
Setelah menempuh perjalanan dari rumah orang tua nando akhirnya keluarga kecil nando sampai di perusahaan Varmond company pada saat itu semua karyawan sudah masuk dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka, karena
pada saat nando sampai di perusahaan memang sudah jam kerja dan nando terlambat masuk ke kantor.
Sampai di perusahaan nando memboyong istri dan anaknya langsung ke ruangannya, sepanjang perjalanan para karyawan menyapa mereka, nando yang memang sosok yang dingin tidak peduli dengan sapaan karyawannya dan
itu tidak menjadi permasalahan para karyawan mereka sudah terbiasa dengan sosok nando yang dingin.
Berbeda dengan nando yang acuk terhadap semua sapaan dari karyawan aza membalas semua sapaan dari karyawan nando dengan senyum manisnya, dia menghargai mereka yang sudah menyisihkan waktu untuk menyapa mereka.
Sedangkan baby elo terus mengumbar senyum di gendongan sang mama, bayi gembul itu tidak keberatan dengan para karyawan yang sengaja menyapanya bahkan dia memberikan respon senyum dan tawa lucu yang
memperlihatkan gigi kecilnya yang baru tumbuh, karyawan yang menyapa mereka merasa gemas yang tingkah baby elo yang lucu mereka melupakan bahkan para karyawan wanita memekik senang saat bayi gembul itu memamerkan senyumnya.
“lihat deh pak nando membawa istri dan anaknya ke kantor mereka serasi sekali” ucap salah satu karyawan di sana.
“iya sungguh pasangan yang sempurna, satunya cantik dan satunya tampan di tambah bayi mereka yang lucu sungguh keluarga yang bahagia” ucap teman karyawan tersebut.
“aku setuju dengan kamu, tapi sayang meski pak nando tampan tapi galak dan dingin” ucap karyawan tersebut.
“iya, tapi pak nando beruntung sekali mendapat istri seperti nyonya aza sudah cantik ramah lagi gak seperti pak nando” ucap teman karyawan tersebut.
“iya benar, tapi aku masih penasaran bagaimana nyonya aza betah dengan sifat dingin pak nando kalau aku udah gak betah punya suami kayak gitu bisa-bisa mati beku aku” ucap karyawan tersebut.
“hahaha kamu bener” ucap teman karyawan tersebut sambil tertawa.
Sedangkan orang yang dibicarakan sudah sampai di ruang yang di tuju, “kamu di sini sebentar nanti siang kita akan pulang bersama” ucap nando pada aza, “iya aku tahu, mending kamu segera pergi pasti yang lain sudah pada menunggu” ucap aza.
“tunggu aku kembali” ucap nando memberi kecupan riang di kening aza, yang di balas senyum manis dari aza, nando segere melenggang pergi ke ruang rapat karena memang sudah di tunggu perserta rapat yang lain.
“baby main sama mama ya, kita main di sana” ucap aza berjalan pada karpet bulu yang biasa di gunakan baby elo untuk bermain, nando sengaja tidak memindahkannya karena menurutnya masih di gunakan bila baby elo berkunjung.
****
“baiklah kita akhiri di sini, laporan aku tunggu satu minggu harus dimeja saya dan tidak ada alasan keterlamabatan apapun itu” ucap nando dengan wajah datar dan tegas.
“baik pak” ucap para peserta.
Setelah selesai dengan rapatnya nando segera kembali ke ruangannya diikuti andi di belakang, “apa jadwalku selanjutnya?” tanya nando pada andi.
“tidak ada pak, hanya beberapa berkas yang harus bapak tangani” jawab andi,
__ADS_1
“apa sudah di meja saya?”
“sudah pak, semua berkas sudah di meja bapak dan juga sudah saya perika tinggal bapak perisaka kembali” ucap andi
“bagus, gaji kamu akan saya naikkan” ucap nando, memang selama ini andi sangat bisa di andalkan tidak hanya masalah pekerjaan untuk masalah lainpun andi bisa di andalkan.
“terima kasih pak” ucap andi senang, kenapa tidak senang dia baru mendapat jekpot gajinya akan naik, gaji sebelumnya sudah besar apa lagi sekarang akan bertambah lagia.
Memang gaji untuk karyawan di VC (Varmond Company) sangatlah besar lebih besar dari perusahaan lain karena itu banyak karyawan VC betah bekerja meski harus memiliki pemimpin seperti nando tapi gaji yang diterima sepadan.
Sesampai di ruangnnya nando melihat aza menemani baby elo bermain, “sudah selesai?” ucap aza melihat nando sudah kembali.
“sudah sayang” ucap nando menghampiri aza dan baby elo.
“bagaimana lancar? Tidak ada masalahkan” tanya aza, bukanya aza ingin mencampuri urusan pekerjaan nando tapi aza ingin menjadi tempat nando berkelu kesah agar nando tidak stres dengan pekerjaanya.
“semua lancar sayang, cuman aku sangat merindukanmu” ucap nando manja,
“yah kumat lagi deh manjanya” ucap aza melihat nando kembali bersikap manja dengan dia.
