Baby CEO

Baby CEO
Episode 83


__ADS_3

 


 


Aza berjalan menuju ruang nando dengan wajah ditekuk, dia masih merasa kesal dengan perkataan mulan dan anggun.


Sesampai di depan pintu ruang nando aza berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang untuk meredakan emosinya setelah aza mulai tetang dia membuka pintu untuk bertemu nando.


“teddy, aku bawakan makan siang untukmu” ucap aza dengan nada riang, meski masih sedikit emosi tapi dia tidak ingin menunjukkan pada nando.


“akhirnya kamu datang bunny aku sudah lapar dari tadi” ucap nando melihat aza memasuki ruangnya.


“maaf tadi ada beberapa masalah, tapi sudah selesai sekarang” ucap aza memamerkan senyumnya.


Nando merasakan ada yang tidak beres dengan istrinya dia curiga ada yang salah, meski aza terlihat ceria tapi


nando tahu dari gerak-gerik aza bahwa dia sedang marah tapi nando tidak tahu apa yang membuatnya marah.


“memang masalah apa sampai suami ini harus menunggu” ucap nando


“tidak aza, hanya masalah wanita” ucap aza


“kalau boleh aku tahu apa itu? mungkin aku bisa membantu” ucap nando menawarkan bantuan.


“nanti saja, lebih makan terlebih dahulu katanya kamu lapar” ucap aza duduk di sofa.


“baiklah tapi janji habis ini kamu harus ceritakan apa yang terjadi” ucap nando duduk samping aza


“aku akan menceritakannya tapi kamu makan dulu, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu” ucap aza membuka kotak makan siang yang dibawa tadi.


Nando yang percaya dengan aza hanya menurutinya, dia mulai memakan makanan yang dibawa aza semenjak merasakan masakan istrinya nando tidak tertarik lagi makan diluar menurutnya masakan aza yang terenak.


Nando telah menghabiskan makan siangnya, aza membereskan semua kotak makan siang yang telah kosong.


“sekarang tepati janjimu, apa yang terjadi?” tanya nando merangkul pinggang aza.


“huh, sewaktu aku menunggu lift untuk ke ruanganmu aku bertemu dengan beberapa karyawanmu, kamu tahu sendiri kita belum mengumumkan status kita jadi mereka penasaran kenapa aku sering ke kantor padahal aku sudah tidak bekerja lagi di tambah dengan kedekatanku dengan baby elo” ucap aza


“lalu?” ucap nando memeluk aza dari belakang dan memberi ciuman kecil di lehernya .

__ADS_1


“karena sebentar lagi kita akan mengumumankan pernikahan kita jadi aku menjawab bahwa  aku ini istrimu tapi mereka malah menertawakanku bahkan mereka juga menghinaku karena aku gadis miskin tidak level dengan mereka, aku tentu marah tapi aku tidak masalah dengan itu karena memang awalnya aku hanya wanita miskin yang beruntung bisa masuk ke perusahaanmu bukan seperti mereka, tapi mereka juga menghina orangtuaku itu yang membuatku marah bahkan aku menampar mereka dengan keras, biar tahu rasa” ucap aza menarah amarahnya.


Nando mendengar itu tentu membuatnya marah, menurut nando dialah pria yang sangat beruntung bisa menjadi suami aza, nando hanya duda beranak satu yang tidak punya rasa cinta, tapi setelah aza masuk ke kehidupannya dia merasa orang yang paling bahagia dia seluruh dunia.


“kamu bisa memecat mereka, ingat kamu istri pemilik perusahaan ini jadi kamu berhak memecat karyawan sesuka hati kalau mereka tidak hormat denganmu” ucap nando


“tidak bisa begitu, mereka bekerja disini untuk cari makan kalau hanya tidak menghormatiku saja dipecat nanti dia akan bekerja dimana, sekarang cari kerja susah kasihan keluarga mereka” ucap aza


“mereka tidak menghormatimu sama saja mereka juga tidak menghormatiku, jadi buat apa mereka bekerja disini, kalau kamu tidak bisa memecat mereka aku saja yang akan memecatnya” ucap nando masih memeluk aza


“tidak, untuk saat ini aku masih memberi toleransi tapi kalau karyawan wanitamu ingin menggodamu aku akan langsung memecat dia bahkan aku akan memotong adik kecilmu itu paham teddy” ancam aza


Nando hanya meneguk ludah kering, karena aza sering bergaul dengan mama rinta sifat mereka hampir sama, nando harus berhati-hati tidak boleh membuat aza marah kalau tidak dia akan habis di bantai aza dan mama rinta yang barbar.


