
Waktu berlalu sangat cepat hari ini adalah hari minggu dan aza berjanji dengan girlin akan bertemu, pagi ini aza sudah menyiapkan sarapan untuk semua dan sudah memandikan baby elo, nando juga sudah bergabung untuk sarapan pagi ini, karena hari libur nando hanya memakai pakaian biasa untuk di rumah, aza dengan sigap melayani nando seperti biasa, “nan hari ini aku mau ijin keluar untuk menemui teman kuliahku dulu, bolehkan nan?” kata aza meminta ijin, nando langsung menghentikan menyuapkan nasi ke mulutnya setelah mendengar aza akan keluar, “ke mana ? laki-laki atau perempuan, kalau laki-laki tidak boleh” kata nando, “perempuan dia teman aku waktu kuliah kita sudah lama tidak bertemu karena dia melanjutkan study di luar negeri, sekarang dia libur dan ingin bertemu denganku rencana kita akan ke pusat perbelanjaan saja” jelas aza, “siang ini?” tanya nando, “iya siang ini” jawab aza.
“kamu pergi sendiri?” tanya nando, “tidak aku mau membawa baby elo dan aku juga menyuruh supir untuk mengantarku” kata aza, “aku memberimu ijin tapi ingat jangan lupa baby elo” kata nando memberikan ijin pada aza, “iya aku ingat dan terimakasih telah mengijinkan ku” kata aza, “aku tidak akan melarangmu bertemu dengan teman-temanmu tapi jangan ada laki-laki itu saja” kata nando, “iya aku tahu, aku juga tidak banyak memiliki teman laki-laki” kata aza, “bagus, tapi jangan terlalu malam sebelum matahari terbenam kamu dan baby sudah pulang” perintah nando, “iya aku tahu, tenang saja aku akan pulang sebelum matahari terbenam” kata aza menyakinkan nando. Setelah pembicaraan singkat mereka melanjutkan makan siang mereka dengan tenang,
***
__ADS_1
Siang hari...
Aza dan baby sudah bersiap untuk pergi nando akan di rumah karena berkas yang kemarin juga belum selesai semu, nando berencana akan menyelesaikannya, “kamu sudah mau pergi?” tanya nando yang sekarang dia duduk di sofa ruang tamu, dia sengaja menunggu aza dan baby elo bersiap pergi, “iya, kami sudah siap pergi” kata aza yang mendorong kereta bayi baby elo, aza memang sengaja menggunakan kereta bayi agar tidak terlalu lelah untuk mambawa baby elo, aza juga sudah mengemas keperluan baby elo di tas baby elo. “ini untuk kamu, sekarang kamu gunakan ini untuk semua keperluan kamu pin ATM sudah aku catan di situ” kata nando menyerahkan dua kartu yang satu kartu kredit dan yang satu lagi kartu ATM. “tidak usah nan aku sudah punya uang sendiri jadi kamu tidak perlu memberikan kartu-kartu ini padaku” kata aza menolak kartu dari nando, “ini sudah kewajibanku jadi kamu tidak usah membantah dan untuk uangmu di simpan saja gunakan kartu yang aku berikan saja, dan kartu ATM ini di gunakan untuk keperluan rumah kamu yang pegang dan kamu juga yang mulai mengaturnya untuk kartu kredit terserah kamu” kata nando memaksa aza untuk menerimanya, aza dengan enggan menerima kartu tersebut dimana kartu kredit berwarna hitam itu merupakan black card dimana tidak banyak orang yang memilikinya, karena kartu ini hanya dimiliki kalangan tertentu saja, dan syarat memiliki kartu tersebut sangat sulit.
