuk meningkatkan status sosial mereka di tambah nando tahu watak anak mereka sama seperti salah satu wanita yang ingin mendapatkan harta nando.


Nando masuk ke ruangan dan tidak melihat baby elo dan nando juga tidak melihat andi, “tuan?” panggil salah satu bodyguard nando yang di percayai untuk menjaga baby elo, “di mana baby” tanya nando pada bodyguard,

__ADS_1


“tuan muda di kamar tuan sedang tidur” jawab bodyguard pada nando. Nando langsung mengecek kamarnya di lihat ada baby elo yang tidur dan aza juga tidur di samping baby elo saling berpelukan. Tentu nando bingun dengan ke adaan sekarang bukanya nando menitipkan baby elo bersama andi dan bodyguard, kenapa aza bisa bersama baby elo.


__ADS_2