
Aza dan baby elo pergi menemui nando di ruang kerja yang ada di rumah, aza melihat nando masih sibuk mengerjakan beberapa dokumen yang dibawa andi tadi.
“apa masih banyak pekerjaan?” tanya aza membuat nando menoleh.
“bunny? Sejak kapan kamu disitu?” tanya nando yang melihat anak dan istrinya yang berada didepan pintu.
“baru saja, kamu saja yang terlalu fokus pada pekerjaanmu sehingga tidak sadar kami sudah ada disini” ucap aza berjalan memasuki ruang nando.
“maaf, tumben kesini biasanya tidak pernah masuk ke ruang kerjaku dirumah” tanya nando
Aza memang sangat jarang masuk ke ruang kerja nando, jujur dia tidak suka ruang kerja nando yang dianggap sangat menyebalkan.
“tidak hanya ingin melihat suamiku yang sedang berkencan dengan kertas dari pada menemani istri dan anaknya” ucap aza sedikit cemburu
Nando hanya terkekeh memang dari awal aza tidak suka pekerjaan dibawa ke rumah, karena menurut aza rumah adalah tempat istirahat bukan tempat kerja.
“kenapa? Cemburu? Apakah istrikku cemburu karena aku menghabiskan waktu dengan kertas dari pada denganmu” ucap nando menggoda aza, dia suka aza yang sedang cemburu karena nando merasakan semakin hari aza semakin mencintainya.
“tidak, aku hanya tidak suka saja” ucap aza acuh
“benarkah? Tidak cemburu? Yakin?” ucap nando melihat aza masih dalam mode merajuk, “baik kalau begitu aku lanjut kerja saja kamu bisa keluar kalau bosan” ucap nando menggoda aza.
“kamu mengusirku? Jadi kamu lebih memilih kertas-kertas itu dibanding anak dan istrimu” ucap aza kesal, teganya nando mengusirnya.
“katanya tidak cemburu kenapa marah padahal aku hanya ingin melanjutkan pekerjaanku” ucap nando
“karena... karena” ucap aza bingung bagaimana membalas nando, memang aza sedikit kesal karena nando lebih memilih kertas-kertas itu dari pada dia dan baby elo.
“jujur saja bunny, kamu cemburukan iyakan?” ucap nando menggoda aza.
Aza yang kesal dengan godaan nando dia berkata dengan keras, “iya aku kesal denganmu karena lebih memilih kertas-kertas itu di bandingkan aku puas sekarang” ucap aza dengan nada marah.
Nando tertawa dengan keras setelah melihat aza marah bahkan baby elo yang dipangkuan aza ikut menertawakan sang mama.
Aza yang sudah kesal semakin bertambah kesal karena di tertawakan anak dan suaminnya.
“kenapa tertawa aku marah denganmu dan juga kamu baby, sana sama papa” ucap aza memberikan baby elo pada nando
Nando menerima baby elo yang masih tertawa melihat mamanya yang memasang wajah kesal, “aku senang karena kamu cemburu, artinya kamu sudah mencintaiku” ucap nando menghampiri aza.
“jadi bunny kamu tidak perlu cemburu satu-satunya yang aku cintai hanya kamu bunny” ucap nando membujuk istrinya yang cemburu.
“tapi kamu menertawakanku bahkan baby juga” ucap aza merajuk
“aku tertawa karena senang, untuk baby aku tidak tahu tapi mungkin melihat mamanya cemburu terlihat lucu baginya” ucap nando
“kalian jahat” ucap aza dengan nada cemberut.
“maaf sayang, lain kali kami tidak akan menertawakanmu lagi, iyakan baby” ucap nando meminta persetujuan dengan baby elo.
Baby elo hanya menaggapinya dengan tepuk tangan dan tertawa memperlihatkan gigi baby elo yang tubuh.
__ADS_1
“tuh baby elo juga setuju, jadi tidak perlu marah lagi ya mama sayang” ucap nando
“baiklah aku akan memaafkan kalian tapi janji harus menuruti semua perintah mama kalau tidak mama akan marah lagi termasuk kamu teddy” ucap aza
“siap bu bos” ucap nando memberi hormat ala militer yang diikuti baby elo dengan menggerakkan tangan kecilnya ke atas tentu saja mengundang tawa aza dan nando.
***
Pagi hari seperti biasa aza bangun pagi untuk membuat sarapan dan menyiapkan keperluan nando untuk berangkat kerja.
“kalian tata ini di meja saya akan ke atas dulu” ucap aza yang sudah menyelsaikan masakaanya.
“baik nyonya” ucap para maid.
Aza pergi ke atas untuk membangunkan baby elo dan juga nando, entah kenapa nando sekarang semakin malas untuk bangun begitu baby elo kalau aza yang tidak membangunkan mereka pasti mereka akan tidur sampai siang hari.
Pertama aza melihat baby elo, disana baby sudah membuka mata kecilnya, setiap pagi saat aza melihat baby elo di kamar pasti baby akan langsung bangun dan akan mencari aza kalau tidak dia akan menangis, hanya bibi dan nando yang bisa membujuk baby elo agar berhenti menangis.
“pagi sayang, sudah bangun anak mama, sekarang kita bangunkan papa ya” ucap aza membawa baby elo dalam gendongannya.
Aza melihat nando masih tidur di kasur dengan terkelungkup, dia tidak terusik dengan sinar matahari yang masuk melalui celah korden.
“lihat papa masih tidur, baby bangunkan ya” ucap aza
Aza meletakkan baby elo di atas nando agar baby elo leluasa membangunkan papanya meski dengan cara agar kasar seperti sekarang ini baby elo menarik rambut dan memukul kepala nando dengan keras agar nando cepat bangun.