Aza tidak menyangka nando akan memberikan black card pada aza, “bukanya ini agak berlebihan nan, kamu bisa memberikanku kartu lainya” kata aza yang masih tidak ingin menerima black card tersebut, untuk kartu ATM aza tidak masalah karena nando mengatakan untuk keperluan semua termasuk membayar gaji para maid dan aza sebagai istri nando juga harus membantu nando untuk mengelola keuangan di rumah, “tidak, cepat terima aku tidak mau ada bantahan” kata nando tegas, “baiklah, terimakasih” kata aza memasukkan kartu tersebut dalam tasnya, “aku pergi dulu nan” pamit aza pada nando, “tunggu, ada yang lupa” kata nando, “memang apa yang lupa semua sudah ada, perlengkapan baby elo juga sudah lengkap” kata aza sambil mengecek semuanya, “ini yang lupa” kata nando sambil mencium kening aza, aza hanya diam mematung karena nando dengan mendadak menciumnya meski hanya di kening tapi aza masih belum terbiasa, “mulai sekarang akan menjadi rutinitas kita setiap hari” kata nando pada aza yang masih diam mematung, aza hanya melihat nando bingun dia seakan mendadak bisu, “sekarang kamu boleh pergi, ayo aku antar sampai mobil” kata nando menarik aza untuk mengantar sampai depan di mana mobil telah menunggu, aza hanya menurut di masih bingung dengan keadaan yang ada di tambah jantungnya berdetak kencang.
__ADS_1
Mobil yang di tumpangi aza akhirnya pergi meninggalkan rumah, nando yang melihat mobil sudah pergi dia mengambil hendphone di saku, “ikuti istriku dan lindungi dia, beritahu aku semua yang dia lakukan dan bertemu dengan siapa ingat jangan sampai ketahuan” perintah nando melalui sambungan telfon kepada salah satu pengawalnya. Nando kembali ke rumah untuk menyelesaikan tugasnya dan menunggu informasi tentang kegiatan istrinya.
***
Perjalanan untuk pergi ke pusat perbelanjaan tidak begitu lama, aza dan baby elo sekarang sudah sampai di pusat perbelanjaan, “nyonya sekarang sudah sampai” kata sang sopir karena aza dari tadi hanya diam saja, “oh... iya tolong keluarkan stroller baby elo” kata aza sambil mambawa baby elo untuk keluar dari mobil, sang sopir dengan sigap mengeluarkan stroller dari bagasi, aza meletakkan baby elo di stroller bayi dan memberikan biskuit bayi agar baby elo tidak bosan, “kamu bisa pergi, nanti aku hubungi kamu kalau kami akan pulang” kata aza menyuruh sopir untuk pergi, “baik nyonya” kata sang sopir.
__ADS_1
Aza masuk ke pusat perbelanjaan sekarang hanya perlu mencari girlin, selama perjalanan aza sudah menghubungi girlin dan mereka akan bertemu di salah satu restoran yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.
Aza sudah sampai pada restoran yang di tuju sekarang hanya mencari girlin saja, dia melihat gadis cantik dengan rambut panjang yang memakai dress warna merah di salah satu bangku di sana dan aza kenal wanita tersebut yaitu girlin sahabat aza, “hei girl menungguku” kata aza menepuk bahu girlin, “ya ampun aza baby aku kangen” kata girlin menghambur dalam pelukan aza, “hahahaha kamu masih sama seperti dulu” kata aza yang melihat girlin masih sama seperti dulu, “iya lah, kamu tambah cantik za” kata girlin yang sudah melepaskan pelukannya pada aza, dia melihat aza tambah cantik dan tambah dewasa, “hahaha kamu bisa saja, kamu juga tambah cantik saja” kata aza, girlin jadi malu dengan pujian aza, tapi girlin melihat baby elo dengan heran mereka berpisah hanya enam bulan tapi aza sudah memiliki bayi yang berumur sekitar delapan bulan ke atas, “bayi siapa za? Memang kamu sudah menikah?” tanya girlin pada aza. “nanti aku jelasin sekarang kita duduk dulu dan pesan makan aku sudah lapar” kata aza mengajak girlin untuk duduk. “baiklah tapi kamu harus cerita semua ke aku tidak ada yang di tutup-tutupi” kata girlin meskipun dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi tapi girlin lebih menunggu aza untuk menjelaskanya. mereka bertiga makan siang bersama di tambah girlin juga menyukai baby elo.