“aku tidak tertarik dengan mereka, karena hanya kamu yang aku cintai” ucap nando merayu aza


“memang kamu mencintaiku, tapi tangan di kondisikan ini kantor jangan macem-macem” ucap aza memukul tangan nando yang mulai masuk ke dalam bajunya.


“hehehe, boleh minta jatah mumpung tidak ada baby” ucap nando menaik turunkan alisnya.


Sebenarnya dia bersyukur mendengar baby elo di bawa mama rinta kalau perlu sampai besok jadi dia bisa berduaan dengan aza tanpa gangguan.


“tidak, kamu sudah selesaikan kalau begitu aku pergi dulu” ucap aza beranjak dari tempat duduknya tapi ditahan nando.


Aza terkejut dengan nando yang menggendonganya, “teddy, turunkan aku, aku ingin pulang” ucap aza dalam gendongan nando.


Seakan tuli nando tidak mengindahkan perkataan aza, dia berjalan menuju kamar yang ada di kantornya dia ingin mendapat jatah tanpa gangguan anaknya yang nakal itu.


“tidak sayang, kamu diam saja dan nikmati OK” ucap nanda membaringkan aza di ranjangnya.


“dasar bos tak tahu malu, ini kantor kenapa mau melakukan itu” ucap aza mencoba membujuk nando agar


tidak melakukan itu dikantor.


“tidak apa-apa toh dengan istrinya sendiri jadi tidak ada yang melarangkanya, jadi bunny biar suamimu ini mendapatkan jatahnya” ucap nando dengan seringai mesum


“NANDO MESUM” ucap aza menggelegar di kamar ruang nando, untung ruang nando kedap suara kalau tidak mungkin karyawan lain tahu apa kelakukan bos mereka.


Selang beberapa saat hanya terdengar suara desahan dan rintihan dari dalam kamar nando, dimana hanya mereka dan tuhan yang tahu.

__ADS_1


****


“jangan ngambek sayang, mumpung tidak ada baby jadi aku minta jatah” ucap nando membujuk aza, memang setelah mereka melakukan itu aza marah kepada nando karena mereka melakukannya di kantor untung nando bos disini kalau tidak mungkin akan jadi gunjingan karyawan lain.


“jangan menyentuhku, dasar laki-laki mesum” ucap aza memalingkan badannya dia tidak mau melihat tampang mesum nando


“hehehe jangan lama-lama marahnya nanti dosa lho, ingat aku suamimu” ucap nando dengan nada geli.


“ya memang kamu suamiku tapi mesum, dari pada menggodaku terus carikan aku baju, lihat bajuku semua robek karenamu” ucap aza menunjuk baju yang telah terkoyak di lantai karena ulah bringas nando.


“maaf bunny, soal kamu sangat menggoda jadi aku tidak tahan” ucap nando memamerkan giginya yang putih.


“lain kali aku tidak akan ke kantormu kalau tidak bersama baby” ucap aza mengingatkan pada dirinya agar lain kali bila ke kantor harus membawa baby elo kalau tidak dia akan di mangsa nando.


Sedangkan nando hanya terkekeh melihat istrinya yang masih berbaring ranjang dengan selimut menutup tubuhnya yang telanjang.


Nando mengambil telfonya untuk menghubungi bibi agar menyuruh sopir mengantar baju untuk aza, tidak mungkin aza telanjang seperti itu.


“hello bi, bisa kirimkan baju untuk aza, apa saja yang penting bisa di pakai aza, baik bi saya tunggu di kantor ya” ucap nando menutup telfonnya.


“aku sudah menghubungi bibi, bajumu sebentar lagi akan datang kamu disini saja aku akan melanjutkan pekerjaanku” ucap nando pada aza.


Aza hanya mengangguk, dia tertidur sambil menunggu bajunya datang maklum nando kalau minta jatah seperti hewan buas jadi badan aza rasanya remuk.


Nando yang melihat aza memejamkan matanya hanya bisa tersenyum, aza pasti lelah melayaninya dia mencium kening aza dan melanjutkan pekerjaanya.


Nando yang sudah rapi kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaanya, “di kamu ke ruangku sekarang” ucap nando memanggil andi dengan interkom.


Tidak berselang lama andi masuk ke ruang nando, “permisi pak ada yang bisa dibantu?” ucap andi.


“apa kamu tahu apa yang terjadi dengan aza di loby tadi?” tanya nando serius


Andi sudah menduga nando akan bertanya masalah ini, “saya tahu pak apa yang menimpa nyonya aza diloby tadi” ucap andi mempersipkan dirinya untuk bercerita


“ceritakan!” perintah nando.


 


 

__ADS_1


Hello reader maaf lama up soal leptop author rusak jadi nunggu leptop jadi.


mohon dukung author dengan cara rate, comen, like dan vote sebanyak-banyaknya


__ADS_2