Nando yang merasakan tarikan dan pukulan di kepalanya merasa terusik dia berbalik dan melihat anak kesayangannya sedang berusaha membangunkannya, nando juga melihat istrinya duduk di sampingnya.
“bangun teddy, kalau tidak kamu akan botak karena baby narik rambutmu” ucap aza dengan lembut.
“sudah-sudah, aku akan siapkan air untuk mandi kamu jaga baby dulu” ucap aza
“sekalian baby juga aku ingin mandi berdua dengan baby” ucap nando
“baik, baby sama papa ya dan kalian berdua jangan bertengkar” ucap aza meninggalkan mereka berdua.
Aza menyiapkan air hangat untuk nando dan baby elo mandi, dia memeriksa apakah suhu air sesuai untuk mereka berdua.
“air mandinya sudah siap, kalian bisa mandi sekarang” ucap aza keluar dari kamar mandi.
Aza melihat nando yang sudah telanjang dada dan baby elo yang sudah telanjang bulat memperlihatkan tubuh gembulnya.
“ayo sayang kita mandi” ucap nando membawa baby elo ke kamar mandi, tapi nando berhenti di depan aza, “bagaimana kita mandi bersama juga bunny, itu pasti menyenangkan” ucap nando menaik turunkan alisnya.
“dasar mesum, cepat mandi sana” ucap aza mendorong nando masuk, sedangkan nando hanya tertawa melihat wajah aza yang memerah.
Sementara baby elo dan nando mandi aza menyiapkan baju nando dan baby elo setelah mereka mandi. Tidak menunggu lama nando dan baby elo keluar dari kamar mandi dengan nando memakai handuk yang tergantung dipingganga dan baby elo memakai handuk yang melilit ke seluruh tubuh seperti kepompong.
“sudah selesai?” tanya aza yang di tanggapi dengan senyum konyol nando dan baby elo.
“kalau sudah kemarin baby, untuk bajumu sudah aku siapkan, gantilah lalu turun untuk sarapan” ucap aza
Nando hanya mengangguk menyerahkan baby elo ke aza untuk memakaikan baju baby elo.
Aza menerima baby elo yang seperti kepompong lalu dia memberikan minyak kayu putih dan bedak agar baby elo tetap hangat dan wangi khas bayi.
__ADS_1
Selama aza memakaikan baju baby elo terlihat anteng tidak seperti saat nando atau bibi yang menggantikan baby elo akan berusaha kabur. Selesai memakaikan baju baby elo, aza turun untuk membawa baby elo ke ruang makan untuk sarapan.
Di ruang makan sendiri sudah tertata makanan yang di masak aza tadi, aza mendudukkan baby elo di kursi bayi tidak lupa memberikan celemek kecil di leher baby elo agar makanan tidak mengotori pakaiannya.
Aza segera mengambil mangkuk baby elo yang sudah terisi dengan bubur bayi baby elo, saat aza akan menyuapi baby elo nando turun dengan membawa jas dan dasi di tanganya.
“apa kalian sudah makan?” tanya nando duduk di kursi utama
“belum, ini baru mau menyuapi baby” ucap aza, seperti biasa aza melayani nando dengan mengambilkan makanan untuk nando.
“bunny, bisakan nanti siang bawakan aku makan siang ke kantor” ucap nando
“bisa, memangnya kenapa tumben sekali kamu menyuruhku langsung ke kantor untuk mengantar makan siang biasanya kamu tidak memperbolehkanku” ucap aza
Setelah berhenti bekerja aza jarang sekali keluar atau mengatarkan makan siang ke kantor nando, dia memang membuat makan siang untuk nando tapi aza selalu menyuruh sopir untuk mengantarkannya.
“tidak, hari ini banyak pekerjaan aku ingin kalian di sisiku agar aku semangat bekerja” ucap nando
Aza tertawa mengdengar alasan nando yang menurutnya kekanakan, “baiklah, aku dan baby akan mengantarkan makan siang nanti” ucap aza
“makasiah bunny, aku mencintaimu” ucap nando
“sama-sama, aku juga mencintaimu” ucap aza tanpa sadar
“apa kamu bilang tadi?” tanya nando yang kaget dengan perkataan terakhir aza.
“kenapa? Salah kalau aku mencintai suamiku sendiri” ucap aza dengan berani, sekarang dia tidak takut lagi menyembunyikan perasaannya pada nando.
“tentu tidak, itu malah lebih bagus” ucap nando senang, akhirnya aza mencintainya.
“kamu sudah selesaikan, cepat berangkat kerja nanti telat” ucap aza menyuruh nando segara berangkat bekerja.
“iya, tapi kamu tidak lupakan” ucap nando memperlihatkan dasi yang belum terpasang.
Aza tentu paham dia menyerahkan mangkuk bubur pada bibi agar bibi melanjutkan menyuapi baby elo, sedangkan aza berjalan ke arah nando untuk memesangkan dasi nando.
“sudah selesai, sekarang kamu bisa berangkat” ucap aza
“aku berangkat kerja dulu, kamu hati-hati di rumah dan aku tunggu nanti siang” ucap nando
“iya selamat bekerja suamiku jangan tergoda dengan wanita lain kalau tidak aku akan memotong adik kecilmu itu” ucap aza mengancam nando.
"tidak sayang kamu lebih cukup untukku, tidak ada yang lain” ucap nando lembut.
“terimakasih suamiku aku percaya padamu” ucap aza
“baiklah aku barengkat dulu” ucap nando memberikan kecupan di kening aza.
“hati-hati kami menunggumu” ucap aza
Mohon dukung author dengan cara rate, comen, like dan vote sebanyak-banyaknya.
terimakasih
__ADS_1