“memang kenapa kamu istriku, jadi tidak masalah bukan” ucap nando
“memang tidak masalah tapi ini kantor kalau di lihat orang kantor apa kamu tidak malu wibawamu akan turun” ucap aza
Aza hanya tersenyum inilah suaminya dia akan bersikap dingin pada orang lain tapi akan bersikap hangat pada kelurganya.
“yayaya terserah kamu” ucap aza
Nando tersenyum dia melepas sepatunya dan berbaring di pangkuan aza, disamping baby elo yang sedang bermain dengan mainan bayinya.
****
3 tahun kemudian....
Sudah tiga tahun rumah tangga aza dan nando berjalan tidak ada halang merintang yang berarti hanya ada berdebatan kecil yang menjadi bumbu dalam berumah tangga.
Tidak banyak yang berubah dalam tiga tahun terakhir hanya usia mereka yang bertambah, aza masih seperti aza yang dulu rendah hati tidak sombong meski sudah menjadi nyonya muda varmond. Nando juga masih sama seperti nando yang dulu tampan dan gagah menjadi sosok suami dan ayah idaman kaum hawa.
Yang banyak mengalami perubahan adalah baby elo yang dulunya bayi gembul yang hanya bisa merangkak dan mengoceh tidak jelas sekarang bayi gembul itu sudah berubah menjadi balita lucu yang tampan.
Baby elo sudah bisa berjalan dengan lancar bahkan dia sudah bisa berlari dengan cepat yang kadang membuat ibu dan para pembantunya kualahan dengan tingkah balita tersebut. Tidak hanya bisa berjalan dan berlari tapi baby elo juga sudah berbicara dengan fasih bahkan dia sudah menganal huruf dan angka, itu semua berkat didikan aza dengan sabar.
__ADS_1
tapi yang tidak pernah berubah dari dulu adalah persangingan baby elo dan nando, ayah dan anak itu masih bersaing untuk mendapat perhatian lebih dari aza, terutama saat baby elo sudah mulai berbicara dia tidak segan-segan mengusir ayahnya untuk tidur di luar agar dia bisa tidur dengan mama aza tentu saja mendapat perlawan dari nando dimana ujung-ujungnya mareka akan mendapat ceramah mama aza yang mereka sayangi.
Seperti sekarang ini saat aza tengah membuat sarapan bersama para pelayan dia mendengar suara gaduh yang memanggil dia.
“MAMA...MAMA.. mama dimana?”
“YANG....SAYANG.... kamu dimana?”
Aza hanya bisa menghela nafas panjang, setiap pagi dia harus mendengar suara teriakan dari nando maupun baby elo, dia meresa heran kenapa ayah dan anak itu setiap bangun pasti mereka akan berteriak memanggil
aza, padahal mereka tahu kebiasaan aza saat pagi di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.
“MAMA DI DAPUR” ucap aza berteriak
Dilihat dua orang pria berbeda usia menuruni tangga, “sayang kenapa kamu meninggalkan aku sendiri, aku tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu” ucap nando memeluk aza.
“papa bohong ma, tadi saja elo lihat papa tidur sambil ngorok, elo yang tidak bisa tidur kalau gak sama mama” ucap elo atau baby elo menghampiri mereka berdua.
“papa tidak tidur cuman merem, elo sendiri juga tidur sambil ngorok ngiler lagi jorok” ucap nando menimpali Elo atau baby elo.
“elo tidak jorok, papa yang jorok mending papa kerja sana dari pada ganggu mama sama Elo” ucap Elo
“enak saja nyuruh papa kerja, mending kamu sana pergi ke rumah opa sama oma kamu kalau perlu gak usah balik tinggal disana papa iklas nanti papa kasih uang jajan tiap bulan jadi tenang saja” ucap nando menyuruh Elo untuk ke rumah orang tua nando.
“tidak Elo mau di sini papa aja yang ke sana, Elo mau sama mama” ucap Elo memeluk kaki aza.
“tidak bisa kamu harus nurut sama orang tua, ingat aku ini papa kamu jadi kamu harus nurut ya”
“tidak mau, huaaaa mama papa nakal” tangis Elo pecah akan keusilan nando
“gitu aja nangis, cemen jadi cowok” ucap nando pada Elo yang membuatnya menangis lebih kencang.
“sudah-sudah, sini sayang sama mama” ucap aza membawa Elo ke gendongannya.
“nando kenapa kamu senang sekali menggoda Elo jadi nangis beginikan” ucap aza menegur nando.
“habis dia sangat cerewet ya udah aku usilian tiap hari lumayan bisa jadi pengganti radio meski suaranya cempreng” ucap nando enteng.
Curhatan Author
__ADS_1
Author is back, maaf sebelumnya ilang" jelas lama update pula, tapi sebenernya author lagi kesal dan mood down. menulis merupakan sebatas hoby untuk mengisi waktu luang author karyanya pun di bilang pas-pasan gak bagus-bagus amat tapi mohon jangan di JIPLAK "Plagiat" soal itu nurunun mood author. Mohonlah hargai karya receh ini, author juga gak pasang gempok disini gratis kalau baca tapi author mohon jangan jiplak karya author itu nurunin mood author yang seharusnya update jadi malas takut di jiplak lagi. Sekian curahat dari author semoga gak ada yang jiplak lagi agar author semangat kembali nulis buat reader yang setia nunggu berbulan-bulan untk membaca karya saya. Terimakasih